Jurnal Basicedu (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
3084 research outputs found
Sort by
Analisis Hubungan Kecepatan Membaca dengan Pemahaman Isi Bacaan pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Membaca cepat merupakan membaca yang dilakukan dengan kecepatan tinggi namun tidak mengabaikan pemahaman isi bacaan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kecepatan membaca dan pemahaman isi bacaan peserta didik kelas IV SD Xaverius 5 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu kelas IV yang berjumlah 22 peserta didik yang terdiri dari 11 laki-laki dan 11 perempuan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan tes kecepatan membaca yang dihitung menggunakan stopwatch dan tes pemahaman isi bacaan yang menggunakan angket atau lembar kerja peserta didik. Hasil dari penelitian ini yaitu kemampuan membaca peserta didik masuk dalam kategori sedang sebanyak 57% yaitu berkisar 150-160 kmp. Sedangkan hasil kemampuan pemahaman isi bacaan peserta didik masuk dalam kategori sedang sebanyak 33%. Berdasarkan hasil data yang didapatkan kemudian dianalisis dan membuktikan bahwa semakin cepat peserta didik membaca belum tentu peserta didik tersebut dapat memahami isi bacaannya. Sehingga disimpulkan tidak terdapat hubungan antara kecepatan membaca dengan pemahaman isi bacaa
Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan
Pendidikan karakter menjadi hal penting untuk membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan berperilaku baik di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Artikel ini bertujuan membahas makna, tujuan, dan manfaat implementasi pendidikan karakter di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk mengkaji berbagai sumber tertulis terkait topik pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berperan dalam membentuk kepribadian siswa, mencegah masalah sosial remaja, menyiapkan generasi bertanggung jawab, memberi bekal hidup bermasyarakat, dan mendukung prestasi akademik siswa. Disarankan agar pendidikan karakter diintegrasikan dalam kurikulum, diajarkan melalui keteladanan dan pembiasaan, dengan kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan karakter penting diterapkan untuk membentuk generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berkarakter mulia dan bermoral
Pengaruh Pendidikan Islam terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik
Pendidikan karakter berupaya untuk membantu perkembangan fisik dan mental jiwa anak-anak agar selaras dengan watak bawaan mereka dan dalam pelayanan terhadap masyarakat manusia yang lebih ideal. Pendidikan karakter Islami, sementara itu, dapat membangun praktik yang baik, memberi contoh, memberi petunjuk, dan menanamkan sifat-sifat yang baik sekaligus mencegah perbuatan salah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya pendidikan Islam dalam pembentukan kepribadian peserta didik. Pendekatan penelitian ini mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data sesuai dengan tinjauan pustaka yang memanfaatkan sumber tertulis sebagai landasannya, antara lain buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang berkaitan dengan pendidikan Islam. Pendidikan agama Islam merupakan landasan penting dalam membimbing dan membentuk karakter peserta didik di lembaga, menurut temuan tinjauan pustaka. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan strategi yang mendorong siswa mengembangkan karakter religiusnya melalui pendidikan agama Islam. Pendidikan agama Islam yang komprehensif dan terpadu dapat menumbuhkan pengembangan karakter Islami yang berkelanjutan di lingkungan kelas. Tidak hanya melahirkan individu-individu yang berpegang teguh pada doktrin agama, namun juga memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyaraka
Hubungan Minat Baca dengan Kemampuan.Membaca.Pemahaman Siswa kelas IV Sekolah Dasar
Dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, peningkatan kemampuan membaca menjadi salah satu fokus utama. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang korelasi mengenai minat baca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV di SDN 13 Marga Mulya. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan teknik korelasional. Penelitian ini menggunakan sampel yakni seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 13 Marga Mulya yaitu 28 siswa. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu lembar angket minat baca siswa dan tes kemampuan membaca pemahaman. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwasanya terdapat atau ada hubungan (korelasi) antara minat baca dengan kemampuan membaca pemahaman. Diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar 0,504 yang maknanya memiliki hubungan yang sedang berdasarkan tingkat korelasi. Minat baca cukup berperan mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman dengan andil sebesar 25%. Sementara 75% dipengaruhi oleh aspek lainnya. Implikasi penelitian ini menggambarkan bahwa perlu adanya upaya untuk mengoptimalkan minat baca siswa supaya dapat berakibat positif pada kemampuan memahami bacaa
