Jurnal Basicedu (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
3084 research outputs found
Sort by
Pengelolaan Sarana Dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pendidikan
Pengelolaan sarana dan prasarana yang efektif merupakan faktor berarti dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah. Jika fasilitas dan infrastruktur di sekolah tidak dirawat dengan baik maka hal tersebut dapat berdampak pada berkurangnya kualitas pelayanan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai informasi pengelolaan fasilitas di sekolah melalui tinjauan literatur yang ada dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal dan penelitian terdahulu yang mengkaji mengenai pengelolaan fasilitas dan infrastruktur di berbagai sekolah. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana yang baik dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan mendukung aktivitas siswa dan guru. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaan sarana dan prasarana meliputi perencanaan yang matang, pemeliharaan yang teratur, keterlibatan seluruh stakeholder, serta pemanfaatan teknologi untuk memonitor kondisi fasilitas sekolah. Penelitian ini menyarankan agar pengelolaan fasilitas di sekolah tidak hanya berfokus pada pengadaan fasilitas, tetapi juga pada perawatan dan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas penggunaan fasilitas pendidika
Efektivitas Media Cerita Bergambar terhadap Keterampilan Menulis untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media cerita bergambar dalam meningkatkan keterampilan menulis dan motivasi belajar siswa di SDN 14 Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep. Media cerita bergambar memiliki potensi besar sebagai alat pembelajaran yang memadukan elemen visual dan narasi untuk meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap menulis.Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan Time Series Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang terlibat dalam pembelajaran menggunakan media cerita bergambar. Data dikumpulkan melalui tes, angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media cerita bergambar secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis siswa. Rata-rata skor keterlaksanaan pembelajaran mencapai 97,56 dengan tingkat aktivitas belajar peserta yang tergolong sangat aktif, yaitu sebesar 78,28%. Uji paired sampel t-test mengungkapkan perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest dalam keterampilan menulis siswa. Skor nilai persentase Gain adalah 62%, dengan kategori cukup efektif. Media cerita bergambar juga berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media cerita bergambar efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa dan meningkatkan motivasi belajar mereka. Hasil ini memberikan dukungan kuat untuk integrasi media cerita bergambar dalam pembelajaran di tingkat SD, dengan potensi positif terhadap kemampuan menulis dan minat belajar siswa
Pengaruh Permainan Chemistry puzzle Pada Materi Tata Nama Senyawa Kimia Terhadap Hasil Belajar Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan adanya perbedaan antara siswa yang diajarkan dengan permainan chemistry puzzle dengan siswa yang diajarkan menggunakan metode konvensial pada materi tata nama senyawa kimia dan menentukan adanya pengaruh penggunaan permainan chemistry puzzle pada materi tata nama senyawa kimia terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode pretest posttest control grup design. Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas control sebelum dilakukan pembelajaran dan setelah dilakukan pembelajaran mengalami perbedaan, yaitu rata-rata pretest kelas control dan kelas eksperimen yaitu 62,16667 dan 59,5 sedangkan rata-rata postest kelas control dan kelas eksperimen yaitu 8,789198 dan 6,601767. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif media chemistry puzzle secara signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XI MIA Khulafaur Rasyidin pada materi tata nama senyawa kimia dan terdapat perbedaan antara siswa yang diajarkan menggunakan media chemistry puzzle dengan metode ceramah
Analisis Kemampuan Guru Sekolah Dasar dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Berbasis TPACK (Technological Pedagogic Content Knowledge)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis TPACK (Technological Pedagogic Content Knowledge). Kemampuan guru dalam mengembangkan media merupakan hal yang penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu guru kelas di sekolah dasar yang akan dibagi berdasarkan jenjang kelasnya. Berdasarkan analisis awal, keragaman dan pemanfaatan media di sekolah dasar masih cukup rendah karena tidak semua guru terbiasa membuat dan menggunakan media pembelajaran sehingga keberadaan media pembelajaran di sekolah masih minim dan kurang terawat. Adapun hasil analisis lapangan setelah guru-guru membuat dan mengembangkan media pembelajaran berbasis TPACK, dapat dilihat bahwa keragaman dan pemanfaatan media di sekolah dasar sudah meningkat baik itu dari segi materi, desain instruksional, kualitas media, serta daya implementasinya
