Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    PENINGKATAN PENGETAHUAN SEKSUAL MELALUI EDUKASI HUMAN STANDY (HUDY) PADA ANAK SD USIA 7-8 TAHUN

    No full text
    Latar Belakang: tingginya kasus kejahatan seksual yang dialami oleh anak-anak, dimana menurut data KPAI tahun 2022 menunjukkan terdapat 4.683 laporan yang masuk ke sistem pengaduan, baik pengaduan langsung dan tidak langsung (melalui surat dan email), online dan media. Klaster yang paling banyak dilaporkan adalah kasus Perlindungan Khusus Anak (PKA) dengan total 2.133 kasus. Kasus yang paling banyak dilaporkan adalah kejahatan seksual terhadap anak, yakni sebanyak 834 kasus. Data ini menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia rentan menjadi korban kejahatan seksual, apapun keadaan, situasi dan kondisinya. Kekerasan seksual terjadi di lingkungan keluarga dan diberbagai lembaga pendidikan, baik sekolah agama maupun umum. Tujuan: mengetahui Pengaruh Penggunaan “Hudy” Sebagai Alat Peraga Edukatif Pendidikan Seksual Pada anak usia 7-8 tahun di Wilayah Kerja SDN Darmaraja 1”. Metode: penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan desain pretest posttest 1 kelompok. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 90 orang. Hasil: menunjukkan adanya pengaruh penggunaan APE “Hudy” terhadap pengetahuan pendidikan seksual anak usia 7-8 tahun(p=0,000). Kesimpulan: Alat Peraga Edukatif Hudy berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan anak usia 7-8 tahun mengenai pendidikan seksual

    IDENTIFICATION OF PREPAREDNESS AT GRAHA BUNDA GENERAL HOSPITAL IN DEALING WITH DISASTERS BASED ON HOSPITAL SAFETY INDEX

    Full text link
    Indonesia as a country with a high level of disaster vulnerability requires optimal preparedness from all health service facilities, including hospitals. In this context, hospital preparedness is a crucial aspect to ensure the continuity of medical services in the event of a disaster. This study aims to evaluate the level of preparedness of Graha Bunda General Hospital in dealing with disasters based on the Hospital Safety Index (HSI) developed by WHO. The method used is a descriptive qualitative approach through in-depth interviews, field observations, and documentation studies of five key informants. The assessment was carried out on four main components: hazard preparedness, structural safety, non-structural safety, and emergency and disaster management. The results showed that the overall HSI score was at 73%, classified as category A, which reflects good general preparedness. The non-structural safety and emergency management components each obtained a score of 86% (category A), indicating high readiness in supporting the continuity of medical services during disasters. However, hazard preparedness (64%) and structural safety (57%) are still in category B, indicating the need to improve physical infrastructure and risk mitigation systems. This study recommends strengthening the early detection system, evaluation and strengthening of building structures, and continuous training for all hospital staff to improve overall preparednes

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA IBU HAMIL

    Full text link
    Latar belakang : Kehamilan merupakan proses yang menyebabkan berbagai perubahan fisiologis seperti perubahan fisik, psikis, hormonal, sistem respirasi, dan sistem pencernaan yang kadang menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu hamil. Perubahan hormonal ini sering diikuti oleh perubahan emosional, yang dapat menyebabkan kecemasan hingga depresi. Tujuan : Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada ibu hamil di PMB Yuni Nur Astuti, Sukoharjo. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data triangulasi, yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 4 pasang informan utama dan kunci serta 1 informan pendukung. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Usia ibu hamil berpengaruh terhadap kecemasan, 2) Tingkat pendidikan mempengaruhi kecemasan ibu hamil, 3) Status ekonomi memiliki pengaruh terhadap kecemasan ibu hamil, 4) Dukungan suami, keluarga, dan tenaga kesehatan berpengaruh signifikan dalam mengurangi kecemasan ibu hamil, sementara dukungan lingkungan sekitar tidak berpengaruh, dan 5) Paritas juga berpengaruh terhadap kecemasan ibu hamil. Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa program edukasi dan konseling serta dukungan emosional yang komprehensif dari keluarga dan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mengurangi kecemasan ibu hamil

    Daya Terima Donat Kentang Dengan Penambahan Tepung Cangkang Telur Ayam

    No full text
    Meningkatnya konsumsi telur di Indonesia mengakibatkan limah cangkang telur yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Cangkang telur diketahui mengandung 97% kalsium. Salah satu cara agar masyarakat dapat memanfaatkan cangkang telur adalah dengan cara melakukan penambahan cangkang telur yang telah dihaluskan ke dalam makanan yaitu donat kentang. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini untuk mengetahui daya terima donat kentang dengan penambahan tepung cangkang telur ayam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan melakukan penambahan tepung cangkang telur ayam pada donat kentang sebanyak 0 g, 10 g, 15 g dan 20 g kemudian dilakukan uji Organoleptik pada 30 panelis terlatih. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif mengunakan uji Kruskal Wallis. Didapatkan nilai p (p-value) sebesar 0,000 yang artinya terdapat pengaruh antara penambahan tepung cangkang telur dengan daya terima rasa, warna, aroma, tekstur, dan keseluruhan donat kentang pada setiap formulasi. Formulasi dengan nilai rata-rata daya terima tertinggi adalah dengan penambahan sebanyak 10 g.

