Universitas Negeri Manado, Jurusan Kimia: Open Journal Systems
Not a member yet
270 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMA Negeri 1 Airmadidi Pada Materi Sifat Koligatif Larutan
This research is experimental design was posttest only control group design. Determination of the sample using techniques random sampling and obtained two classes with the number of each class of 33 students. Experimental class 3 XII IPA and 4 XII IPA control class. The research was conducted to find out the result data inquiry learning model on the material colligative solution on the results of class XII student IPA at SMA Negeri 1 Airmadidi. The purpose of this study was to see increase learning outcomes students using inquiry model learning on the material colligative solution. Results of the study were analyzed to test the hypothesis (t test) at α = 0.05 was obtained tcount> ttable ie 3.15 > 1.66 means H1 received and there is a real increase, the result of learning to use inquiry learning model. As well as describing the average ratio of student learning outcomes using the experimental class higher inquiry learning model 80.00, compared with the control class that uses the conventional learning model that is 68.18.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan rancangan posttest only control group design. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling dan diperoleh dua kelas dengan jumlah masing-masing kelas 33 siswa. Kelas eksperimen XII IPA 3 dan kelas kontrol XII IPA 4. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui data hasil penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi sifat koligatif larutan terhadap hasil belajar siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Airmadidi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi sifat koligatif larutan. Hasil penelitian yang dianalisis dengan uji hipotesis (Uji t) pada α = 0,05 diperoleh nilai thitung > ttabel yakni 3,15 > 1,66 artinya H1 diterima dan terdapat peningkatan yang nyata, hasil belajar terhadap penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Serta menjelaskan adanya perbandingan rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi 80,00, dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 68,18
Sintesis dan karakterisai kitosan dari limbah cangkang udang sebagai stabilizer terhadap Ag nanopartikel
The research of manufacturing chitosan from shrimp shell waste , and their use as a stabilizer in the manufacture of silver nanoparticles has been done. The aim of the research was to synthesize silver nanoparticles using chitosan as a stabilizer by chemical reduction method and determine the effect of chitosan concentration on the stability of Ag nanoparticles. In this study, the raw material used is shrimp shell powder and then processed in several stages, eliminating proteins, demineralization, and deacetylation. Chitosan obtained is 16.4 % of shrimp shell powder, with a degree of deacetylation of 85 %. Chitosan is used to synthesize silver nanoparticles as a reducing agent of silver ions in silver nitrate solution and is expected to be stabilizer. Sample containing 45 mg of chitosan and 1000 ppm AgNO3 has 421,60 nm of maximum wavelength, and the average particle size is 154.07 nm.Telah dilakukan penelitian pembuatan kitosan dari cangkang udang, dan pemanfaatannya sebagai penstabil dalam pembuatan nanopartikel perak. Tujuan dari penelitian adalah untuk mensintesis nanopartikel perak menggunakan kitosan sebagai stabilizer dengan metode reduksi kimia dan menentukan pengaruh konsentrasi kitosan terhadap kestabilan Ag nanopartikel. Pada penelitian ini, bahan baku yang digunakan adalah serbuk cangkang udang kemudian diproses dengan beberapa tahap yaitu deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Rendamen kitosan yang diperoleh adalah 16,4% dengan derajat deasetilasi 85%. Kitosan digunakan untuk mensintesis nanopartikel perak sebagai reduktor terhadap ion perak dalam larutan perak nitrat dan diharapkan untuk menjadi penstabil. Sampel yang mengandung 45 mg kitosan dan 1000 ppm AgNO3 memiliki panjang gelombang maksimum 421,60 nm, dan ukuran partikel rata-rata yaitu 154,07 nm
Pengaruh Proses Pengeringan Tradisional terhadap Komposisi Proksimat Nike Ikan Payangkah (Ophieleotris aporos) dari Danau Tondano