Profil Kesiapan Sekolah Siswa TK B di Masa Transisi Kurikulum Merdeka Belajar
Proses adaptasi kurikulum TK menjadi Kurikulum Merdeka memerlukan proses adaptasi dalam pembentukan kesiapan sekolah anak yaitu keterampilan yang perlu dimiliki anak dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara akademik di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kesiapan sekolah siswa TK B di masa transisi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini mengimplementasikan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 53 siswa-siswi TK B dari 2 TK di Kabupaten Jember yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes CPM (Coloured Progressive Matrices) dan NST (Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test), kemudian diinterpretasikan oleh psikolog dan dianalisis sebaran profilnya menggunakan teknik analisis data deskriptif dengan aplikasi Jamovi. Berdasarkan hasil analisis, sebagian besar siswa dinyatakan telah siap sekolah dan memiliki bekal kapasitas intelektual yang baik untuk dapat menyerap informasi yang ada. Data menunjukkan bahwa siswa TK B yang telah memiliki kesiapan sekolah adalah 69,8% dari keseluruhan populasi yang dites. Adapaun kapasitas intelektual para siswa tersebut yang berada pada kategori superior adalah 50,9% dari keseluruhan siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, meski sebagian besar siswa telah siap sekolah, perlu ada sinergi dan strategi yang tepat antara orangtua dan guru untuk meningkatkan kesiapan sekolah siswa, terutama bagi siswa yang dinyatakan belum siap sekolah ke jenjang Sekolah Dasa
Tantangan Demokratisasi Pendidikan Indonesia
Penyelenggaraan pendidikan adalah bagian dari kewenangan yang didelegasikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Model penyelenggaraan pendidikan yang lebih demokratis mengekspektasikan peningkatan kualitas pendidikan. Namun kenyataannya, kualitas pendidikan masih belum memuaskan. Hal ini mengindikasikan banyaknya tantangan dalam upaya demokratisasi pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan penerapan kebijakan demokratisasi pendidikan di Indonesia. Kajian ini adalah telaah kepustakaan yang dilakukan dengan menyeleksi, menganalisis, dan mensintesis hasil penelitian dan pemikiran para pakar. Informasi dianalisis dengan pendekatan tematik. Kajian ini menyimpulkan bahwa demokratisasi pendidikan di Indonesia membutuhkan koordinasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat serta antara pemerintah dengan masyarakat sebagai pemangku kepentingan pendidikan. Koordinasi dan komunikasi tersebut terhambat oleh interdependensi berbagai factor, terutama faktor geografis, demografis, politis, dan psikologis. Kajian ini adalah pemantik eksplorasi empiris terhadap kelindan faktor yang mempengaruhi lambannya upaya demokratiasasi pendidikan. Kajian empiris tersebut diharapkan dalam menemukan masalah yang lebih fundamental sehingga bisa dijadikan acuan oleh pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan pendidikan dalam merumuskan strategi penangan yang lebih komprehensif dan sistematis
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Program Pelatihan Terhadap Efektivitas Kerja Guru Sekolah Menengah Pertama Kecamatan Taman Sari Jakarta Barat
Penelitian ini bertujuan guna menganalisis sejauh mana pengaruh lingkunkungan kerja dan program pelatian terhadap efektivitas kerja guru sekolah menengah pertama sebanyak 126 guru. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasi. Untuk hasil penelitian terhadap efektivitas kerja guru sekolah menengah pertama kecamatan Taman Sari Jakarta Barat ini adalah: (1) Lingkungan kerja memiliki pengaruh sebesar dengan signifikan bernilai 3,509 dengan perbandingan menggunakan 1,657 ini mengartikan cukup signifikan terhadap efekivitas kerja guru; (2) program pelatihan memiliki pengaruh sebesar dengan bernilai signifikan bernilai 0,000 < 0,05 yang mengartikan cukup signifikan terhadap efektivitas kerja guru; (3). Lingkungan kerja dan program pelatihan tidak memiliki pengaruh yang cukup signifikan yaitu sebesar sig bernilai 0,206 > 0,05. Sehingga maka lingkungan kerja dan program pelatihan tidak memiliki pengaruh pada efektivitas kerja guru Kecamatan Taman Sari Jakarta Barat. Besarnya pengaruh lingkungan kerja dan program pelatihan terhadap efektivitas kerja guru, menurut guru mengembangkan kompetensinya pada lingkungkungan kerja dan program pelatihan. Sehingga guru menjadi lebih inovatif, kreatif dan modern. Berdasarkan analisis data tersebut maka dapat simpulkan bahwa lingkungan kerja dan pelatihan guru berpengaruh terhadap efektivitas kerja guru, maka implikasi dari penelitian ini adalah diperlukan adanya pelatihan khusus guna meningkatkan professional guru melalui pelatihan atau seminar yang diadaka
