Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
Not a member yet
    12667 research outputs found

    Pemanfaatan Prediksi Klaim Rasio Berbasis Data Historis untuk Mendukung Penyesuaian Premi Asuransi Kesehatan

    Full text link
    Ketidaktepatan penetapan premi pada produk asuransi kesehatan, khususnya asuransi kesehatan kumpulan yang diterbitkan dalam bentuk polis kelompok bagi perusahaan atau organisasi, dapat menyebabkan peningkatan klaim rasio dan menurunnya profitabilitas perusahaan asuransi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan pendekatan prediksi berbasis data historis sebagai alat bantu dalam penyesuaian premi dan pengelolaan klaim. Data yang digunakan mencakup informasi premi, klaim, dan profil peserta asuransi kesehatan kumpulan pada salah satu perusahaan asuransi di Indonesia. Model prediksi digunakan untuk mengestimasi klaim rasio pada saat pembaruan polis, kemudian hasilnya dimanfaatkan dalam simulasi penyesuaian premi agar berada pada rentang klaim rasio yang ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan prediktif mampu memberikan estimasi klaim rasio yang konsisten dengan kondisi aktual serta dapat digunakan sebagai dasar pendukung pengambilan keputusan penyesuaian premi. Selain itu, hasil prediksi juga memberikan informasi awal untuk mengidentifikasi profil peserta dengan risiko klaim tinggi sehingga mendukung pengelolaan klaim yang lebih terarah. Secara keseluruhan, pemanfaatan prediksi klaim rasio berbasis data historis dapat menjadi alat pendukung yang efektif dalam proses penyesuaian premi dan pengelolaan klaim, sehingga membantu perusahaan asuransi mengelola risiko secara lebih proaktif dan menjaga keseimbangan antara premi dan klaim

    Analisis Pengaruh Faktor Individu dan Faktor Organisasi pada Persepsi Risiko Keselamatan Pekerja Unit Precast PT X Tahun 2025

    Full text link
    Konstruksi berbasis precast memiliki karakteristik risiko keselamatan yang spesifik akibat kompleksitas aktivitas kerja dengan tingkat risiko keselamatan yang tinggi. Namun, kajian keselamatan kerja pada sektor precast masih relatif terbatas dibandingkan konstruksi secara umum. Dalam konteks tersebut, persepsi risiko keselamatan pekerja menjadi aspek penting karena berpengaruh terhadap kewaspadaan, pengambilan keputusan, dan perilaku keselamatan di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor individu dan faktor organisasi terhadap persepsi risiko keselamatan pekerja unit precast PT X. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan kuisioner kepada 281 pekerja di lima plant precast PT X. Faktor individu meliputi usia, pendidikan terakhir, pengalaman kerja, dan bagian pekerjaan, sedangkan faktor organisasi meliputi iklim keselamatan, beban kerja, dan pengalaman kecelakaan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunukan bahwa 58,4% pekerja memiliki persepsi risiko keselamatan yang baik, sementara 41,6% berada pada kategori buruk. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor individu dan organisasi berpengaruh signifikan terhadap persepsi risiko keselamatan. Dari faktor individu, bagian pekerjaan (p=0,000; OR=0,012) dan Pendidikan terakhir (p=0,045; OR=1,458) berpengaruh signifikan. Dari faktor organisasi, beban kerja (p=0,000; OR=5,118), iklim keselamatan (p=0,000; OR=3,211), dan pengalaman kecelakaan kerja (p=0,041; OR=0,056) juga menunjukan pengaruh signifikan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pelatihan K3 yang bersifat mendalam dan kontekstual, perbaikan iklim keselamatan melalui kepemimpinan transformatif, pengaturan beban kerja yang optimal, serta pengembangan sistem pelaporan kecelakaan yang transparan sebagai bentuk pembelajaran dalam meningkatkan persepsi risiko dan budaya keselamatan kerja di industri precast

