Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS CONE TRAYAERATOR DAN SARINGAN P ASIR LAMBAT UNTUK MENURUNKAN KADAR Fe PADA AIR SUMUR GALl DI PERUMAHAN GRAND ZAUJATI KELURAHAN SIANTAN HULU
Abstrak:     Efektivitas    Cone  Tray  Aerator  Dan   Saringan    Pasir  Lambat    Untnk Menurunkan      Kadar   Fe  Pada   Air  Sumur   Gali  Di  Perumahan     Grand    Zaujati Kelurahan     Siantan    Hulu.   Jenis penelitian ini adalah bersifat eksperimen semu. Sedangkan  untuk membandingkan hasil proses pengolahan yaitu dengan PERMENKES No.416IMENKESIPERlIXI1990. Efektifitas  setelah menggunakan cone tray aerator adalah sebesar 77,04 % pada perlakuan dengan waktu 60 menit dan debit 511 m, sedangkan setelah menggunakan cone tray aerator dan saringan pasir  lamb at didapat  hasil yang paling  efektif  pada perlakuan dengan waktu 60 menit dan debit 511m dengan  efektivitas  87,41  %. Bagi  warga  perumahan  grand  zaujati  kelurahan siantan hulu Pontianak utara yang menggunakan sumur gali sebaiknya mengelolah terlebih dahulu sebelum digunakan. Abstract:   Effectiveness  Cone  Tray  Aerator  and  Slow  Sand  Filters  to  Reduce  Levels On  Fe  Dug  Well  Water   at  Housing   Grand   ViUage  Zaujati   Siantan   Hulu.  This research  is a quasi-experimental  nature.  As for comparing  the results  of the processing  is to  PERMENKES   416  I Menkes  I Per  I IX  I  1990.  Based  on  the  table  4.6  explained effectiveness  after  using  c~me tray  aerator  is at  77,04  %  in the  treatment  and  discharge time  of  60  minutes  5  I I rn,  while  after  using  cone  aerator  tray  and  slow  sand  filter obtained  the most  effective  results  in the treatment  with a time  of 60 minutes  and flow of5 I I m with  87,41  % effectiveness.  For the citizens  of the grand  housing  zaujati  Siantan hulu villages  north ofPontianak  that use wells  should manage  before  use
HUBUNGAN BEBAN ANGKAT ANGKUT DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKEJA PENGANGKAT BUAH SAWIT DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XIII NGABANG KABUPATEN LANDAK
Abstrak:       Hubungan Antara       Beban      Angkat      Angkut      dengan      Keluhan Muskuloskeletal     pada  Pengangkat    Buah  Sawit  di  PT.  Perkebunan    Nusantara    XIn Ngabang   Kab.  Landak.    Jenis penelitian Analitik Observasional dengan pendekatan Cross  Sectional. Dalam penelitian ini total sampel pekerja pengangkat buah sawit adalah 32  orang. Pengujian data dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan antara beban angkat angkut dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja pengangkat buah sawit (p = 0,040); ada hubungan antara usia dengan keluhan muskuloskeletal (p = 0,023); ada hubungan antara lama kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p = 0,010) dan ada hubungan antara status gizi dengan keluhan muskuloskeletal (p = 0,006). Abstract:     The   Relationship     between    Taking.   and   Carrying     Load   Away   and Musculoskeletal    Disorders  of Palm  Fruit  Porter  at PT.  Perkebunan    Nusantara   XIll Ngabang   Kabupaten    Landak.   This  research  is an  Observasional  Analytic  with  Cross Sectional  approach.  The  sample  of this  research  are  32 employees.  The  Data  are  using Chi-Square  statistic  test. The results  of the research  that relationship  berween  taking  and carrying  load away  and musculoskeletal  disorders  of palm fruit porter  at PT. Perkebunan Nusantara  XIII  Ngabang  Kab.  Landak  show  there  was  relationship  between  taking  andcarrying  load  away  and musculoskeletal  disorders  of palm  fruit porter  (p = 0.040),  therewas    relationship   between  age  and  musculoskeletal   disorders  (p  = 0.023);  there  was relationship  between  the  work  duration  and  musculoskeletal   disorders  (p  = 0.010)  andthere  was   relationship  between  nutrient  status  and  the  musculoskeletal   disorders  (p  =0.006)
