Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
Pengaruh Jumlah Pencucian Beras dengan Kadar Klorin
Abstract: Chlorine is a green halogen-shaped halogen gas at normal temperature and serves as bleach, stain remover and disinfectant. Chlorine is now widely used for bleaching rice so that less quality rice looks like quality rice. Chlorine is very toxic and causes mucous membrane irritation, highly reactive and very powerful oxidizer. The purpose of this research was to determine the difference of chlorine level in chlorinated rice washed once, twice and 3 times. The sample in this study amounted to 11 samples calculated by replication formula. Each sample was treated 3 times, ie 1 washed once, 2 washed twice and washed 3 times. The samples then examined by iodometric titration method. Based on the results of the study using ANOVA test, 11 samples obtained the average value of chlorine after washed once amount of 0.0176%, after washed twice amount of 0.0111%, and after washed 3 times amount of 0.0052% with the value significance p = 0.03 (p <0.05) at 95% confidence level which means there was a significant difference between chlorine levels in chlorinated rice washed once, twice and 3 times.Abstrak: Klorin merupakan unsur halogen berbentuk gas berwarna kuning kehijauan pada suhu normal danberfungsi sebagai pemutih, penghilang noda maupun desinfektan. Klorin sekarang banyak digunakan untuk bahan pemutih beras agar beras yang kurang berkualitas tampak seperti beras berkualitas. Klorin sangat toksik dan menyebabkan iritasi membran mukosa, sangat reaktif dan merupakan oksidator yang sangat kuat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui perbedaan kadar klorin pada beras berklorin yang dicuci sebanyak 1 kali, 2 kali dan 3 kali. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 11 sampel yang dihitung dengan rumus replikasi. Setiap sampel diberi perlakuan sebanyak 3 kali, yaitu 1 kali pencucian, 2 kali pencucian dan 3 kali pencucian. Sampel penelitian kemudian diperiksa dengan metode titrasi iodometri. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji Anova secara komputerisasi terhadap 11 sampel diperoleh nilai rata-rata kadar klorin setelah 1 kali pencucian sebesar 0,0176 %, setelah 2 kali pencucian sebesar 0,0111 %, dan setelah 3 kali pencucian sebesar 0,0052 % dengan nilai signifkansi p = 0,03 (p<0,05) pada tingkat kepercayaan 95% yang artinya ada perbedaan yang bermakna antara kadar klorin pada beras berklorin yang dicuci sebanyak 1 kali, 2 kali dan 3 kali
Perbedaan Topical Fluoride Application dan Fissure Sealant dalam Mencegah Karies Pada Gigi Molar Satu
Abstract: Topical Fluoride Application And Fissure Sealant To Prevent Dental Caries Permanent First Molars. Anatomy pits and fissures of teeth are caries initiation vulnerable areas of the permanent molars that grow at the age of 6 years where children can not perform oral hygiene. Caries prevention can be done by closing the pits and fissures or application of fluoride (topical fluoride application) on the surface of the teeth. The purpose of this study was to analyze the difference fissure sealants and topical application of fluoride to prevent dental caries of first permanent molars. This study was a quasi-experimental study with time series, a sample was taken by purposive 117-second grade students of SDN District of North Pontianak. Data were analyzed using t-test. The result showed that fissure sealant more effective in caries prevention of first permanent molar than topical fluoride application where there were none caries teeth after and month fissure sealant, 25% sealant partially off and 11% fully off. Teeth that have done fluoride after 6 months of 3.9% of dental caries, the eighth month of 5.4% of dental caries. There was a significant difference between the effectiveness of fissure sealants with topical application of fluoride to prevent dental caries in first permanent molars p-value < 0.05, after 6-month p-value: 0.004 and after 8-month p-value: 0.001.Abstrak: Topical Fluoride Application Dan Fissure Sealant Untuk Mencegah Karies Pada Gigi Molar Satu Permanen. Anatomi pit dan fisura gigi merupakan daerah rentan inisiasi karies gigi molar satu permanen yang tumbuh pada usia 6 tahun anak belum bisa melakukan kebersihan mulutnya. Pencegahan karies dapat dilakukan dengan cara menutup pit dan fissure atau pengolesan fluor (topical fluoride application) pada permukaan gigi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan efektivitas fissure sealant dan topical fluoride application untuk mencegah karies gigi molar satu permanen anak usia 6 sampai 7 tahun .Penelitian ini merupakan experimental semu dengan studi time series , evaluasi perlakuan dilakukan setelah 3 bulan, 3 bulan dan 8 