Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN JUMLAH ANGKA KUMAN DENGAN PENCUCIAN MENGGUNAKAN AIR, SABUN, DAN JERUK SAMBAL (CITRUS AMBLYCARPA) PADA TANGAN MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK
Abstrak:    Perbedaan     J umlah   Angka   Kuman    Pada   Tangan    dengan   Pencucian Menggunakan     Air,  Sabun,   dan  Jeruk   Sambal   (Citrus  Amblycarpa)   Pada  Tangan Mahasiswa   Poltekkes  Kemenkes   Pontianak.    Penelitian ini bersifat quasi eksperimen. Dilakukan dengan 3 perlakuan, pengambilan sampel secara Proporsional Random  Sampling yaitu mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak Jurusan Kesehatan Lingkungan, Gizi, dan Kesehatan Gigi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 27 sampe1. Hasil statistik menggunakan uji Anova One Way. P  value = 0,05 maka Ho ditolak, sehingga ada perbedaan  jumlah angka kuman pada tangan dengan pencucian menggunakan air, sabun, dan jeruk sambal (citrus amblycarpa) pada tangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata angka  kuman setelah mencuci tangan menggunakan air, sabun dan jeruk adalah 151,8 koloni, 64 dan 20,8 koloni, sehingga ada perbedaan jumlah angka kuman pada  tangan dengan pencucian menggunakan air, sabun, dan jeruk sambal (citrus amblycarpa) pada tangan mahasiswa poltekkes kemenkes pontianak. Abstract:              The  Differences   Amount   of  Germs  By  Washing   wih  Water,   Soap,  and Lime  in The  Hands  of Student  Poltekkes  Kemenkes  Pontianak.   This research  is quasi experimental,        which   conducted   with  3  treatments.   Sampling   in  this  research   is Proporsional  Random  Sampling  to the  students  of Environmental  Health,  Nutrition,  and Dental  Nurse  Poltekkes  Kemnkes  Pontianak.  Sampel in this study is 27 sampeL Statistical results  by using Anova  One  Way.  P value  ~ 0,05 which  means  that  Ho rejected,  so there are  differences  amount  of germs  by washing  with  water,  soap,  and  lime  in the  hand  of student  Poltekkes  Kemenkes  Pontianak.  Results  from this  study  is the average  number  of bacteria  after  washing  hands  with  water,  soap  and lime are  151.8 colonies,  64, and 20.8 colonies.  So there are difference  number  of bacteria  on the hands  by washing  with water, soap,  and    lime  (citrus  amblycarpa)   in  the  hands  of  students  Poltekkes  Kemnkes Pontianak
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEMANEN KELAPA SAWIT TERHADAP KECELAKAAN KERJA DI PT. SINTANG RAYA
Abstrak:   Hubungan Lingkungan Kerja dan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada  Pemanen Kelapa Sawit Terhadap Kecelakaan Kerja Di PT. Sintang Raya. Jenis penelitian ini  adalah  kasus  kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja harian tetap bagian  pemanenan buah  kelapa sawit  yang  pernah mengalami kecelakaan kerja  pada tahun 2013  di  PT. Sintang Raya Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya (kasus) dan pekerja yang tidak pemah  mengalami kecelakaan kerja (kontrol). Sampel berjumlah 82 orang terdiri dari 41 kasus dan 41  kontrol yang diperoleh dengan menggunakan teknik proporsional random sampling.  Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Faktor risiko lingkungan tempat kerja memiliki hubungan yang bermakna dengan kecelakaan  kerja di PT. Sintang Raya Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya dengan  p value = 0,002  dan  OR = 4,376 (95%CI=1,700-11,266). Penggunaan alat pelindung diri (APD) memiliki hubungan  yang bermakna dengan kecelakaan kerja dengan p value= 0,008 dan OR = 3,365 (95%CT= 1,356-8,353).                                                               . Abstract:    The  Relationship    of  Working   Enverionment     and  Use  of  Self  Protector.Equipment    on  Oil  Palm  Haevesters   to  Accident  Work  at  PT.  Sintang   Raya.  ThisResearch  type  is case  control  method.  The  population  in this  research  are  daily  worker remain  of  harvesting  oil  palm  fruits  that  ever  experienced  of  work  accident  or  never (control)  in PT.  Sintang  Raya  Kecamatan  Kubu  Kabupaten  Kubu  Raya  2013.  The  total sampel  are  82 people,  consists  of 41 case  and 41 control  obtained  by  using  proportional random  sampling  technique.  The data collecting  of interview  and observation  technique. The  result  showed  that  risk  factor  of working  environment  have  significant  correlation with  accident  work  in PT.  Sintang  Raya  Kubu  Kecamatan  Kubu  Kabupaten  Kubu  Raya with  p value  = 0,002  and OR = 4,376 (95%CI=I,700-11,266).    The using  of self protector equipment  have  significant  correlation  with  the  accident  work  with  P value  = 0,008  and OR = 3,365  (95%CI=I,356-8,353)
PENGARUH PENAMBAHAN JERAMI NANGKA (Artocarpus Heterophyllus) TERHADAP KADAR SERAT DAN DAYA TERIMA ABON IKAN NILA MERAH (Oreochromis Niloticus)
