Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
Sikap Masyarakat pada Odha Di Desa Serangkat Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat
Abstract: Public Attitudes On People Living With Hiv/Aids In The Serangkat Village Of Bengkayang District Development Of West Kalimantan Province. Public attitudes have an impact to all aspects of the lives of people living with HIV/ AIDS (PLWHA), including their health status. This study aims to explore in depth about public attitudes on PLWHA. Phenomenological study with in-depth interviews and researcher field notes to 8 participants are use with purposive sampling technique. The results of thematic analysis found five themes, namely the public attitude of the PLWHA, knowledge and perceptions about HIV / AIDS, the meaning of religion, cultural perspective, and support and community expectations. Basically, the community (in the place of research) has been positive to PLWHA especially those who have existed in their neighborhood because of pity and high social unity. The influence of public leaders, dogma, traditions and sense of community  influence the formation of public attitudes. The necessary support from government and health workers for the active role of the public, especially the provision of information, structuring prevention systems, as well as policies for the poor and neglected.Abstrak: Sikap Masyarakat Pada Odha Di Desa Serangkat Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat. Sikap  masyarakat  berdampak  pada segala  aspek  kehidupan  ODHA termasuk status kesehatannya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam tentang sikap masyarakat pada ODHA. Studi fenomenologi dengan wawancara mendalam dan catatan lapangan peneliti terhadap 8 partisipan yang terjaring berdasarkan tekhnik purposive sampling. Hasil tematik analisis ditemukan 5 tema yaitu sikap masyarakat pada ODHA, pengetahuan dan persepsi tentang penyakit HIV/AIDS, makna ajaran agama, pandangan budaya, dan dukungan serta harapan masyarakat. Masih terdapat persepsi yang kurang tepat yang didasari oleh pengetahuan yang belum memadai tentang konsep HIV/AIDS. Namun, pada dasarnya, masyarakat (ditempat penelitian) telah bersikap positif kepada ODHA khususnya yang pernah ada dilingkungan tempat tinggal mereka karena rasa kasihan dan kebersamaan sosial yang tinggi. Pengaruh tokoh masyarakat, ajaran agama, tradisi dan rasa kebersamaan berpengaruh terhadap pembentukan sikap masyarakat. Diperlukan dukungan dari pemerintah dan petugas kesehatan terhadap peran aktif masyarakat khususnya pemberian informasi, penataan sistem penanggulangan, serta kebijakan untuk masyarakat miskin dan terlantar
Hubungan Tingkat Stres dengan Indeks Massa Tubuh Mahasiswa PSPD FK Untan
Abstract: Correlation Between Stress Level And Body Mass Index On Medical Student Of Tanjungpura University. Stress is an unspecific body response disturbed body needs. The body mass index is an indicator for the categories of underweight, normal, overweight, and obesity. The purpose of this study was to determine the correlation between stress level and body mass index on the student at the medical faculty of Tanjungpura University. This study was an analitic the observasional with cross sectional design. A total of 79 students were studied. The study was conducted in medical faculty of Tanjungpura University. Data was analyzed by Spearman test . Result of this study showed that 28,6% students had mild stress level and 45,2% had normal body mass index. Spearman test showed significant correlation between stress level and body mass index (p= 0,000; r= -0,734). There was significant correlation between stress level with body mass index among medical students.Abstrak: Hubungan Tingkat Stres Dengan Indeks Massa Tubuh Mahasiswa PSPD FK Untan. Stres adalah respon tubuh tidak spesifik terhadap kebutuhan tubuh yang terganggu. Indeks massa tubuh adalah indikator untuk kategori underweight, normal, overweight, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan indeks massa tubuh mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura angkatan 2013. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 79 orang mahasiswa. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 24 orang (28,6%) mengalami stres ringan dan 38 orang (45,2%) dengan berat badan normal. Berdasarkan analisis statistik diperoleh nilai signifikansi (p) yang didapatkan adalah 0,000 dan nilai korelasi (r) adalah 0,734. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan indeks massa tubuh mahasiswa PSPD