Penerapan Pendekatan RME Berbantuan Media Puzzle terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta didik Kelas II di Sekolah Dasar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis yang di mana peserta didik masih kesulitan dalam memahami soal sehingga berdampak kepada proses penyelesaian soal. Perlu adanya inovasi dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dengan menggunakan pendekatan RME berbantuan media puzzle yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan RME berbantuan media puzzle terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis kelas II. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Peserta didik kelas II B sebagai kelas eksperimen dan kelas II A sebagai kelas kontrol yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi soal pemecahan masalah dan observasi untuk mengetahui aktivitas peserta didik di kelas eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran matematika menggunakan pendekatan RME dan pendekatan konvensional memberikan pengaruh sebesar 0,81 dengan kategori tinggi dan 0,33 dengan kategori sedang terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan RME berbantuan media puzzle memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan penggunaan pendekatan konvensional berbantuan media puzzle. Selain itu juga terdapat perbedaan pengaruh pendekatan RME berbantuan media puzzle dan pendekatan konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didi
Hubungan Pola Asuh Demokratis Terhadap Kemandirian Belajar Pendidikan Pancasila Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Kemandirian belajar merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan, namun nyatanya masih terdapat siswa yang belum memiliki kemandirian belajar. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kemandirian belajar adalah pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan signifikan antara pola asuh demokratis terhadap kemandirian belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 06 Lubang Buaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis korelasional dengan sampel seluruh siswa kelas V-D SDN Lubang Buaya tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 30 orang menggunakan simple random sampling. Untuk mendapatkan data menggunakan instrument berupa kuesioner pola asuh demokratis dan kemandirian belajar Pendidikan Pancasila yang dihitung menggunakan Skala Likert. Hasil temuan diperoleh bahwa nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,671 yang bearti lebih besar dari 0,05 dengan nilai signifikansi sebesar 0,081 yang bearti lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pola asuh demokratis terhadap kemandirian belajar Pendidikan Pancasil
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak di terapkannya model pembelajaran yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPAS di kelas IV. Adapun tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan motivasi belajar IPAS siswa kelas IV setelah diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini berlangsung selama dua siklus yang tiap siklusnya terdiri dari empat fase, yaitu perancangan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam tindakan ini yaitu teknik kualitatif yang diperoleh dari hasil pengamatan berpikir kritis peserta didik selama proses tindakan berlangsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, rata-rata yang didapat pada siklus I sebesar 60% dan meningkat pada siklus II menjadi 86%, serta ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 82,35% dan meningkat pada siklus II menjadi 100%. Simpulan penelitian ini adalah pada penerapan model pembelajaran PBLdapat meningkatkan motivasi belajar IPAS siswa Kelas IV. Implikasi penelitian ini dari penerapan model pembelajaran PBL ini mendorong siswa dapat berfikir kreatif, imajinatif, mengenalkan gagasan baru, serta mendorong siswa untuk memperoleh kepercayaan diri