Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
Not a member yet
    12667 research outputs found

    Efektivitas Progesteron Dalam Mengembalikan Siklus Menstruasi Pada Penderita Polycystic Ovary Syndrome (Pcos) Serta Tinjauannya Dalam Pandangan Islam

    Full text link
    Polycystic ovary syndrome (PCOS) can cause menstrual cycle disorders such as oligomenorrhea or amenorrhea, which can be treated with progesterone therapy. The choice of progesterone therapy depends on the patient's clinical condition, the effectiveness of the therapy, and potential side effects. This study aims to assess the effectiveness of progesterone in restoring menstrual cycles in PCOS sufferers. The research method was conducted through a survey using a Google Form distributed to members of the Indonesian PCOS Fighter community. Data included menstrual cycle changes, the type of progesterone used, dosage, duration of consumption, and factors influencing therapy effectiveness. Descriptive and bivariate analyses were used to assess the relationship between variables. The results showed that micronized progesterone was the most commonly used type, but the type of progesterone did not significantly affect therapy effectiveness.  Most respondents required 4-6 months for menstrual cycle regularity, and progesterone dosage was not significantly associated with therapy effectiveness. Exercise and a high-protein, low-sugar diet were significantly associated with menstrual cycle regularity, while vitamin D consumption and a history of diabetes or obesity were not significantly associated. The study concluded that the effectiveness of progesterone therapy is more influenced by the patient's metabolic condition, endometrial response, and lifestyle quality. The use of progesterone hormone therapy is considered permissible in Islam as an effort to maintain women's health and fertility

    Memberikan Kesempatan Kepada Debitor dan Para Kreditor untuk Berunding dan Membuat Kesepakatan Mengenai Restrukturisasi Utang-Utang Debitor

    Full text link
    Krisis keuangan yang dialami oleh badan usaha atau individu seringkali mengakibatkan ketidakmampuan untuk melunasi utang, yang berpotensi mengarah pada proses kepailitan. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah melalui restrukturisasi utang, yang memberikan kesempatan bagi debitor dan kreditor untuk berunding dan membuat kesepakatan guna menyelamatkan usaha serta memastikan pembayaran utang secara teratur. Masalah yang muncul adalah bagaimana mekanisme pemberian kesempatan berunding tersebut diatur dalam hukum kepailitan Indonesia, serta seberapa efektif implementasinya dalam praktik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peraturan hukum yang mengatur hak berunding dalam restrukturisasi utang dan mengevaluasi efektivitasnya dalam mencapai kesejahteraan bersama kedua pihak. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research), dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari peraturan perundang-undangan, buku referensi, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen terkait kepailitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum kepailitan Indonesia telah mengatur mekanisme berunding melalui berbagai instrumen seperti Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan pedamaian dalam kepailitan. Namun, terdapat tantangan dalam implementasi, seperti kurangnya kesadaran pihak terkait, kompleksitas prosedur, dan ketidaksetujuan antara debitor dan kreditor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlu adanya penyempurnaan regulasi dan peningkatan kapasitas pihak terkait untuk memastikan bahwa kesempatan berunding dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi kedua belah pihak

    Pengaruh Kompetensi Pegawai dan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Pegawai Dimediasi oleh Kepuasan Kerja (Survei pada Kantor Urusan Agama di Kabupaten Cirebon)

    Full text link
    Kinerja organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia, di mana efektivitas dan efisiensi kerja menjadi penentu utama. Di era digital, penggunaan teknologi informasi seperti Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) pada Kantor Urusan Agama (KUA) telah mengubah pola layanan pernikahan. Namun, kinerja pegawai tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada kompetensi yang dimiliki serta tingkat kepuasan kerja. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami interaksi antara kompetensi, teknologi informasi, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai di 40 KUA Kabupaten Cirebon. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kompetensi pegawai serta penggunaan teknologi informasi terhadap kinerja pegawai KUA dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang akan diuji secara statistik, dengan menggunakan uji metode penelitian ekplanatori untuk mengetahui hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan variabel mediasi sebagai mediator. Penelitian ini menggunakan alat pengolah data berupa perangkat lunak Partial Least Square (PLS) yang dioperasikan melalui perangkat lunak Smart PLS 4. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai KUA di Kabupaten Cirebon yang berjumlah 267 pegawai. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling multistage random sampling dengan memakai rumus slovin sehingga diperoleh 160 sampel. Hasil penelitian ini yaitu Kompetensi Pegawai, Penggunaan Teknologi Informasi dan Kepuasan Kerja berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai, Kompetensi Pegawai berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan Kerja, Penggunaan Teknologi Informasi tidak memiliki pengaruh terhadap Kepuasan Kerja, Kepuasan Kerja memediasi pengaruh antara Kompetensi Pegawai terhadap Kinerja Pegawai, dan Kepuasan Kerja tidak memediasi pengaruh antara Penggunaan Teknologi Informasi terhadap Kinerja Pegawai

