Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING PADA BALITA DI UPTD PUSKESMAS MENUKUNG MELAWI

    Full text link
    Stunting merupakan salah satu masalah yang menghambat perkembangan manusia secara global. Kasus stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Menukung pada tahun 2022 sebesar 22,7% balita yang mengalami stunting dimana kasus ini menigkat dari tahun sebelumnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Menukung Kecamatan Menukung Kabupaten Melawi tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang akan digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan studi Cross Sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 243 balita usia 12 – 59 bulan pada tahun 2023, sampel sebanyak 69 responden yang diambil dengan teknik propotional random sampling yang diambil dari 19 desa. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan riwayat ASI Eksklusif (p value 1,000), pendidikan (p value 0,488) dengan kejadian stunting. Ada hubungan pola pemberian maknan (p value 0,000), status imunisasi (p value 0,000), pengetahuan (p value 0,000) dan penyakit infeksi (p value 0,022) dengan kejadian stunting. Kesimpulan dalam penelitian ini tidak ada hubungan riwayat ASI Eksklusif, Pendidikan. Ada hubungan pola pemberian makanan, status imunisasi, pengetahuan dan penyakit infeksi dengan kejadian stunting.Kata Kunci: Stunting; Balita; Puskesma

    PENGEMBANGAN ALAT BANTU LATIHAN PERGERAKAN TANGAN SIKU PADA PASIEN STROKE YANG MENGALAMI PARESIS

    Full text link
    Masalah mobilisasi  menjadi problem yang mayoritas dialami oleh penderita stroke yang membutuhkan penanganan yang intensif  melalui latihan range of motion (ROM). Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan alat bantu latihan pergerakan sendi berbasis exoskeleton. Desaign penelitian ini menggunakan metode research and development (RnD). Tahap awal penelitian    menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi kepada 15 partisipan yang terdiri dari 10 pasien stroke dan 5 petugas fisioterapis. Tehnik analisa data secara kualitatif dengan pendekatan analisis interpretif . Hasil penelitian ditemukan masalah pergerakan yang dialami partisipan selama latihan rentang gerak sendi (ROM) adalah tidak adanya konsistensi latihan, prosedur   latihan yang tidak terstandard dan tidak adanya konsistensi gerakan yang disebabkan  oleh rasa malas, bosan, motivasi yang kurang dan kesadaran yang rendah sehingga mengakibatkan lamanya perkembangan kekuatan. Dari masalah tersebut, maka dikembangkan prototype alat bantu latihan gerak sendi yang otomatik dan terstandard  berbasis exoskeleton. Hasil uji fungsi Prototype tersebut diperoleh tingkat keberhasilan mencapai 80% dan 20% dari fungsi prototype tersebut perlu perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti merekomendasikan pengembangan lebih lanjut untuk memperoleh hasil yang lebih optimal sehingga bisa di implementasikan kepada pasien stroke

    FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STUNTING PADA BALITA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KABUPATEN KAPUAS HULU

    Full text link
    Stunting (pendek) adalah suatu kondisi dimana balita memiliki tinggi badan menurut umur berada di bawah minus 2 Standar Deviasi (0,05

    HUBUNGAN LIFESTYLE DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN DM TIPE 2

    Full text link
    ABSTRACTType 2 diabetes mellitus is a chronic disease with an increasing global incidence and a serious impact on patients’ quality of life. Dietary adherence is one of the main strategies for controlling blood glucose levels and preventing complications. This study aimed to analyze the relationship between lifestyle factors (physical activity, dietary patterns, and smoking habits) and dietary adherence among patients with type 2 diabetes mellitus. A cross-sectional design was employed with a total of 100 respondents selected through purposive sampling. Research instruments included a lifestyle questionnaire covering physical activity, dietary patterns, and smoking habits, as well as a dietary adherence questionnaire, both of which were tested for validity and reliability. The results showed a significant association between dietary patterns and dietary adherence (p = 0.014; OR = 3.000), while physical activity (p = 0.317) and smoking habits did not demonstrate significant associations. It can be concluded that dietary patterns play an important role in determining dietary adherence among patients with type 2 diabetes mellitus; therefore, appropriate educational interventions and dietary support should be enhanced.Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, lifestyle, dietary pattern, dietary adherence  ABSTRAKDiabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan angka kejadian yang terus meningkat secara global dan berdampak serius pada kualitas hidup pasien. Kepatuhan terhadap diet menjadi salah satu strategi utama dalam mengendalikan kadar glukosa darah serta mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gaya hidup (aktivitas fisik, pola makan, dan kebiasaan merokok) dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 100 orang, diperoleh melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner gaya hidup yang meliputi aktivitas fisik, pola makan, dan kebiasaan merokok, serta kuesioner kepatuhan diet yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan kepatuhan diet (p = 0,014; OR = 3,000), sedangkan aktivitas fisik (p = 0,317) dan kebiasaan merokok tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola makan berperan penting dalam menentukan kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2, sehingga intervensi edukasi dan pendampingan diet yang tepat perlu ditingkatkan.Kata Kunci: Diabetes Mellitus tipe 2, gaya hidup, pola makan, kepatuhan die

