Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
Efektivitas Limbah Rambut dalam Menurunkan Kadar Minyak Oli pada Air Limbah Bengkel
Abstract: Effectiveness Of Hair Waste In Reducing Waste Oil Level In Waste Water Of Service Station. Waste service stations classified as B3 waste because they contain hazardous materials that may damage or pollute the environment or endanger human health. Â The purpose is to determine the efficient design of wastewater treatment with the combination of hair waste as media capture and coconut shell charcoal as filtration media in reducing total oil in wastewater. This study is quasi-experimental. The independent variables include combinations of hair waste as media capture and coconut shell charcoal as filtration media with a thickness of 40 cm and 80 cm, while the dependent variable is the oil content in the wastewater. The location of research is motor vehicle repair shop Tire MTL jl. Wahid Hasyim, office Surya Pratama numbers 4-5 Pontianak. The content of the oil content of wastewater motor vehicle repair shop before treatment by an average of 26.466 mg / l and 4.283 mg / l of after treatment. From the results of these measurements that effectively amounted to 83.6%. Waste Water Treatment with a combination of hair waste and coconut shell charcoal as an effective filtration media for reduced total oil in wastewater for the motor vehicle repair shop.Abstrak: Efektivitas Limbah Rambut Dalam Menurunkan Kadar Minyak Oli Pada Air Limbah Bengkel. Limbah bengkel digolongkan sebagai limbah B3 karena mengandung bahan berbahaya yang dapat merusak atau mencemari lingkungan atau membahayakan kesehatan manusia. Tujuan penelitian adalah menentukan desain efektivitas pengolahan air limbah dengan kombinasi limbah rambut capture media dan arang tempurung kelapa sebagai media filtrasi dalam mengurangi minyak total dalam air limbah. Penelitian ini merupakan kuasi-eksperimental. Variabel bebas mencakup kombinasi dari limbah rambut capture media dan arang tempurung kelapa sebagai media filtrasi dengan ketebalan 40 cm dan 80 cm, sedangkan variabel dependen adalah kandungan minyak dalam air limbah. Lokasi penelitian adalah kendaraan bermotor bengkel ban MTL Jl. Wahid Hasyim, Kantor Surya Pratama Nomor 4-5 Pontianak. Isi kandungan minyak dari air limbah kendaraan bermotor bengkel sebelum pengobatan dengan rata-rata 26,466 mg / l dan 4,283 mg / l dari setelah perawatan. Dari hasil pengukuran ini yang efektifitas sebesar 83,6%. Limbah Pengolahan Air dengan kombinasi limbah rambut dan arang tempurung kelapa sebagai media filtrasi efektif total minyak berkurang dalam air limbah untuk kendaraan bermotor bengkel
Efektifitas Ekstrak Ethanol Daun Pepaya (Carica Papaya L) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli dengan Metode Difusi
Abstract: Papaya plant (Carica papaya L) is also called medicinal plant which is used in traditional medicine. Part of papaya plants (Carica papaya L) which often utilized are papaya leaf (Carica papaya L) because its content of substances or active ingredients is antibacterial, cancer prevention, increase appetite, and treat some diseases caused by bacteria. The aim of this research was to determined the extracted ethanol of papaya leaf (Carica Papaya L) with the growth of Escherichia coli bacteria by the diffusion method. Research design which used in this study was experimental research, with the method of sampling purposive sampling, then the results analyzed with Friedman Test. A result of research from 5 replications test of extract concentration of papaya leaf by diffusion method obtained that the minimum average concentration was 10,00 and maximize was 14,20. While the minimum inhibitory zone diameter was 10 mm with the concentration of 10% and the maximum was 15 mm with the concentration of 20%. A result of Friedman test, it was found that (p = 0,00 <0,05) so it can be declared that there was a difference of papaya leaf extract (Carica Papaya L) effect on Escherichia coli bacteria growth by the diffusion method.Abstrak: Tanaman pepaya (Carica papaya L) disebut juga tanaman obat yang bermanfaat untuk pengobatan tradisional. Bagian yang sering dimanfaatkan pada tanaman pepaya (Carica papaya L) adalah daun pepaya (Carica papaya L) karena mengandung zat atau bahan aktif yang bersifat sebagai antibakteri, pencegahan kanker, menambah nafsu makan dan mengobati beberapa penyakit yang disebabkan oleb bakteri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ekstrak ethanol daun pepaya (Carica Papaya L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan metode difusi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan metode pengambilan sampel purposive sampling, selanjutnya hasil dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian dari 5 penggulangan uji konsentrasi ekstrak daun pepaya dengan metode difusi dapat diketahui rata-rata konsentrasi minimum 10,00 dan maksimun 14,20. Sedangkan diameter zona hambat minimum adalah 10 mm dengan konsentrasi 10% dan maksimun adalah 15 mm dengan konsentrasi 20%. Hasil Friedmen test diperoleh nilai (p = 0,00 < 0,05) sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan efektiftas ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan metode difusi
