Syntax Literate - Jurnal Ilmiah Indonesia
Not a member yet
12667 research outputs found
Sort by
Pengaruh Struktur Modal, Keputusan Investasi dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Industri Rokok Periode 2020 – 2024)
Industri rokok di Indonesia merupakan sektor strategis dengan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara, namun dihadapkan pada dinamika regulasi, pergeseran preferensi konsumen, dan tekanan kesehatan yang memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Kondisi ini menuntut pengelolaan manajemen keuangan yang efektif untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membuktikan sejauh mana struktur modal, keputusan investasi, dan profitabilitas memengaruhi nilai perusahaan pada sektor industri rokok di Indonesia selama periode 2020–2024. Data penelitian bersumber dari laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada sektor industri rokok. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi data panel, yang dilengkapi dengan analisis statistik deskriptif, pemilihan model regresi (melalui uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier), serta pengujian hipotesis melalui uji kesesuaian model dan uji signifikansi parsial (uji t) menggunakan perangkat lunak E-Views 13. Temuan penelitian menunjukkan bahwa debt to equity ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara price earnings ratio (PER) dan return on equity (ROE) berpengaruh positif dan signifikan. Sebaliknya, debt to asset ratio (DAR) dan return on asset (ROA) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil ini mengimplikasikan pentingnya perhatian terhadap komposisi utang jangka panjang, pembentukan ekspektasi pertumbuhan laba, serta optimalisasi pengembalian terhadap ekuitas dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan di industri rokok
Evaluasi Integrasi AI-Based Competency Testing dalam Sistem Promosi Jabatan Kru Kapal Niaga: Perbandingan dengan Tes MSDC dan DISC terhadap Turnover Intention
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong transformasi sistem manajemen sumber daya manusia, termasuk dalam proses promosi jabatan di industri pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas AI-Based Competency Testing dalam promosi jabatan kru kapal niaga serta membandingkannya dengan metode konvensional MSDC (Management Skill Development Center) dan DISC Personality Test terhadap turnover intention. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 120 kru kapal niaga Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan uji perbandingan (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kru terhadap AI-Based Competency Testing berpengaruh paling signifikan dalam menurunkan turnover intention dibandingkan MSDC dan DISC. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi AI berpotensi meningkatkan objektivitas promosi jabatan serta mendukung retensi kru di sektor maritim
Identification Of Factors Influencing Customer’s Continuance Inten-tion In The Post-Adoption Phase Of A Cloud-Based Human Resource Management System
The advancements in information technology during the digital transformation era have encouraged organizations to adopt cloud-based systems to improve their operational efficiency, including in human resource management area. Human Resource Management Systems (HRMS) have become a critical component in enabling integrated automation of HR processes. PT XYZ, as a vendor providing cloud-based HRMS through its product HRTechIndo, has supported the digitalization of HR processes for various organizations in a Business-to-Business (B2B) setting. However, the stagnant customer retention rate that has always been below the target indicates system utilization that is not optimal. This condition requires attention, because low retention may hinder PT XYZ’s business sustainability, which relies on loyalty and long-term relationships with clients. This study aims to identify the factors influencing continuance intention in PT XYZ. The research model was developed by integrating the Expectation Confirmation Model (ECM) and the Technology-Organization-Environment (TOE) framework. PLS-SEM was employed to analyze data from 184 respondents representing 36 client organizations, supported by literature review and qualitative validation through interviews. The results show that confirmation, perceived usefulness, satisfaction, vendor service quality, and organizational fit significantly influence continuance intention. Meanwhile, cloud system quality indirectly affects continuance intention through satisfaction, and perceived value does not influence it significantly. These findings highlight that the continuance intention of HRTechIndo’s usage by clients is primarily driven by perceived benefits, post-adoption experience, vendor service quality, and alignment between the system and organizational processes
Penerapan Prinsip Hukum Internasional dan Urgensi Pemahaman English Law dalam Proyek Infrastruktur Antar Negara (Studi Normatif atas Proyek Konstruksi Berbasis Pembiayaan Asian Development Bank)
