Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    Penggunaan Modul Pendamping Kms Terhadap Ketepatan Kader Menginterpretasi Hasil Penimbangan

    Get PDF
    Abstract: The Use Health Card Companion Module To Accuracy Of Cadres In Interpreting The Weighing Results. The results monitoring of nutritional status in Aceh province in 2013 acquired 19.72% of children PEM total, and 1.80%  which include severe PEM, as well the prevalence of short children reached 37.1%. Cadre strategic role through monitoring the growth of children, the necessary training with Health Card companion module to determine the interpretation  results of weighing. The study aims to assess the effectiveness of training for used Health Card companion module to the cadres in interpreting the results child’s weight. Type descriptive analytic research using the Quasi-Experimental design approach to nonequivalent group pretest-posttest. Research conducted was Darul Imarah for 2 months (August-September 2016). Samples are a cadre of community health centers amounted to 40 (20 cases and 20 control). Data were collected and analyzed using statistical R-Cmdr through descriptive analysis and inferential. The survey results revealed a significant effect in improving the training of cadres accuracy (p= 0,000) interpret data results. Further training evidenced by the module is more effective in improving the accuracy of cadres (p= 0,000) compared with not training. The conclusion that accuracy of cadres in interpreting the results a child’s weight can be improved through the use of training modules, in addition to the use of modules is more effective than without the use of modules.Abstrak: Penggunaan Modul Pendamping Kms Terhadap Ketepatan Kader Menginterpretasi Hasil Penimbangan. Hasil pemantauan status gizi di Provinsi Aceh tahun 2013 diperoleh 19,7% anak Kekurangan Energi Protein (KEP) total, dan 1,8% diantaranya termasuk KEP berat, serta prevalensi anak pendek mencapai sebesar 37,1%. Peran kader yang sangat strategis melalui kegiatan pemantauan pertumbuhan anak di posyandu, maka diperlukan pelatihan dengan modul pendamping Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk menentukan interpretasi hasil penimbangan anak di posyandu. Penelitian bertujuan untuk menilai efektivitas pelatihan penggunaan modul pendamping KMS terhadap kader dalam menginterpretasikan hasil penimbangan balita. Jenis penelitian deskriptif analitik menggunakan desain Quasi Experimental dengan pendekatan pretest posttest non equivalent group. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah selama 2 bulan, (Agustus-September 2016). Sampel merupakan kader puskesmas berjumlah 40 orang (20 perlakuan dan 20 kontrol). Data dikumpulkan secara studi kasus dan observasi yang dianalisis menggunakan statistik R-Cmdr melalui analisis deskriptif dan analisis inferensial pada CI: 95%. Hasil penelitian diketahui pelatihan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan ketepatan kader (p=0,000) menginterpretasi data hasil. Selanjutnya dibuktikan pelatihan dengan modul KMS lebih efektif dalam meningkatkan ketepatan kader (p=0,000) dibandingkan pelatihan tanpa modul. Dapat disimpulkan bahwa ketepatan kader dalam menginterpretasikan hasil penimbangan balita dapat ditingkatkan melalui pelatihan penggunaan modul, selain itu penggunaan modul lebih efektif dibandingkan tanpa penggunaan modul

    Perbedaan Kadar Kalsium Dalam Darah Sebelum Dan Saat Menstruasi Pada Mahasiswi Dengan Sindrom Pramenstruasi Jurusan Analis Kesehatan Pontianak