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Pala terhadap Kadar Eritrosit (RBC) dan Granulosit pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) dengan Anemia

    Full text link
    Anemia is a condition characterized by a decreased number of erythrocytes and an increased number of leukocytes. According to the 2023 Indonesian Health Survey, the prevalence of anemia across all age groups is 16.2%, with a higher rate in women (18%) compared to men (14.4%). Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) contains bioactive compounds such as saponins, flavonoids, alkaloids, and essential fatty acids that may contribute to increasing red blood cell counts and modulating leukocyte levels. This study aimed to determine the effect of nutmeg fruit extract on increasing RBC and reducing granulocyte levels in anemic white rats. A total of 25 male rats (200–350 g) were divided into five treatment groups. Anemia was induced using NaNO₂ at a dose of 1.5 mg/kg BW orally. Nutmeg extract was administered at doses of 200 mg/kg BW, 300 mg/kg BW, and 400 mg/kg BW. There were no significant differences (p > 0.05) between the positive control and treatment groups, nor between pre- and post-extract administration. At doses of 200 and 300 mg/kg BW, RBC percentage reached 20.7%. For granulocytes, the 300 mg/kg BW dose produced a higher percentage (27.6%) compared to the 200 and 400 mg/kg BW doses. These findings suggest that nutmeg fruit extract has the potential to support erythrocyte balance in anemia conditions, although further research with larger samples and controlled dosing is needed.%

    KONSELING KELOMPOK UNTUK PERBAIKAN STATUS GIZI PADA BALITA GIZI KURANG USIA 6- 59 BULAN DI UPT PUSKESMAS WAJOK KECAMATAN JUNGKAT

    Full text link
    The toddler years require adequate nutritional intake to support growth and development. The toddler's diet, apart from being an effort to meet nutritional needs, is also an initial effort to introduce food. The more diverse you are introduced to tastes, textures, colors and various processing, the more children will get a wealth of references to the variety and types of food. Mistakes in feeding toddlers will not only cause nutritional problems during infancy, but are also associated with nutritional problems in later life.Stunting in toddlers is closely related to the diet they are given. Apart from being related to family food availability, child feeding is determined by knowledge and skills in providing food. Diet is often related to culture, so nutritional problems often occur in certain groups. Counseling efforts with limited resources can be carried out to increase the effectiveness of message delivery.Group counseling is an effort to solve problems for patients with the same problem. By gathering patients with relatively similar problems, the message will be more focused and it can even happen that they share experiences with each other

    FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN TERAPI ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV/AIDS

    Full text link
    ABSTRACTBackground: HIV/AIDS is one of the significant global health problems. Antiretroviral (ARV) therapy is currently the main option in controlling HIV/AIDS, but its success is affected by various factors. Objective: This study aimed to identify factors that influence the success of antiretroviral therapy in HIV/AIDS patients at UPT Klinik Utama Sungai Bangkong Pontianak. Methods: This study used a quantitative method with a cross-sectional approach. The main informants in this study were HIV/AIDS patients undergoing antiretroviral therapy at the Sungai Bangkong Main Clinic UPT, Pontianak. This study used a questionnaire as the instrument and data analysis used Chi-Square. Results: From the results of the study it was found that there was a relationship of several factors to the success of ARV therapy, namely the level of information to the success of ARV therapy (0.000 < 0.005), the level of motivation to the success of ARV therapy (0.001 < 0.005), behavior to the success of ARV therapy (0.003 < 0.005). Conclusion: There is an influence on several factors - factors for the success of ARV therapy in HIV / AIDS patients at UPT Klinik Utama Sungai Bangkong Pontianak. ABSTRAKLatar Belakang: HIV/AIDS adalah salah satu masalah kesehatan global yang signifikan. Terapi antiretroviral (ARV) saat ini menjadi pilihan utama dalam mengendalikan HIV/AIDS, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi antiretroviral pada pasien HIV/AIDS di UPT Klinik Utama Sungai Bangkong Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Informan utama dalam penelitian ini adalah pasien HIV/AIDS yang menjalani terapi antiretroviral di UPT Klinik Utama Sungai Bangkong Pontianak. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa adanya hubungan dari beberapa faktor terhadap keberhasilan terapi ARV, yaitu tingkat informasi terhadap keberhasilan terapi ARV (0,000 < 0,005), tingkat motivasi terhadap keberhasilan terapi ARV (0,001 < 0,005), perilaku terhadap keberhasilan terapi ARV (0,003 < 0,005). Kesimpulan: Adanya pengaruh pada beberapa faktor – faktor keberhasilan terapi ARV pada pasien HIV/AIDS di UPT Klinik Utama Sungai Bangkong Pontiana