    Optimasi Penjadwalan Untuk Mengurangi Risiko Keterlambatan Proyek Pada Fase Detailed Engineering Design di Konsultan Teknik Bidang Minyak Bumi dan Gas

    Full text link
    Keterlambatan pada fase Detailed Engineering Design (DED) merupakan salah satu permasalahan kritis dalam proyek minyak dan gas karena berdampak langsung pada keterlambatan atau kesalahan pengadaan dan konstruksi. Data dari periode 2023–2025 pada Engineering Consultant X, yang bertindak sebagai subkonsultan dalam tiga proyek DED bangunan lepas pantai, menunjukkan perlunya rebaseline jadwal akibat keterlambatan. Kondisi tersebut dipicu oleh ketidakseimbangan beban kerja antar departemen, seperti yang terlihat pada variasi jumlah dokumen yang ditangani per personel, dari 3 hingga 14 dokumen, sehingga meningkatkan risiko keterlambatan proyek dan potensi denda. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penjadwalan proyek DED guna meminimalisir risiko keterlambatan tanpa menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Metode yang digunakan meliputi pemodelan jaringan kerja menggunakan PERT (Program Evaluation and Review Technique) berdasarkan data aktual dari tiga proyek sebelumnya, CPM (Critical Path Method), serta analisis risiko keterlambatan melalui simulasi Monte Carlo, dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya perusahaan dan mendorong redistribusi beban kerja yang lebih seimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi proyek optimal yang diperoleh adalah 336 hari kalender atau 241 hari kerja dengan total kebutuhan 208 personel. Aktivitas yang paling kritis terhadap durasi proyek adalah Technical Bid Evaluation for Jacket Main Structure, Project Engineering Close Out Report, dan Material Take Off for Substructures Appurtenances – Client Review. Implikasi dari penelitian ini adalah tersedianya model penjadwalan yang lebih realistis dan tahan risiko untuk fase DED pada proyek lepas pantai

    Efektivitas Ekstrak Kulit Buah Sebagai Pestisida Nabati

    Full text link
    Penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan dalam kegiatan pertanian telah menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan manusia, serta terganggunya keseimbangan ekosistem pertanian. Sehingga diperlukan alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pestisida nabati yang berasal dari bahan alam, seperti ekstrak kulit buah. Kulit buah diketahui mengandung berbagai senyawa aktif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai agen pengendali organisme pengganggu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak kulit buah sebagai pestisida nabati dalam mengendalikan hama dan patogen tanaman serta menilai potensinya sebagai solusi pertanian berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, yaitu menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, prosiding, dan laporan penelitian yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode triangulasi untuk memastikan keabsahan, konsistensi, dan keandalan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah memiliki potensi yang signifikan sebagai pestisida nabati karena kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan senyawa fenolik yang mampu bekerja melalui berbagai mekanisme, seperti efek toksik, antifeedant, dan penghambatan pertumbuhan hama. Pemanfaatan limbah kulit buah sebagai pestisida nabati tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan limbah organik dan mendukung penerapan sistem pertanian berkelanjutan

    The Impact of Oxidative Stress on Obesity Development : Biochemical Evidence and Potential Therapeutic Approaches

    Full text link
    Obesity is a global public health concern with rising prevalence, affecting approximately one in eight adults worldwide. Oxidative stress has been identified as a key factor in the pathogenesis of obesity and its complications. Objective: This review aims to explore the biochemical mechanisms linking oxidative stress to obesity development and to examine potential therapeutic strategies targeting oxidative stress pathways. Method: This study is a narrative review employing a comprehensive literature search of PubMed and Google Scholar using keywords related to obesity, oxidative stress, ROS, inflammation, adipogenesis, insulin resistance, and therapeutic approaches. Selected articles were English-language publications from the last decade and available in full-text format. Results: Oxidative stress plays a central role in obesity through multiple biochemical mechanisms. ROS activate inflammatory pathways by inducing M1 macrophage polarization and increasing pro-inflammatory cytokine expression via NF-κB activation. In adipogenesis, physiological ROS levels facilitate preadipocyte differentiation through PPARγ regulation, while excessive ROS cause adipocyte dysfunction and alterations in the pro-inflammatory adipokine profile. ROS also disrupt insulin signaling through JNK activation, which phosphorylates IRS-1 at serine residues. Therapeutic strategies targeting oxidative stress include dietary modifications (such as the Mediterranean diet), antioxidant supplementation, regular physical activity, pharmacological agents (rapamycin, orlistat, resveratrol), microbiota modulation, and advanced approaches including nano-formulations and gene therapy. Implications: A deep understanding of the molecular mechanisms of oxidative stress in obesity may lead to the development of more effective and personalized therapeutic strategies for managing obesity and related metabolic complications

    Challenges and Advances in Managing Heatstroke Among Military Forces: A Review of Recent Studies