Cross-border infrastructure projects involve complex interactions between domestic legal systems, public international law, and transnational contractual frameworks. Such projects are commonly financed by multilateral development banks and implemented under international standard contracts, particularly FIDIC, which in practice are frequently governed or interpreted through English law principles. This article examines the application of international legal principles in cross-border infrastructure projects and analyzes the critical importance of English law literacy for public authorities and contractors originating from civil law jurisdictions. Using a normative juridical method with conceptual and comparative law approaches, this study demonstrates that the dominance of English law in FIDIC-based contracts and international dispute resolution mechanisms makes compliance with procedural doctrines—such as condition precedent, strict notice requirements, and the prevention principle—decisive for the success of contractual claims and risk management. Focusing on the normative framework of construction projects financed by the Asian Development Bank (ADB), the study concludes that a sound understanding of English law is not merely complementary but constitutes a strategic legal necessity for ensuring legal certainty, equitable risk allocation, and effective dispute resolution in cross-border infrastructure development
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Masyarakat Perkotaan Mengenai Penyakit Kelenjar Tiroid dan Diabetes Melitus di RW 10 Kelurahan Pancoran Mas Kota Depok dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
Gangguan kelenjar tiroid dan diabetes melitus merupakan penyakit endokrin dengan prevalensi tinggi yang berdampak besar terhadap kualitas hidup dan memerlukan deteksi dini serta penanganan yang tepat. Namun, rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan masih menjadi kendala dalam upaya pencegahan dan pengendalian kedua penyakit tersebut. Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan merupakan amanah dan bentuk syukur kepada Allah SWT melalui penerapan pola hidup seimbang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan masyarakat perkotaan terhadap penyakit kelenjar tiroid dan diabetes melitus serta meninjaunya berdasarkan pandangan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan metode quota sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan tingkat pengetahuan, serta bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penyakit kelenjar tiroid, paparan informasi (p = 0,003) dan riwayat penyakit tiroid dalam keluarga (p = 0, 043) berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat perkotaan, sedangkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, serta pengalaman tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, paparan informasi, pengalaman, dan riwayat penyakit diabetes melitus pada keluarga dengan tingkat pengetahuan masyarakat perkotaan. Tingkat pengetahuan masyarakat perkotaan mengenai penyakit kelenjar tiroid masih tergolong kurang, sedangkan pengetahuan mengenai diabetes melitus berada pada kategori bai
Evaluasi Kinerja Seismik dengan Metode Nonlinear Push Over Analysis (Studi Kasus Jembatan Rangka Baja Tipe Warren, Maluku)
Tingginya aktivitas seismik di Pulau Maluku, Indonesia, meningkatkan risiko kegagalan struktur pada jembatan yang merupakan infrastruktur penting untuk penanganan bencana dan perekonomian wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja seismik Jembatan Rangka Baja tipe Warren di Maluku dengan menggunakan metode Nonlinear Static Pushover Analysis. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter kinerja seperti drift ratio, demand capacity ratio (DCR), dan pengaruh sistem isolasi Lead Rubber Bearing (LRB). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pemodelan numerik pada software SAP2000 v24, mengacu pada standar FEMA 440 (2005) dan NCHRP Synthesis 440 (2013). Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur jembatan memiliki kinerja seismik yang sangat baik dengan drift ratio sebesar 0,89% (arah longitudinal) dan 0,26% (arah transversal), yang masih berada dalam batas kategori Fully Operational. Nilai DCR maksimum pada elemen struktur adalah 0,950, menunjukkan bahwa seluruh komponen masih dalam batas aman. Penggunaan sistem isolasi LRB memberikan kontribusi signifikan dengan meningkatkan periode fundamental struktur dari 1,2 detik menjadi 2,85 detik dan mereduksi gaya gempa hingga 40–50%. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa jembatan studi kasus memenuhi standar kinerja seismik untuk zona gempa 3 dan dapat dijadikan acuan dalam perencanaan jembatan tahan gempa di wilayah seismik aktif
Pengaruh Pemberian Multimodal Analgesia terhadap Kebutuhan Opioid dan Lama Rawat Inap pada Pasien Bedah Geriatri: Meta-Analisis
Penatalaksanaan nyeri pascaoperasi pada pasien bedah geriatri merupakan tantangan klinis karena meningkatnya risiko efek samping opioid dan komplikasi pascaoperasi. Multimodal analgesia dilaporkan mampu mengurangi kebutuhan opioid dan mempercepat pemulihan, namun bukti pada populasi geriatri masih terbatas dan heterogen. Meta-analisis ini bertujuan mengevaluasi efektivitas multimodal analgesia dibandingkan analgesia standar dalam menurunkan kebutuhan opioid dan lama rawat inap pada pasien bedah geriatri. Pencarian sistematis dilakukan pada PubMed, Cochrane Central, Web of Science, dan Scopus untuk publikasi periode Januari 2015–Desember 2024. Kriteria inklusi meliputi uji acak terkontrol (RCT) pada pasien berusia ≥65 tahun yang menjalani pembedahan elektif dengan intervensi multimodal analgesia. Outcome primer adalah kebutuhan opioid dan lama rawat inap, dengan penilaian risiko bias menggunakan Cochrane Risk of Bias 2 dan analisis menggunakan model efek acak. Dari 847 artikel yang diidentifikasi, lima RCT dengan total 494 partisipan memenuhi kriteria inklusi. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa multimodal analgesia secara signifikan menurunkan kebutuhan opioid (MD = −3,5 mg), memperpendek lama rawat inap (MD = −0,8 hari), menurunkan skor nyeri 24 jam, serta mengurangi insiden delirium dan postoperative nausea and vomiting (PONV). Kualitas bukti dinilai moderat untuk kebutuhan opioid dan rendah untuk lama rawat inap. Disimpulkan bahwa multimodal analgesia efektif dalam mengurangi kebutuhan opioid, mempercepat pemulihan, dan menurunkan komplikasi pascaoperasi pada pasien bedah geriatri. Pendekatan ini layak dipertimbangkan sebagai standar perawatan pada populasi usia lanjut