Abon merupakan pangan alternatif yang siap saji. Penambahan jerami nangka dalam pembuatan abon dapat memperkecil biaya serta memanfaatkan limbah dengan mengurangi pemakaian daging sehingga lebih murah tetapi tetap mempertahankan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan Jerami nangka (Artocarpus heterophyllus lamk.) terhadap kadar serat dan daya terima abon ikan nila merah (Oreochromis sp). Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimental). Adapun perlakuan yang diberikan dengan penambahan jerami nangka P1=20% P2=40%, P3=60% untuk melihat tingkat kesukaan dilakukan uji organoleptik. Berdasarkan hasil uji organoleptik menunjukan pada perlakuan p1 20% jerami nangka lebih disukai dengan jumlah 352. Hasil uji kadar serat menunjukan bahwa dalam 100 gr perlakuan P1 mengandung serat 5,24%/bb. Abon ikan nila dengan penambahan jerami nangka dapat direkomendasikan sebagai makanan tinggi serat
KAJIAN PROSES PRODUKSI DADIH SUSU SAPI BERDASARKAN NILAI VISKOSITAS DENGAN PENAMBAHAN BAKTERI ASAM LAKTAT
Susu sapi merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung berbagai komponen gizi yang lengkap dan dapat dikonsumsi dalam keadaan segar maupun berupa hasil olahan menjadi produk tertentu, seperti produk olahan fermentasi. Dadih adalah salah produk olahan susu yang mengalami proses fermentasi tradisional selama 24 hingga 48 jam didalam wadah bambu dengan kondisi anaerob. Dalam proses fermentasinya, beberapa penelitian mengatakan bahwa dadih mengandung bakteri asam laktat yang dapat dikategorikan sebagai bakteri probiotik dan diperkirakan berasal dari jenis Lactobacillus. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Response Surface Methodology (RSM) dengan variabel bebas yaitu rasio inokulum, persentase konsentrasi dan lama inkubasi. Jumlah variasi faktor (perlakuan) ditentukan dengan menggunakan model Experimental Design Box Behnken. Respon yang diamati ialah viskositas. Berdasarkan hasil analisis lack of fit, model yang diperoleh sesuai dengan respon penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang menggunakan RSM memiliki nilai koefisien determinasi (Adjusted-R2) sebesar 81,20%. Rasio inokulum, persentase konsentrasi dan lama inkubasi memiliki peran dalam menentukan nilai viskositas optimum pada dadih susu sapi
Pencarian Pengobatan Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Penjaja Seks Tidak Langsung
Abstract: Treatment Seeking Sexually Transmitted Infections (STI’s) On In Indirect Female Sex Workers. Women Indirect Sexual Workers (WPSTL) are women who operate covertly as commercial sex sellers indirectly peddling sex. They belong to the high risk group in cases of sexually transmitted infections (STIs), the Human Immunodeficiency Virus (HIV) and Acquired Immune Defciency Syndrome (HIV & AIDS). The purpose of this study was to find out the explanation, causes and search for STI treatment in women of indirect sex peddlers in the city of Pontianak. The method of this research is analytic observational, cross sectional research design sampling with medical records. A sample of 101 were measured for identification, search, treatment for STIs with questionnaire, to diagnose STIs by taking a vaginal secrete by laboratory testing. Data were analyzed by Univariate and Bivariate analysis using non-parametric statistics using the Chi-Square test. The results showed that the relationship between the number of customers and the diagnosis of STIs in peddlers indirect sex p-Value 0.241, condom use with customer p-value 0.346. Reasons for treatment p-Value 0,000. long time being a sex worker p-Value 0.091. vaginal douching p value 0.245. Use of antibiotic p-value 0.004. Suggestions for outreach officers further enhance the promotion of condom use and policy makers that the use of antibiotics for single doses is better reviewed considering that STIs are still high, and potential antibiotic drug resistance.Abstrak: Pencarian Pengobatan Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Penjaja Seks Tidak Langsung. Wanita Pekerja Seksual Tidak Langsung (WPSTL) yaitu wanita yang beroperasi secara terselubung sebagai penjaja seks komersial secara tidak langsung menjajakan seks. Mereka termasuk kelompok risiko tinggi dalam kasus Infeksi Menular Seksual (IMS),Human immunodefciency Virus (HIV) dan Acquired lmmuno Defciency Syndrom (HIV&AIDS). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Idenfkasi, Penyebab dan Pencarian Pengobatan IMS Pada Wanita Penjaja Seks Tidak Langsung di Kota Pontianak. Metode penelitian ini adalah Observasional analitik,rancangan penelitian Cross Sectional pengambilan sampel dengan catatan medik. Sampel sejumlah 101 yang diukur tingkat identifkasi, pencarian, pengobatan mengenai IMSdengan kuesioner, untuk mendiagnosis IMS dengan pengambilan secrit vagina dengan diuji laboratorium. Data dianalisis secara Univariat dan Bivariat dengan analisa yang digunakan statistik non parametrik dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara jumlah pelanggan dengan diagnosa IMS pada wanita penjaja seks tidak langsung p-Value 0,241, penggunaan kondom dengan pelanggan p-value 0,346. Alasan berobat p-Value 0,000. lama menjadi pekerja seks p-Value 0,091. douching vagina p value 0,245. Penggunaan antibiotic p-value 0,004. Saran untuk petugas outreach lebih meningkatkan promosi penggunaan kondom dan pengambil kebijakan bahwa penggunaan antibiotic untuk dosis tunggal lebih baik ditinjau kembali mengingat IMS masih tinggi, dan potesial resistensi obat antibiotik
