Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
ANALISA SEL BASOFIL PADA SEDIAAN APUS DARAH TEPI DENGAN METODE PEWARNAAN GIEMSSA, WRIGHT DAN MODIFIKASI WRIGHT GIEMSA
Pemeriksaan sediaan apus darah tepi sangat penting karena dari sini akan banyak mendapatkan informasi yang berkaitan dengan morfologi sel darah dan juga dapat memberi petunjuk keadaan hematologik yang semula tidak diduga. Pemeriksaan sediaan apus darah tepi bertujuan antara lain untuk menilai berbagai unsur sel darah tepi seperti eritrosit, leukosit dan trombosit. Selain itu sediaan apus darah tepi juga dapat mengidentifikasi adanya parasit-parasit seperti malaria, tripanosoma, mikrofilariaTujuan dari penelitian ini adalah mengkaji perbedaan sel basofil pada sediaan apus darah tepi dengan metode pewarnaan Giemsa, Wright dan modifikasi Wright-Giemsa, mengidentifikasi sel basofil dengan metode pewarnaan Giemsa, Wright dan modifikasi Wright-Giemsa serta menganalisis sel basofil dengan metode pewarnaan Giemsa, Wright dan modifikasi Wright-Giemsa pada sediaan apus darah tepiMetode penelitian yang digunakan adalah komparatif dengan teknik pengambilan sampel convenience sampling. Populasi pada penelitian ini adalah sampel darah dengan indikasi penyakit tertentu yang dapat meningkatkan jumlah sel basofil. Sampel berjumlah 8 orangBerdasarkan hasil analisis statistic uji Friedman didapatkan p value = 0.607 > α 0.05 sehingga dinyatakan tidak ada perbedaan analisis jumlah sel basofil pada sediaan apus darah tepi dengan metode pewarnaan Giemsa tidak ditemukan sel basofil. Pada metode pewarnaan Wright ditemukan sel basofil dengan nilai minimum 1 dan nilai maksimum 2 dan pada metode pewarnaan medifikasi Wright Giemsa diperoleh nilai minimum 0 dan maksimum 2
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol Buah Ceremai Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Metode Difusi
Buah ceremai biasanya diolah sebagai manisan atau penyedap masakan karena rasanya yang asam. Buah ceremai belum banyak dimanfaatkan. Biasanya buah ceremai yang sudah matang hanya dibiarkan jatuh ke tanah atau dijadikan manisan karena rasanya yang asam. Buah ceremai diantaranya mengandung flavonoid, tanin dan saponin yang diduga memiliki aktivitas anti bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak etanol buah ceremai terhadap bakteri Staphylococcus aureu dengan metode difusi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimenta semu dengan teknik pengambilan purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah buah ceremai di kawasan JL, Negara Anjungan-Mandor KM 71 RT/RW 06/003 Desa Dema, Kec anjongan Kab. mempawah. Sampel dalam penelitian ini adalah buah ceremai yang tidak busuk, ceremai hijau kekuningan. Konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan  replikasi sebanyak 6 kali. Berdasarkan hasil analisis statistik regresi linier sederhana pengujian diperoleh nilai p value = 0,000 <a 0,05 sehingga dinyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara konsentrasi ekstrak etanol buah ceremai terhadap diameter daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus metode difusi
Rendam Kaki Air Jahe Hangat Mengurangi Intensitas Nyeri Ankle Pada Penderita Rheumatoid Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Tengah I
Rheumatoid Arthritis adalah terjadinya kerusakan dan proliferasi pada membran sinovial, yang menyebabkan kerusakan pada tulang sendi, ankilosis, dan deformitas sehingga menyebabkan nyeri. Tindakan non-farmakol- ogis untuk penderita Rheumatoid Arthritis diantaranya adalah hidroterapi dan kompres jahe.