Implementasi Bimbingan Konseling dalam Pencegahan Agresivitas pada Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Peningkatan agresivitas siswa dapat di pengaruhi oleh berbagai faktor termasuk tekanan konflik interpersonal, masalah keluarga atau pengaruh lingkungan sekitar. Penting bagi pendidik, orang tua dan pihak terkait untuk bekerjasama dalam mencari solusi, memberikan dukungan emosional, dan mengembangkan strategi pengelolaan konflik untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung bagi siswa. Implementasi bimbingan konseling siswa MI dalam pencegahan agresivitas pada kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan studi pustaka( Library research) yaitu metode pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan penelitian.. Metode analisis menggunakan analisis conten dan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini terkait dengan kurikulum merdeka di dalamnya ada pengaruh akan pengembangan P5 ( Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dan P2 RA( Profil pelajar Rahmatal lil Aalamiin). Guna untuk menuntun dan membimbing siswa siswi untuk membentuk karakter P5 dan P2 RA dan mengembangkan kompetensi belajar siswa-siswi yaitu dengan melalui bimbingan konseling pada peserta didik kita maka akan pencegahan masalah yang ada di kelas. Apalagi Implementasi bimbingan konseling pada kurikulum merdeka ini sangat tepat dalam perkembangan anak didik kita dalam belajar dan membentuk karakter siswa, tentunya dengan ada bimbingan dari guru dan bekerjasama dengan wali murid
Pengaruh Media Puzzle terhadap Hasil Belajar Aksara Jawa di Kelas IV Sekolah Dasar
Dasar pelaksanaan riset ini ialah temuan bahwa masih sedikitnya pemakaian media pembelajaran pada muatan pelajaran Bahasa Jawa pada materi yang membahas Aksara Jawa dan sandhangan, sehingga tidak sedikit peserta didik yang pemahamannya rendah terhadap materi Aksara Jawa dan Sandhangan. Pelaksanaan riset ini ditujukan guna melihat ada tidaknya pengaruh media puzzle terhadap hasil belajar Aksara Jawa peserta didik kelas IV SDN 3 Menganti dan mengetahui hasil belajar Aksara Jawa sebelum dan setelah memakai media puzzle. Penelitian yang peneliti laksanakan merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Eksperimental, rancangan dari riset ini memakai Pre-Experimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Riset ini memakai semua peserta didik kelas IV SDN 3 Menganti sebagai populasi. Sampel diambil memakai teknik sampel jenuh. Teknik analisis data memakai aplikasi SPSS versi 21 yang memuat uji validitas, reliabilitas, uji prasyarat serta uji hipotesis. Temuan dari riset ini memperlihatkan hasil belajar peserta didik saat pretest menghasilkan nilai rata-rata sebesar 42,00 sementara nilai rata-rata posttest peserta didik sebesar 78,52. Maka diketahui bahwa ada ketidaksamaan antara sebelum dan setelah pemakaian media puzzle. Kondisi ini diperkuat hasil uji-t diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, serta uji-f yang diperoleh signifikansi 49,001 > 0,05. Dengan demikian terdapat pengaruh media puzzle terhadap hasil belajar Aksara Jawa kelas IV SDN 3 Menganti dengan koefisien determinasi sebesar 0,681 atau 68,1%.
Analisis Nilai Karakter Kreatif pada Buku Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2 Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
Kurikulum merdeka memiliki makna sebagai kurikulum yang mana dapat membuat siswa untuk menentukan minat serta bakat mereka, dalam hal pembelajaran beriferensiasi contohnya yang mana guru akan mengelomokkan secara sendiri dengan melihat bagaimnaa gaya belajar siswa. Analisis dengan nilai karakter kreatif pada buku ajar Bahasa Indonesia kelas 2 di Sekolah Dasar ini adalah tujuannya agar mengetahui bagaimana nilai kreatif yang dimiliki masing-masing siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 2 ini. Dalam hal artikel penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data yaitu dengan menemukan buku Bahasa Indonesia kelas 2 Sekolah Dasar dengan mengumpulkan suatu data-data yang ada. Hasil dari adanya penelitian analisis nilai karakter pada buku Bahasa Indonesia ini adalah bagaimana dengan siswa yang diharapkan untuk dapat berkreatif dengan apa yang mereka bisa, dalam artian setiap bab pada buku Bahasa Indonesia kelas 2 Kurikulum merdeka ini menghimbau untuk siswa memiliki karakter yang kreatif karena dengan memiliki nilai karakter tersebut pula akan menjadikan siswa menjadi pemikiran yang luas dan menciptakan ide-ide yang baru. Dan dengan memiliki karakter kreatif pula semakin banyak manfaat yang dapat dipetik oleh para peserta didik, dengan mereka dapat melakukan sesuatu yang nantinya akan mendatangkan suatu kemanfaatan di masa mendatang bagi mereka sendir
