Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    Hubungan PMT dengan Status Balita Gizi Kurang di Puskesmas Mlati 1 Sleman

    No full text
    Masalah gizi kurang dan gizi buruk pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu upaya pemerintah mengatasi masalah ini adalah menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara pemberian PMT dan perubahan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Mlati 1. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 88 balita berusia 6–59 bulan yang menerima intervensi PMT selama 56 hari. Data terkait praktik pemberian PMT diperoleh dari observasi dan laporan kader posyandu mengenai kepatuhan balita dalam mengonsumsi PMT di rumah. Status gizi balita diukur menggunakan indikator antropometri Z-score berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB) yang didasarkan pada data medis sebelum dan setelah intervensi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada status gizi balita, nilai rata-rata Z-score BB/TB -2,37 sebelum intervensi menjadi -1,45 setelah intervensi (p = 0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa PMT efektif memperbaiki status gizi balita. Disarankan agar program PMT dilaksanakan dengan lebih optimal melalui peningkatan peran kader, edukasi bagi orang tua, serta pemantauan rutin agar perbaikan status gizi dapat berlanjut dan memberikan dampak yang positif dalam jangka panjang

    Identifikasi Merkuri Pada Produk Pemutih di Kota Bekasi

    Full text link
    The BPOM regulations prohibit the use of mercury in cosmetics. Previous studies have reported mercury compounds in illegal skin-whitening products widely used by the public. This study aimed to identify mercury in facial whitening products circulating in the districts of Pondok Gede, Pondok Melati, and Jatiasih in Bekasi City. The study also traced distribution sites and recorded the presence or absence of BPOM registration numbers on products containing mercury. A descriptive study was conducted on 25 brands of facial whitening products. Qualitative mercury analysis was carried out using KI, NaOH, and the amalgam test. Testing was conducted from July to December 2024 at the Chemistry Laboratory of Poltekkes Jakarta III. Samples were considered positive if all three tests showed indicative color changes. The results showed that 12 brands (48%) contained mercury, and none had BPOM registration numbers. These products were obtained from terminals (16%), drugstores (12%), markets (12%), and plazas (8%), with none found in pharmacies. Meanwhile, 13 brands (52%) did not contain mercury, and all had BPOM registration numbers. A correlation was observed between mercury content and the presence of BPOM registration numbers. In conclusion, illegal cosmetics require serious attention due to potential mercury contamination. Terminals, markets, drugstores, and plazas were common distribution sites for these products. Consumers are advised to check the BPOM registration number before purchasing facial whitening products

    EFEKTIVITAS PEMBERIAN EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL MENGENAI SENAM DYSMENORRHEA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG SENAM DYSMENORRHEA

    Full text link
    Latar belakang : Meningkatnya kasus Dysmenorrhea yang terjadi mengakibatkan remaja putri mengkonsumsi obat secara terus menerus untuk mengatasi nyeri dysmenorrhea.  Hal ini menimbulkan efek samping yang merugikan tubuh. Alternatif lainnya yaitu senam dysmenorrhea. Tujuan : Untuk menganalisa keefektivitasan pemberian edukasi menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang senam dysmenorrhea. Metode : menggunakan rancangan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswi kelas VII dan VIII dengan sampel sebanyak 145 responden. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner dalam bentuk  google form. Analisa data menggunakan Wilcoxon Rank-Test. Hasil : Pengetahuan dan sikap responden sebelum diberikan edukasi kesehatan dengan media Audio Visual menunjukkan responden memiliki pengetahuan (50.3%) dan sikap (71.7%) dalam kategori baik. Pengetahuan dan sikap responden setelah diberikan edukasi kesehatan dengan media Audio Visual menunjukkan remaja responden memiliki pengetahuan (100%) dan sikap (100%) dalam kategori baik. Edukasi kesehatan dengan media Audio Visual efektif digunakan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap responden tantang senam dysmenorrhea  dengan p-value<0,05. Simpulan : Edukasi dengan media Audio Visual mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang senam dysmenorrhea. Diharapkan remaja putri mampu melakukan senam dysmenorrhea untuk mengatasi masalah dysmenorrhea