The research on effect of traditional drying process againt proximate composition of the payangkah fish nike has been done. A number of payangkah fish nike samples has been taken from the Tondano lake, divided into two parts, i,e, fresh samples and other parts were traditionally dried at temperature range of 37°C for 24 hours. The proximate composition of wet and dried samples respectively specified was water content of 83.157%, protein 13.128%, lipid 1.48%, ash 2.033%, crude fiber 0.65% and carbohydrate 0.2%. While for dry samples the water content of 9.59%, protein 67.434%, ash 5.065% and crude fiber 0.64%. The results shows that traditional drying process has positive influence against some parameters on proximate composition of the payangkah fish nike.Penelitian tentang pengaruh proses pengeringan tradisional terhadap komposisi proksimat nike ikan payangkah telah dilakukan. Sejumlah sampel nike ikan payangkah diambil dari danau tondano, dibagi dua bagian yaitu bagian sampel segar dan bagian lainnya dikeringkan secara tradisional pada kisaran suhu 37°C selama 24 jam. Komposisi proksimat sampel basah dan kering yang ditentukan masing-masing adalah kadar air 83.157%, protein 13.128%, lipid 1.48%, abu 2.033%, serat kasar 0.65% dan karbohidrat 0.2%. Sedangkan untuk sampel kering kadar air 9.591%, protein 67.434%, abu 5.065% dan serat kasar 0.64%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengeringan tradisional memiliki pengaruh positif terhadap beberapa parameter pada komposisi proksimat nike ikan payangkah
Hubungan Penggunaan Model Pembelajaran Langsung Dengan Sikap Siswa Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Larutan Elektrolit Dan Nonelektrolit
Telah dilakukan penelitian model pembelajaran langsung pada siswa SMA Negeri 2 Tondano di semester genap tahun ajaran 2018/2019 bulan Januari-Februari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan model pembelajaran langsung dengan sikap siswa dan peningkatan prestasi belajar siswa pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri 2 Tondano. Pengujian validitas instrumen soal diperoleh 10 soal yang valid dan 2 soal tidak valid, sedangkan pengujian reliabilitas instrumen soal diperoleh koefisien reliabilitas 0,785. Pengujian distribusi sikap positif siswa sebelum dan sesudah perlakuan diperoleh hasil bahwa sikap positif siswa tentang pembelajaran kimia meningkat. Berdasarkan hasil presentase selisih diatas menunjukkan bahwa sikap siswa dan prestasi belajar siswa mengalami kenaikan atau peningkatan.Hasil uji normalitas menunjukkan Lhitung<Ltabel untuk kelas eksperimen (0,10< 0,17) sehingga data berdistribusi normal. Maka dapat dilakukan uji hipotesis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment diperoleh nilai rxy = 0,602, selanjutnya uji signifikan nilai korelasi r kedalam nilai t dengan kriteria pengujian thitung > ttabel. Dari hasil perhitungan bahwa thitung (3.62) ttabel (2,06). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara model pembelajaran langsung dengan sikap siswa dan prestasi belajar siswa pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit.Telah dilakukan penelitian model pembelajaran langsung pada siswa SMA Negeri 2 Tondano di semester genap tahun ajaran 2018/2019 bulan Januari-Februari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan model pembelajaran langsung dengan sikap siswa dan peningkatan prestasi belajar siswa pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri 2 Tondano. Pengujian validitas instrumen soal diperoleh 10 soal yang valid dan 2 soal tidak valid, sedangkan pengujian reliabilitas instrumen soal diperoleh koefisien reliabilitas 0,785. Pengujian distribusi sikap positif siswa sebelum dan sesudah perlakuan diperoleh hasil bahwa sikap positif siswa tentang pembelajaran kimia meningkat. Berdasarkan hasil presentase selisih diatas menunjukkan bahwa sikap siswa dan prestasi belajar siswa mengalami kenaikan atau peningkatan.Hasil uji normalitas menunjukkan Lhitung<Ltabel untuk kelas eksperimen (0,10< 0,17) sehingga data berdistribusi normal. Maka dapat dilakukan uji hipotesis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment diperoleh nilai rxy = 0,602, selanjutnya uji signifikan nilai korelasi r kedalam nilai t dengan kriteria pengujian thitung > ttabel. Dari hasil perhitungan bahwa thitung (3.62) ttabel (2,06). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara model pembelajaran langsung dengan sikap siswa dan prestasi belajar siswa pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit
Studi Kelayakan Penuntun Praktikum Asam Basa Berbasis Bahan Lingkungan Menggunakan Model 3-D Dan Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA Negeri 1 Tenga