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rendam kaki air jahe hangat terhadap intensitas nyeri ankle pada pen- derita Rheumatoid Arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Tengah I tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain quasy experiment. Metode pendekatan mengguna- kan rancangan Pre and Post test Control Group Design. Analisis data menggunakan uji statistik Independent T-Test. Teknik pengambilan sampel berupa consecutive sampling pada pasien nyeri ankle Rheumatoid Arthritis dengan jumlah sampel sebanyak 14 responden terdiri dari 7 responden kelompok intervensi dan 7 responden kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa standar operasional prosedur rendam kaki air jahe hangat dan lembar observasi intensitas nyeri skala numerik. Hasil penelitian menunjukkan p value sebesar 0,00 den- gan nilai signifikansi sebesar 0,05. Jadi P<0,005 (Ha diterima). Ada pengaruh rendam kaki air jahe hangat terhadap intensitas nyeri ankle pada penderita Rheumatoid Arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Tengah I tahun 2018.Â
Efektivitas Cold Pack Modifikasi Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Post Operasi Di Ruang Bedah RSUD Dr. Abdul Aziz Singkawang Tahun 2018
Cold pack modifikasi merupakan salah satu alternatif penanganan nyeri non farmakologi yang dirancang untuk menurunkan nyeri berbasis kenyamanan dengan memodifikasi cold pack original menggunakan kain kedap air, di kanan kiri terpasang karet elastis dan gasper yang bisa digunakan sesuai ukuran organ pembedahan yang di- tuju. Nyeri merupakan masalah utama pasien pada pasien post operasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meng- etahui perbandingan efektifitas kompres dingin cold pack modifikasi untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi. Metode penelitian ini menggunakan rancangan Quasi eksperiment pre-test-post-test with control group design, subyek penelitian ditentukan menggunakan teknik total sampling pada pasien post operasi, yang dibagi menjadi 2 kelompok, perlakuan dan kontrol. Pada kelompok perlakuan diberikan intervensi cold pack mod- ifikasi dan pada kelompok kontrol diberikan intervensi cold pack original, masing-masing dilakukan 2 kali. Penggunaan uji statistik pada penelitian ini dengan uji dependent dan independen t-test. Hasil uji independen t-test sebelum dilakukan intervensi relatif sama. Setelah perlakuan 2 kali terdapat selisih dari pengukuran 1-2 dan bermakna secara statistik (p<0,05). Terdapat penurunan rasa nyeri sebesar 3 poin pada kelompok intervensi dan 1 poin pada kelompok kontrol. Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian cold pack modifikasi lebih efektif menurunkan rasa nyeri dan memberikan kenyamanan lebih signifikan dibandingkan pemberian cold pack original
Efektivitas Gel Ekstrak Bawang Putih terhadap Proses Penyembuhan Luka Fase Inflamasi
Abstract: Efectiveness Gel Extract Of White On The Process Of Healing Inflamation Phase Heating. The inflammatory phase is a favorable body response as a protection mechanism. In the process of wound healing becomes a very important phase. Management of inflammation that is often used Non-Steroid Anti-Inflammatory class of salicylates on the skin that have side effects. The content of allicin in garlic can be used for problems that begin with the inflammatory phase. The use of gel from garlic extract is also easier to use and easier to clean. The study aim to determine the effectiveness of garlic extract gel to process wound inflammatory phase healing. This research is an experimental research with pre and post test with control group method with 24 samples. Conducted injury to the back area of rat length of wound 1 cm, depth to dermis. Conducted wound care, given gel extract of garlic concentration of 20%, 40%, 80% of the control using 0.9% NaCl compress. Using Kruskal Wallis test and Anova oneway showed concentration of 20%, 40%, and 80% of sig <0,05 ie 0.00. It was concluded that 20%, 40%, 80% garlic extract gel was effective against inflammatory wound healing process. The use of garlic extract gel is more effective in the wound inflammatory wound healing process.Abstrak: Efektivitas Gel Ekstrak Bawang Putih terhadap Proses Penyembuhan Luka Fase Inflamasi.  