bulan, Sampel diambil secara purposive yaitu 117 siswa kelas 2 SDN Kecamatan Pontianak Utara. Analisis data menggunakan uji t tes. Hasil penelitian menunjukan fissure sealant lebih efektive mencegah karies pada molar satu permanen dibanding topical fluoride application pada tindakan fissure sealant setelah 8 bulan tidak ada gigi karies, 25 % sealant lepas sebagian dan 11% lepas seluruhnya. Gigi yang dilakukan pengolesan fluor setelah 6 bulan 3,9% gigi karies, bulan ke delapan 5,4% gigi karies, Ada perbedaan efektivitas yang signifikan antara fissure sealant dengan topical flouride application dalam mencegah karies gigi molar satu permanen dengan nilai p <0,05, yaitu pada bulan ke 6 (enam) nilai p : 0,004 dan pada bulan ke 8 (delapan) nilai p : 0,001
Pengaruh Media Komik terhadap Pengetahuan Kesehatan Mata Pada Anak
Abstract: Influence Of Comic For Children Health Is Knowledge Eye. The prevalence of eye disorders cases is very high, about 13 million cases in children aged 5-15 years. There are several factors caused the eye disorders in children, one of them is lack of knowledge about determining eye disorders prevention behaviour. The purpose of this study was to see the effect of comic media on eye health knowledge in children. The research design used was pre-experimental design with one group pretest-post-test design with 36 samples. The results of this study concluded that comic effect on eye health knowledge on children (p-value = 0,000 <0,05) with mean at pretest 55,00 and mean at posttest 81,48. So the comic effect on the child’s knowledge about eye health disorders. Health education efforts can utilize comic has media as a media of health promotion during school healthcare activities of school children.Abstrak: Pengaruh Media Komik Terhadap Pengetahuan Kesehatan Mata Pada Anak. Prevalensi kasus gangguan mata anak sangat tinggi, sekitar 13 juta kasus pada anak usia 5-15 tahun. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi gangguan mata pada anak, salah satunya yaitu kurangnya pengetahuan mengenai kebiasaan/ perilaku yang dapat mencegah gangguan mata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh media komik terhadap pengetahuan kesehatan mata pada anak. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan rancangan penelitian one group pre-test and post-test design dengan jumlah sampel sebanyak 36 sampel. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa komik berpengaruh terhadap pengetahuan kesehatan mata pada anak (p value = 0,000 < 0,05) dengan mean pada saat pre-test 55,00 dan mean saat post-test 81,48. Jadi, komik berpengaruh terhadap pengetahuan anak mengenai gangguan kesehatan mata. Upaya pendidikan kesehatan dapat memanfaatkan media komik sebagai media promosi kesehatan saat kegiatan penjaringan kesehatan anak sekolah
Hubungan Jumlah Trombosit dengan Nilai Prothrombin Time dan Activated Partial Thromboplastin Time pada Pasien Persiapan Tindakan Operasi Caesar
Abstract: Sometimes in postpartum haemorrhage, there is happen great haemorrhage which is blood platelets (thrombocyte) have an important role in the process of hemostasis. Prothrombin (PT) assays are useful for assessing the ability of coagulation factors of extrinsic pathways and joint pathways. The period of activated partial thromboplastin (aPTT) is a laboratory test for assessing coagulation abnormalities in intrinsic pathways and joint pathways. This study was aimed to analyze the correlation of platelet counts with PT and aPTT values in patients preparing for caesarean section in Public Hospital of St. Antonius Pontianak. This study used a cross-sectional design with a sample of all pregnant women who performed a caesarean section preparation of 43 people. Based on data analysis using Spearman test on PT variable obtained p-value = 0.059 (p > 0,05) indicating that there is no relation between platelet count with value of PT and at variable aPTT obtained value p = 0,737 (p > 0,05) there is no correlation between platelet count and aPTT value.Abstrak: Perdarahan pasca melahirkan ada kalanya terjadi perdarahan yang hebat dimana trombosit berperan penting dalam proses homeostatis. Uji masa protrombin (PT) berguna untuk menilai kemampuan faktor koagulasi jalur ekstrinsik dan jalur bersama. Masa tromboplastin parsial teraktivasi (aPTT) adalah uji laboratorium untuk menilai kelainan koagulasi pada jalur intrinsik dan jalur bersama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jumlah trombosit dengan nilai PT dan aPTT pada pasien persiapan tindakan operasi caesar di RSU. St. Antonius Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel semua pasien ibu hamil yang melakukan persiapan tindakan operasi caesar sebanyak 43 orang. Berdasarkan analisis data menggunakan uji Spearman pada variabel PT diperoleh nilai p = 0.059 (p > 0,05) yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jumlah trombosit dengan nilai PT dan pada variabel aPTT diperoleh nilai p = 0.737 (p > 0.05) yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jumlah trombosit dengan nilai aPTT