Practicum guides are printed teaching materials that students can use in the learning process. This development research aims to determine the feasibility of an acid base-based practicum guide for environmental materials with a 3-D model and to improve student learning outcomes through practicum activities and the application of guided inquiry methods. The subject of this research was class XI IPA 1 at SMA Negeri 1 Tenga. The feasibility test for large groups has an average percentage of 88.24% which means that this practical guide is suitable for use with valid qualifications. Student learning outcomes using post test scores with the technique of statistical analysis of one sample t-test (one sample t-test). The results of the one-sample t-test hypothesis at a level of α = 5% were obtained tcount = 4.604> ttable = 1.708. The results of this study indicate that the guidelines for acid-base-based practicum for environmental materials are appropriate to be used in chemistry learning, and the use of acid-based practicum guides for environmental materials with the application of guided inquiry methods can improve student learning outcomes in acid-base materialPenuntun praktikum merupakan bahan ajar dalam bentuk cetak yang dapat digunakan siswa dalam proses belajar pembelajaran. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan penuntun praktikum asam basa berbasis bahan lingkungan dengan model 3-D dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui kegiatan praktikum dan penerapan metode inkuiri terbimbing. Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 1 Tenga. Uji kelayakan kelompok besar terdapat rata-rata presentase 88,24% yang berarti penuntun praktikum ini layak digunakan dengan kualifikasi valid. Hasil belajar siswa menggunakan nilai post test dengan teknik analisis data statistik uji-t satu sampel (one sample t-test). Hasil uji hipotesis uji-t satu sampel pada taraf α=5% diperoleh thitung = 4,604 > ttabel = 1,708. Hasil penelitian ini menunjukan penuntun praktikum asam basa berbasis bahan lingkungan layak digunakan dalam pembelajaran kimia, dan penggunaan penuntun praktikum asam basa berbasis bahan lingkungan dengan penerapan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi asam bas
Total kandungan antioksidan ekstrak etanol buah beringin (Ficus benjamina Linn.)
Nowadays the need for antioxidants is increasing. Advances in technology and sciences encourage an increase in the number of free radicals and oxidizing compounds. This study aims to measure the total antioxidant content of the ethanolic extract of beringin (Ficus benjamina Linn.) fruit. Measurement of total antioxidant capacity begins with extraction by maceration. The freshly picked banyan fruit is macerated using 95% ethanol for 3 × 24 hours. Maceration is carried out at room temperature and kept away from sunlight. The macerated filtrate is then evaporated to get a thick ethanol extract. The ethanol extract was then measured for its antioxidant ability using phosphomolybdenum assay. Measurement using UV-Vis spectrophotometer. The measurement results showed the antioxidant activity of ethanol extract is 43.73 mg / gram AAE.Dewasa ini kebutuhan akan antioksidan meningkat. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan alam mendorong peningkatan jumlah senyawa-senyawa radikal bebas dan oksidator. Penetlitian ini bertujuan untuk mengkur kandungan total antioksidan ekstrak etanol buah beringin (Ficus benjamina Linn.). Pengukuran kandungan total antioksidan dimulai dengan ekstraksi dengan cara maserasi. Buah beringin yang baru dipetik dimaserasi dengan menggunakan etanol 95% selama 3×24 jam. Maserasi dilakukan pada suhu ruang dan dijauhkan dari sinar matahari. Filtrat hasil maserasi kemudian dievaporasi hingga mendapatkan ekstrak kental etanol. Ekstrak etanol kemudian diukur kemampuan antioksidannya menggunakan uji fosfomolybdenum. Pengukuran menggunakan spektrovotometer UV-Vis. Hasil pengukuran menunjukkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol sebesar 43.73 mg/gram AAE
Kajian penerapan metode praktikum secara efesien pada materi korosi di SMA YPPK st. Thomas aquino Kaimana