    Zat Gizi Biskuit Bigaw Dengan Penambahan Tepung Ikan Gabus Dan Tepung Wortel Untuk Balita Stunting

    Full text link
    Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis terutama pada seribu hari pertama kehidupan (HPK). Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi dan sifat organoleptik biskuit dengan penambahan tepung ikan gabus dan tepung wortel. Penelitian  dilaksanakan pada bulan juni - bulan juli 2024 di lingkungan kampus Politeknik kemenkkes Jayapura untuk melakukan pengujian dan uji zat gizi di laboratorium Mbrio di bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasy eksperiment menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari suatu biskuit yaitu tepung ikan gabus dan tepung wortel di buat dengan 3 perlakuan. Penggunaan tepung ikan gabus pada F1 25%, F2 33%, F3 41% dan penggunaan tepung wortel pada F1 41%, F2 33%, F3 25%. Hasil penelitian menemukan bahwa penambahan tepung terbaik pada biscuit adalah F2, dan  kandungan zat gizi produk lebih tinggi dari pada biscuit yang ada di pasaran. Kesimpulan penambahan tepung ikan gabus dalam pembuatan biscuit dapat meningkatkan nilai gizi dan kualitas biscuit menjadikannya alternatif yang layak dan ekonomi

    ANALYSIS OF THE MEDIA FEASIBILITY OF ANDROID-BASED APPLICATIONS "POLA ASUH SEHAT"

    Full text link
    Background: One indirect cause of stunting is that many parents still neglect to provide appropriate care for their children due to various factors. In the era of rapidly advancing information technology, digital solutions can offer an alternative for parents to stay updated via electronic media, especially smartphones, due to their convenience compared to reading guidebooks. Objective: To assess the feasibility of an Android-based application product called "Pola Asuh Sehat" (Pola Asuh Sehat). Method: This study employs research and development (R&D) with the ADDIE development model. The research was conducted in the Saigon Community Health Center area, Pontianak City, with a sample of 10 mothers of stunted children, selected through purposive sampling. The research instrument was a closed questionnaire designed to assess feasibility from material experts, media experts, and users. Data were analyzed using univariate data analysis to describe the quality and feasibility of the application. Results: Media expert evaluations of the "Pola Asuh Sehat" application showed an average score of 88.75%, categorized as highly feasible. Material expert evaluations received an average score of 95%, also categorized as highly feasible, while the small group testing received an average score of 81%, classified as highly feasible. Conclusion:"Pola Asuh Sehat" application received a high feasibility rating from media experts, material experts, and from implementation testing in a small group settin

    SUPLEMENTASI ZAT BESI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN DEPRESI POSTPARTUM

    Full text link
    Latar Belakang: Depresi postpartum (PPD) merupakan gangguan suasana hati yang dapat muncul setelah melahirkan dan berdampak negatif terhadap kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak. Defisiensi zat besi, yang sering terjadi akibat anemia postpartum, berperan dalam mekanisme biologis PPD melalui gangguan regulasi neurotransmiter dan kadar hemoglobin. Tujuan: Menganalisis efektivitas suplementasi zat besi dalam menurunkan gejala depresi postpartum di Kabupaten Kubu Raya. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimen semu dengan rancangan pre-posttest nonequivalent control group, dilaksanakan pada Juni hingga Agustus 2024 di Puskesmas Rasau Jaya dan Pal Sembilan. Sebanyak 52 ibu postpartum dipilih dengan teknik consecutive sampling dan dibagi secara merata menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapat suplementasi zat besi (Fe elemental 60 mg/hari selama 30 hari) serta edukasi gizi, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima edukasi. Kadar hemoglobin dan gejala PPD (diukur dengan kuesioner PHQ-9) dievaluasi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Suplementasi zat besi secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin (p=0,000) dan menurunkan skor PHQ-9 (p=0,000) pada kelompok intervensi. Terdapat korelasi signifikan antara peningkatan kadar hemoglobin dan penurunan skor depresi (p<0,001; R²=0,513). Kesimpulan: Suplementasi zat besi efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin dan menurunkan gejala depresi postpartum, sehingga penting untuk diterapkan dalam pelayanan kesehatan ibu masa nifas

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