Pengaruh Latihan Fisik Lari Jarak Pendek terhadap Masa Pendarahan (Bleeding Time) Metode IVY
Abstract: Running is very important to maintain and improve the physical quality of human resources. By doing physical exercise can reduce the risk factor for the occurrence of interference with the mechanism of hemostasis. One of the examination filters to see the abnormalities in the process of hemostasis is bleeding time. The purpose of this study was to determine the bleeding time before and after physical exercise (sprint), to determine the effect of physical exercise (sprint) to the bleeding time before and after physical exercise (sprint) done for 5 minutes. The research design used was Cross-Sectional and the sampling technique used was total population. The sample in this study were all students D-III 2nd grade of Medical Laboratory class of 2015 which amounted to 55 people. Examination of this bleeding time using Ivy method. Furthermore, the data were analyzed by simple linear regression test. Based on the results of the study, the average number before exercises was ±118 seconds (117.82 seconds), and after physical exercise (sprint) was ±161 seconds (160.91 seconds) with the difference between them was 43 seconds (43.09 seconds). Statistically obtained p = 0,000 (p <0,05) or there was significant influence between physical exercise (sprint) to bleeding time.Abstrak: Latihan lari sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan kualitas fsik sumber daya manusia. Dengan melakukan latihan fsik dapat menurunkan faktor risiko terjadinya gangguan pada mekanisme homeostasis. Salah satu pemeriksaan penyaring untuk melihat kelainan pada proses homeostasis adalah masa perdarahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui masa perdarahan sebelum dan sesudah latihan fsik lari jarak pendek, mengetahui pengaruh latihan fsik lari terhadap masa perdarahan sebelum dan sesudah mthe elakukan latihan fsik lari selama 5 menit. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross sectional dan teknik sampling yang digunakan adalah total populasi. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa/I D-III tingkat 2 Analis Kesehatan angkatan tahun 2015 yang berjumlah 55 orang. Pemeriksaan masa perdarahan ini menggunakan metode Ivy. Selanjutnya data dianalisis dengan uji regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan jumlah rata-rata sebelum melakukan latihan ± 118 detik (117,82 detik), dan setelah melakukan latihan fsik lari adalah ± 161 detik (160,91 detik) dengan selisih diantara keduanya sebesar 43 detik (43,09 detik). Secara statistik diperoleh nilai p=0,000 (p < 0,05) atau ada pengaruh yang signifkan antara latihan fsik lari terhadap masa perdaraha
Dukungan Keluarga terhadap Keaktifan Lansia dalam Mengikuti Posyandu Lansia
Abstract: Family Support To Further Liveliness Of Enderly In Following Elderly Integrated Service Post Emparu Public Health Center. Elderly integrated service post is one of the efforts to improve health status and quality of elderly public health. Integrated Service Post is one of the efforts to improve the health status and quality of public health. The purpose of this study was to determine the correlation between family support with the liveliness of elderly in following elderly integrated service post. This research was a quantitative research with cross-sectional approach. Data collection technique using structured questionnaires. Sampling using total sampling counted as many as 77 respondents. Data analysis techniques with univariate that there was and bivariate analysis by using chi-square test. The results of this study indicate that there was a correlation between family support with the liveliness of elderly in following elderly integrated service post which associated with the result of the statistical test (p-value = 0.03).Abstrak: Dukungan Keluarga Terhadap Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Posyandu Lansia Di Puskesmas Emparu. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) lanjut usia (lansia) merupakan salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, bahagia dan berdaya guna bagi keluarga serta komunikasi antara masyarakat lanjut usia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 77 responden. Teknik analisis data dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia dengan hasil uji statistik (nilai p=0,03)
Pengaruh Serai Wangi terhadap Keberadaan Larva Aedes Aegypti pada Tempat Penampungan Air