Analisis Faktor-Faktor Kesulitan Membaca pada Siswa Sekolah Dasar
Kesulitan membaca ternyata tidak hanya terdapat pada peserta didik kelas bawah, tetapi terdapat juga pada peserta didik kelas tinggi yang seharusnya mereka sudah dapat membaca tanpa terbata-bata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan membaca peserta didik kelas tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif digunakan untuk memahami subjek yang di teliti tentang penyebab kesulitan membaca yang di alami subjek dan pengaruh kesulitan membaca terhadap nilai setiap subjek. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan peneliti di SDN Karawang Wetan III, teridentifikasi subjek yang mengalami kesulitan membaca di kelas tinggi yaitu terdapat sebanyak 3 peserta didik di kelas 4 dan 1 peserta didik di kelas 5. Terdapat beberapa faktor mengapa peserta didik mengalami kesulitan membaca diantaranya rendahnya kemampuan siswa dalam kegiatan pembelajaran, faktor lingkungan keluarga yang dapat mempengaruhi kemampuan membaca peserta didik mencakup latar belakang seperti kurangnya motivasi dari pihak orang tua untuk memberi semangat dalam belajar di rumah khususnya membaca. Faktor internal pada peserta didik yaitu kurangnya minat peserta didik dalam membaca menyebabkan tingkat keberhasilan membacanya sulit tercapai, rasa malas yang tidak di lawan pun mempengaruhi serta gangguan penglihatan yang membuat peserta didik sulit melihat teks bacaan pada buku maupun tulisan di papan tulis
Pengaruh Model Pembelajaran STAD Berbantuan Media Papan Berpaku pada Materi Bangun Datar di Kelas 3 SD
Pembelajaran hendaknya harus memperhatikan langkahnya untuk mendapatkan tujuan dan hasil dari pembelajaran tersebut dengan baik khususnya pada pembelajaran matematika karena dianggap masih menjadi pembelajaran yang ditakuti dan tidak disenangi oleh siswa, selain itu matematika juga berperan urgensial dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) berbantuan papan berpaku terhadap pemahaman siswa dan mengukur apakah terdapat peningkatan hasil belajar pada pelajaran matematika materi bangun datar. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen kuantitatif desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Nilai Sig yang didadapatkan dari uji homogenitas sebesar 0,120 yang artinya hasil tersebut adalah homogen. Kemudian pada uji t mendapatkan hasil bahwa nilai sign (2-tailed) sebesar 0,000 yang maknanya hasil tersebut lebih kecil dari nilai a yaitu 0,05 artinya nilai sign 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai sign pada uji normalitas Shapiro Wilk untuk pre-test dengan nilai signifikansinya 0,029 yang menunjukkan bahwa nilai sig 0,029>0,05 lebih besar yang berarti berdistribusi normal. Sedangkan untuk nilai post-test menunjukkan nilai signifikan 0,163 yang berarti data berdistribusi normal. Dengan itu dapat dikatakan bahwa model pembelejaran STAD (Student Teams Achievement Division) dengan berbantuan media pembelajaran papan berpaku berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN 1 Sukosono pada mata pelajaran matematika materi bangun datar
Meningkatkan Rendahnya Minat Belajar Siswa pada Muatan IPA melalui Model Belajar Berdiferensiasi di Kelas VI Sekolah Dasar
Penelitian ini dilakukan guna meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui metode diferensiasi. Metode Penelitian Tindakan kelas yang dilaksanakan menggunakan 2 siklus dipilih dalam penelitian ini. Tahapan dalam penelitian ini, yakni : perencanaan, observasi, pelaksanaan dan refleksi. Lokasi penelitian di SDN 2 Ketangga Jeraeng kelas VI dengan 23 orang peserta didik. Hasil penelitian diperoleh pada siklus 1 jumlah peserta didik yang mencapai KKM adalah sebesar 66,67 % atau sebanyak 18 orang dari 23 peserta didik. Pada siklus 2 jumlah peserta didik yang mencapai KKM adalah sebesar 91,30% atau sebanyak 21 orang dari 23 peserta didik. Artinya terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 13,04%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berdifirensiasi mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik, karena model ini lebih menekankan pada keaktifan peserta didi