KAJIAN KARAKTERISTIK MIE KERING DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BAYAM HIJAU (Amaranthus Sp)
Bayam merupakan jenis sayuran yang mudah rusak, sehingga untuk pemanfaatannya menjadi sangat terbatas. Sementara bayam mempunyai kandungan Fe yang cukup tinggi. Salah satu upaya untuk menghindari terjadinya kerusakan yaitu membuat daun bayam menjadi tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bayam terhadap sifat kimia dan tingkat kesukaan pada mie kering. Metode penelitian menggunakan eksperimen atau percobaan. Panelis yang digunakan dalam penelitian adalah panelis agak terlatih berjumlah 25 orang yang merupakan mahasiswa jurusan gizi gizi tingkat III dan IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penambahan konsentrasi tepung bayam terhadap daya terima mie kering bayam yang mencakup daya terima warna, aroma dan tekstur yang dibutikan dengan hasil Uji Friedman p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum daya terima panelis terhadap warna menunjukkan bahwa subtitusi tepung bayam penilain yang tertinggi yaitu dengan subtitusi tepung bayam 50% yaitu sebesar 3,48% sedangkan yang terendah subtitusi tepung bayam 75% yaitu sebesar 3,20%. Daya terima panelis terhadap aroma menunjukkan bahwa subtitusi tepung bayam penilaian yang tertinggi yaitu dengan subtitusi tepung bayam 75% yaitu sebesar 3,56% sedangkan yang rendah subtitusi tepung bayam pada 25% yaitu 3,12%
Pengaruh Terapi Murottal Terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi Benigna Prostat Hiperplasia (BPH) Di Ruang Bedah RSUD Dr. Abdul Aziz
Benigna Prostat Hiperplasia (BPH) merupakan tumor jinak yang terjadi pada laki-laki. Salah satu cara penat- alaksanaan BPH adalah operasi. Dalam fase pre operasi dapat menimbulkan kecemasan bagi pasien yang akan mengalami pembedahan, sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam tubuh. Terapi Murottal adalah obat istime- wa bagi kegundahan hati, kesedihan, keputusasaan, dan kecemasan. Peneliti tertarik untuk meneliti tentang terapi Murottal terhadap kecemasan pada pasien preoperasi BPHÂ di Ruang bedah RSUD dr. Abdul Azis tahun 2017. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh terapi Murottal terhadap kecemasan pada pasien pre operasi BPH di Ruang bedah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Abdul Aziz tahun 2017. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi experiment dan desain penelitian menggunakan rancangan Pre and Post test Control Group Design. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah t-test. Teknik pengam- bilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling dan jumlah sampel sebanyak 26 responden. Instrumen yang digunakan berupa alat ukur Hamilton rating scale for anxiety (HRS-A). Hasil penelitian didapat Nilai p value 0,001 lebih kecil dari pada nilai signifikansi yang ditetapkan peneliti yaitu 0,05 oleh karena itu maka Ha diterima. Terapi Murottal berpen- garuh terhadap kecemasan pada pasien pre operasi BPH Di Ruang bedah RSUD dr. Abdul Azis
Pengetahuan dan Sikap Keluarga dalam Pencegahan Kekambuhan Rematik
