Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
Not a member yet
12667 research outputs found
Sort by
The Influence of Trust on Purchase Intention with the Theory of Planned Behavior as an Intervening Variable at Teratai Clinic
The growing demand for in vitro fertilization (IVF) services in Indonesia poses challenges for fertility clinics, including the experienced Teratai Clinic since 2006. Fluctuating success rates and high costs erode patient trust and purchase intention. This study examines trust's influence on purchase intention, using the Theory of Planned Behavior (TPB) as an intervening variable in IVF services at Teratai Clinic. A quantitative approach distributed questionnaires to IVF patients via purposive sampling. Data analysis employed Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS software. Results show trust positively affects purchase intention (-statistic = 2.686; = 0.007), TPB (-statistic = 2.698; = 0.007), and TPB influences purchase intention (-statistic = 3.290; = 0.001). TPB mediates trust's effect on purchase intention (-statistic = 3.709). Findings highlight trust-building via information transparency, medical credibility, and service quality to boost IVF interest. Practical implications urge Teratai Clinic to enhance digital communication, testimonials, and innovations for sustainable trust. Theoretically, the study advances consumer behavior research by positioning TPB as a psychological bridge between trust and purchase intention
Otomatisasi Pengoperasian Tower Lamp Atlas Copco B6 Berbasis Timer dan Modul Deepsea L401 LC 1003 di Site Tambang Batubara
Implementasi otomatisasi pengoperasian tower lamp di industri pertambangan menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi energi, keselamatan kerja, dan efektivitas operasional pada area kerja malam hari. Penelitian ini dilaksanakan di PT Antareja Mahada Makmur, Jobsite PT Satria Bahana Sarana, pada unit tower lamp Atlas Copco B6 yang sebelumnya dioperasikan secara manual oleh pengawas produksi sehingga menimbulkan potensi keterlambatan penyalaan, lampu tetap menyala di pagi hari, pemborosan konsumsi bahan bakar, dan risiko keselamatan saat hujan. Metode penelitian menggunakan pendekatan Quality Control Circle (QCC) dengan tahapan plan–do–check–action (PDCA) yang meliputi identifikasi masalah, analisis akar penyebab, penentuan solusi, perencanaan perbaikan, implementasi, dan evaluasi pencapaian sasaran. Solusi teknis yang diterapkan adalah pemasangan rangkaian timer dan pemanfaatan fitur pengendalian otomatis pada modul Deepsea L401 LC 1003 untuk mengatur siklus start–run–shutdown tower lamp berdasarkan pengaturan waktu (scheduler), termasuk parameter start delay, cooling, mast up/down, serta pengaturan nyala dan padam lampu. Hasil implementasi menunjukkan bahwa 23 unit tower lamp berhasil dioperasikan secara otomatis sesuai target, dengan pengurangan jam nyala tidak perlu yang berdampak pada penghematan konsumsi bahan bakar dan potential saving cost sekitar Rp154.854.240,84 per tahun, sekaligus mengurangi kebutuhan aktivitas manual di luar kabin dan meningkatkan keselamatan kerja operator di area front. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi metode QCC dan otomatisasi kontrol tower lamp berbasis modul Deepsea dapat menjadi solusi efektif dan replikatif untuk peningkatan efisiensi dan keselamatan di operasi pertambangan malam hari
The Influence of Social Media Instagram and Fashion Trends on Consumptive Behavior With Fomo as a Mediator Among Followers of Instagram @SHOPEE_ID
This study aims to analyze the influence of Instagram usage and fashion trends on consumptive behavior among @Shopee_id followers, with Fear of Missing Out (FOMO) as a mediating variable. A quantitative research design was employed by collecting data from 383 Instagram followers of @Shopee_id. Data were analyzed using descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression, and hypothesis testing. The results indicate that Instagram usage and fashion trends significantly influence consumptive behavior, with FOMO acting as a strong mediator. Users who actively engage with fashion content and influencers on Instagram tend to exhibit higher levels of impulsive purchasing behavior driven by FOMO. This study contributes theoretically by developing a framework linking social media usage, fashion trends, and FOMO to consumptive behavior. Methodologically, it strengthens empirical evidence regarding psychological factors in digital consumerism. The findings highlight Instagram’s role in shaping consumer behavior and position FOMO as a critical mediating variable in online fashion purchasing decisions. Practically, the results provide insights for fashion brands and online retailers to leverage trending content and FOMO-based strategies, while also raising awareness of the psychological pressures associated with digital consumption
Pemanfaatan Limbah Bottom Ash Pltu Timor-1 Sebagai Bahan Pengganti Agregat Halus Dalam Pembuatan Beton
