Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
Not a member yet
    12667 research outputs found

    Die opvoedkundige peil van Indierwerkers in Natal

    No full text

    Gambaran Klinis Nyeri Punggung Bawah Kronik Pada Pasien Usia Lanjut Dengan Herniated Nucleus Pulposus Lumbal

    Full text link
    Nyeri punggung bawah kronik merupakan keluhan muskuloskeletal dan neurologis tersering pada populasi usia lanjut, dengan herniated nucleus pulposus (HNP) lumbal sebagai salah satu penyebab utama akibat proses degeneratif tulang belakang. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik klinis, temuan radiologis, serta penatalaksanaan konservatif pada pasien usia lanjut dengan HNP lumbal dan komorbid hipertensi. Laporan kasus deskriptif ini menggunakan data retrospektif dari rekam medis seorang pasien laki-laki berusia 69 tahun dengan diagnosis NPBK akibat HNP lumbal. Data dianalisis secara naratif meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik neurologis, pemeriksaan radiologis, serta tata laksana yang diberikan. Pasien datang dengan keluhan NPBK yang memberat akut pascaaktivitas fisik, disertai nyeri radikular bilateral, parestesia, dan kesulitan berjalan. Pemeriksaan neurologis menunjukkan tanda iritasi saraf lumbal tanpa defisit motorik. MRI lumbal mengonfirmasi HNP multipel, spondylosis lumbalis, stenosis kanalis spinalis derajat berat, dan stenosis neuroforaminal bilateral. Pasien diterapi secara konservatif dengan analgesik, relaksan otot, antihipertensi, dan fisioterapi. Penatalaksanaan konservatif komprehensif yang mengintegrasikan pengendalian nyeri, komorbid, dan rehabilitasi medik terbukti efektif dalam memperbaiki fungsi dan kualitas hidup pasien usia lanjut dengan HNP lumbal

    Trade-Off Antara Inflasi dan Pengangguran Dalam Ekonomi Lokal: Pengujian Kurva Phillips di Kabupaten Serdang Bedagai, Indonesia (2014–2024)

    Full text link
    Latar belakang: Penelitian ini menginvestigasi hubungan trade-off antara inflasi dan pengangguran dalam konteks ekonomi regional melalui pengujian empiris terhadap Kurva Phillips di Kabupaten Serdang Bedagai, Indonesia, selama periode 2014–2024 Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dinamika jangka pendek dan jangka panjang antara inflasi, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, serta pembangunan manusia, serta menilai kemungkinan perubahan sebelum dan sesudah pandemi COVID-19. Metode: Dengan menggunakan data tahunan dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini menerapkan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menganalisis dinamika jangka pendek dan jangka panjang antara inflasi, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, serta pembangunan manusia. Analisis structural break dilakukan untuk menilai kemungkinan perubahan sebelum dan sesudah pandemi COVID-19. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan secara statistik dalam jangka pendek antara inflasi dan pengangguran, sehingga mengonfirmasi hipotesis klasik Kurva Phillips. Namun demikian, efek trade-off tersebut melemah secara substansial pada periode pascapandemi, serta tidak ditemukan bukti adanya hubungan jangka panjang yang stabil. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas harga di tingkat regional tidak selalu disertai dengan perbaikan kondisi ketenagakerjaan. Implikasi kebijakan menekankan perlunya pendekatan terintegrasi yang menggabungkan pengendalian inflasi dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja dan strategi pertumbuhan yang inklusif

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Jeruk Siam (Citrus Nobilis Lour) Terhadap Kadar Plasma Malondialdehida (MDA) dan Kadar Serum Superoksida Dismutase (SOD) pada Tikus Jantan Galur Wistar (Rattus Norvegicus) yang Dipapar Asap Rokok

    Full text link
    Latar belakang: Paparan asap rokok meningkatkan stres oksidatif yang ditandai dengan peningkatan peroksidasi lipid dan penurunan sistem antioksidan endogen. Kulit jeruk siam (Citrus nobilis Lour) diketahui mengandung senyawa bioaktif dengan potensi antioksidan alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian ekstrak kulit jeruk siam terhadap kadar malondialdehida (MDA) dan superoksida dismutase (SOD) pada tikus Wistar jantan yang dipapar asap rokok. Metode: Penelitian eksperimental murni menggunakan the randomized post-test only control group design dengan 30 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok: kontrol normal, kontrol negatif, serta tiga kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak dosis 56,25; 112,5; dan 225 mg/kgBB selama empat minggu bersamaan dengan paparan asap rokok. Pemeriksaan kadar MDA dan SOD dilakukan menggunakan metode ELISA. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan asap rokok meningkatkan kadar MDA, sedangkan pemberian ekstrak menurunkan kadar MDA pada seluruh kelompok perlakuan dengan penurunan paling mendekati kondisi normal pada dosis 112,5 mg/kgBB. Kadar SOD pada kelompok perlakuan menunjukkan kecenderungan meningkat dibanding kelompok kontrol negatif, meskipun perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa ekstrak kulit jeruk siam (Citrus nobilis Lour) berpotensi menghambat peningkatan kadar MDA akibat paparan asap rokok, dengan dosis 112,5 mg/kgBB memberikan efek yang paling optimal