The application of practicum methods efficiently is able to help educators to achieve success in the chemistry learning process. This study aims to determine student learning outcomes in corrosion material through the learning process by applying the practicum method. This research was conducted in the odd semester of the 2018/2019 academic year for students of class XII Science in YPPK High School St. Thomas Aquino Kaimana. The sample used in this study is all students of class XII IPA St. Thomas Aquino Kaimana. The indicator used in this study is individual success, that is, if the student has reached the value of 75. Analysis of the data in this study used the percentage completeness learning technique based on the results of the indicators obtained. The results showed that from the initial test of student learning outcomes had not reached completeness (value 75) with the percentage of completeness of learning outcomes of 0% and from the final test the results of student learning had reached a grade (value> 75) with a percentage of completeness of learning outcomes of 100%. Based on the results of this study it can be concluded that the learning outcomes of students in the subject matter of corrosion with the practicum method were increased.Penerapan metode praktikum secara efisien adalah dapat membantu para pendidik agar dapat mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi korosi melalui proses pembelajaran dengan menerapan metode praktikum. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 pada siswa kelas XII IPA di SMA YPPK St. Thomas Aquino Kaimana. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XII IPA St. Thomas Aquino. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah keberhasilan secara individu yakni apabila siswa telah mencapai nilai 75. Analisis data dalam penelitian ini digunakan teknik persentase ketuntasan belajar berdasarkan nilai hasil indikator yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari tes awal hasil belajar siswa belum mencapai ketuntasan (nilai 75) dengan persentase ketuntasanan hasil belajar sebesar 0 % dan dari tes akhir hasil belajar siswa telah mencapai kentusan (nilai > 75) dengan persentase ketuntasan hasil belajar sebesar 100%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik pada materi pokok korosi dengan metode praktikum meningkat
Pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi struktur atom di SMA katolik santa rosa de lima tondano
Problem Based Learning model is a problem-based learning model that exposes students to practical problems to be solved that focus on the final results. The purpose of this study is to find out whether the Problem Based Learning learning model on atomic structure material is better than conventional learning models. The population in this study were all class X students of Santa Rosa de Lima Tondano Catholic High School. The sample of this study was class XA and class XB Catholic School Santa Rosa de Lima Tondano with the number of students 30 people, for the experimental class 15 people and the control class 15 people, in the even semester the academic year 2018/2019.Hypothesis testing uses the t-test to see differences in student learning outcomes between the experimental class and the control class. Based on the results of the study obtained the value of t_count (4.21)> t_table (1.701) at the real level α = 0.05. So that H_0 is rejected and H_1 is accepted. where the average value obtained in the experimental class 82.66 and the average value for the control class 71.33. So the conclusion is that there is a positive effect of the implementation of the Problem Based Learning learning model on atomic structure material on student learning outcomes at Santa Rosa de Lima Tondano Catholic High School.Model pembelajaran Problem Based Learningadalah model pembelajaran berbasis masalah yang menghadapkan siswa pada permasalahan praktis untuk dipecahkan yang menitik beratkan kepadahasil akhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran Problem Based Learning pada materi struktur atom lebih baik dari model pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Katolik Santa Rosa de Lima Tondano. Sampel penelitian ini adalah kelas XA dan kelas XB SMA Katolik Santa Rosa de Lima Tondano dengan jumlah siswa 30 orang, untuk kelas eksperimen 15 orang dan kelas kontrol 15 orang, pada semester genap tahun ajaran 2018/2019.Pengujian hipotesis menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai (4,21) > (1,701) pada taraf nyata α = 0,05. Sehingga ditolak dan diterima. dimana diperoleh nilai rata-rata pada kelas eksperimen 82,66 dan nilai rata-rata untuk kelas kontrol 71,33. Maka kesimpulannya terdapat pengaruh yang positif dari pelaksanaan model pembelajaran Problem Based Learningpada materi struktur atom terhadap hasil belajar siswa di SMA Katolik Santa Rosa de Lima Tondano
