Jurnal Basicedu (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
3084 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pendekatan Disiplin Positif terhadap Karakter Peserta Didik dalam Pembelajaran Matematika Kelas IV di Sekolah Dasar
Pendekatan disiplin positif merupakan salah satu pendekatan yang dapat mendukung pembentukkan karakter positif peserta didik dan menciptakan kualitas pembelajaran yang baik di lingkungan satuan pendidikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendekatan disiplin positif terhadap karakter peserta didik dalam pembelajaran matematika kelas IV di SD Al Jihad Kota Sorong, yang dilaksanakan menggunakan mix method dengan jenis Exploratory Design tipe Instrument Development Model. Populasi penelitian ini adalah 452 peserta didik dengan sampel 47 peserta didik yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara, observasi, dokumentasi dan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Milles and Huberman untuk data kualitatif, sedangkan untuk data kuantitatif menggunakan uji validitas, perhitungan mean, uji normalitas, uji N-Gain, dan uji non parametrik Mann Whitney. Hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik non parametrik diperoleh nilai sig 0,000 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh pendekatan disiplin positif terhadap karakter peserta didik, tetapi pada hasil uji N-Gain didapatkan bahwa hasil disiplin positif tidak menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap karakter peserta didik dalam pembelajaran matematika kelas IV di SD Al Jihad Kota Sorong
Gerakan Literasi di Sekolah Dasar
Hasil kajian dari Programme for International Student Assesment (PISA) mendapatkan bahwa kemampuan membaca pada masyarakat Indonesia berada di peringkat bawah. Indonesia berada di peringkat 72 dari 78 peserta negara. Berdasarkan hal tersebut perlu mengupayakan agar siswa memiliki untuk membaca. Upaya tersebut sebaiknya dilakukan dari sekolah tingkat dasar. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengkaji beberapa artikel yang berkaitan dengan gerakan literasi di sekolah dasar. Cara mendapatkan artikel melalui pangkalan data Google Scholar. Penggunaan kata kunci pada pangkalan data yakni gerakan literasi sekolah. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi adalah artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024, artikel teks lengkap, dan artikel yang menggunakan metode penelitian kualitatif. Artikel dalam bentuk tinjauan pustaka berfungsi sebagai kriteria eksklusi. Hasil penelitian menemukan bahwa gerakan literasi dapat meningkatkan keinginan siswa sekolah dasar dalam membaca. Program GLS sebaiknya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Sangat diperlukan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan program gerakan literasi sekola
Analisis Hambatan Belajar Siswa Pada Materi Geometri di Sekolah Dasar
Salah satu aspek penting dalam matematika yang perlu dikuasai oleh siswa adalah geometri, yang mencakup sifat-sifat, hubungan antar unsur, serta proses pengukurannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan belajar siswa pada materi geometri di tingkat sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan melibatkan tes tertulis untuk siswa serta wawancara dengan siswa dan guru di sebuah sekolah dasar yang berlokasi di Kabupaten Bondowoso. Hasil analisis berdasarkan dari teori learning obstacle adalah; a) Epistemological obstacle yaitu siswa tidak mampu menggunakan rumus keliling dan luas persegi serta persegi panjang, kemudian siswa tidak teliti dalam menggunakan satuan keliling dan luas; b) Ontogenic obstacle yaitu siswa tidak memahami konteks permasalahan keliling dan luas persegi serta persegi panjang, kemudian siswa tidak mengingat rumus keliling dan luas persegi serta persegi panjang; c) Didactical obstacle yaitu siswa tidak mampu menggunakan rumus keliling dan luas persegi serta persegi panjang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu guru dalam memahami hambatan belajar siswa pada materi geometri. Selain itu, temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan untuk merancang rencana pembelajaran yang lebih bermakna, yang disesuaikan dengan hambatan belajar yang dialami siswa
Transformasi Pembelajaran: Analisis Kritis Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai Alternatif Pengganti Kurikulum 2013