Abstract: The Effect of Citronella with the presence of Aedes Aegypti Larvae in Water Reservoir. Citronella, a plant that was encountered areas, it can be used as food seasonings, and it can also be used as a repellent even natural killer mosquito larvae and it does not have serious consequences for human health. The design of this study is using a quasi-experimental study with a sample of 80 respondents. Techniques of data collection were done by a survey of residents who plant citronella. The results showed that 62.5% of the people who plant citronella in the yard of their home, 77.5% of them are not found larvae of Aedes aegypti in the water reservoirs. The statistical results showed that there is a significant effect of Citronella with the presence of Aedes aegypti larvae in water reservoirs environment where OR = 4,375. Suggestions for people to cultivate the plant of citronella near water reservoirs in an attempt deterrent presence of Aedes aegypti larvae.Abstrak: Pengaruh Serai Wangi Terhadap Keberadaan Larva Aedes Aegypti Pada Tempat Penampungan Air. Tanaman serai wangi adalah suatu tumbuhan yang banyak ditemui di daerah. Serai wangi bisa dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap masakan, dan dapat juga digunakan sebagai pengusir bahkan pembunuh jentik nyamuk secara alamiah dan tidak berdampak serius bagi kesehatan manusia. Rancangan penelitian ini dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan sampel penelitian 80 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara survei terhadap warga yang menanam serai wangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 62,5 % warga yang menanam serai wangi di pekarangan rumah, 77,5% diantaranya tidak ditemukan jentik Aedes aegypti di lingkungan tempat penampungan air. Hasil statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara tanaman serai wangi dengan keberadaan jentik Aedes aegypti pada lingkungan tempat penampungan air dimana OR= 4.375. Saran agar masyarakat dapat membudidayakan tanaman serai wangi di dekat tempat penampungan air sebagai upaya pencegah keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti
Pengaruh Lamanya Penyimpanan Serum pada Suhu 20-80 0c Selama Satu Minggu terhadap Kadar Kolesterol Total
Abstract: Laboratory examinations are essential to establish diseases diagnosis so the results should be accurate. Therefore, it is necessary to control the pre-analytic, analytic and post-analytic. Cholesterol examination is one of the ways to establish the diagnosis of DM, Heart and hypertension. This study was aimed to determine the effect of duration of serum storage at a temperature of 2°-8°C for a week with total cholesterol levels. Samples were checked daily for a week. The samples of this study were the 2nd and 3rd grade of Health Analyst’s students who lived in the male dormitory where total samples were 5 samples. The study was conducted from March to June 2013. Each sample was checked for total serum cholesterol levels which stored at a temperature of 2°-8°C for a week. This examination used CHOD-PAP method. From the results of data analysis with Friedman Test method, it was determined that total cholesterol levels in serum which stored at temperature 2°-8°C for a week obtained Chi-Square value = 28.827 and p = 0.000 where showed that there was effect of duration of serum storage at temperature 2°-8°C for a week with total cholesterol level.Abstrak: Pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk menegakkan diagnosa penyakit sehingga hasil harus akurat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian terhadap pra-analitik, analitik dan pasca analitik. Pemeriksaan kolesterol merupakan salah satu upaya untuk menegakkan diagnosa penyakit DM, Jantung, dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lamanya penyimpanan serum pada suhu 2°- 8°C selama 1 minggu terhadap kadar kolesterol total. Sampel diperiksa setiap hari selama 1 minggu. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa tingkat 2 dan 3 Analis Kesehatan yang tinggal di asrama putra dengan jumlah sampel sebanyak 5 sampel. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2013. Masing-masing sampel diperiksa kadar kolesterol total pada serum yang disimpan pada suhu 2°- 8°C selama 1 minggu. Pemeriksaan ini menggunakan metode CHOD-PAP. Dari hasil analisis data dengan metode Friedman Test, diketahui bahwa kadar kolesterol total pada serum yang disimpan pada suhu 2°- 8°C selama 1 minggu didapatkan besaran nilai Chi Square = 28,827 dan p = 0.000. Hasil uji signifkansi Chi Square metode Friedman test menunjukkan bahwa p < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh lamanya penyimpanan pada serum yang disimpan pada suhu 2°- 8°C selama 1 minggu terhadap kadar kolesterol total