Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
Not a member yet
12667 research outputs found
Sort by
Implementasi Nilai-Nilai Moral Buddhis Dalam Dimensi Afektif Anak Usia Dini di Lingkungan Sekolah Minggu Buddha Vihara Gayatri
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai moral Buddhis dalam dimensi afektif anak usia dini di lingkungan Sekolah Minggu Buddha Vihara Gayatri Tapos Depok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 30 anak Sekolah Minggu Buddha, dengan 13 informan wawancara meliputi dua guru, satu ketua pengurus vihara, empat orang tua, dan enam anak yang mewakili perbedaan usia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai moral Buddhis dilakukan melalui pembiasaan kegiatan puja bakti, meditasi, cerita Jataka, praktik berbagi (dāna), serta doa mettā. Metode cerita menjadi strategi utama dalam menanamkan nilai kejujuran dan welas asih, sedangkan meditasi dan doa mettā memperkuat regulasi emosi serta empati anak. Dimensi afektif anak tercermin dalam perilaku berbagi, kemampuan meminta maaf, sikap empatik, serta keinginan meneladani tokoh moral. Sinergi antara Sekolah Minggu dan keluarga menjadi faktor pendukung utama dalam proses internalisasi nilai. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan moral Buddhis pada anak usia dini efektif ketika dilaksanakan secara holistik, konsisten, dan berbasis komunitas
Strategi Perang Harga Shopee dan Tiktok Shop di Indonesia: Analisis Game Theory Dalam Pasar E-Commerce
Dua raksasa e-commerce di Indonesia yakni Shopee dan TikTok Shop, melalui kerangka kerja Game Theory di tengah proyeksi nilai ekonomi digital nasional sebesar USD 109 miliar pada tahun 2025. Analisis mendalam menunjukkan bahwa kedua platform terjebak dalam Persaingan Bertrand (Bertrand Competition), sebuah kondisi di mana homogenitas produk dan sensitivitas harga yang ekstrem memaksa perusahaan menurunkan harga hingga mendekati atau bahkan di bawah biaya marginal (P=MC) melalui subsidi masif. Fenomena ini menciptakan keseimbangan Nash (Nash Equilibrium) yang secara finansial tidak efisien bagi profitabilitas perusahaan namun tetap stabil secara kompetitif, karena kedua pemain menerapkan strategi dominan berupa "bakar uang" (capital burn) sebagai langkah defensif demi mencegah eksodus pengguna secara massal. Untuk keluar dari jebakan Bertrand yang destruktif ini, penelitian menemukan bahwa kedua platform mulai melakukan pivot strategis melalui diferensiasi non-harga yang sistemik; Shopee berfokus pada penguatan efisiensi rantai pasok dan keunggulan logistik terintegrasi (Shopee Xpress), sementara TikTok Shop mengoptimalkan ekosistem social commerce dengan memanfaatkan faktor psikologis konsumen seperti efek FOMO dan pembelian impulsif. Implikasi manajerial dari studi ini menekankan urgensi transisi bagi pimpinan perusahaan dari strategi akuisisi pengguna yang agresif menuju manajemen ekosistem yang terintegrasi secara vertikal dengan fokus utama pada peningkatan Customer Lifetime Value (CLV) guna mencapai keberlanjutan bisnis jangka panjang dalam pasar oligopoli digital
Penilaian Unsur Wanprestasi Dalam Kontrak Proyek Konstruksi Bumn (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1361 Pk/Pdt/2024)
Latar belakang: Proyek yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peranan strategis dalam pembangunan nasional, namun dalam praktiknya tidak jarang menimbulkan sengketa akibat wanprestasi kontrak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsistensi putusan Mahkamah Agung dalam menangani perkara wanprestasi proyek BUMN serta implikasinya terhadap kepastian hukum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, khususnya melalui analisis terhadap putusan-putusan Mahkamah Agung yang berkaitan dengan sengketa wanprestasi proyek BUMN. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Agung secara konsisten menempatkan BUMN sebagai subjek hukum perdata dalam hubungan kontraktual dan menerapkan parameter wanprestasi berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Konsistensi tersebut memberikan kepastian hukum bagi para pihak dan menegaskan batas antara wanprestasi perdata dan tanggung jawab pidana. Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan hukum kontrak dan praktik pengelolaan proyek BUMN di Indonesia
Tinjauan Yuridis Terhadap Dualisme Kewenangan Aparat Penegak Hukum dalam Melakukan Upaya Penyidikan Perkara Tindak Pidana Khusus