Ketertinggalan pendidikan di Indonesia yang disebabkan adanya Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengubah Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengimplementasian Kurikulum Merdeka sebagai alternatif yang lebih adaptif dan fleksibel, dibandingkan dengan pendekatan terstruktur Kurikulum 2013. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang menelaah berbagai sumber dari sepuluh tahun terakhir, dengan fokus pada perbandingan struktur, proses belajar mengajar, dan penilaian dalam kedua kurikulum tersebut. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa meskipun Kurikulum 2013 memiliki landasan yang kuat, terdapat banyak tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan pelatihan guru dan kompleksitas materi. Perbedaan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka, Kurikulum 2013 mengedepankan struktur yang terstandarisasi dengan pendekatan tematik dan penilaian terpisah, sementara Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas dan pendekatan diferensiasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan siswa. Di sisi lain, Kurikulum Merdeka menawarkan inovasi dengan memberikan kebebasan lebih kepada pendidik dan peserta didik dalam menentukan metode pembelajaran yang sesuai, yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan relevansi pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa transisi ke Kurikulum Merdeka merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan, meskipun keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan guru dan dukungan sumber daya dari pihak sekola
Implementasi Pendidikan Inklusi dalam Menumbuhkan Karakter Siswa di Sekolah Alam
Anak-anak berkebutuhan khusus dapat bersekolah dan belajar di kelas yang sama dengan murid-murid lainnya berkat pendidikan inklusif. Ini berarti bahwa semua anak bebas untuk belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana pendidikan inklusif diterapkan di sekolah alam untuk membantu murid-murid tumbuh sebagai individu. Dengan mencari temuan penelitian dari berbagai sumber tekstual, termasuk buku, makalah, dan jurnal, penelitian ini menggunakan studi literatur. Menurut temuan penelitian, pendidikan inklusif diterapkan di sekolah alam untuk membantu anak-anak membangun karakter mereka dengan memberi mereka dorongan mental yang membimbing mereka ke dalam kegiatan dan membantu mereka meningkatkan perilaku mereka sebagai konsekuensi dari pengalaman mereka sendiri. Dengan mendorong siswa untuk mencapai potensi penuh mereka dan membiarkan mereka beristirahat ketika mereka berjuang dengan pengaturan emosi, pendidikan inklusif membantu membangun harga diri siswa. Pembiasaan adalah metode yang digunakan untuk mengajarkan karakter. Untuk memfasilitasi pemahaman siswa terhadap mata pelajaran yang ditawarkan, sekolah alam diterapkan dengan memungkinkan mereka belajar di lingkungan alam. Desain pekerjaan siswa dan kegiatan eksperiensial secara alami memfasilitasi pembelajaran, yang lebih dari sekadar memberikan pengetahuan dari instruktur kepada muri
Pengaruh Aplikasi “Monster Math 2” terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SD
Minat siswa yang rendah dalam pembelajaran matematika, terutama pada materi perkalian dan pembagian bilangan bulat, membutuhkan solusi yang sesuai dengan pemanfaatan aplikasi edukasi seperti Monster Math 2 untuk memperbaiki pemahaman dan meningkatkan partisipasi siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penerapan aplikasi Monster Math 2 terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi perkalian dan pembagian bilangan bulat di kelas 3 SDN Rejosari 03. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah adalah siswa Kelas 3 SDN Rejosari 03 yang berjumlah 21 siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Rejosari 03 Kota Semarang, tepatnya di Jl. Tirtoyoso VI No. 1, Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah. Data dari penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi, dan tes. Data penelitian ini terdistribusi normal karena nilai untuk Pre-test sebesar 0,187 dan Post-test sebesar 0,200, maka nilai Pre-test dan Post-test > 0,05. Nilai N-Gain Score sebesar 0,78 dan nilai N-Gain Persennya 77,55% Uji hipotesis menggunakan sample paired t-test dan didapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,024 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa sebelum menggunakan aplikasi Monster Math 2 dan sesudah menggunakan aplikasi Monster Math 2
Application Of Guided Inquiry Model to Learning Buffer Solution Material Chemistry to Improve Student Learning Outcomes