    Implementasi Media Sosial sebagai Alat Transparansi dan Akuntabilitas Publik: Studi Kasus Instagram @Kemenag_bantul

    Full text link
    Penelitian ini membahas implementasi media sosial sebagai alat transparansi dan akuntabilitas publik dengan studi kasus akun Instagram @Kemenag_Bantul. Di era digital ini, media sosial menjadi sarana strategis untuk menjembatani kesenjangan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akun Instagram @Kemenag_Bantul digunakan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah di tingkat daerah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi digital, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan akun Instagram ini efektif dalam meningkatkan transparansi dengan menyajikan informasi secara visual dan interaktif. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal konsistensi pelayanan yang dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia. Kesimpulannya, meskipun ada tantangan dalam implementasinya, penggunaan Instagram sebagai alat transparansi dan akuntabilitas sudah menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan komunikasi publik dan responsibilitas pemerintah

    Secondary Osteosarcoma in Paget Disease: A Rare Case Report

    Full text link
    Osteosarcoma is a malignant bone tumor, which can develop with the formation of immature bone or osteoid. It most commonly affects in children and adolescents, while its occurrence in elderly patients is relatively rare. In elderly  patients, osteosarcoma can arise with paget’s disease, a condition characterized by abnormal bone remodeling.  This report presents an unusual case of osteosarcoma in elderly patients highlighting the importance of radiological and  biopsy evaluation in establishing the diagnosis.  A 66-year-old man presented with a history of a lump on the right lower extremity, present for the past ten years and  progressively enlarging over the last six months.  patient experienced pain both at rest and during movement. There was no history of trauma, falls, comorbidities or family history that were associated with disease. Plain radiographs, MRI, and needle biopsy were performed.  Imaging studies demonstrated bone destruction, periosteal reaction, soft tissue extension, and matrix ossification which are characteristic findings of osteosarcoma.  Pathological examination identified a  clusters and dispersed anaplastic cells with round-to-oval, pleomorphic, and hyperchromatic nuclei.  Incidence of osteosarcoma in elderly patients is rare and show a poorer prognosis than do children and adolescent patients. In this age group, osteosarcoma often arises as a secondary malignancy. Conditions such as Paget’s disease or prior malignancies are known contributors. Several predisposing factors for adult-onset osteosarcoma have been identified, including underlying genetic syndromes, benign bone lesions, and a history of radiation therapy or chemotherapy. Early diagnosis in older individuals is important often challenging due to atypical presentations, often leading to misdiagnosis or delayed recognition. In elderly patients, bone tumors require careful diagnostic workup. Plain radiography play central role in initial evaluation, MRI delineates soft tissue involvement and metastatic spread, and histopathology confirms the diagnosis

    Analisis Health Index Transformator Distribusi Inti Amorphous Untuk Penentuan Skala Prioritas Pemeliharaan Menggunakan Metode AHP-TOPSIS

    Full text link
    Amorphous core distribution transformers are increasingly adopted in PLN due to their superior magnetic efficiency and lower core losses. However, these transformers also have the risk of damage that can reduce the reliability of electricity distribution. This study aims to determine the parameter weightings for the Health Index (HI), develop an HI model based on the integrated Analytic Hierarchy Process (AHP) and Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), and generate a prioritized maintenance ranking for amorphous transformers. The AHP method was employed to calculate the weights of seven key diagnostic parameters, resulting in weights of physical condition (0.040), oil leakage (0.163), temperature (0.145), grounding (0.159), load imbalance (0.189), load profile (0.140), and noise level (0.164). Subsequently, TOPSIS was applied to rank 22 transformer units, showing that transformer BTDA110 achieved the highest maintenance priority (ranked 22 based on the lowest health index value), followed by GYPA110 and LITA110, whereas PTP110 held the lowest priority (ranked 1). These findings demonstrate that the combined AHP-TOPSIS approach effectively integrates real condition monitoring data into a quantitative decision-making framework, supporting strategic asset management. The practical implication of this study is the development of an adaptive maintenance prioritization scale, which is expected to enhance power delivery reliability, reduce the risk of transformer failure, and optimize operational expenditure for electric utilities