    Analisis Daya Terima Dan Proksimat Mie Instan Tepung Tulang Ikan Tenggiri (Scomberomorus Lineeolatus) Dengan Penambahan Labu Kuning (Cucurbita Moschata

    No full text
    Mie merupakan salah satu jenis makanan yang berbahan dasar tepung terigu dan telah dikenal berbagai kalangan masyarakat. Mie instan sangat diminati oleh masyarakat, Untuk meningkatkan nilai gizi pada mie instan maka diperlukannya bahan alternatif dalam pengolahan mie seperti tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning. Tujuan penelitian: mengetahui daya terima mie terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur mie instan tepung tulang ikan tenggiri dengan penambahan labu kuning dengan konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian: penelitian ini mengunakan desain penelitian eksperimen yaitu pembuatan mie instan tepun tulang ikan untuk mengetahui daya terima panelis menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian: dari hasil uji organoleptik menyatakan ada pengaruh penambahan formulasi tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning terhadap aroma,rasa,tekstur mie instan. produk mie instan yang paling diterima baik dari warna, aroma, rasa dan tekstur terdapat pada perlakuan F1 (5 : 15) dengan hasil uji proksimat kadar protein (9,65%), kadar lemak (21,13%), karbohidrat (57,05%), kadar air (6,71%), kadar abu (3,38%), kalsium (6,45%). Kesimpulan: formulasi mie yang paling diterima adalah F1, ada pengaruh penambahan formulasi tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning terhadap aroma,rasa,tekstur pada mie instan

    Perbedan Pola Pemberian Makan dan ASI Eksklusif pada Balita Stunting dan Non-Stunting Usia Usia 6-59 Bula Desa Wedoroanom Driyorejo Gresik

    No full text
    Stunting adalah bentuk kekurangan gizi kronis yang dapat berpengaruh padatumbuh kembang anak. Pola pemberian makan dan riwayat ASI Eksklusifdiduga berperan penting terhadap terjadinya kondisi tersebut. Penelitian inidilakukan dengan tujuan untuk menganalisis perbedaan pola pemberian makan dan riwayat ASI Eksklusif pada balita stunting dan non-stunting usia 6-59 bulan di Desa Wedoroanom, Driyorejo, Gresik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain case control. Populasi terdiri dari anak stunting (kasus) dan anak non stunting (kontrol). Jumlah sampel sebanyak 50 masing-masing terdiri dari 25 anak stunting dan 25 anak non stunting, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan data dari Puskesmas Driyorejo Gresik. Data pola pemberian makan dan riwayat ASI Eksklusif diperoleh melalui Child Feeding Questionnaire (CFQ) dan kuesioner ASI Ekslusif. Data dianalisis menggunakan uji Fhishers Exact Test dan uji Chisquare. Ditemukan sebanyak 8 (32%) balita stunting dengan pola pemberianmakan tidak tepat dan 25 (100%) balita non stunting dengan pola pemberianmakan tepat. Sementara itu, ditemukan sebanyak 19 (76%) balita stunting tidak mendapatkan ASI Eksklusif dan 17 (68%) balita non stunting mendapatkan ASI Eksklusif. Temuan pada penelitian ini mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara balita stunting dan non stunting dalam hal pola pemberian makan (p = 0,004), serta ASI Eksklusif (p = 0,002). Hasil ini menekankan bahwa pola pemberian makan dan ASI Eksklusif termasuk ke dalam determinan penting yang berperan menentukan status gizi balita

    The Effect of Antihypertensive Drugs (Diuretic, Non-Diuretic Types) on Serum Electrolyte Levels (Na+, K+, Cl-) in Hypertensive Patients