    Get PDF
    Abstract: The most common cause of premenstrual syndrome is the imbalance of estrogen and progesterone in the premenstrual phase. These hormonal imbalances can trigger changes in calcium concentration in the blood. This study aims to determine the difference in blood calcium levels before menstruation and during menstruation in female students with premenstrual syndrome in the Department of Health Analyst Polytechnic Health Pontianak. The design in this study is cross sectional. The sampling technique used in this research is purposive sampling. The sample used in this study is a student D-IV level I Department of Health Analyst Pontianak as many as 31 people. Measurement and inspection of calcium levels is done by using O-CPC colorimetric method. Based on the research results obtained calcium levels before menstruation with the average value of 9.01942 mg/dl, the lowest score 8.251 mg/dl and the highest value 9.977 mg/dl. Calcium levels during menstruation with an average value of 9.74487 mg/dl, the lowest value of 9.055 mg/dl and the highest value 10.294 mg/dl. The result of data processing using paired t-test (Paired Sample T-Test) by computerized using SPSS 20 program obtained p value = 0.000 smaller than significant level (α) (0,000 <0,05), it can be concluded that Ha accepted meaning that there are differences in calcium levels in the blood before menstruation and at menstruation in female students with premenstrual syndrome.Abstrak: Penyebab munculnya sindrom pramenstruasi yang paling sering dipertimbangkan adalah ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron pada fase pramenstruasi. Ketidakseimbangan hormon tersebut dapat memicu perubahan pada konsentrasi kalsium dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar kalsium dalam darah sebelum menstruasi dan saat menstruasi pada mahasiswi dengan sindrom pramenstruasi di Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Pontianak. Desain dalam penelitian ini adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswi D-IV tingkat I Jurusan Analis Kesehatan Pontianak sebanyak 31 orang. Pengukuran dan pemeriksaan kadar kalsium dilakukan dengan menggunakan metode O-CPC colorimetric. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar kalsium sebelum menstruasi dengan nilai rata -rata 9.01942 mg/dl, nilai terendah 8.251 mg/dl dan nilai tertinggi 9.977 mg/dl.Kadar kalsium saat menstruasi dengan nilai rata-rata 9.74487 mg/dl, nilai terendah 9.055 mg/dl dan nilai tertinggi 10.294 mg/dl. Hasil pengolahan data menggunakan uji t berpasangan (Paired Sample T-Test)secara komputerisasi dengan menggunakan program SPSS 20 di peroleh nilai p=0,000 lebih kecil dari tingkat signifikan (α) (0,000 <0,05 ), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya terdapat perbedaan kadar kalsium dalam darah sebelum menstruasi dan saat menstruasi pada mahasiswi dengan sindrom pramenstruasi

    Efektivitas Air Perasan Daun Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Pertumbuhan Jamur Trichophyton Rubrum Dengan Metode Dillution Test

    Get PDF
    Abstract: This research goals to identify the effect of inhibitory potency in Aloe vera  to fungi colonies Trichophyton rubrum and Candida albicans growth. Samples was scraped Aloe vera leaves which formed into jelly, that considered as 100% concentration (v/v), jelly was made into different concentrations, e.g 10%, 15%,20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50%, 55% dan 60% v/v. Furthermore, it observed by the difference between those concentrations in inhibiting fungi colonies growth )Trichophyton rubrum and Candida albicans). Method used in this study was Dillution Test for identifying fungi colonies growth )Trichophyton rubrum and Candida albicans). The results reported in percentage of inhibited fungi colonies. In addition, it examined then by using Anova Test to make sure whether there was a difference or not between various concentration in inhibiting fungi colonies beefing up. Based on study, it is known that Aloe vera jelly was able to constrain fungi (Trichophyton rubrum and Candida albicans) improvement, but it could not capable to kill those fungi perfectly. Statistically, it can be seen that Aloe vera jelly was quite able to inhibit the growth of fungi colonies (Trichophyton rubrum  and Candida albican) with significance value P = 0,997 (P > 0,05).Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya hambat jeli lidah buaya (Aloe vera) terhadap pertumbuhan koloni jamur Trichophyton rubrum dan Candida albicans. Sampel berasal dari daging daun lidah buaya yang dikerok berupa jeli, yang konsentrasinya dianggap 100%(v/v), jeli dibuat variasi konsentrasi yaitu 10%, 15%,20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50%, 55% dan 60% v/v). Kemudian dilihat perbedaan antara konsentrasi dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur Trichophyton rubrum dan Candida albicans. Metode pada penelitian ini menggunakan Dillution Test terhadap pertumbuhan koloni jamur Trichophyton rubrum dan Candida albicans. Hasil penelitian berupa persentase jumlah koloni jamur yang dihambat. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan uji anava untuk mengetahui perbedaan antara konsentrasi perlakuan dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur. Berdasarkan dari penelitian dapat diketahui bahwa jeli lidah buaya mampu menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum dan Candida albicans tetapi tidak sampai membunuh dengan sempurna. Namun secara stastisik jeli lidah buaya dapat menghambat pertumbuhan koloni jamur Trichophyton rubrum  dan Candida albican dengan nilai signifikansi P = 0,997 (P > 0,05)

    Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Warga Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Rw 26 Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara

    No full text
    Abstrak: Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Warga dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di RW 26 Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional yaitu menggambarkan pengetahuan, sikap dan perilaku warga dalam pengelolaan sampah rumah tangga di RW 26 Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara. Jumlah  sampel  sebanyak 72 responden ibu rumah tangga. Data perilaku ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah rumah tangga diperoleh dari observasi di lapangan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap responden dalam pengelolaan sampah rumah tangga di RW 26 Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara adalah baik 72%. Sedangkan perilaku responden dalam pengelolaan sampah rumah tangga di RW 26 Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara adalah kurang baik 92%.Abstract: The Description of Knowledge, Attitude and Behavior of Citizens in The Management of Household Waste in RW 26 Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara. This research is a descriptive observational which describes the knowledge, attitudes and behavior of citizens in the management of household waste in RW 26 Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara. The total sample of 72 respondents housewife. Behavioral data housewife in the management of household waste obtained from observations in the field. The results showed that the respondents' knowledge and attitudes in the management of household waste in RW 26 Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara is a good 72%. While the behavior of respondents in the household waste management in RW 26 Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara is unfavorable 92%