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Menarche Siswa SDN 02 Kota Prabumulih
Abstract: Nutritional Status Associated With Menarche On Female Students Of Public Elementary School 02 Prabumulih. The most influential factor on secondary sexual development is a hormone in which its formation influenced by good nutritional status, so it accelerates the formation of hormones that affect the arrival of menarche.The purpose of research was to determine correlation of nutritional status with the incidence of menarche on female students of public elementary school 02 Prabumulih. It was descriptive analytic research with cross-sectional method. The population in this study were female students of 4 classes V grade and 4 classes of VI grade, with totally 211 female students who attended in Public Elementary School 02 Prabumulih. This research used random sampling technique and calculation of sample size obtained by 64 female students. Data were obtained through check list questionnaire and body mass index measurement. The result were 43 people (67,2%) had menarche and 21 other had not menarche yet (32,8%), while 38 (59,4%) had normal nutritional status and 26 people (31,6%) had abnormal status were 11 people (42,3%) obese, skinny 15 people (57,7%) under weight. Statistical test using chi square with 95% confidence level (a = 0.5) indicates there was correlation between nutritional status with the incidence of menarche.Abstrak: Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Menarche Siswi Sdn 02 Kota Prabumulih. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan seksual sekunder adalah hormon dimana pembentukannya dipengaruhi oleh status gizi yang baik, sehingga dapat mempercepat pembentukan hormon-hormon yang mempengaruhi datangnya menarche. Tujuan penilitian yaitu untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian menarche siswi SDN 02 Kota Prabumulih. Penelitian ini bersifat penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode cross-sectional. Populasi adalah siswi kelas V terdiri dari 4 kelas dan VI terdiri dari 4 kelas berjumlah 211 siswi yang bersekolah di SDN 02 Kota Prabumulih tahun 2016. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dan perhitungan besar sampel didapatkan 64 siswi. Data diperoleh melalui kuesioner berbentuk check list dan pengukuran Indeks Massa Tubuh. Didapatkan hasil 43 orang (67,2%) telah mengalami menarche dan 21 orang belum mengalami menarche ( 32,8%), sedangkan 38 (59,4%) orang status gizi normal dan 26 orang (31,6%) status gizi tidak normal, yaitu obesitas 11 orang (42,3%) sedangkan kurus 15 orang (57,7%). Uji statistik menggunakan chi square dengan tingkat kepercayaan 95 % (a=0.5) menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian menarche di SDN 02 Kota Prabumulih.Â
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Usia 4-6 Tahun
Abstract: Factors Related To Occurrence Of Diarrhea In 4-6 Year Children. Diarrhea cases in 4-6-year-old children in Desa Kalimas raised annually, from 10% in 2013 to 33% in 2014, and 35% in 2015. This study aimed at factors related to diarrhea cases in 4-6-year-old children in Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap. Cross Sectional approach was used forty one sample participated in this study. They were selected by using proportional random sampling technique. The data analysis using chi-square test with a 95% confidence level. The study revealed significant correlation of hand washing (p = 0,043 ; PR = 2,175), microbial quality of drinking water storage (p = 0,016 ; PR = 1,462), availability of family latrine (p = 0,003 ; PR = 3,242), and diarrhea cases. There was no significant correlation between diarrhea cases are the habit of boiling water with the microbial quality of drinking water, the source of water for washing cutlery, and microbial of drinking water, (p > 0,05). It is hoped health authorized staffs in Desa Kalimas apply community- based total sanitation, enhance clean and healthy behaviour, and socialize healthy drinking