    Hubungan Pola Asupan Serat Dengan Status Gizi Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Remaja Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 39 Jakarta dan Tinjauannya Menurut Agama Islam

    Full text link
    Pendahuluan: Rendahnya pengetahuan gizi dan kebiasaan konsumsi serat menyebabkan banyak remaja mengalami ketidakseimbangan gizi yang tercermin dari nilai IMT. Asupan serat yang cukup dapat membantu menjaga berat badan ideal dan mencegah gangguan metabolik. Dalam pandangan Islam, menjaga keseimbangan gizi melalui konsumsi makanan berserat termasuk penerapan prinsip ḥifẓ al-nafs melalui konsumsi makanan halalan thayyiban. Metodologi : Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 50 responden siswa kelas X berusia 15 – 18 tahun di SMKN 39 Jakarta. Data diperoleh melalui kuesioner SQ-FFQ dan pengukuran antropometri untuk menghitung IMT. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (χ²) untuk mengetahui hubungan antara pola asupan serat dan status gizi berdasarkan IMT. Hasil : Rata-rata asupan serat sebesar 16,47 g/hari dengan 39 responden (78%) kategori kurang dan 11 responden (22%) kategori cukup. Rata-rata IMT 19,68 kg/m² dengan 23 responden (46%) underweight, 20 (40%) normal, dan 7 (14%) overweight. Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan serat dan status gizi berdasarkan IMT (p = 0,894). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi tentang serat (86%). Simpulan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara pola asupan serat dan status gizi berdasarkan IMT, namun peningkatan konsumsi serat penting untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan gizi. Perspektif Islam menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan seimbang dan konsumsi makanan halalan thayyiban

    Hubungan Kualitas Tidur dengan Status Gizi Berdasarkan IMT pada Remaja di SMK Negeri 39 Jakarta dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam.

    Full text link
    Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu keseimbangan hormon pengatur nafsu makan (leptin dan ghrelin), yang berpotensi memengaruhi status gizi dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Dalam perspektif Islam, menjaga kualitas tidur dan asupan gizi yang seimbang merupakan bagian penting dari upaya memelihara kesehatan sesuai ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi berdasarkan IMT pada remaja di SMK Negeri 39 Jakarta serta meninjaunya menurut pandangan Islam. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 52 siswa berusia 15–18 tahun yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari kuesioner PSQI untuk menilai kualitas tidur dan pengukuran antropometri untuk menghitung IMT. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher's Exact Test. Distribusi status gizi menunjukkan 36,5% responden ber-IMT normal, 36,5% underweight, dan 26,9% overweight. Pengetahuan tentang kualitas tidur tergolong baik pada 90,4% responden dan cukup pada 9,6%. Kualitas tidur dinilai baik pada 53,8% responden dan buruk pada 46,2%. Uji Chi-Square menghasilkan p = 0,587 (p > 0,05), sehingga tidak ada hubungan signifikan antara kualitas tidur dan status gizi. Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan status gizi berdasarkan IMT pada remaja di lokasi penelitian, namun tidur yang cukup tetap penting untuk menjaga keseimbangan hormon dan berat badan ideal. Perspektif Islam menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola tidur yang baik serta konsumsi makanan halal, thayyib, dan seimbang sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW

    Pendekatan Klinis dan Tantangan Tatalaksana Gangguan elektrolit pada Pasien Dewasa