    No full text
    Hypertension is one of the most common cardiovascular diseases and is still a major problem in the world. The prevalence of hypertension continues to increase every year, especially increasing most rapidly in developing countries (80% in the world). Treatment of hypertension is adjusted to the results of the examination, the cause and the patient's health condition. Antihypertensive drugs are divided into diuretic and non-diuretic types. This study aims to evaluate the effect of antihypertensive drugs on serum electrolyte levels in hypertensive patients. This type of study is observational analytic with a cross-sectional approach, on the effect of diuretic and non-diuretic antihypertensive drugs on hypertensive patients with a sample population of 30 samples. The method of examining the levels of electrolytes Na +, K +, Cl- is Ion selective electrolyte (ISE) with the provisions of normal sodium values of 135-145 mmol / L, potassium 3.5-5.5 mmol / L, chloride 94-110 mmol / L. The results of statistical tests showed that the average value of those consuming diuretic antihypertensive drugs was 141.06 mmol/L sodium, 4.27 mmol/L potassium, 106.55 mmol/L chloride and those consuming non-diuretic antihypertensive drugs were 137.89 mmol/L potassium, 4.08 mmol/L chloride 102.29 mmol/L. From the results of the Kruskal Wallis test, the p-value for sodium levels was 0.164, potassium 0.221, chloride 0.046, which means that there is no effect on hypertensive patients consuming diuretic and non-diuretic antihypertensive drugs on serum electrolyte levels of sodium, potassium, but there is a significant effect on chloride levels.

    PENERAPAN MEDIA VIDEO PENGETAHUAN GIZI DAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI KELURAHAN PARIT MAYOR KOTA PONTIANAK

    Full text link
    Anemia that commonly occurs during pregnancy, namely iron deficiency anemia during pregnancy, is used as a substance that forms the placenta and red blood cells. In detail, the distribution of iron in the body of pregnant women includes distribution to the fetus of 300 mg, development of the placenta of 50-75 mg, maintaining the number of red blood cells of 450 mg, and use during childbirth of 200 mg. The aim of the activity is to increase pregnant women's knowledge about anemia and increase the hemoglobin and Hb levels of pregnant women after being given counseling using video media. The method of implementing the activity was assessing knowledge and checking Hb levels before and after counseling using video media with a total of 37 pregnant women. Counseling is carried out 3 times over 3 months and is continued with monitoring and evaluating the diet of pregnant women. As a result of the activity, there was a change in the average knowledge of pregnant women before it was 73 and after the counseling there was an increase of 84 points. Likewise, the Hb level of pregnant women before counseling was 12.32 mg/day after counseling there was an increase, namely 12.52 mg/day, although there was a slight change, there was an increas

    PHOENIX DACTYLIFERA DAN NIPPLE MASSAGE TERHADAP PERCEPATAN KALA I PERSALINAN

    Full text link
    Latar Belakang: Persalinan lama merupakan salah satu faktor risiko terjadinya laserasi perineum yang bisa menyebabkan perdarahan, sehingga erat kaitannya dengan morbiditas pada ibu dan bayi. Hasil studi literatur review untuk meningkatkan kontraksi uterus, melunakkan serviks dan membantu proses awal persalinan dengan pemberian phoenix dactylifera atau nipple massage. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian phoenix dactylifera dan nipple massage dengan percepatan kala I persalinan. Metode: Penelitian eksperimen kuasi dengan post test control group design ini dilakukan pada April- Oktober 2019. Sampel 140 ibu bersalin dengan purposive sampling dibagi menjadi 4 kelompok (35 responden kurma, 35 responden nipple massage, 35 responden kurma dan nipple massage, dan 35 responden asuhan standar). Teknik analisis multivariat yang digunakan adalah Kruskal-wallis. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan lama kala I persalinan dengan pemberian nipple massage, kurma dan kombinasi nipple massage dan kurma (signifikansi 0.009 < 0.01). Rerata waktu kala I persalinan kelompok : kurma (31,29 menit),  kombinasi kurma dan nipple massage (12,56 menit), dan nipple massage (6,96 menit) lebih cepat dari kelompok kontrol. Kesimpulan: Pemberian phoenix dactylifera dan nipple massage secara signifikan mempercepat pembukaan dan lama kala I persalinan. Asuhan ini berpotensi sebagai upaya preventif kasus partus lama dan menurunkan kebutuhan induksi persalinan