water storage based on Regulation of Minister of Healthy No. 3/2014.Abstrak: Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia 4-6 Tahun. Angka kejadian diare pada anak usia 4-6 tahun di Desa Kalimas mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2013 kejadian diare sebesar 10%, tahun 2014 sebesar 33% dan 35% pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak usia 4-6 tahun di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 45 orang yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan dengan diare (p = 0,043; PR = 2,175), penyimpanan air minum dengan kualitas mikrobiologi air minum (p = 0,016; PR = 1,462), ketersediaan jamban keluarga dengan diare (p = 0,003; PR = 3,242). Variabel yang tidak berhubungan yaitu kebiasaan memasak air dengan kualitas mikrobiologi air minum, sumber air untuk mencuci alat makan/minum dan kualitas mikrobiologi air minum dengan diare (p ≥ 0,005). Disarankan agar di Desa Kalimas bisa diterapkan program STBM dan peningkatan penerapan PHBS pada masyarakat Desa Kalimas serta mensosialisasikan cara penyimpanan air minum yang baik sesuai dengan Permenkes No 3 tahun 2014
Pengaruh Perendaman Larutan Kapur Sirih terhadap Kadar Asam Sianida pada Biji Karet
Abstract: Rubber seeds contain high protein, but there is also toxin called hydrogen cyanide (HCN), with cyanide content of 330 mg of every 100 g. Cyanide levels contained in rubber seeds are quite high. The effort to lower the cyanide level is by immersion in a solution of whiting. The purpose of this research was to determine the influence of dyeing in various concentration of lime betel leaf (0,3%, 0,6%, 0,9%, 1,2% and 1,5%) for 6 hours to cyanide acid level in rubber seed. The method of cyanide acid content determination using ion selective electrode with 30 samples determined by purposive sampling. While the research method used was quasi-experimental with statistical analysis using ANOVA test. Based on the research result, the average of cyanide acid content in the rubber seeds without dyeing was 4666,625 mg/kg, after dyeing in the lime solution for 6 hours with concentration 0,3% equal to 59,60 mg/kg, concentration 0,6% was 33.25 mg/kg, 0.9% concentration was 16.70 mg/kg, concentration of 1.2% was 28.70 mg/kg, and after dyeing in 1.5% concentration was 32.775 mg/kg. Statistically obtained p-value = 0.000 (p <0,05) so that there was influence of immersion of lime betel solution in various concentration to cyanide acid level in rubber seed.Abstrak: Biji karet mempunyai kandungan protein yang tinggi, namun didalamnya terdapat suatu racun yaitu hydrogen cyanide (HCN), dengan kadar sianida 330 mg dari setiap 100 g. Kadar sianida yang terkandung pada biji karet tergolong tinggi. Upaya untuk menurunkan kadar sianida adalah dengan melakukan perendaman dalam larutan kapur sirih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman larutan kapur sirih dalam berbagai konsentrasi yaitu 0,3%, 0,6%, 0,9%, 1,2% dan 1,5% selama 6 jam terhadap kadar asam sianida pada biji karet. Metode penetapan kadar asam sianida menggunakan elektrode selektif ion dengan sampel penelitian sebanyak 30 sampel yang ditentukan secara purposive sampling. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan analisis statistik menggunakan uji Anova. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar asam sianida pada biji karet tanpa perendaman yaitu 4666,625 mg/kg, sesudah direndam larutan kapur sirih selama 6 jam dengan konsentrasi 0,3% sebesar 59,60 mg/kg, konsentrasi 0,6% sebesar 33,25 mg/kg, konsentrasi 0,9% sebesar 16,70 mg/kg, konsentrasi 1,2% sebesar 28,70 mg/kg, dan sesudah direndam konsentrasi 1,5% sebesar 32,775 mg/kg. Secara statistik diperoleh nilai p=0,000 (p < 0,05) sehingga ada pengaruh perendaman larutan kapur sirih dalam berbagai konsentrasi terhadap kadar asam sianida pada biji karet
Penggunaan Antikoagulan Naf pada Pengukuran Kadar Glukosa Darah Selama 2 Jam