    Utilization Of The Becak Tirtayasa Innovation In Reducing Leprosy Prevalence In The Tirtayasa Public Health Center Area, 2024

    Full text link
    Leprosy is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium leprae that affects the peripheral nerves, skin, and other body tissues. In addition to medical consequences, leprosy poses complex social, economic, cultural, and public health challenges. The Tirtayasa Public Health Center oversees 14 villages with a total population of 50,937 people. As part of leprosy elimination efforts, the center developed the BECAK Tirtayasa Innovation, aimed at supporting the achievement of Triple Zero leprosy. This innovation includes the development of a leprosy counseling module, the formation of BECAK Tirtayasa cadres, establishment of a telemedicine group connecting cadres, leprosy officers, and doctors, implementation of health education and educational games on leprosy, active Intensified Case Finding (ICF), and provision of chemoprophylaxis. To analyze the utilization of the BECAK Tirtayasa Innovation in reducing leprosy prevalence in the Tirtayasa Public Health Center area in 2024. This study employed an observational analytical cross-sectional design involving 50 respondents selected through total sampling from leprosy cases recorded between 2019 and 2024. Most leprosy patients were adults aged 20–60 years (44 individuals; 88.1%) and male (27 individuals; 54%). The highest proportion of cases originated from Lontar Village (12 individuals; 24%). Multibacillary leprosy predominated (44 individuals; 88%), and the majority of patients presented with grade 1 disability (23 individuals; 46%). The highest number of leprosy cases was recorded in 2019 (17 cases), while the lowest occurred in 2024, with only one new case identified. In 2024, the implementation of the BECAK Tirtayasa Innovation was associated with a decrease in leprosy prevalence to 0.1 per 10,000 population and achievement of the new case detection target at 1.9 per 100,000 population. No grade 2 disability cases or pediatric leprosy cases were reported (0%), and the treatment completion rate exceeded the national target (100%).  Leprosy cases in the Tirtayasa Public Health Center area predominantly affected adult males, were mostly multibacillary in type, and commonly presented with grade 1 disability. The BECAK Tirtayasa Innovation contributed to a reduction in leprosy prevalence and supported progress toward Triple Zero leprosy in the Tirtayasa Public Health Center area

    Personalisasi Layanan Menggunakan Design Thinking di AHASS 11499 untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

    Full text link
    Dalam industri otomotif yang semakin kompetitif di Indonesia, Astra Honda Motor (AHM) mengoperasikan jaringan layanan purna jual AHASS (Astra Honda Authorized Service Station), termasuk AHASS 11499 di Sidoarjo, yang berperan penting dalam menjaga performa kendaraan, keselamatan, serta membangun loyalitas dan kepuasan pelanggan (Agapow, 2024). Untuk tetap kompetitif, bengkel AHASS dituntut memiliki kualitas layanan yang tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan serta preferensi individual setiap pelanggan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi dampak personalisasi layanan di AHASS 11499 menggunakan pendekatan design thinking untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini dilakukan dengan lima tahapan design thinking, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Metode pengumpulan data mencakup observasi, wawancara mendalam terhadap 10 pelanggan di awal penelitian sebagai tahap eksplorasi awal (preliminary finding), serta survei kepada 50 pelanggan pada tahap evaluasi akhir. Solusi yang dihasilkan berupa prototype layanan yang dipersonalisasi, sistem chatbot interaktif dan sistem pengingat (reminder) servis berbasis data yang disesuaikan dengan karakteristik pelanggan. Evaluasi dilakukan melalui survei terhadap 50 pelanggan yang telah menyelesaikan layanan menggunakan usability testing, feedback capture grid, dan pengukuran indikator kepuasan pelanggan melalui SERVQUAL, Customer Effort Score (CES), Net Promoter Score (NPS), serta analisis churn rate. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Skala SERVQUAL meningkat dari 4,09 menjadi 4,31, CES dari 80% menjadi 92%, dan NPS dari 40% menjadi 68%. Selain itu, tidak ditemukan churn rate pada Q4 2024 dan Q1 2025. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan personalisasi layanan menggunakan design thinking efektif mempermudah proses layanan, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta memperkuat loyalitas pelanggan AHASS 11499