Bottom ash merupakan residu padat hasil pembakaran batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mengendap di bagian dasar boiler pembakaran. Meskipun sering dikategorikan sebagai limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun), bottom ash memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali, terutama dalam bidang konstruki sebagai bahan campuran beton. Pengelolahan bottom ash penting dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan dan mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah menjadi material bernilai guna. PLTU Timor1 merupakan salah satu dari 2 PLTU yang ada di Kupang Nusa Tenggara Timur yang dibangun pada tahun 2018 dan baru beroperasi pada tahun 2021. Dengan mulainya beropeasi PLTU Timor 1 tersebut diarasakan perlu untuk dilakukan pebelitian ini agar limbah sisa hasil produksi PLTU dapat dimanfaatkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan bagaimana pengaruh bottom ash sebagai bahan pengganti pasir dalam beton normal yang diukur dengan nilai slump dan mutu kuat tekan beton. Percobaan dilakukan dengan melakukan penggantian secara parsial pasir dengan bottom ash sebesar 0%,10%, 20%, 30% dan 40%. Hasil pengujian diperoleh nilai slump untuk variasi 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% didapatkan masing-masing 11,03 cm; 10,60 cm; 10,27; 9,7 cm; dan 9,33 cm. Hasil ini menunjukan bahwa semakin tinggi persentasi bottom ash dalam menghasilkan beton workability semakin rendah. Hasil pengujian kuat tekan untuk variasi 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% diperoleh untuk masing-masing 11,54 MPa; 11,78 Mpa, 12,56 Mpa, 16,88 Mpa, dan 19,36 Mpa. Hasil ini menunjukan bahwa semakin tinggi persentase bottom ash sebagai bahan pengganti pasir dalam beton mutu kuat tekan beton yang dihasilkan semakin tinggi
Review Formulasi Kapsul Herbal Oral Berbasis Solid Lipid Nanoparticle (Sln): Studi Awal Dalam Sistem Penghantaran Nanopartikel
Solid Lipid Nanoparticle (SLN) merupakan sistem penghantaran nanopartikel yang semakin banyak digunakan dalam pengembangan formulasi obat modern, termasuk dalam penghantaran sediaan herbal. Obat herbal, meskipun secara tradisional banyak digunakan, seringkali memiliki keterbatasan farmakokinetik seperti kelarutan rendah, stabilitas yang buruk dalam saluran cerna, dan bioavailabilitas yang rendah. Formulasi berbasis SLN menawarkan solusi inovatif terhadap permasalahan tersebut dengan meningkatkan stabilitas bahan aktif, memperbaiki kelarutan, serta memungkinkan pelepasan terkontrol yang berdampak pada peningkatan efektivitas terapi. Dalam sistem penghantaran berbasis SLN, bahan aktif herbal diinkapsulasi dalam matriks lipid padat berukuran nano yang dapat melindungi bahan aktif dari degradasi selama proses pencernaan dan meningkatkan penetrasi di saluran gastrointestinal. Selain itu, formulasi kapsul oral yang mengandung SLN memberikan keuntungan praktis dalam proses administrasi serta memungkinkan dosis yang lebih presisi. Beberapa studi awal menunjukkan bahwa SLN mampu meningkatkan bioavailabilitas oral berbagai senyawa fitokimia seperti kurkumin, flavonoid, dan polifenol yang secara alami memiliki kelarutan air rendah. Teknologi ini juga memungkinkan terjadinya peningkatan efek farmakologis dan pengurangan dosis yang diperlukan. Namun, tantangan dalam formulasi SLN meliputi pemilihan lipid yang sesuai, stabilitas jangka panjang, serta interaksi antara surfaktan dan bahan aktif herbal. Artikel ini bertujuan untuk memberikan tinjauan menyeluruh mengenai potensi penggunaan SLN dalam formulasi kapsul herbal oral, meliputi keunggulan, mekanisme kerja, proses formulasi, serta tantangan yang dihadapi dalam pengembangannya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan desain formulasi dan mengevaluasi keamanan serta efektivitasnya pada skala klinis. Dengan demikian, sistem penghantaran berbasis SLN berpotensi menjadi platform yang menjanjikan dalam pengembangan obat herbal modern yang lebih efektif dan terstandarisasi
Potensi Bengkuang (Pachyrhizus erosus) sebagai Sumber Antioksidan Alami dalam Pencegahan Penuaan Kulit
Penuaan kulit merupakan proses biologis kompleks akibat kombinasi faktor intrinsik dan ekstrinsik, terutama paparan sinar matahari (photoaging), yang berkontribusi terhadap lebih dari 90% tanda penuaan dini. Proses ini ditandai oleh peningkatan reactive oxygen species (ROS), kerusakan kolagen, pemendekan telomer, glikasi protein, dan disorganisasi jaringan elastis. Bengkuang (Pachyrhizus erosus) adalah tanaman tropis yang kaya vitamin C, flavonoid dan isoflavonoid (daidzein, genistin) dan pterocarpan yang berpotensi sebagai agen anti-penuaan alami. Artikel ini meninjau kandungan nutrisi dan fitokimia bengkuang serta aktivitas antioksidan dan anti-penuaan pada ekstrak umbi dan kulit bengkuang berdasarkan studi in vitro, in vivo, dan aplikasi topikal. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui potensi bengkuang (Pachyrhizus erosus) sebagai sumber antioksidan alami dalam pencegahan penuaan kulit. Jurnal di identifikasi melalui database ScienceDirect, PubMed, Google Scholar, MDPI, dan Springer (2010-2025). Jurnal kemudian disaring berdasarkan kata kunci: Pachyrhizus erosus, bengkuang, antioksidan, anti-aging, tyrosinase,kolagen. Data disintesis secara deskriptif melalui tabel komparatif nilai IC50 dan dievaluasi berdasarkan relevansinya terhadap mekanisme penuaan kulit. Analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit bengkuang memiliki aktivitas antioksidan paling kuat dibandingkan ekstrak umbi serta mampu menghambat enzim tirosinase. Studi topikal menunjukkan bahwa masker pasta bengkuang mampu mengurangi keriput, sementara formulasi peel-off gel meningkatkan perlindungan antioksidan. Dengan demikian, bengkuang, khususnya bagian kulit, berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif sediaan kosmetika anti-penuaan melalui mekanisme penangkalan ROS, penghambatan tirosinase, serta perlindungan struktur kolagen dan elastin