Perbedaan Efek Fisiologis pada Pekerja Sebelum dan Sesudah Bekerja Di Lingkungan Kerja Panas
Abstract: The Difference Of Physical Effect Among Before And After Working At Hot Work Environment. This study aimed at discovering the difference of physical effect among before and after working in hot work environment (a study on the machine workers of PT. PLN (PERSERO) Kapuas Sector, West Kalimantan). Using observational analytic method and cross-sectional designs, this study employed 45 respondents who were selected by using total sampling technique. The data were analyzed by using Wilcoxon test with 95% confidence level. The results showed that the average systolic blood pressure before working was 166.33 mm Hg, the average systolic blood pressure after working was 123.29 mmHg with p-value = 0.000, the average diastolic blood pressure before working was 79, 00 mmHg, and the average diastolic blood pressure after working was 80.89 mmHg with p-value = 0,032. On the other hand, the average pulse before working was 81.82 seconds/minutes, and the average pulse after working was92.93 sec/min, with p-value = 0.000. Hence, there were no differences in systolic blood pressure, diastolic blood pressure, and pulse rate before and after exposure to heat.Abstrak : Perbedaan Efek Fisiologis Pada Pekerja Sebelum Dan Sesudah Bekerja Di Lingkungan Kerja Panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan efek fisiologis pada pekerja sebelum dan sesudah bekerja di lingkungan kerja panas pada pekerja bagian mesin di PT. PLN (PERSERO) Sektor Kapuas Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 45 responden diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data dengan uji statistik Wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tekanan darah sistolik rata-rata sebelum bekerja adalah 166,33 mmHg, tekanan darah sistolik rata-rata sesudah bekerja adalah 123,29 mmHg dengan nilai p value = 0,000, dan tekanan darah diastolik rata-rata sebelum bekerja adalah 79,00 mmHg, tekanan darah diastolik rata-rata sesudah bekerja adalah 80,89 mmHg dengan nilai p value = 0,032, sedangkan denyut nadi rata-rata sebelum bekerja adalah 81,82 detik/menit, denyut nadi rata-rata sesudah bekerja adalah 92,93 detik/menit, dengan nilai p value = 0,000 yang berarti ada perbedaan tekanan darah sistolik, diastolik dan denyut nadi sebelum dan sesudah terpapar panas
Efektivitas Pemberian Jus Nanas dan Jus Pepaya Sebagai Pendamping ARV dalam Meningkatkan Kadar CD4
Abstract: Effectiveness of Pineapple and Papaya Juice as Side ARV in Improving CD4 Levels.This research was aim to determine the effect of the compounds bromeilin enzyme in pineapple and contains the enzyme papain in papaya fruit in increasing CD4 towards HIV patients. This research was quasi-experimental. The results showed differences in levels of CD4 significant difference before and after treatment between groups with p = 0.014 and found significant differences between CD4 levels before and after administration of pineapple juice and papaya juice in the intervention group with a value of p = 0.016. It can be concluded therapy pineapple juice and papaya juice effectively increase CD4 levels of HIV in the Rose Clinic Hospital Dr. Abdul Aziz Singkawang.Abstrak: Efektivitas Pemberian Jus Nanas Dan Jus Pepaya Sebagai Pendamping ARV dalam Meningkatkan Kadar CD4 . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan enzim bromeilin dalam buah nanas dan kandungan enzim papain dalam buah pepaya dalam meningkatkan kadar CD4 penderita HIV. Penelitian ini bersifat eksperimental semu. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan selisih kadar CD4 yang bermakna sebelum dan sesudah perlakuan antar kelompok dengan nilai p = 0,014 dan didapatkan perbedaan kadar CD4 yang bermakna diantara sebelum dan sesudah pemberian jus nanas dan jus pepaya pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,016. Dengan demikian dapat disimpulkan pemberian terapi jus nanas dan jus pepaya efektif meningkatkan kadar CD4 penderita HIV di Klinik Mawar RSUD Dr. Abdul Aziz Singkawang. Hasil penelitian ini disumbangkan pada pemberian konseling penderita HIV di Klinik Mawar khususnya pada saat jadwal rutin/tertentu
Self Efficacy terhadap Kecemasan dalam Praktek Penyuluhan Kesehatan Di Lahan Praktek Mahasiswa