Sedentari Sebagai Faktor Kelebihan Berat Badan Remaja
Abstract: Sedentary As A Factor of Overweight At Adolescents. Currently overweight in children reaches 7,3% and increased until the year 2015 reached 9,5%. Pushes of food consumption patterns such as high consumption of fast food snacks, and lifestyle changes including sedentary suspected as a trigger factor. The study aimed to measure sedentary effects on the incidence of overweight at adolescents in Banda Aceh. A case-control design study was conducted in August - September 2017 with a sample of 84 primary school children. Data were collected through interviews with parents and observations using the GPAQ questionnaire, and anthropometric measurements. Data analysis using Chi-Square and OR. The results showed that there was a signifcant correlation between excess body weight in an adolescent base (p = 0,002, OR = 4,6). In conclusion, weight gain in adolescents is due to a bad sedentary risk of 4,6 times. Suggestion, it is necessary to increase physical activity in adolescents and socialization of healthy community movement through curriculum approach in schools.Abstrak: Sedentari Sebagai Faktor Kelebihan Berat Badan Remaja. Saat ini kelebihan berat badan pada anak mencapai 7,3%, dan meningkat sampai tahun 2015 mencapai 9,5%. Pergeseran pola konsumsi pangan seperti tingginya konsumsi makanan jajanan cepat saji, dan perubahan gaya hidup termasuk sedentari lifestyle di duga sebagai faktor pemicu. Penelitian bertujuan untuk mengukur pengaruh sedentari terhadap kejadian kelebihan berat badan pada remaja di Kota Banda Aceh. Penelitian berdesain case-control yang dilakukan pada Agustus – September 2017 dengan sampel anak sekolah dasar sebanyak 84. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap orang tua murid dan observasi menggunakan kuesioner GPAQ, dilengkapi dengan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan Chi-Square dan OR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sendentari mempunyai hubungan bermakna dengan kelebihan berat badan pada remaja dasar (p= 0,002, OR= 4,6). Kesimpulan, kelebihan berat badan pada remaja disebabkan akibat sedentari tidak baik yang berisiko sebesar 4,6 kali. Saran, perlu peningkatan aktiftas fsik pada remaja serta sosialisasi gerakan masyarakat sehat melalui pendekatan kurikulum di sekolah-sekolah
Hubungan Perilaku Picky Eater dengan Status Gizi (BB/U) Anak Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Anggut Atas Kota Bengkulu Tahun 2018
Toddler age is a period of rapid growth and development. Picky eater occurs a lot at the age of toddlers and twice the risk to have a lower weight than children who are not picky eater. The purpose of this study was to determine the relationship of picky eater behavior with nutritional status (BB / U) of children age 2-5 years in the working area of Puskesmas Anggut Atas Bengkulu.This research uses analytic observational with cross sectional design. The number of samples of 70 children aged 2-5 years in the Work Area of Puskesmas Anggut Atas Bengkulu. Univariate and bivariate data analysis with chi square statistical test.The result that nutritional status based on BB / U of normal category was 75.7% and picky eater behavior was 58.6% while the statistical test showed probability (p) of 0.981 (p <0.05). There is no correlation between picky eater behavior with nutritional status (BB / U) of children aged 2-5 years in the work area of Puskesmas Anggut Atas Bengkulu. Consultation and counseling is needed to parents who have children under five, so that voter behavior can be changed
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TEPUNG KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS ATLANTIK DAN HASIL MODIFIKASI YANG DITANAM DI DATARAN MEDIUM