    Gambaran Tingkat Kepadatan Lalat Di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Melano Kabupaten Kayong Utara

    No full text
    Abstrak: Gambaran Tingkat Kepadatan Lalat di Desa Teluk Melano Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kepadatan vektor lalat di Desa Teluk Melano Kabupaten Kayong Utara. Obyek penelitian ini berkisar pada lokasi pasar, TPS (tempat pembuangan sementara) dan peternakan ayam. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kepadatan lalat di Desa Teluk Melano Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara adalah berjumlah 11 (padat : 6 – 20 lalat), suhu di Desa Teluk Melano Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara yaitu 31,560C dan kelembaban di Desa Teluk Melano Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara yaitu 73,47%.Abstract: The Describe The Density of Flies in Teluk Melano Simpang Hilir, North Kayong. This is descriptive study, which is to obtain a picture of the density of the vector flies in Teluk Melano North Kayong district. Object of this research revolves around the market place, TPS (Dumpster) and a chicken farm. From these results it can be concluded that the density of flies in Teluk Melano Simpang Hilir, North Kayong are a total of 11 (solid: 6-20 flies), the temperature in Teluk Melano Simpang Hilir downstream District of North Kayong is 31,560C and humidity in the village of Teluk Melano Simpang Hilir, North Kayong that is 73,47%.Â

    Daya Hambat Konsentrasi Air Rebusan Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhi Dengan Metode Difusi

    Get PDF
    Abstract: Earthworms (Lumricus rubellus) is included in avertebrates animal (invertebrates) so they usually called soft animal. Earthworms (Lumricus rubellus) have lumbrokinases, peroksidase, catalase, cellulose and arhidonic acid which have capacity for reducing fever due to bacteria infection. Study objective was to identify potential concentration of earthworms stew water against Salmonella typhi advancement by using diffusion method. This study used laboratory experimental design with purposive sampling method, a determining sampling by selecting a sample within population based on desired research. This study resulted from 3 treatments with 30 measured total samples obtained minimum concentration was 20% which had 8 mm diameter of inhibitory zone, meanwhile 100% was the maximum concentration with 21 mm as diameter of inhibitory zone. According to statistical test, One Way ANova, gained value (p = 0,00 < 0,05) so H0 refused and Ha accepted, meaning that there was different inhibitory potency in each earthworms stew water in order to constrain Salmonella thypi growth with diffusion method applied. Conclusion from this study was the higher concentration of earthworms stew water, the higher inhibitory zone formed around paper disk.Abstrak: Cacing tanah (Lumricus rubellus) adalah tergolong dalam kelompok binatang avertebrata (tidak bertulang belakang) sehingga sering disebut binatang lunak. Cacing tanah (Lumricus rubellus) mengandung enzim lumbrokinase, peroksidase, katalase, dan selulosa. serta asam arhidonat yang mempunyai kemampuan menurunkan panas badan (deman) yang disebabkan infeksibakteri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya konsentrasi air rebusan cacing tanah (Lumbricus rubellus) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Dengan metode difusi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium, dengan metode pengambilan sampel purposive sampling, yaitu suatu penetapan sampel dengan cara memilih sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki penelitian. Hasil penelitian dari 3 perlakuan dengan 30 sampel dapat diketahui konsentrasi minimum 20% dengan diameter zona hambat 8 mm sedangkan konsentrasi maksimun 100% dengan diameter zona hambat 21 mm. Berdasarkan uji statistik menggunakanAnova One Wey diperoleh nilai (p = 0,00 < 0,05) maka HO ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat perbedaan daya hambat air rebusan cacing tanah (Lumbricus rubellus) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dengan metode difusi. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu semakin tinggi konsentrasi air ribusan cacing tanah, maka semakin besar zona hambat yang terbentuk disekitar paper disk cakram

    Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Bio-Etanol Dengan Metode Hidrolisis Fisik Menggunakan Panas Dan Tekanan Tinggi