Dualisme kewenangan aparat penegak hukum dalam penyidikan tindak pidana khusus merupakan persoalan yuridis yang berdampak pada efektivitas penegakan hukum dan kepastian hukum di Indonesia. Tumpang tindih kewenangan antara kepolisian dan kejaksaan dalam menangani perkara tertentu berpotensi menimbulkan konflik kelembagaan, ketidakjelasan prosedur, serta ketidakpastian bagi tersangka dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dualisme kewenangan penyidikan antara aparat penegak hukum dalam tindak pidana khusus, mengidentifikasi akibat hukum yang ditimbulkannya terhadap efektivitas penegakan hukum dan kepastian hukum, serta mengkaji upaya sinkronisasi kewenangan penyidikan guna mewujudkan kepastian dan keadilan hukum.. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan analisis hukum perundang-undangan dan yurisprudensi sebagai sumber utama, dipadukan dengan studi literatur sebagai bahan pembanding. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakjelasan prosedural dan potensi konflik antar aparat, yang dapat menghambat proses penyidikan dan mengurangi kredibilitas lembaga penegak hukum. Analisis menekankan pentingnya harmonisasi kewenangan, penegakan prinsip legalitas, serta penguatan koordinasi melalui mekanisme yang transparan dan akuntabel. Kesimpulan menegaskan bahwa pengaturan kewenangan secara jelas dan konsisten menjadi prasyarat penting dalam upaya optimalisasi penyidikan tindak pidana khusus, sehingga tercipta kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak-hak tersangka maupun masyarakat secara luas
Analisis Kesesuaian Parameter Geometrik (Lebar dan Grade) Jalan Hauling terhadap Potensi Bahaya Kecelakaan pada Tambang Batubara
Latar belakang: Geometri jalan hauling merupakan komponen krusial dalam sistem transportasi tambang terbuka yang secara langsung memengaruhi keselamatan dan produktivitas operasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian parameter lebar jalan dan grade terhadap standar teknis serta mengevaluasi hubungan keduanya terhadap potensi bahaya kecelakaan pada jalan hauling sepanjang 1.505,98 m yang dioperasikan oleh Caterpillar 775. Metode: Metode yang digunakan adalah evaluasi kuantitatif-komparatif terhadap standar Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 serta literatur desain haul road internasional. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33,33% segmen jalan belum memenuhi standar lebar minimum, sedangkan 93,75% segmen masih memenuhi batas aman grade operasional. Kombinasi lebar tidak sesuai dan grade tinggi pada satu segmen teridentifikasi sebagai zona risiko tertinggi. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa ketidaksesuaian lebar jalan berkontribusi lebih besar terhadap peningkatan probabilitas kecelakaan, sementara grade berpengaruh terhadap tingkat keparahan dampak kecelakaan
Reformulasi Prinsip Caveat Emptor dalam Perwujudan Perlindungan Konsumen pada Fenomena Food Fraud oleh Pelaku Usaha
Fenomena food fraud atau kecurangan pangan merupakan isu yang semakin mendapat perhatian dalam sistem perdagangan modern karena berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi serta risiko kesehatan bagi konsumen. Indonesia sebagai negara dengan kekayaan sumber daya pangan dan jumlah konsumen yang besar menghadapi tantangan serius dalam menghadapi praktik manipulasi kualitas, komposisi, maupun informasi produk pangan oleh pelaku usaha. Dalam konteks hukum perlindungan konsumen, terjadi pergeseran paradigma dari prinsip caveat emptor yang menekankan kehati-hatian konsumen menuju prinsip caveat venditor yang menitikberatkan tanggung jawab produsen. Namun, fenomena food fraud menunjukkan bahwa konsumen tetap berada pada posisi rentan sehingga diperlukan keseimbangan antara tanggung jawab pelaku usaha, peran negara, dan kesadaran konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali relevansi doktrin caveat emptor dalam perlindungan konsumen di Indonesia serta mengkaji peran negara dalam meminimalisir kerugian akibat praktik food fraud. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus melalui analisis terhadap norma hukum, doktrin, serta literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tanggung jawab utama berada pada pelaku usaha, konsumen tetap perlu meningkatkan kehati-hatian dalam memilih produk pangan. Selain itu, negara memiliki peran strategis melalui penguatan regulasi, pengawasan, serta edukasi konsumen untuk mencegah praktik kecurangan pangan. Dengan demikian, penerapan kembali doktrin caveat emptor secara kontekstual, disertai penguatan peran negara dan pelaku usaha, dapat mewujudkan sistem perlindungan konsumen yang lebih seimbang dan efektif dalam menghadapi fenomena food fraud
Kinerja Keuangan dan Profitabilitas Dengan Harga Batubara Sebagai Moderasi di Sub Sektor Pertambangan Batubara