Budaya Kerja Kol Management: Studi Etnografi Komunikasi
Studi ini bertujuan untuk memahami konstruksi budaya kerja dalam manajemen KOL sebagai praktik komunikasi yang berkembang dalam ekosistem pemasaran digital di Indonesia. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digunakan untuk menangkap pengalaman, interaksi, dan makna yang dibangun oleh para aktor di dalamnya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Spesialis KOL bertindak sebagai mediator strategis yang menjembatani kepentingan brand dan KOL. Peran ini mendorong pembentukan pola komunikasi adaptif yang memungkinkan negosiasi berkelanjutan dalam proses kerja. Dinamika ini memunculkan norma kerja fleksibel yang tetap berorientasi pada profesionalisme dan pencapaian target. Kepercayaan adalah fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan hubungan kerja dan menentukan keberhasilan kampanye. Temuan ini menegaskan bahwa budaya kerja manajemen KOL tidak hanya dibentuk oleh sistem kerja digital, tetapi juga oleh praktik komunikasi yang mampu menyeimbangkan fleksibilitas dan tanggung jawab profesional. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya studi komunikasi organisasi dalam konteks industri digital sekaligus memberikan pemahaman empiris tentang transformasi budaya kerja dalam profesi berbasis platform
Pengaruh Variasi Jenis Coolant terhadap Temperatur Kerja Mesin, Koefisien Perpindahan Panas dan Efektivitas Radiator
Sistem pendingin pada kendaraan memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga suhu mesin agar tetap stabil, terutama dalam kondisi kerja berat. Salah satu faktor kunci dalam performa sistem pendingin adalah jenis coolant yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jenis coolant terhadap temperatur kerja mesin, efektivitas radiator, dan koefisien perpindahan panas pada mobil Nissan X-Trail T30. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, di mana tiga jenis coolant diuji pada temperatur mesin yang berbeda untuk mengukur kinerja radiator. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui perbedaan signifikan antara jenis coolant yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis coolant berpengaruh signifikan terhadap temperatur kerja mesin dan efektivitas radiator. Coolant jenis Top One menunjukkan suhu mesin yang lebih rendah dan efektivitas radiator yang lebih tinggi dibandingkan dengan Mega Coolant dan Jumbo Super. Pemilihan jenis coolant yang tepat memiliki dampak besar pada kinerja sistem pendingin mesin dan harus dipertimbangkan untuk meningkatkan efisiensi dan umur kendaraan
Critical reflections on designing an online survey in a decolonial research project
Discussions of the decolonization of quantitative methods have often been overlooked in recent debates. Using Chilisa’s integrative and adaptive methodological framework, we provide a critically reflexive account of the design process of an online multi-lingual survey that sought to unpack pluriversal understandings of democracy
in South Africa. The article describes the process we developed to surface the latent assumptions of mainstream survey instruments measuring the understanding of democracy across Africa, and how we used this to inform the development of our own survey instrument. Reflecting on the relative strengths and weaknesses of this approach, we also consider the role of translation as an epistemic exercise. In turn, this leads us to question the epistemic and cultural assumptions that are embedded in the Likert scale and how uncritical adaptation may undermine decolonial intentions. By sharing these insights, we hope to expand the discussion of the decolonization of quantitative methods.
Exploring factors affecting the decision-making process among adolescents and youth in KwaZulu-Natal in accessing and utilising sexual reproductive health services
Despite improved access to sexual and reproductive health services, uptake among adolescents and young people remains low. Supporting their decision-making and addressing barriers to service use is critical to improving HIV prevention, reducing sexually transmitted infections, improving treatment outcomes, and preventing early pregnancies. This analysis explored factors influencing participants sexual and reproductive health service use decisions in a study conducted between June and August 2023 in KwaZulu-Natal, South Africa. Thematic analysis revealed four key themes: (1) cues to seeking sexual and reproductive health services; (2) social influences; (3) clinic experiences; and (4) perceived effort of accessing services. Most participants sought services reactively—after sex—due to concerns about potential negative outcomes, rather than proactively. Social influences and clinic experiences shaped how the effort versus the benefit of using services was evaluated. When the perceived effort outweighed the anticipated benefits, participants often avoided services. Understanding the decision process is essential for designing more responsive, user-centred programmes interventions to improve SRH service uptake among peoples.