    Get PDF
    Abstract: The main problem faced by the Indonesian nation is the deficit of oil fuel as asource of fossil energy besides Indonesian also difficulties in handling waste. Organic waste contains starch, sugar, and hemiselulosa. Sugar is fermented into bioethanol as a fuel subtitute. The purpose of this study was to seethe effect of hausehold organic waste hydrolysis to produce large bioethanol, the hydrolysis used was by heating temperatur hydrolysise 1000C and by using presto. Fermentation is carried out using 3 % yeast tape for 6 day. To obtain fermentation ethanol in distilation. From the research results obtained the highest levels of heating using presto of 19,22. Statistical test using wilcoxon test showed a difference with significance value p = 0.00 (p<0.05). This illustrates the influence of warming temperature on the increase of bioethanol content.Abstrak: Masalah utama yang dihadapi bangsa Indonesia mengalami defisit bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber energi fosil selain itu Indonesia juga kesulitan dalam penanganan sampah. Sampah organik mengandung pati, gula dan hemiselulose. Gula difermentasi menjadi bio-etanol sebagai pengganti bahan bakar. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh hidrolisis sampah organik rumah tangga sehingga menghasilkan bio-etanol yang besar, hidrolisis yang digunakan adalah dengan cara pemanasan suhu 1000C dan denan menggunakan presto. Fermentasi dilakukan dengan menggunakan ragi tape 3 % selama 6 hari. Untuk mendapatkan etanol fermentasi di destilasi. Dari hasil penelitian diperoleh kadar tertinggi pada pemanasan menggunakan presto sebesar 19,22 . Uji statistik menggunakan Wilcoxon  menunjukan adanya perbedaan dengan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05). Hal ini menggambarkan adanya pengaruh suhu pemanasan terhadap meningkatnya kadar bio-etanol

    Hubungan Sarapan, Uang Saku dengan Jajanan Di SD Kristen Immanuel II Kubu Raya

    Get PDF
    Abstract: Relations With Breakfast And Allowance Hawker Immanuel Christian Elementary School II Kubu Raya. Factors that influence the selection of snack foods in school children include school lunch, breakfast, school activities, advertising on television and the availability of snack foods in schools. The purpose research is to determine the relationship of breakfast and pocket money for snacks consumption in primary school children Christian Immanuel II Kubu Raya. Observational with cross sectional study design. The number of samples in this study were 68 children were taken by random sampling. Nutritional status data obtained by anthropometric measurements (BB and TB) and categorized by the WHO Anthro. Data breakfast, pocket money, and street food is obtained by using a questionnaire. In this study, 61.8% was found among elementary school children Christian Immanuel II Kubu Raya do breakfast. 58.8% of students bring more pocket money than average and as much as 86.8% of students bring pocket money and buy food snacks in schools.Abstrak: Hubungan Sarapan, Uang Saku  dengan Jajanan Di SD Kristen Immanuel II Kubu Raya.  Faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajanan pada anak sekolah antara lain bekal sekolah, makan pagi, aktifitas sekolah, iklan di televisi dan ketersediaan makanan jajanan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sarapan dan uang saku dengan konsumsi jajanan pada anak Sekolah Dasar Kristen Immanuel II Kubu Raya. Jenis Penelitian ini adalah Observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 anak yang diambil secara random sampling. Data status gizi diperoleh dengan pengukuran antropometri (BB dan TB) dan dikategorikan berdasarkan WHO Anthro. Data sarapan pagi, uang saku, dan makanan jajanan diperoleh dengan menggunakan uji chi-square. Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 61,8% anak Sekolah Dasar Kristen Immanuel II Kubu Raya melakukan sarapan pagi. 58,8% siswa/i membawa uang saku lebih dari rata-rata dan sebanyak 86,8% siswa/I membawa uang saku dan membeli makanan jajanan di sekolah. ada hubungan yang bermakna antara uang saku dengan konsumsi jajanan pada anak Sekolah Dasar Kristen Immanuel II Kubu Raya sedangkan antara sarapan dengan konsumsi jajanan pada anak di Sekolah Dasar Kristen Immanuel II Kubu Raya tidak ada hubungan yang bermakna