    Full text link
    Exertional heat stroke (EHS) remains a persistent threat to military operations, necessitating a shift from traditional thermal load perspectives toward a "heat sepsis" mechanism characterized by systemic inflammation and multiorgan injury. Recent advances emphasize the importance of objective risk assessment through standardized Heat Tolerance Tests (HTTs) and the use of biomarkers like plasma homocysteine and copeptin to gauge physiological readiness. Effective prevention strategies now integrate 7–14 day acclimatization protocols, real-time environmental monitoring via wearable sensors, and proactive hydration. Furthermore, immediate acute management using Ice-Cold Water Immersion (ICWI) has been proven to achieve superior cooling rates and reduce morbidity, highlighting the need for a multidisciplinary approach that bridges physiology, technology, and education to safeguard service members

    Prophylactic Cranial Irradiation (Pci) Pada Kanker Paru Jenis Karsinoma Sel Kecil (Kpksk)

    Full text link
    Kanker Paru jenis Karsinoma Sel Kecil (KPKSK) merupakan tipe kanker paru yang sangat agresif dengan kecenderungan tinggi untuk metastasis otak. Prophylactic Cranial Irradiation (PCI) dikembangkan sebagai strategi preventif untuk menurunkan insidensi metastasis otak dan meningkatkan luaran klinis pada pasien KPKSK. Berbagai uji klinis dan meta-analisis menunjukkan bahwa PCI secara signifikan menurunkan risiko metastasis otak dan dapat memberikan manfaat pada survival, khususnya pada pasien KPKSK stadium terbatas yang merespons kemoterapi dan/atau radioterapi definitif. Namun demikian, manfaat PCI harus dipertimbangkan secara hati-hati terhadap potensi toksisitas, terutama dampak neurokognitif jangka pendek dan panjang. Referat ini membahas peran PCI pada KPKSK dengan meninjau dasar biologis, bukti klinis utama, rekomendasi guideline terkini, aspek toksisitas dan neurokognisi, serta pertimbangan klinis dalam pemilihan pasien, guna mendukung pengambilan keputusan yang rasional dan berbasis bukti dalam praktik onkologi toraks

    Pertanggungjawaban Etik Arbiter dan Implikasinya Terhadap Kekuatan Putusan Arbitrase di Indonesia

    Full text link
    Arbitrase merupakan mekanisme penyelesaian sengketa yang banyak dipilih karena dinilai efisien, rahasia, dan mampu memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Namun, efektivitas arbitrase sangat ditentukan oleh integritas arbiter sebagai penegak keadilan di luar pengadilan. Pelanggaran etik seperti conflict of interest dan keberpihakan arbiter dapat merusak legitimasi putusan dan kepercayaan terhadap arbitrase sebagai lembaga penyelesaian sengketa. Penelitian ini mengkaji pertanggungjawaban etik arbiter serta implikasinya terhadap kekuatan hukum putusan arbitrase dengan studi pada Putusan Mahkamah Agung No. 665 B/Pdt.Sus-Arbt/2024, yang membuktikan adanya hubungan profesional antara arbiter dan salah satu pihak berperkara. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan kasus untuk menilai konsekuensi hukum yang ditimbulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran etik oleh arbiter merupakan cacat hukum substantif yang dapat menjadi dasar pembatalan putusan arbitrase. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya integritas arbiter, penerapan prinsip imparsialitas, serta penguatan mekanisme kode etik dan pengawasan terhadap arbiter guna memastikan tercapainya keadilan substantif dan menjaga legitimasi arbitrase dalam sistem hukum Indonesia

    Hubungan Durasi Tidur dan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Ciptodadi Kabupaten Musi Rawas dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam

    Full text link
    Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, yang dipengaruhi antara lain oleh gangguan tidur. Durasi tidur yang tidak adekuat dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis, peningkatan hormon stres, dan disfungsi endotel yang berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara durasi tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Ciptodadi Kabupaten Musi Rawas, serta mengkajinya dari perspektif ajaran Islam. Metode penelitian menggunakan desain case-control analitik observasional dengan 60 responden (30 kasus hipertensi dan 30 kontrol non-hipertensi) berusia 20–50 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, pengukuran tekanan darah digital, dan wawancara pola tidur. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara durasi tidur dengan kejadian hipertensi (p=0,001; OR=5,67; 95% CI: 1,98–16,23). Sebanyak 67,9% responden dengan durasi tidur tidak normal (<6 jam atau >9 jam) mengalami hipertensi, yang menunjukkan risiko 5,67 kali lebih tinggi dibandingkan durasi tidur normal (6–8 jam). Dalam perspektif Islam, tidur yang cukup dan berkualitas merupakan bagian dari menjaga kesehatan sebagai amanah Allah SWT, sesuai dengan prinsip keseimbangan dalam Al-Quran dan Hadits. Disimpulkan bahwa durasi tidur berpengaruh signifikan terhadap tekanan darah, sehingga menjaga tidur yang adekuat dapat menjadi strategi non-farmakologis dalam pengelolaan hipertensi. Rekomendasi mencakup edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya higiene tidur yang baik, modifikasi gaya hidup untuk meningkatkan kualitas tidur, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam promosi kesehatan terkait pola tidur yang sehat

    5,770

    full texts

    12,667

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