Analisis proksimat tepung daging buah labu kuning (Cucurbita moschata)
The purpose of this study was to measure the levels of protein, fat, fiber, carbohydrates, water and ash, in meat flour from pumpkin fruit. Pumpkin is a nutrient-rich food needed by humans. Consumer knowledge of the nutritional content of pumpkin fruit which is still minimal makes pumpkin fruit categorized as a minor food commodity. This research was carried out using laboratory analysis methods with the following stages, determination and sampling, sample preparation, protein content analysis of the gunning method, fat content with the soxhlet method, method fiber content SNI 01-2891-1992, carbohydrate content and water content and ash by oven drying method. The results showed that pumpkin from yellow pumpkin had a protein content of 4.28%, 0.18% fat, 0.93% fiber, 83.18% carbohydrate, 6.75% water and ash 4.68%. The results of this study concluded that pumpkin fruit flour can be made as food fortification ingredients to increase the nutritional value of food ingredients.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kadar protein, lemak, serat, karbohidrat, air dan abu, pada tepung daging dari buah labu kuning. Labu kuning merupakan bahan pangan yang kaya zat gizi yang dibutuhkan oleh manusia. Pengetahuan konsumen akan kandungan zat gizi pada daging buah labu kuning yang masih minim menjadikan buah labu kuning dikategorikan sebagai komoditas pangan minor. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis laboratorium dengan tahapan-tahapan sebagai berikut, penentuan dan pengambilan sampel, preparasi sampel, analisis kadar protein metode gunning, kadar lemak dengan metode soxhlet, kadar serat Metode SNI 01-2891-1992, kadar karbohidrat dan kadar air dan abu dengan metode oven pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung daging dari buah labu kuning memiliki kadar protein 4.28 %, lemak 0.18 %, serat 0.93 %, karbohidrat 83.18 %, air 6.75 % dan Abu 4,68 %.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tepung daging buah labu kuning dapat dijadikan sebagai bahan fortifikasi pangan untuk meningkatkan nilai gizi bahan makanan
Isolasi dan Ekstraksi Kelompok Senyawa Flavonoid dari Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata)
Abstract
Cocor bebek plant contains secondary metabolites which are useful in the field of pharmacology. This experiment aims to isolate flavonoid compounds which are secondary metabolites in cocor bebek. The extraction method uses maceration with methanol solvents, followed by partitions using ethyl acetate solvents. Identification of flavanoid group compounds was analyzed qualitative testing using FTIR and Thin Layer Chromatography (TLC) with the mobile phase of ethyl acetate : n-hexane with a ratio of 8:2, 7:3, 5:5, 3:7, and 2:8. The experimental results obtained from 600 grams of fresh cocor bebek leaves producing 3 gram of flavonoid extract. The qualitative test gave positive results for the TLC method the presence of flavonoids in the leaves of cocor bebek on spot yellow. While the levels of flavonoids in the extract of cocor bebek are obtained 4.20 ppm.
Keywords: Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata), Extraction, Flavonoids, Thin layer chromatography
Abstrak
Daun Cocor bebek (Kalanchoe pinnata) yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat dalam bidang farmakologi. Percobaan ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa golongan flavonoid pada tanaman cocor bebek. Metode ekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut metanol yang dilanjutkan dengan partisi menggunakan pelarut etil asetat. Identifikasi senyawa golongan flavanoid dianalisis secara kualitatif menggunakan FTIR dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fasa gerak etil asetat : n-heksan dengan perbandingan 8:2, 7:3, 5:5, 3:7, dan 2:8. Hasil percobaan diperoleh dalam 600 gram daun cocor bebek segar menghasilkan ekstrak flavonoid 3 gram. Uji kualitatif menggunakan metode KLT memberikkan hasil positif adanya senyawa golongan flavonoid dalam daun cocor bebek yang ditandai bercak berwarna kuning kehijauan. Sementara kadar flavonoid di dalam ekstrak cocor bebek diperoleh 4,20 ppm.
Kata kunci: Cocor bebek (Kalanchoe pinnata), Ekstraksi, Flavonoid, Kromatografi lapis
tipi