    Pengolahan Limbah Cair Tahu Untuk Menurunkan Kadar TSS Dan BOD

    Get PDF
    Abstract: Tofu Liquid Waste Processing System Using Aeration And Filtrasi To Lower Levels Of TSS And BOD . The level of TSS and BOD of tofu wastewater in tofu industry in Tebas Subdistrict has exceeded the standard, is TSS = 1320 mg/L in NAB = 200 mg/L and BOD = 161 mg/L in NAB = 150 mg/L. The industrial liquid waste of tofu contains organic substances 40% -60% protein, 25% -50% carbohydrate, 10% fat and other suspended solids in nature can undergo physical, chemical and biological changes that will produce toxic substances. The purpose of this study in to know effectiveness of liquid waste processing know with aeration and filtration process to lower TSS and BOD levels in tofu wastewater. This research is Quasi Experimental with design One Group Pretest-Posttest.. The research sample is 24 samples with 6 repetitions. Statistical test used Paired Sample T-Test with 95% cofidence level. The test results showed the effectiveness of significant decrease in TSS and BOD levels before treatment was given after treatment with aeration and filtration with TSS (p=0,000 <α=0,05) and BOD p=0,000 <α=0.05).Abstrak: Pengolahan Limbah Cair Tahu Untuk Menurunkan Kadar TSS Dan BOD. Kadar TSS dan BOD limbah cair tahu di industri rumah tangga tahu di Kecematan Tebas sudah melebihi standar, yaitu  TSS = 1320 mg/L dengan NAB = 200 mg/L dan BOD = 161 mg/L dengan NAB = 150 mg/L. Limbah cair industri tahu mengandung zat-zat organik yaitu protein 40%-60%, karbohidrat 25%-50%, lemak 10% dan padatan tersuspensi lainnya yang di alam dapat mengalami perubahan fisika, kimia dan hayati yang akan menghasilkan zat toksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pengolahan limbah cair tahu menggunakan sistem aerasi dan filtrasi untuk menurunkan kadar TSS dan BOD pada limbah cair tahu. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian sebanyak 24 sampel dengan 6 kali pengulangan. Uji statistik yang digunakan Paired Sample T-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji menunjukan adanya efektifitas penurunan kadar TSS dan BOD yang signifikan sebelum diberikan perlakuan dengan sesudah diberi perlakuan aerasi dan filtrasi dengan hasil TSS yaitu (p=0,000 < α=0,05) dan BOD (p=0,000 < α=0,05)

    Perbedaan Kontaminasi Bacteria Staphylococcus sp di Denominasi Uang Kertas Rupiah di Warung Jalan Adi Sucipto Kota Pontianak

    Get PDF
    Abstract: Staphylococcus is a cause of infection. Infection can be transmitted from a source by an indirect through fomite. Paper money can act as transmission of infectious agents, money acts as a fomite. Smaller denominations of value have higher contamination. This study aims to analyze differences in contamination bacterial Staphylococcus sp on denomination of paper money Rp.2.000, 5.000, Rp.10,000 and Rp.20.000 that currently shop on Adi Sucipto street town Pontianak. The research method used in this research is in the form of difference and the sample in this research is denomination of paper money curently with sampling technique using cluster sampling. Checkup of Staphylococcus spon denomination of paper money using rinse method. On these result of study, denomination of paper money Rp.2.000 that is contaminated staphylococcus sp is 80%, denomination of paper money Rp.5.000 that is contaminated staphylococcus sp is 70%, denomination of paper money Rp.10.000 and Rp.20.000 that is contaminated staphylococcus sp is 80%. The data from result of study has been obtained were analyzed statistically by using fisher exact test, the result of p (0,477) >α (0,05) which mean as H1 is rejected. So it can be concluded there is no difference of contamination bacteria staphylococcus sp on denominations of paper money rupiah.Abstrak: Staphylococcus merupakan penyebab terjadinya infeksi. Infeksi dapat ditularkan dari suatu sumber dengan mekanisme tidak langsung melalui fomite. Uang kertas dapat bertindak sebagai transmisi agens infeksius ,uang berperan sebagai fomite. Pecahan uang yang lebih kecil nilainya memiliki kontaminasi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan cemaran bakteri Staphylococcus sp pada pecahan uang kertas Rp.2.000, 5.000, Rp.10.000 dan Rp.20.000 yang beredar di warung jalan Adi Sucipto kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian berbentuk komperatif dan sampel pada penelitian ini adalah pecahan uang kertas rupiah dengan.teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pemeriksaan Staphylococcus sp pada pecahan uang kertas rupiah menggunakan metode rinse. Pada hasil penelitian pecahan uang kertas Rp.2.000 yang tercemar staphylococcus sp adalah 80%, pecahan uang kertas Rp.5.000 yang tercemar staphylococcus spadalah 70%, pecahan uang kertas Rp.10.000 dan Rp.20.000 yang tercemar staphylococcus spadalah 50%. Berdasarkan data dari hasil penelitian yang telah didapat dianalisis menggunakan uji statistik fisher exact, didapatkan hasil p (0,477) >α (0,05) yang diartikan sebagai H1 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan cemaran bakteri staphylococcus sp pada pecahan uang kertas rupiah

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