Abstract: NaF or Sodium Fluoride are anticoagulants which often used for sampling tests of blood glucose levels because NaF is considered to inhibit the process of glycolysis. The purpose of this study was to determine the difference of blood glucose level that delayed for 2 hours using NaF anticoagulant and without using NaF anticoagulant at students of Medical Laboratory Pontianak. This research method was in the form of Cross-Sectional research. Sampling technique by random sampling with 39 people in total. Glucose examination method used was a method of glucose oxidase using blood serum. The result was the average value of blood glucose level using anticoagulant NaF was 80,256 mg/dl. While the average of blood glucose levels without the use of NaF anticoagulants was 73,589 mg/dl. The data obtained were analyzed statistically using paired t-test result (p = 0,001 <a 0,05). It can be concluded that there was a difference of blood glucose level when using NaF anticoagulant and without using NaF anticoagulant on students of Medical Laboratory Pontianak.Abstrak: Antikoagulan NaF atau Natrium Flourida adalah antikoagulan yang sering digunakan untuk sampling bahan pemeriksaan kadar glukosa darah, karena NaF dianggap mampu menghambat proses glikolisis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa darah sewaktu yang ditunda selama 2 jam menggunakan antikoagulan NaF dan tanpa menggunakan antikoagulan NaF pada mahasiswa/I Analis Kesehatan Pontianak. Desain penelitian menggunakana Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling dengan jumlah 39 orang. Metode pemeriksaan glukosa yang digunakan adalah metode glucose oxidase menggunakan sthe erum darah Hasil penelitian adalah rata–rata nilai kadar glukosa darah yang menggunakan antikoagulan NaF adalah 80,256 mg/dl. Sedangkan rata-rata kadar glukosa darah yang tanpa menggunakan antikoagulan NaF adalah 73,589 mg/dl. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan uji t-berpasangan didapatkan hasil (p = 0,001<a 0,05). Dapat disimpulkan terdapat perbedaan kadar glukosa darah sewaktu menggunakan antikoagulan NaF dan tanpa menggunakan antikoagulan NaF pada mahasiswa /i Analis Kesehatan Pontianak.Â
Efektifitas Air Rebusan Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhi dengan Metode Dillution Test
Abstract: Pandanus leaf is one of the plants that contain active substances that can function as antibacterial. Active substances contained in pandan leaves can be used as traditional medicine in curing various diseases. This study was aimed to determine the effectiveness of boiled water of pandan leaves (Pandanus amaryllifolius) in inhibiting the growth of Salmonella typhi bacteria with the Dilution Test Method. The research design used was quasi-experiment with sampling technique used in this research was purposive sampling. Handling the sample by boiling then boiled water was diluted according to the desired concentration. The research was conducted at the Bacteriology Laboratory of Medical Laboratory of Health Ministry of Health Polytechnic Pontianak on February-April 2013. Then, data was processed by Friedman statistic test. Based on the research results of the effectiveness of boiled water of pandan leaves (Pandanus amaryllifolius) in inhibiting the growth of Salmonella typhi bacteria with Dilution Test Method can be concluded that the minimum inhibitory content of boiling water of pandan leaves effectively inhibits Salmonella typhi bacteria growth at concentration 60%. The statistical results show p-value of 0.000 (p = 0,000 <0,05), it can be concluded that pandan leaves boiling water is effective in inhibiting the growth of Salmonella typhi bacteria with dilution test method. Abstrak: Daun pandan merupakan salah satu tanaman yang mengandung zat-zat aktif yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Zat aktif yang terkandung pada daun pandan dapat digunakan sebagai obat tradisional dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektiftas air rebusan daun pandan (Pandanus amaryllifolius) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dengan Metode Dillution Test. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan teknik pengambilan purposive sampling. Penanganan sampel dengan cara direbus kemudian air rebusan tersebut dilakukan pengenceran sesuai konsentrasi yang diinginkan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bakteriologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Pontianak pada bulan Februari - April 2013. Selanjutnya data diolah dengan Uji statistik Friedman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar hambat minimum air rebusan daun pandan yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi yaitu pada konsentrasi 60 %. Hasil statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p = 0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa air rebusan daun pandan efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dengan metode dillution test