Sektor pertambangan batubara memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun kinerja keuangan perusahaan di sektor ini sangat dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan serta dinamika harga komoditas global. Fluktuasi harga batubara yang tercermin dalam Newcastle Coal Index (NEWC) dapat memengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan, sehingga diperlukan analisis yang mengintegrasikan faktor keuangan internal dan faktor eksternal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh current ratio, leverage, sales growth, dan firm size terhadap profitabilitas perusahaan yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA), serta menguji peran harga batubara sebagai variabel moderasi pada perusahaan sub-sektor pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal-komparatif. Sampel penelitian terdiri dari 16 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan analisis data menggunakan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sales growth dan firm size berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, sedangkan current ratio dan leverage tidak berpengaruh signifikan. Dalam pengujian moderasi, harga batubara tidak memoderasi hubungan current ratio, leverage, dan firm size terhadap ROA, namun terbukti memperkuat pengaruh sales growth terhadap profitabilitas. Dengan demikian, profitabilitas perusahaan batubara tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan, tetapi juga oleh dinamika harga komoditas global yang memperkuat pengaruh pertumbuhan penjualan terhadap kinerja keuangan perusahaan
The impact of technology facilitated gender-based violence (TFGBV) on vulnerable groups
Paper presented at the launch of the Statement of Commitment and Call to Action on Safeguarding Journalists Against Online Harms, 20 OctoberNo description available.N/
Cereal yield’s effect on greenhouse gas emissions in South Africa: examining the Environmental Kuznets Curve hypothesis
Cereal crop farming in South Africa is critical in supplying staple foods and for generating export revenue. However, intensified farming practices are tied to significant greenhouse gas (GHG) emissions, challenging national climate goals. This study employs the Environmental Kuznets Curve (EKC) hypothesis to analyze time-series data (1961–2021) and identify the cereal yield threshold where emissions begin to decline. The main goal is to find a turning point that balances food security with climate mitigation actions. Employing both parametric and nonparametric techniques, the analysis finds an inverted U-shaped link between cereal yield and emissions, with a turning point at 3.40 tonnes per hectare. The results confirm a nonlinear relationship, with linear and quadratic yield terms statistically significant at the 1 % and 5 % levels, respectively. Above the turning point, higher cereal yields correlate with lower emissions, supporting the feasibility of sustainable intensification strategies. These findings reveal a crucial emissions- reduction benchmark, linking mitigation measures with policy and supporting yield-linked carbon credit schemes to promote sustainable agriculture and lower emissions. The study advances EKC research in agriculture and offers actionable insights for integrating food security with the Nationally Determined Contributions (NDCs). This research contributes to discussions on sustainable development and climate-smart agriculture.
Pengaruh Konsentrasi Sari Buah Pala (Myristica Fragrans) dan Teh Hijau (Camellia Sinensis) terhadap Aktivitas Antioksidan Kombucha
Kombucha merupakan minuman fermentasi berbasis teh yang dihasilkan melalui simbiosis bakteri dan khamir (SCOBY) dan dikenal memiliki aktivitas antioksidan. Pemanfaatan daging buah pala (Myristica fragrans) sebagai bahan tambahan berpotensi meningkatkan nilai fungsional kombucha karena kandungan senyawa fenolik, flavonoid, dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi sari buah pala dan teh hijau (Camellia sinensis) terhadap aktivitas antioksidan, pH, total asam tertitrasi (TAT), dan karakteristik organoleptik kombucha. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu kombinasi konsentrasi sari buah pala dan teh hijau dengan lima taraf perlakuan: A1 (0%:100%), A2 (5%:95%), A3 (10%:90%), A4 (20%:80%), dan A5 (30%:70%) (v/v). Fermentasi dilakukan selama 8 hari pada suhu ruang. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH (IC₅₀), sedangkan data parametrik dianalisis dengan ANOVA dan data nonparametrik dengan uji Kruskal–Wallis (α = 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi sari buah pala berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap aktivitas antioksidan dan total asam tertitrasi, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pH kombucha. Nilai IC₅₀ terendah diperoleh pada perlakuan A5 sebesar 56,50 ppm, menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi. Nilai total asam tertitrasi tertinggi diperoleh pada perlakuan A3 sebesar 0,75%. Uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan A2 memiliki tingkat penerimaan tertinggi oleh panelis. Berdasarkan uji efektivitas, perlakuan terbaik adalah A2 (5% sari buah pala : 95% teh hijau), karena memberikan keseimbangan optimal antara aktivitas antioksidan, karakteristik kimia, dan penerimaan sensoris