    Full text link
    Elektrolit sangat penting untuk fungsi kehidupan dasar, seperti menjaga netralitas listrik dalam sel dan menghasilkan serta menghantarkan potensial aksi pada saraf dan otot. Ketidakseimbangan elektrolit adalah komplikasi umum dan berpotensi mengancam jiwa pada pasien yang sakit kritis, seringkali disebabkan oleh proses penyakit yang mendasarinya, intervensi terapeutik, atau kombinasi keduanya. Ketidakseimbangan elektrolit yang meliputi gangguan kadar natrium, kalium, kalsium, magnesium, dan fosfat, dapat secara signifikan memengaruhi fungsi sel, menyebabkan serangkaian gangguan metabolisme yang dapat memperburuk kondisi kritis pasien. prevalensi gangguan elektrolit menunjukkan angka yang signifikan dalam dunia medis, di mana gangguan natrium khususnya hiponatremia tetap mendominasi sebagai jenis ketidakseimbangan yang paling umum dengan prevalensi mencapai sekitar 44% di unit gawat darurat. Penanganan ketidakseimbangan elektrolit merupakan tantangan yang kompleks yang membutuhkan pemantauan yang cermat dan intervensi tepat waktu. Deteksi dini dan koreksi ketidakseimbangan ini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti aritmia jantung, gangguan neuromuskular, dan disfungsi ginjal. Tinjauan ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang strategi terkini untuk mendiagnosis dan mengelola ketidakseimbangan elektrolit pada pasien dewasa, dengan fokus pada praktik berbasis bukti terbaru

    Teknologi Terbaru Penanggulangan Badan Jalan Longsor dengan Konstruksi Sheetpile Berjoint

    Full text link
    The purpose of discovering the latest technology in the field of retaining walls is to effectively overcome the problem of subsidence and landslides on the road body located in the Cendana Resident 2 Housing Complex, Jalan Masjid, Ciateur Village, Serpong District, South Tangerang. The main problem found in the field is the occurrence of subsidence and landslides. The problem in the field is the narrow road leading to the project with a road width of only 2 meters, so it is necessary to think about an accountable and permanent solution, for that must be used reliable methods and capable construction technology to overcome these problems. This technology has never been used before, namely Flat Berjoint Sheetpile Construction. With the latest and newest technology, it is hoped that it can answer these geotechnical problems. In the future, this activity can encourage an increase in the quality of construction project implementation in Indonesia and expand the adoption of modern construction technology that is more sustainable and green construction

    Evaluasi Kegagalan Struktur Tower Rooftop Monopole Ketinggian 15 Meter Pada Bangunan Komersial

    Full text link
    Struktur menara monopole setinggi 15 meter di atap bangunan (rooftop) komersial mengalami kegagalan struktural, menimbulkan risiko keselamatan dan kerugian material. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama kegagalan tersebut dan merekomendasikan tindakan perbaikan yang tepat. EVALUASI dilakukan melalui kombinasi metode, meliputi: survei lapangan untuk mendokumentasikan kondisi aktual dan kerusakan yang terjadi, analisis kegagalan material melalui uji laboratorium (seperti uji kekencangan baut dan struktur beton gedung), serta pemodelan dan analisis struktur menggunakan perangkat lunak elemen hingga untuk memverifikasi kapasitas desain terhadap beban yang ada (beban angin, beban vertikal, dan beban tambahan lainnya). Hasil EVALUASI menunjukkan bahwa kegagalan terjadi akibat kombinasi beberapa faktor, termasuk kesalahan desain pada dimensi pondasi balok dengan sambungan dasar (base plate) yang tidak mampu menahan momen guling akibat penempatan angkur yang tidak sesuai dengan standar peraturan, serta adanya cacat material (korosi signifikan) pada bagian pangkal (angkur) tower. Analisis juga mengindikasikan bahwa pemasangan posisi angkur tower tidak terbungkus oleh beton dan tidak terikat pada tulangan struktur balok gedung turut berkontribusi pada keruntuhan. Studi ini menyimpulkan perlunya evaluasi ulang desain struktur balok gedung yang menopang tower secara menyeluruh, penggantian monopole seutuhnya, dan program pemeliharaan rutin untuk mencegah kegagalan serupa di masa mendatang

    5,770

    full texts

    12,667

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