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 6-11 Bulan di Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik

    No full text
    Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan fase penting bagi tumbuh kembang bayi karena gangguan gizi pada masa ini dapat berdampak negatif terhadap perkembangan otak, pertumbuhan fisik, dan fungsi metabolisme tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6-11 bulan di Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif observasional analitik. Responden penelitian ini sebanyak 47 ibu bayi beserta bayi berusia 6-11 bulan menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh antara faktor riwayat ASI eksklusif, riwayat kelahiran BBLR, pemberian MP-ASI, dukungan suami, dukungan keluarga, pengetahuan gizi ibu, dukungan tenaga kesehatan, dan kondisi psikologis ibu dengan pertumbuhan bayi. Sedangkan, terdapat pengaruh antara faktor kondisi psikologis ibu (p=0,033), pengetahuan gizi ibu (p=0,027), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,029) dengan perkembangan bayi. 

    PENGARUH VIDEO ANIMASI TERHADAP PERILAKU MAKAN PADA ANAK PRASEKOLAH YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RUANG ANAK RSUD DR SOEDARSO PONTIANAK

    Full text link
    ABSTRACT Hospitalization is a special or emergency situation that requires a child to remain in the hospital and get treatment from a doctor until allowed to return home. The purpose of this study was to identify the effect of animated videos on eating behavior of preschool children undergoing hospitalization in the Children's Room of RSUD dr. Soedarso Pontianak. The design of this study was a quasi experiment, the population of this study was parsekolah children with a sample size of 68 respondents divided into 34 intervention groups and 34 control groups The sampling technique was consecutive sampling. The instrument used was the CEBQ questionnaire, univariate data analysis using mean distribution, bivariate analysis using paired t-test for the same group and independent t- test for different groups. The mean eating behavior of the control group pre test and post test was -0.16. The paired t-test results obtained a p-value of 0.000 and the independent t-test results with a p-value of 0.000. The conclusion of this study is that there is an effect of animated videos on the eating behavior of preschool children who undergo hospitalization in the Children's Room of RSUD dr. Soedarso Pontianak. There is an influence of animated videos on the eating habits of preschool children. ABSTRAKHospitalisasi adalah keadaan khusus yang mengharuskan seorang anak tetap di rumah sakit dan mendapatkan perawatan dari dokter sampai diperbolehkan kembali ke rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh video animasi terhadap perilaku makan anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi di Ruang Anak RSUD dr Soedarso Pontianak. Desain penelitian ini adalah quasi experiment, populasi penelitian ini adalah anak prasekolah dengan besar sampel 68 responden yang terbagi 34 kelompok intervensi dan 34 kelompok kontrol. Teknik sampling penelitian ini adalah consecutive sampling. instrumen yang digunakan adalah kuesioner CEBQ, analisis data univariat menggunakan distribusi rerata, analisis bivariat menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian ini didapatkan rerata perilaku makan pre test dan post test -0,16. Hasil uji paired t-test didapatkan p-value 0,000 dan hasil uji independent t-test dengan p-value 0,000. Pada penelitian ini terdapat pengaruh video animasi terhadap perilaku makan anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi di ruang anak RSUD dr Soedarso Pontianak. Terdapat pengaruh video animasi terhadap perilaku makan anak pra-sekolah.Kata kunci: Hospitalisasi, Perilaku Makan, Video Animas

    Perkembangan Minuman Teh Bunga Gemitir Sebagai Sumber Antoksidan

    No full text
    Minuman teh bunga gemitir dengan penambahan madu salah satu produk fungsional yang terus berkembang dan kaya antioksidan saat ini adalah minuman teh herbal. Teh herbal merupakan salah satu jenis minuman herbal yang terbuat dari daun, biji, bunga atau akar berbagai tanaman. Minuman ini memiliki aroma dan rasa yang khas dengan kandungan komponen bioaktifnya yang bermanfaat baik bagi kesehatan dan disukai oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan minuman teh bunga gemitir sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini merupakan jenis eksprimental murni dengan rancangan acak lengkap menggunakan 3taraf perlakuan. Proses pembuatan dimulai dengan pengeringan bunga, proses penyeduhan untuk menyeduh minuman teh bunga gemitir terbaik dilakukan uji oragnoleptik. Hasil teh bunga gemitir terbaik dianalisis kandungan betakaroten dan antioksidan uji organoleptiknya. Hasil menunjukkan bahwa F1 terpilih berdasarkan metode perbandingan eksponensial (MPE), teh bunga gemitir dengan formula F1 memiliki kandungan karotenoid 0,002 mg/dL dan kandungan antioksidan 93,35 mg/dL. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa teh bunga gemitir  dengan formula F1 memiliki kandungan karotenoid dan antioksida