Penggunaan Aerator, Soda Ash, dan Filtrasi dalam Menurunkan Kadar Fe
Abstract: The Use Of Aerator, Soda Ash, And Filtration To Reduce Fe Level. Most people in Pontianak still use the well-pond water as the source of clean water everyday. High iron levels in ground water can cause people's reluctance to consume and can harm public heaLh. The purpose of this research was to determine the effectivity of air injection treatment (aerator), coagulant of Soda As and FiLration with shellfish in decreasing Fe content in well-pond water in Siantan Hulu Village. This research was a quasi experiment with one group pre-post design method. The resuLs were analyzed using t-test statistic. The resuLs of the study, the average of iron (Fe) level before treatment was 4.356 mg / L. Treatment of well-pond water source that qualified as clean water was by using 100 psi aerator + 10% soda ash, fiLering with 60 cm shell + gravel 10 cm, Manganese sand Zeolite 60 cm and 0,1 micron membrane which obtained resuL iron decrease to 0.948 mg/L. This was consistent with statistical test resuLs showing significant differences in iron content between before and after treatment (p = 0.000). In conclusion, well-pond water treatment method that can be applied was by using 100 psi aerator + 10% soda ash, fiLering with 60 cm shell + 10 cm gravel, 60 cm manganese zeolite and membrane 0,1 micronAbstrak: Penggunaan Aerator, Soda Ash, Dan Filtrasi Dalam Menurunkan Kadar Fe. Sebagian masyarakat Kota Pontianak masih memanfaatkan air sumur kolam sebagai sumber air bersih sehari-hari. Kadar besi yang tinggi dalam air tanah dapat menimbulkan keengganan masyarakat untuk konsumsi dan dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas perlakuan injeksi udara (aerator), pembubuhan bahan koagulan soda ash dan fiLrasi dengan media dari bahan kulit kerang. dalam menurunkan kadar Fe pada air sumur kolam di Wilayah Kelurahan Siantan Hulu. Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan metode one group pre-post design. Hasil dianalisis menggunakan uji statistik t-test. Hasil penelitian, rata-rata kadar besi (Fe) sebelum perlakuan adalah sebesar 4,356 mg/L. Perlakuan terhadap sumber air sumur kolam yang memenuhi syarat sebagai air bersih adalah dengan menggunakan aerator 100 psi + soda ash 10%, penyaringan dengan kulit kerang 60 cm + kerikil 10 cm, pasir Mangan Zeolit 60 cm dan membran 0,1 mikron dimana diperoleh hasil kadar besi turun menjadi 0,948 mg/L. Hal ini sesuai dengan hasil uji statistik yang menunjukkan adanya perbedaan kadar besi yang bermakna antara sebelum dan sesudah perlakuan (p=0,000). Simpulan pengolahan air sumur kolam yang dapat diaplikasikan adalah dengan menggunakan aerator 100 psi + soda ash 10%, penyaringan dengan media kulit kerang 60 cm + kerikil 10 cm, pasir Mangan Zeolit 60 cm dan membran 0,1 mikron
Kamper Karbon Aktif Menurunkan Kepadatan Bakteri Udara Di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura
Abstract: Camphor-Active Carbon To Reduce Air Bacteria Density In Tanjungpura University Hospital. The risk of microbial contamination by air in the medical ward may occur during the process of wound care, replacing bandages, injection and infusion. The development of airborne bacteria in the medical ward can cause nosocomial infection to patients. Therefore it is necessary to reduce the risk of air bacteria exposure by using activated carbon as the adsorbent. The general purpose of this research was to determine the ability to activate carbon camphor by lowering the density of air bacteria in the medical ward.  