Fase inflamasi merupakan respon tubuh yang menguntungkan sebagai mekanisme perlindungan. Pada proses penyembuhan luka menjadi fase yang sangat penting. Penatalaksanaan inflamasi yang sering digunakan Anti-Inflamasi Non Steroid golongan salisilat pada kulit yang memiliki efek samping. Kandungan zat allicin pada bawang putih dapat dimanfaatkan untuk masalah yang diawali dengan fase inflamasi. Pemanfaatan gel dari ekstrak bawang putih pun dalam penggunaannya lebih mudah diabsorsi dan mudah dibersihkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas gel ekstrak bawang putih terhadap proses penyembuhan luka fase inflamasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperiment dengan metode pre and post test with control grup dengan jumlah sampel sebanyak 24 ekor tikus. Dilakukan perlukaan pada daerah punggung tikus panjang luka 1 cm, kedalaman sampai dermis. Dilakukan perawatan luka, diberi gel ekstrak bawang putih konsentrasi berbeda yaitu 20%, 40%, 80% kontrol menggunakan kompres NaCl 0,9%. Hasil uji Kruskal Wallis dan Anova oneway menunjukkan konsentrasi 20%, 40%, dan 80% nilai sig <0,05 yaitu 0,00. Disimpulkan bahwa 20%, 40%, 80% gel ekstrak bawang putih efektif terhadap proses penyembuhan luka inflamasi. Penggunaan gel ekstrak bawang putih lebih efektif dalam proses penyembuhan luka inflamasi luka.   Disimpulkan bahwa 20%, 40%, 80% gel ekstrak bawang putih efektif terhadap proses penyembuhan luka inflamasi. Penggunaan gel ekstrak bawang putih lebih efektif dalam proses penyembuhan luka inflamasi luka
Gambaran Sanitasi Pasar Tradisional Di Kota Pontianak
Abstrak: Gambaran Sanitasi Pasar Tradisional Di Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran sanitasi pasar tradisional di Kota Pontianak Tahun 2015. Jenis penelitian Deskriptif Observasional. Objek penelitian ini adalah 5 (lima) pasar tradisional di Kota Pontianak yaitu Pasar Puring, Pasar Dahlia, Pasar Kemuning, Pasar Flamboyan dan Pasar Teratai. Hasil penelitian dari persyaratan Lokasi, semua pasar tradisional memenuhi persyaratan Lokasi. Sedangkan dari persyaratan bangunan pasar,Pasar Flamboyan memiliki skor tertinggi yaitu 1.620. Persyaratan sanitasi pasar, Pasar Flamboyan memiliki skor tertinggi yaitu 2.132. Persyaratan PHBS, Pasar Dahlia memiliki skor tertinggi yaitu 1.900. Persyaratan keamanan pasar, Pasar Kemuning memiliki skor tertinggi yaitu 380. Persyaratan Fasilitas lain, Pasar Flamboyan memiliki skor tertinggi yaitu 510.Abstract: The Description of Traditional Market Sanitation in Pontianak City. This research aime to description of traditional market sanitation in Pontianak City 2015. Design of this research is Observational Description. Research Object was 5 (five) traditional market in Pontianak City is Puring Market, Dahlia Market, Kemuning Market, Flamboyan Market, and Teratai Market. The result from located condition, all of traditional market in location condition. While from the requirements of the market building, Flamboyan Market have high scores is 1,620 points. In sanitation condition, Flamboyan market have high scores is 2,132 points. In PHBS (Health and Clean Attitude) condition, Dahlia market have high scores is 1,900 points. In Safety condition, Kemuning Market have high scores is 380 points. In another facilitas condition, Flamboyan market have high scores is 510 points
Pemanfaatan Kulit Singkong (Manihot Esculenta) Menjadi Arang Briket Sebagai Pengganti Bahan Bakar Alternatif