Abstract: Self Efficacy Against Anxiety in Practice Health Education Students In Land Practices. The objective is to find the relationship of self-efficacy against anxiety students when providing health education in schools. This study uses the analytic method with cross-sectional approach. The experiment was conducted at the Department of Nursing Polytechnic Pontianak. The research was conducted for 6 (six) months from April 2015 to September 2015. The research subject that all students / I Prodi DIV Nursing Programs Singkawang 2015 that amounted to 52 (total sample). The results showed the analysis of the relationship between self-efficacy with anxiety found that as many as 17 (37%) of students experiencing mild anxiety, 27 (58.7%) of students who experienced moderate anxiety and 2 (4.3%) experienced severe anxiety with positive self-efficacy, While 2 (4.3%) students experiencing mild anxiety with negative self-efficacy.Abstrak : Self Efficacy Terhadap Kecemasan Dalam Praktek Penyuluhan Kesehatan Di Lahan Praktek Mahasiswa. Tujuan penelitian yaitu untuk mencari hubungan self efficacy terhadap kecemasan mahasiswa saat memberikan penyuluhan kesehatan di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Jurusan Keperawatan Poltekkes Pontianak selama 6 (enam) bulan dari bulan April hingga September 2015. Subjek Penelitian yaitu Semua mahasiswa/i Prodi D-IV Jurusan Keperawatan Singkawang tahun 2015 yang berjumlah 52 orang (total sampel). Hasil penelitian menunjukkan analisis hubungan antara self efficacy dengan kecemasan diperoleh sebanyak 17 (37%) mahasiswa mengalami kecemasan ringan, 27 (58,7%) mahasiswa yang mengalami kecemasan sedang dan 2 (4,3%) orang mengalami kecemasan berat dengan self efficacy positif. Sedangkan 2 orang (4,3%) mahasiswa mengalami kecemasan ringan dengan self efficacy negatif
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Ibu dalam Melakukan Kunjungan Ke Posyandu
Abstract: The Factors Related To The Mothers’ Behavior In Visiting The Posyandu. The aim of this research is to determine the status of toddlers’ nutrient, Posyandu uses D/S indicator, which is used to assess the level of people participating. D/S in Puskesmas Rasau Jaya is 50.7 % while the expected target is 80%. This low D/S coverage in Rasau Jaya Subdistrict is closely related to the mothers’ behavior in visiting the Posyandu. The purpose of this study to identify the factors related to the mothers’ behavior in doing visitation to the Posyandu at Puskesmas Rasau Jaya in Kubu Raya Regency. The method of this study is cross-sectional design. The results reveal that there are not any significant differences of chance between the mothers with less knowledge and those with better knowledge to visit the Posyandu (Adjusted OR=2,17; 95% CI=0,76-6,16; p = 0,43), between the mothers with much parity and those with less parity (Adjusted OR=0,73; 95% CI=0,25-2,03; p = 0,51), between the mothers who work and those who don’t work to (Adjusted OR=1,81; 95% CI=0,59-5,57; p = 0,299), and between the mothers with low education and those with high education to visit the Posyandu (Adjusted OR=1,91; 95% CI=0,74-4,90; p = 0,174). However, it is found that there is a significant chance difference between the mothers who are not supported by the husbands and those who have the husbands’ support to visit the Posyandu (Adjusted OR=2,64; 95% CI=1,09-6,38; p = 0,03).Abstrak : Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Dalam Melakukan Kunjungan Ke Posyandu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam melakukan kunjungan ke Posyandu di wilayah Kerja Puskesmas Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian ini adalah Cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan peluang yang bermakna antara ibu yang berpengetahuan kurang dengan yang berpengetahuan baik untuk berkunjung ke Posyandu. (Adjusted OR=2,17; 95% CI= 0,76-6,16; p= 0,43). Tidak terdapat perbedaan peluang yang bermakna antara ibu yang mempunyai paritas banyak dengan paritas sedikit untuk berkunjung ke Posyandu (Adjusted OR=0,73; 95% CI= 0,25-2,03; p= 0,51).Tidak terdapat perbedaan peluang yang bermakna antara ibu yang bekerja dengan ibu yang tidak bekerja untuk berkunjung ke posyandu (Adjusted OR=1,81; 95% CI= 0,59-5,57; p= 0,299).Tidak terdapat perbedaan peluang yang bermakna antara yang berpendidikan rendah dengan yang berpendidikan lanjut untuk berkunjung ke posyandu (Adjusted OR=1,91; 95% CI= 0,74-4,90; p= 0,174).Terdapat perbedaan peluang yang bermakna antara yang tidak mendapat dukungan suami dengan yang mendapat dukungan suami untuk berkunjung ke Posyandu.(Adjusted OR=2,64; 95% CI= 1,09-6,38; p= 0,03)
Uji Coba Kartu Pemantauan Minum Tablet Tambah Darah (Fe) terhadap Kepatuhan Konsumsi Ibu Hamil