The design of this research is pre and post group design. The research process was repeated six times for each active camphor carbon dose. Statistical analysis techniques using the Wilcoxon Signed Rank test and Kruskal Wallis. The results showed that there was the significant difference in the density of air bacteria before and after given camphor-activate carbon (p = 0.000). There was a difference in the density of air bacteria with doses variation of camphor-activate carbon (p = 0.003) and there was no difference air bacteria density according to the class of medical ward in Tanjungpura University Hospital (p = 0.311). The conclusions, of this research, is that there is the difference of bacterial density to dose variation, except bacteria density according to the Class of medical ward. Abstrak: Kamper Karbon Aktif Menurunkan Kepadatan Bakteri Udara Di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura. Resiko kontaminasi mikroba oleh udara pada ruang perawatan dapat terjadi pada saat proses perawatan luka, penggantian perban, injeksi dan pemasangan infus. Perkembangan bakteri udara di ruang perawatan dapat memicu terjadinya infeksi nosokomial bagi pasien. Oleh karena itu perlu upaya pengendalian dengan mengurangi resiko paparan bakteri udara dengan memanfaatkan karbon aktif sebagai adsorben. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kamper karbon aktif dalam menurunkan kepadatan bakteri udara di ruang perawatan. Desain penelitian ini adalah pre and post group design. Proses penelitian diulangi sebanyak 6 kali untuk masing-masing dosis kamper karbon aktif. Teknik analisis menggunakan uji statistic Kruskal Walls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan densitas bakteri udara sebelum dan sesudah diberi kamper berkarbonaktif (p=0.000). Ada perbedaan densitas bakteri udara dengan variasi dosis kamper karbon (p=0.003) dan tidak ada perbedaan densitas bakteri udara berdasarkan kelas Ruang Perawatan di Rumah Sakit Tanjungpura (p=0.311). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan densitas bakteri terhadap variasi dosis, kecuali perbedaan bakteri udara berdasarkan Kelas Ruang Perawatan.Â
Analisis Kadar Asam Sianida pada Rebung Bambu Sebelum dan Sesudah Pengukusan Selama 10, 15, dan 20 Menit Metode Elektroda Selektif Ion
Abstract: Bamboo shoots is a kind of famous vegetables and consumed by people from various part of the world. Nutritional content of bamboo shoots are good but bamboo shoots also contain HCN (Cyanide Acid) which is dangerous if not treated properly. There are some ways to reduce the level of cyanide acid in the bamboo shoot, one of them is steaming technique. The purpose of this research was to know the difference of cyanide acid level in bamboo shoots before and after 10, 15, and 20 minutes steaming treatment. The research design used was quasi-experiment on 24 chosen samples with purposive sampling. The method used was ion selective electrode method and analyzed with ANOVA test. Based on the result of research obtained that the average of cyanide acid in bamboo shoots before steaming amount as 102,4983 mg/kg, after 10 minutes steaming was 67,8983 mg/kg, after 15 minutes steaming was 51,3617 mg/kg, and after 20 minutes steaming was 40.8283 mg/kg. The result of ANOVA test obtained p = 0.0001 (p <0,05) which showed that there was a difference of cyanide acid level in the bamboo shoot before and after 10, 15, and 20 minutes-steaming.Abstrak: Rebung merupakan salah satu jenis sayuran yang sudah dikenal dan dikonsumsi oleh manusia di berbagai belahan dunia. Kandungan gizi yang dimiliki rebung cukup baik akan tetapi rebung juga mengandung HCN (Asam Sianida) yang berbahaya jika tidak diolah dengan baik. Ada beberapa cara untuk menurunkan kadar asam sianida pada rebung salah satunya adalah teknik pengukusan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan kadar asam sianida pada rebung bambu sebelum dan setelah pengukusan selama 10, 15, dan 20 menit. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu pada 24 sampel penelitian diperoleh dengan purposive sampling. Metode yang digunakan adalah metode elektroda selektif ion dan dianalisis menggunakan uji Anova. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata kadar asam sianida pada rebung bambu sebelum pengukusan adalah 102,4983 mg/kg, setelah pengukusan selama 10 menit adalah 67,8983 mg/kg, setelah pengukusan selama 15 menit adalah 51,3617 mg/kg, dan setelah pengukusan selama 20 menit adalah 40,8283 mg/kg. Hasil uji anova didapatkan hasil p=0,0001 (p < 0,05) dimana menunjukkan terdapat perbedaan kadar asam sianida pada rebung bambu sebelum dan setelah pengukusan selama 10, 15, dan 20 menit