This study aims to find out how well the Guided Inquiry Learning (GIL) paradigm works to help students learn about buffer solutions in chemistry classes. To conduct a thorough literature analysis, 15 research publications examined the effects of GIL on many facets of student learning—such as conceptual knowledge, process skills, critical thinking, motivation, and attitude—. Compared to conventional teaching techniques, the results repeatedly show that the GIL model greatly enhanced student learning outcomes. In addition to developing critical thinking and problem-solving skills, students also showed a more excellent conceptual grasp of buffer solutions and improved scientific process skills (such as hypothesis development, data analysis, and inference). Furthermore, GIL fostered enhanced self-efficacy, better attitudes about learning, and higher levels of student motivation. The review also emphasizes how adaptable the GIL paradigm is, with successful outcomes from various implementations. These include virtual laboratories, LKS (Student Worksheets), LKPD (Learner Worksheets), and guided inquiry with diagrams. To improve learning experiences and attain better results in chemistry education, our findings highlight the significance of guided exploration, active student engagement, and collaborative learning
Integrasi Tradisi Lisan “Nandong Smong” pada Pembelajaran IPAS Sekolah Dasar dalam Mendukung Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)
Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menuntut setiap satuan pendidikan memiliki langkah sistematis dan strategis dalam mengedukasi mitigasi bencana bagi warga sekolah, SD Negeri 16 Simeulue Barat belum menerapkan program SPAB, Padahal masyarakat Simeulue memiliki kearifan lokal “Nandong Smong” untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam. Penelitian ini bertujuan memperkenalkan kearifan lokal melalui integrasi tradisi lisan “Nandong Smong” pada pembelajaran IPAS Sekolah Dasar dalam mendukung SPAB di Kabupaten Simeulue. Penelitian R&D ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini menghasilkan Buku Saku digital Nandong Smong terintegrasi dengan materi Bumi Berubah pada pembelajaran IPAS di SD. Hasil dari validasi Media pada 3 aspek yaitu ahli materi sebesar 98,33%, ahli bahasa sebesar 95,55%, dan ahli media sebesar 93,21% dengan masing–masing aspek dikategorikan sangat layak. Hasil implementasi media memperoleh data pemahaman siswa terhadap mitigasi bencana melalui Nandong Smong sebesar 90,15%. Hasil praktikalitas dari angket respon siswa dan guru 92,55% dengan kriteria "sangat praktis". Dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa integrasi tradisi lisan Nandong Smong pada pembelajaran IPAS Sekolah Dasar berdampak pada penguatan pemahaman siswa terhadap mitigasi bencana alam berbasis kearifan lokal Nandong Smong sebagai sarana mendukung program SPAB di Kabupaten Simeulu
Utilization of Interactive Podcast-Based Instructional Design and It’s Impact on Listening Skills
Students’ limited listening comprehension skills are often attributed to monotonous teaching methods that lack variety. This study aims to explore the implementation of interactive podcast-based instructional design and its impact on students’ listening comprehension in language learning. A systematic literature review method was employed, sourcing data from reputable academic publications between 2020 and 2025. The findings reveal that interactive podcasts incorporating elements such as quizzes and reflective questions enhance students' engagement, focus, and understanding of audio-based material. In addition to improving listening skills, these podcasts contribute to a more enjoyable and meaningful learning experience. However, challenges such as unequal access to technology and varied student ability levels were also identified. Despite these obstacles, the evidence supports the effectiveness of interactive podcasts as a pedagogical tool in language education. In conclusion, the use of interactive podcasts offers valuable insights for developing more innovative and effective teaching strategies, particularly in enhancing students’ listening comprehensio
Pengembangan Modul Ajar Dengan Media Digital Materi Pengukuran Panjang dan Berat Menggunakan Model PBL Untuk Kelas III SD
Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi abad 21 guru diharapkan menyajikan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, Faktanya, pemanfaatan media digital oleh pendidik dalam kegiatan belajar mengajar masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan kelayakan modul ajar berbasis media digital. Pengembangan modul mengikuti model ADDIE dengan lima tahapan: (1) Analyze, menganalisis kebutuhan melalui kuesioner kepada guru kelas III; (2) Design, merancang kisi-kisi modul ajar; (3) Develop, membuat modul dan validasi produk oleh empat validator; (4) Implement, menguji coba modul pada peserta didik kelas III SD Negeri 1 Bendo; dan (5) Evaluate, mengevaluasi hasil post-test. Hasil validasi menunjukkan skor 3,6 dari dosen, 3,75 dari guru, 3,6 dari ahli bahasa, dan 3,5 dari ahli TIK, dengan rata-rata 3,61 yang termasuk kategori "sangat baik". Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dari 38% menjadi 80%, dengan kenaikan rata-rata 42%. Berdasarkan temuan ini, modul ajar berbasis media digital layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan belajar peserta didik