Kentang merupakan tanaman yang harus ditanam di dataran tinggi pada ketinggian lebih dari 1000 mdpl dan memerlukan suhu optimum 18oC. Namun, saat ini sangat tidak memungkinkan membuka lahan terus-menerus untuk budi daya kentang karena akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, seperti penebangan hutan, erosi, longsor dan banjir. Maka dilakukan pengembangan kentang di dataran medium (300-700 mdpl). Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik kimia tepung kentang varietas atlantik dari dataran tinggi serta tepung kentang atlantik dan hasil modifikasi secara Heat Moisture Treatment (HMT) yang ditanam di dataran medium. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan analisis uji-t pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung kentang dataran tinggi lebih stabil dibanding tepung dataran medium dilihat dari nilai freeze thawing stability. Pada tepung hasil modifikasi HMT menunjukkan bahwa tepung lebih stabil dibanding tepung alami dari dataran medium dan dataran tinggi dilihat dari nilai swelling volume, solubility dan freeze thawing stability
Survei Diare pada Siswa Sekolah Dasar di Wilayah Singkawang Selatan
Abstract: The Relationship Between Healthy Life Behavior With Diarrhea Events. One of the causes of diarrhea is low healthy living behavior. This study aims to determine the causes and efforts to control diarrhea in children in the District of South Singkawang. This type of research is qualitative descriptive survey methods and techniques of data collection using interviews and questionnaires. The sampling technique with a purposive ie 60 students from three primary schools and six medical personnel from three health centers in the district of South Singkawang. The survey results show the cause of diarrhea in primary school students in the District Singkawang South are still many students who do not wash their hands with soap after defecation and activity, eating snacks are not healthy, the use of the toilet and polluted water, as well as the habit of throwing rubbish indiscriminately. Prevention efforts may include maintaining the cleanliness of individuals and families, especially the cleanliness of food and beverages as well as the neighborhood. It can be concluded that the cause of diarrheal disease in primary school students because of a lack of awareness of clean and healthy. Furthermore, the need for greater efforts to sensitize students about clean and healthy lifestyle.  Abstrak: Survei Diare pada Siswa Sekolah Dasar di Wilayah Singkawang Selatan. Salah satu penyebab diare adalah perilaku hidup sehat yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dan upaya penanggulangan diare pada anak di Kecamatan Singkawang Selatan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode survei deskriptif serta teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan penyebaran angket. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive yakni 60 siswa dari 3 sekolah dasar dan 6 orang tenaga medis dari 3 Puskesmas di Kecamatan Singkawang Selatan. Hasil survei menunjukkan penyebab diare pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Singkawang Selatan adalah masih banyaknya siswa yang tidak mencuci tangan dengan menggunakan sabun setelah buang air besar dan beraktivitas, mengonsumsi jajanan yang tidak sehat, penggunaan jamban dan air yang kotor, serta kebiasaan membuang sampah secara sembarangan. Upaya penanggulangan yang telah dilakukan meliputi menjaga kebersihan individu maupun keluarga, terutama kebersihan makanan dan minuman serta lingkungan tempat tinggal. Disimpulkan bahwa penyebab penyakit diare pada siswa sekolah dasar karena kurangnya kesadaran hidup bersih dan sehat. Lebih lanjut, perlu ditingkatkan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan oleh keluarga, sekolah, dan pihak terkait untuk lebih menyadarkan siswa tentang pola hidup bersih dan sehat .Â
Efektifitas Terapi Gerak Aktif-Pasif Dan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di Ruang Santa Anna Rumah Sakit Santo Vincentius
Terapi gerak aktif-pasif dan teknik relaksasi nafas dalam merupakan metode penatalaksanaan nyeri secara non-farmakologi. Metode ini dapat menurunkan intensitas nyeri dan tanpa indikasi. Hal ini terjadi karena dapat mengendalikan nyeri dengan meminimalkan aktifitas simpatik dalam sistem saraf otonom. Relaksasi meli- batkan otot dan tidak membutuhkan latihan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan terapi gerak aktif-pasif dan relaksasi nafas dalam mana yang lebih efektif. Desain penelitian adalah quasi eksperimen. Jum- lah sampel penelitian ini adalah berjumlah 32 orang. Pengambilan sampel penelitian dengan cara Accidental Sampling. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang. Analisa data menggunakan uji independent paired t-test. Dari hasil perhitungan statistik diperoleh p = 0,041 (p = <0,05), dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terapi gerak aktif-pasif lebih efektif menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea. Dari hasil penelitian ini dapat dibuktikan bahwa terapi gerak aktif-pasif sangat efektif mengurangi intensitas nyeri post operasi sectio caesarea. Maka disarankan terapi gerak aktif-pa- sif dapat digunakan untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea.Â