Empowering Rural Faith Communities Through Contextual Catechesis
This study investigates the empowering role of contextual catechesis in strengthening rural faith communities, drawing on qualitative research conducted in Stasi Rondo Woing, Sita Parish, Diocese of Ruteng, Indonesia. Data obtained through interviews, observations, and documentation reveal significant challenges, including limited trained catechists, low parishioner participation, insufficient structural support, irregular catechetical practices, and geographic as well as infrastructural constraints. Despite these barriers, the findings highlight substantial opportunities such as strong communal values, openness to faith formation, the presence of committed local leaders, and available pastoral support from parish and diocesan structures. The analysis demonstrates that contextual catechesis—rooted in local culture, adapted to socio-economic realities, and implemented through participatory approaches like Christian Based Communities and family-based catechesis—can enhance engagement, deepen faith understanding, and foster sustainable community formation. The study concludes that contextualized pastoral strategies are essential for empowering rural Catholic communities and ensuring the long-term vitality of their faith life
Peran Hukum Sebagai Instrumen Pengendali Sosial Dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi Digital
Penelitian ini membahas peran hukum sebagai instrumen pengendali sosial dalam menghadapi disrupsi teknologi digital di Indonesia. Perkembangan teknologi digital, termasuk artificial intelligence (AI), big data, blockchain, dan sistem pengawasan digital, telah mengubah tatanan sosial, politik, dan mekanisme kontrol sosial secara cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dan konseptual melalui studi kepustakaan (library research) terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan dokumen resmi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum tetap memiliki peran strategis sebagai pengendali sosial, tetapi efektivitasnya bergantung pada kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi, legitimasi sosial, transparansi, dan perlindungan hak asasi manusia. Regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP 2022), UU ITE 2008 beserta perubahan UU 1/2024, dan peraturan terkait sistem elektronik menjadi instrumen penting dalam menyeimbangkan kontrol sosial dan hak individu. Selain berfungsi sebagai pengendali, hukum juga berperan sebagai pengarah pembangunan sosial dan ekonomi digital yang berkeadilan. Penelitian ini menekankan pentingnya hukum yang adaptif, etis, dan kontekstual agar perkembangan teknologi digital dapat dimanfaatkan secara aman, adil, dan bermanfaat bagi masyarakat luas
Analisis Komparatif Akurasi Model Altman, Springate, Zmijewski, dan Grover dalam Memprediksi Financial Distress pada Perusahaan Subsektor Perangkat Lunak dan Jasa TI
Perkembangan pesat sektor teknologi informasi di Indonesia mendorong meningkatnya jumlah perusahaan subsektor perangkat lunak dan jasa teknologi informasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Meskipun memiliki potensi pertumbuhan tinggi, sektor ini juga menghadapi tekanan profitabilitas, volatilitas harga saham, serta peningkatan risiko financial distress akibat struktur aset tidak berwujud dan ketergantungan pada pendanaan eksternal. Kondisi tersebut menuntut penggunaan model prediksi financial distress yang akurat dan sesuai dengan karakteristik industri teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat akurasi model Altman Z-Score, Springate Score, Zmijewski Score, dan Grover Score dalam memprediksi financial distress pada perusahaan subsektor perangkat lunak dan jasa teknologi informasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan selama periode pengamatan penelitian. Analisis dilakukan melalui perhitungan skor masing-masing model, pengujian perbedaan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank test, serta pengukuran tingkat akurasi menggunakan confusion matrix dan uji McNemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara seluruh pasangan model prediksi financial distress. Model Altman memiliki tingkat akurasi tertinggi dibandingkan model lainnya, sementara model Springate berada pada posisi menengah. Model Grover dan Zmijewski menunjukkan kecenderungan yang lebih konservatif dengan tingkat akurasi yang relatif lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak terdapat satu model yang sepenuhnya unggul, sehingga penggunaan beberapa model secara simultan disarankan untuk memperoleh penilaian risiko financial distress yang lebih komprehensif pada sektor teknologi informasi