Abstrak: Pemanfaatan Kulit Singkong (Manihot Esculenta) Menjadi Arang Briket Sebagai Pengganti Bahan Bakar Alternatif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dan dianalisis menggunakan uji statistik One Way Annova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara daya tahan pembakaran dengan variasi perbandingan bahan baku arang briket kulit singkong (p=0,000). Ada perbedaan yang signifikan antara lama air mendidih dengan variasi perbandingan bahan baku arang briket kulit singkong (p=0,008). Perbandingan yang tepat dalam pembuatan arang briket kulit singkong adalah dengan komposisi 75% kulit singkong dan 25% sekam padi.Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang dapat diambil adalah ada perbedaan yang signifikan antara daya tahan pembakaran dan lama air mendidih dengan variasi perbandingan bahan baku arang briket kulit singkong. Disarankan bagi masyarakat untuk memanfaatkan limbah kulit singkong sebagai alternatif pengganti bahan baku pembuatan arang briket.Abstract: The Utilization of Cassava Skin (Manihot Esculenta) Become Charcoal Briquettes as Alternative Fuel Substitutes. This research was a quasi experiment and analyze by using One Way Annova. Result of research show that there was a significant difference between endurance of burning with variation of comparison ofraw material cassava peelmade of charcoal briquettes (p=0,000). There was a significant difference between the length of timeit takes toboil water with variation of comparison ofraw material cassava peelmade of charcoalb riquettes (p=0,008). Appropriate comparisonin the manufacture ofpeel cassave charcoal briquetteswas 75% of peelcas savaand25% rice husks. According to the result of research, we can concluded that there was a significant difference between enduring burning and length of timeit takes toboil water with variation of comparison ofraw material cassava peelmade of charcoal briquettes. Suggest for people to utilize cassava peel as an alternativ eraw material for making char coal briquettes
Kajian Media Filter Limbah Rambut Manusia Terhadap Kandungan Fe (Besi) Pada Air Sumur Gali Di Komplek Perumahan Tiara Pesona Kelurahan Siantan Hulu Kota Pontianak
Abstrak: Kajian Media Filter Limbah Rambut Manusia Terhadap Kadar Fe (Besi) Pada Air Sumur Gali di Komplek Perumahan Tiara Pesona Kelurahan Siantan Hulu Kota Pontianak. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen. Sampel dalam penelitian ini dengan jumlah perlakuan terhadap objek penelitian sebanyak 3 variasi, 1 kontrol dan jumlah pengulangan sebanyak 6 kali, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 sampel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar Fe kontrol adalah 4,191 mg/l, kadar Fe setelah dilakukan pengolahan dengan alat filter menggunakan limbah rambut manusia dengan variasi ketebalan 80 cm sebesar 3,224 mg/l, 100 cm sebesar 2,963 mg/l dan 120 cm sebesar 2,673 mg/l, dengan persentase penurunan kadar Fe dari setiap variasi ketebalan media yaitu 23%, 29% dan 36%. Uji anova didapatkan p0,005 meaning there are differences between the variations in the thickness of the filter media 80 cm, 100 cm and 120 cm using human hair and decreased levels of iron in the dug well water.Â
Daya Hambat Minyak Atsiri Rimpang Kunyit terhadap Pertumbuhan Candida Albicans In Vitro
Abstract: Inhibition Activity Of Turmeric Essential Oil Against The Growth Of Candida Albicans. Turmeric has rhizomes which contain essential oils and curcuminoid that has anti-fungal activity. The purpose of this research was to know the influence of essential oil of turmeric Rhizome (Curcuma domestica Val.) against the growth of Candida albicans in vitro. This was an experimental research with diffusion method. Essential oil obtained through distillation methods and the concentration used was 20%, 40%, 60%, 80% and 100%. The treatment was repeated three times. Anova test was used. Inhibition zone is formed at a concentration of 20%, 40%, 60%, 80%, 100% were 6,16 mm, 6,50 mm, 6,66 mm, 7,00 mm and 7.83 mm, respectively Results in analysis by one way ANOVA showed there was a significant difference in the variance of essential oil concentration against the inhibition zone (p< 0.05).Abstrak: Daya Hambat Minyak Atsiri Rimpang Kunyit Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans In Vitro. Kunyit merupakan salah satu rimpang yang diketahui memiliki kandungan minyak atsiri serta curcuminoid yang bersifat anti