Abstract: Adherence to Consuming Iron Supplementation For Pregnancy Women By Using Monitoring Card. The aim of this research was to determine the effect of monitoring card influence the adherence of consuming. iron supplementation in pregnant women in Sungai Sembawang's Public Health Center. The research design is a quasi-experimental study with pretest-posttest control group design. The study was conducted in Sungai Ambawang’s Public Health Center starting Mei in November 2015. The samples were selected by consecutive sampling. Results show that there was the significant association between the average number of consuming iron supplementation tablet in trial group and control group (p = 0,002).Abstrak: Uji Coba Kartu Pemantauan Minum Tablet Tambah Darah (Fe) Terhadap Kepatuhan Konsumsi Ibu Hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kartu pemantauan minum tablet tambah darah terhadap kepatuhan minum tablet darah pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan rancangan penelitian pre test-post test kontrol group design. Penelitian dilaksanakan di wilayah Puskesmas Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, mulai bulan Mei sampai dengan Nopember tahun 2015. Sampel yang diambil secara Consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan rata-rata jumlah tablet tambah darah yang diminum oleh ibu hamil pada kelompok yang diberi kartu pemantauan minum tablet tambah darah dengan kelompok kontrol (p = 0,002)
Risiko Terjadinya Ketuban Pecah Dini pada Ibu Hamil dengan Infeksi Menular Seksual
Abstract: Premature Rupture Of Membranes Risks Of Pregnant Women With Sexual Infections. The purpose of research is to analyze the correlation between the risks of sexually transmitted infection with the incidence of premature rupture of membranes (KPD).This research is the quantitative study with case-control design with a sample of 68 respondents, analysis of the statistical test Chi-square α = 0.05 and 95% confidence intervals. The subjects of the study mothers who have premature rupture of membranes, and not as a case of premature rupture of membranes as control, Subjects retrieval using the total sample in the case group and systematic random sampling technique to control. Secondary collection from medical records the period from January to December 2014. Results show that there is a significant association between risk factors for sexually transmitted infections with the incidence of premature rupture of membranes, other factors associated with KPD is parity.Abstrak : Risiko Terjadinya Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil Dengan Infeksi Menular Seksual. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan faktor risiko infeksi menular seksual dengan kejadian Ketuban Pecah Dini. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan rancangan case control dengan jumlah sampel 68 responden, analisis dengan uji statistik Chi-square α=0,05 dan interval kepercayaan 95%. Subyek penelitian ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini sebagai kasus dan ibu yang bersalin tidak mengalami ketuban Pecah Dini sebagai kontrol. Pengambilan data menggunakan total sampling pada kelompok kasus dan teknik sistematic random sampling pada kontrol. Pengumpulan data sekunder dari catatan medis periode Januari-Desember Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara faktor risiko infeksi menular seksual dengan kejadian Ketuban pecah dini, faktor lain yang berhubungan dengan KPD adalah paritas
Gizi Kurus (Wasting) pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Pontianak
Abstract: Wasting in Children at work area of Puskesmas Pontianak City. This study aimed to figure out the risk factors of wasting in Children at work area of Puskesmas Saigon and Puskesmas Perumnas II. A case-control method, as well as a purposive sampling technique, was carried out in this study. As many as 66 respondents were divided into 2 groups (33 cases group and 33 control group). The data were analyzed by using Chi-square test. The study revealed two findings. First, there were significant correlation of infectious disease (p= 0,003, OR=5,714 with CI 95%=1,925-16,965), exclusive breast feeding(p= 0,021, OR=3,946 with CI 95%=1,343-11,800), complete immunization(p= 0,025, OR=3,619 with CI 95%=1,290-10,150). Second, there was no correlation of carbohydrate intake(p= 0,577, OR=1,688 with CI 95%=0,524-5,438), protein intake (p= 1,000, OR=1,134 with CI 95%=0,425-3,026),and the incidence of wasting in Children at work area of Puskesmas Saigon and Puskesmas Perumnas II.Abstrak : Gizi Kurus (Wasting) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian gizi kurus di wilayah kerja Puskesmas Saigon dan Puskesmas Perumnas II. Jenis penelitian adalah Case control dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 66 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 33 kasus dan 33 kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara penyakit infeksi (p = 0,003, OR = 5,714 dengan CI 95% = 1,925-16,965), ASI eksklusif (p = 0,021, OR = 3,946 dengan CI 95% = 1,343 – 11,800), dan kelengkapan imunisasi (p = 0,025, OR = 3,619 dengan CI 95% = 1,290-10,150). Variabel yang tidak berhubungan asupan karbohidrat (p = 0,577, OR = 1,688 dengan CI 95% = 0,524-5,438) dan asupan protein (p = 1,000, OR = 1,134 dengan CI 95% = 0,425-3,026) dengan kejadian gizi kurus di Wilayah Kerja Puskesmas Saigon dan Puskesmas Perumnas II