    PENGARUH TEMPERATUR DAN LAMA PENYAJIAN TERHADAP PH SUSU FORMULA (6-12 BULAN)

    Full text link
    Latar Belakang: Susu formula sering diberikan kepada bayi sebagai pendamping atau pengganti ASI. Tingkat konsumsi susu formula pada bayi bisa bervariasi, sehingga mungkin ditemui susu formula yang tidak habis diminum dalam waktu beberapa jam. Proses penyajian susu formula di masyarakat juga beragam, dilakukan dengan air mendidih atau air hangat, tergantung pada kondisi di masyarakat. Perbedaan temperatur dan lama penyajian diduga akan mempengaruhi kualitas susu, yang ditandai dengan rasa asam. Oleh karena itu perlu diteliti pengaruh temperatur dan lama penyajian terhadap pH susu formula bayi 6-12 bulan. Tujuan: Menganalisis pengaruh temperatur dan lama penyajian terhadap pH susu formula ( 6-12 bulan ). Metode: Metode penelitian menggunakan Jenis penelitian True Experiment atau bersifat eksperimen nyata, dengan memvariasikan temperatur air pencampur susu formula 40, 50, 60, 70, dan 80°C. Serta memvariasikan lama penyajian dari 0, 1, 2, 3, 4 jam, kemudian mengukur pH susu formula dari setiap variabel. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik Anova. Hasil: didapatkan bahwa ada 2 jenis pH yang terjadi pada campuran awal susu formula, dimana pada temperatur 60-80°C, mempunyai kondisi awal basa, dan temperatur 40-50°C dalam kondisi asam. Kedua kondisi tempertur ini mempunyai trend yang berbeda. pH terendah terjadi pada campuran yang didiamkan selama 4 jamKesimpulan: Temperatur air pencampur memberikan efek yang signifikan terhadap pH campuran susu formula 6-12 bulan, dimana P-value bernilai 0,030469 < 0,05. Lama penyajian memberikan efek yang signifikan terhadap pH campuran susu formula 6-12 bulan, dimana P-value bernilai 6,98x10-6 < 0,05. Perbedaan temperatur air pencampur mengakibatkan perbedaan pH awal campuran susu formula 6-12 bulan. Campuran susu formula dengan temperatur lebih tinggi, menghasilkan pH yag lebih tinggi

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN CAKUPAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WELULI KABUPATEN BELU

    Full text link
    Latar belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi pertimbangan pemerintah Indonesia dalam memformulasikan kebijakan bidang kesehatan. Antenatal care (ANC) menjadi strategi utama guna meminimalkan morbiditas dan mortalitas ibu, namun kenyataanya pada tahun 2021 cakupan ANC di kabupaten Belu, khususnya pada puskesmas Weluli berada di angka 66,91%. Angka cakupan ini masih terpaut jauh dibandingkan target nasional yakni sebesar 85%. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan cakupan ANC di Puskesmas Weluli Kabupaten Belu tahun 2023. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan teknik purpose sampling yang berjumlah 60 responden ibu hamil dengan kehamilan ≥36 minggu yang telah memenuhi kriteria inklusi maupun eksklusi. Penelitian ini menggunakan data primer yang di kumpulkan melalui kuisioner dan data sekunder di ambil dari register ibu hamil serta buku KIA. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil uji Chi Square memperlihatkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan cakupan kunjungan ANC (p=0,038), tetapi tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan cakupan antenatal care. Kesimpulan: dukungan suami mempunyai hubungan yang signifikan dengan cakupan kunjungan ANC, namun pengetahuan tidak memiliki hubungan dengan cakupan kunjungan ANC

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