jamur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh minyak atsiri rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan metode difusi cara sumuran. Minyak atsiri didapatkan melalui  metode destilasi dan konsentrasi yang digunakan adalah 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian di analisis dengan Anova. Hasil zona hambat yang terbentuk pada konsentrasi minyak atsiri 20%, 40%, 60%, 80%, 100% berturut-turut adalah 6,16 mm, 6,50 mm, 6,66 mm, 7,00 mm, dan 7,83 mm. Hasil analisis dengan one way anova menunjukkan terdapat perbedaan yang signfikan pada berbagai konsentrasi minyak atsiri terhadap zona hambat yang dihasilkan (p<0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berbagai konsentrasi minyak atsiri rimpang kunyit dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Kemampuan ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif dalam pengobatan terhadap penyakit karena infeksi Candida albicans
Asupan Protein dan Parameter Hematologi pada Perokok
Abstract: Intake Protein And Parameter Hematology In Smoker. Smoking increase activity of the hematological system. It`s characterized by increase the number of erythrocytes, leukocytes, platelets and hemoglobin. Carbon monoxide contained in cigarettes can increase hemoglobin levels. Nicotine in cigarettes can stimulate hormone secretion that causes blood cell accumulation and platelet aggregation, in addition nicotine can cause decreased appetite due to stimulation in brain receptors. Decreased appetite causes decrease intake of macro and micro nutrients. The purpose of this research is to description of hematology parameter in smoker compared with normal level and protein intake compared with nutrient sufficiency value, this research also want to see correlation between protein intake and hematology parameter. This research is an analytic survey with cross sectional designTechnic sampling in this study using purposive sampling method. Data tested normality (Shapiro Wilk test) and homogeneity (Levene Test). Correlation Test using Pearson.The number of subject in this study is 15 people. The results of this study indicate the number of erythrocytes in smokers increased 8.4 ± 1.2 x 106 cells/ mm3. Protein intake in smoker is lower 54.67 ± 12.8 grams (men aged 25-40 years 62 -65 grams). The correlation between intake protein and hematological parameters in smokers obtained p> 0.05.Abstrak: Asupan Protein Dan Parameter Hematologi Pada Perokok.  Merokok meningkatkan aktivitas sistem hematologi yang ditandai dengan peningkatan jumlah eritrosit, leukosit, trombosit dan hemoglobin. Karbon monoksida yang terkandung dalam rokok dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Nikotin dalam rokok dapat menstimulasi sekresi hormon yang menyebabkan akumulasi sel darah dan agregrasi trombosit, selain itu nikotin dapat menyebabkan penurunan nafsu makan akibat perangsangan di reseptor otak. Penurunan nafsu makan menyebabkan asupan zat gizi makro dan mikro menurun. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran parameter hematologi pada perokok dibandingkan dengan kadar normal dan asupan protein dibandingkan dengan angka kecukupan gizi, selain itu penelitian ini juga ingin melihat hubungan antara asupan protein dengan parameter hematologi. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel mengunakan metode purposive sampling. Jumlah subyek 15 orang. Data diuji normalitas (Shapiro Wilk test) dan homogenitas (Levene Test). Uji Korelasi menggunakan Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah eritrosit pada perokok 8,4±1,2 x 106 sel/mm3 meningkat dari batas normal (4,4-5,6 x 106 sel/mm3). Asupan protein perokok 54,67±12,8 gram lebih rendah dari AKG (laki – laki usia 25 – 40 tahun 62 -65 gram). Asupan protein nabati 32,23±11,3gram lebih tinggi dibandingkan asupan protein hewani 23,32±9,6 gram. Sedangkan hubungan antara asupan protein dengan parameter hematologi pada perokok didapatkan p>0,05.Â