    Frekuensi Konsumsi Pangan Sumber Zat Besi Serta Pangan Pendukung dan Penghambat Penyerapannya pada Remaja Putri

    Full text link
    Anemia defisiensi besi pada remaja putri berdampak pada kualitas hidup dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini menganalisis frekuensi konsumsi pangan sumber, pendukung, dan penghambat zat besi dan kaitannya dengan kadar hemoglobin pada 120 siswi kelas 11 di Cianjur. Data dikumpulkan melalui food frequency questionnaire dan finger prick blood test, lalu dianalisis dengan uji t dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan 23,5% responden mengalami anemia. Ayam dan telur menjadi sumber zat besi hewani utama, serta kangkung dan bayam sebagai sumber nabati. Konsumsi pangan pendukung penyerapan zat besi masih rendah, sementara teh dan kopi yang menghambat penyerapan zat besi cukup sering dikonsumsi. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara pola konsumsi dan kadar hemoglobin, kecuali pada jambu biji. Perbedaan antara kelompok dengan anemia dan kelompok dengan kadar hemoglobin normal tidak berbeda secara signifikan, tetapi kelompok kadar hemoglobin normal cenderung memiliki pola makan lebih baik. Diperlukan strategi peningkatan konsumsi zat besi heme dan edukasi pola makan yang mendukung penyerapan zat besi

    Analisis Formulasi Enteral Bubuk Berbasis Tepung Tempe Dan Tepung Wortel Sebagai Inovasi Untuk Pasien Stroke

    Full text link
    Stroke is the leading cause of death and disability worldwide. One important nutritional intervention is the provision of enteral formulas, which can be made from local food ingredients such as tempeh and carrots. This study aims to evaluate the organoleptic aspects, nutritional content, and viscosity of enteral powder formulas based on tempeh flour and carrot flour. The method used is an experiment with three treatments: F1 (22:7), F2 (17:12), and F3 (19:10). The statistical analysis applied includes One Way ANOVA for energy, fat, and carbohydrate variables, as well as the Kruskal-Wallis test for protein variables and organoleptic tests. The results show significant differences in organoleptic tests (aroma: p=0.000; taste: p=0.000), viscosity (flowability: p=0.006), and nutritional content (energy: p=0.007; carbohydrates: p=0.029) with p 0.05. The formulation with the best organoleptic test is found in F2, while the formula with the highest energy density is found in F

    Paritas Berhubungan dengan Riwayat Pemberian ASI eksklusif pada Balita Stunting

    No full text
    Stunting adalah permasalahan gizi yang persentase angka kejadiannya masih tergolong tinggi. ASI eksklusif berkontribusi memenuhi kebutuhan asupan gizi bayi, yang berefek pada tumbuh kembang serta imunitas tubuh bayi. Balita yang mengalami stunting cenderung tidak menerima ASI eksklusif. Faktor yang mempengaruhi terlaksanya pemberian ASI eksklusif adalah paritas dan jenis persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan jenis persalinan dengan riwayat pemberian ASI eksklusif pada balita stunting. Penelitian ini termasuk penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah 50 ibu dengan balita stunting di wilayah Kota Semarang. Data yang diambil berupa riwayat pemberian ASI Eksklusif, paritas, jenis persalinan, usia ibu, pekerjaan, dan pendidikan. Analisis dilakukan dengan uji fisher exact untuk mengetahui hubungan antar variabel. Sejumlah 13 ibu (26,0%) tidak memberikan ASI eksklusif, 34 ibu (68,0%) seorang multipara, 20 ibu (40,0%) melahirkan secara caesar, 16 ibu (32,0%) usia berisiko, 36 ibu (72,0%) tidak bekerja, dan 14 ibu (28,0%) berpendidikan rendah. Terdapat hubungan paritas dengan pemberian ASI eksklusif (p=0,002), sedangkan jenis persalinan, usia, pendidikan, dan pekerjaan tidak berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dan riwayat pemberian ASI eksklusif pada balita. Tidak ada hubungan antara jenis persalinan normal dan persalinan caesar dengan pemberian ASI eksklusif pada balita

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