    Analisis Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) Terhadap Kinerja dan Keberhasilan Penerapan K3 dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening di Kawasan Industri Batamindo Sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) Terhadap Kinerja dan Keberhasilan Penerapan K3 dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening di Kawasan Industri Batamindo Sebagai Obyek Vital Nasional (OBVITNAS). Meskipun KIB sudah beroperasi lebih dari 30 tahun, Kawasan ini belum memiliki sertifikat SMK3. Tim penyusun melakukan observasi dan analisis dokumen untuk mencari tahu beberapa jauh kesiapan KIB dalam memenuhi standar SMK3 dan apa saja hambatannya. Hasilnya, KIB memang memiliki komitmen awal, tapi masih banyak kendala besar untuk sertifikasi. Kendala utamanya adalah: (1) Kurangnya pemahaman menyeluruh mengenai pentingnya SMK3 di semua level manajemen; (2) Terbatasnya sumber daya (dana & staff K3) yang dialokasikan; (3) Sulitnya kordinasi dengan tenant yang standar K3-nya berbeda-beda; dan (4) Sistem pencatatan dan pemantauan K3 yang belum terintegrasi dengan baik.  Kesimpulannya, agar bisa bersertifikat SMK3, KIB perlu meningkatkan komitmen pimpinan, memasukkan dalam K3 ke dalam rencana bisnis utama, memperbaiki komunikasi dan pelatihan K3, serta membenahi sistem pencatatan. Saya menyarankan KIB melaksanakan perencanaan sertifikasi yang jelas, membentuk Tim K3 khusus, dan rutin berdiskusi dengan manajemen perusahaan untuk membangun budaya keselamatan kerja yang lebih baik

    Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kompetensi Penyuluh Pertanian Sektor Peternakan Di Kabupaten Lima Puluh Kota

    Full text link
    Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi role model dalam pengembangan usaha peternakan. Namun kondisi di lapangan menggambarkan bahwa tingkat pengembangan usaha peternakan belum sesuai dengan yang diharapkan, salah satu penyebabnya diduga dipengaruhi oleh kompetensi Penyuluh. Penelitian ini bertujuan; 1) mendeskripsikan tingkat kompetensi penyuluh pertanian sektor peternakan, dan 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi penyuluh peternakan. Penelitian ini dirancang sebagai suatu survei. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian melibatkan seluruh Penyuluh Pertanian Sektor Peternakan di Kabupaten Lima Puluh Kota yang berjumlah sebanyak 15 Penyuluh (Sensus). Analisis dilakukan dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 Penyuluh (66,7% ) memiliki tingkat kompetensi tergolong tinggi, 2 Penyuluh (13,3%) memiliki tingkat kompetensi sedang, dan sebanyak 3 Penyuluh (20%) memiliki tingkat kompetensi tergolong rendah. Faktor pendidikan dan motivasi terbukti berpengaruh signifikan terhadap kompetensi penyuluh. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan Pemerintah Daerah perlu meningkatkan motivasi penyuluh dengan memberikan penghargaan bagi penyuluh yang berprestasi, promosi jabatan, dan pengembangan karir yang jelas. Selanjutnya program peningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (S2) dan pelatihan yang relevan perlu dirancang dan dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh sehingga pelaksanaan kegiatan penyuluh dapat dilaksanakan dengan baik dan berdedikasi

    Analisis Aktivitas Pemeliharaan Preventif Berdasarkan Reliability Growth Pada Dryer Kiln

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh implementasi predictive maintenance terhadap pertumbuhan keandalan sistem Dryer Kiln serta mengoptimalkan interval preventive maintenance yang efisien, ekonomis, dan tetap menjamin keberlanjutan operasi pada fasilitas pengolahan nikel PT Vale Indonesia Tbk. Analisis keandalan dilakukan pada enam komponen utama dryer, yaitu Pinion & Bull Gear, Main Drive, Burner System, Internal, Apron Feeder, dan Shell & Drum, menggunakan parameter MTBF, MTTR, dan physical availability berdasarkan data operasi periode 2020–2024. Model Crow-AMSAA digunakan untuk menilai reliability growth masing-masing komponen dan sistem, sedangkan konfigurasi keandalan ditentukan melalui evaluasi 406 kombinasi seri–paralel dengan pemilihan berdasarkan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi predictive maintenance berdampak positif terhadap peningkatan pertumbuhan keandalan. Profil keandalan dengan preventive maintenance memperlihatkan peningkatan stabilitas dan penurunan frekuensi kegagalan dibandingkan tanpa pemeliharaan. Optimisasi interval preventive maintenance terhadap 729 kombinasi waktu menunjukkan bahwa interval minimum memberikan performa keandalan terbaik untuk lima komponen utama, sementara Shell & Drum dapat diperpanjang hingga 300 hari tanpa menurunkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) atau meningkatkan biaya Cost per Unit Time (CPUT) secara signifikan. Hasil ini menegaskan bahwa optimisasi interval pemeliharaan mampu mencapai keseimbangan antara biaya pemeliharaan yang minimal dan tingkat keandalan sistem yang tinggi. Hasil penelitian ini merekomendasikan peningkatan sistem predictive maintenance berbasis monitoring kondisi, evaluasi berkala interval pemeliharaan, strategi perawatan khusus untuk komponen termal kritis pada dryer, serta integrasi model keandalan ke dalam sistem digital twin untuk mendukung pengambilan keputusan pemeliharaan berbasis data

    5,770

    full texts

    12,667

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