Abstract: Knowledge and Family Attitude in Prevention of Rematical Devices. Rheumatism belongs to a group of rheumatic diseases showing a painful and stiff condition that attacks the limbs or the musculoskeletal system, ie joints, muscles, bones, and tissues around the joint. This study aims to determine the characteristics of family, knowledge and family attitudes in prevention of rheumatic recurrence in Prabumulih 2017. Descriptive analytics with cross-sectional method with Purposive sampling involving all families of rheumatic patients who visited visited Sukajadi Public Health Center East Prabumulih District October to December 2017, amounting 92 person. Sample as many as 87 respondents. Data obtained through questionnaire in the form of checklist and study documentation. Most of the female respondents, high school educated, have the highest average income of Rp 2,000,000 - Rp.3,000,000, self-employment, age of respondent most between 21 years to 30 years.71.1% rheumatic family members rarely relapse, the rest only 29 , 9% often relapse. Knowledge of respondents less 58,6%, 41,3% good. Response respondents 56.3% support efforts to prevent rheumatic recurrence and 43.7% less supportive. The results of chi-square analysis showed a signifcant relationship between family knowledge with rheumatic recurrence in elderly and family attitude with rheumatic recurrence in elderly.Abstrak: Pengetahuan dan Sikap Keluarga dalam Pencegahan Kekambuhan Rematik. Rematik termasuk dalam kelompok penyakit reumatologi yang menunjukkan suatu kondisi nyeri dan kaku yang menyerang anggota gerak atau system musculoskeletal, yaitu sendi, otot, tulang, maupun jaringan disekitar sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik keluarga, pengetahuan dan sikap keluarga dalam pencegahan kekambuhan rematik di Prabumulih tahun 2017. Deskriptif analitik dengan metode cross-sectional dengan Purposive sampling melibatkan seluruh keluarga penderita rematik yang tercatat berkunjungke Puskesmas Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur bulan Oktober hingga Desember 2017, berjumlah 92 orang. Sampel sebanyak 87 responden. Data diperoleh melalui kuisioner berupa ceklist dan studi dokumentasi. Sebagian besar responden wanita, berpendidikan SMA, berpenghasilan rata-rata tertinggi Rp 2.000.000 – Rp.3.000.000,pekerjaan wiraswasta, usia responden terbanyak antara 21 tahun hingga 30 tahun.71,1% rematik anggota keluarganya jarang kambuh, sisanya hanya 29,9% sering kambuh. Pengetahuan responden kurang 58,6%, 41,3 % baik. Sikap responden 56,3% mendukung upaya pencegahan kekambuhan rematik dan 43,7% kurang mendukung. Hasil uji analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan signifkan antara pengetahuan keluarga dengan kekambuhan rematik pada lansia dan sikap keluarga dengan kekambuhan rematik pada lansia
Pemberian Ekstrak Curcuma Longa L. Meningkatkan Proliferasi Sel MEF yang dilakukan Scratch Test
Abstract: Proliferation Enhancement of Curcuma Longa L. Extract Treatment in MEF Cell Cultres that Treated by Scratch Test. Wound prevalence is still high and becomes a problem of healing process. Improper wounds management can cause wound healing disturbance, so that the healing process will be longer. For this reason, alternative medicine is required to shorten healing process and reduce medical costs. This study aims to determine the effect of Curcuma longa L. extract on enhancement of mouse embryonic fibroblast cell proliferation carried out in vitro scratch test with the research method using a laboratory in vitro experimental design and 24 hour observation. Observations were carried out for 24 hours with variations in Curcuma longa L. extract concentration 2.5 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 25 ppm and 50 ppm. The results showed that Curcuma longa L extract was able to accelerate the proliferation of mouse embryonic fbroblast cells which scratch test. After 24 hours, the highest gap closure were observed in mouse embryonic fbroblast cell culture using dose of 2.5 ppm of Curcuma longa L. extract administration. At a dose of ≥10 ppm it does not show proliferation in embryonic fbroblast mouse cells but causes toxicity to cells. Abstrak: Pemberian Ekstrak Curcuma Longa L. Meningkatkan Proliferasi Sel MEF yang dilakukan Scratch Test. Prevalensi luka yang tinggi masih menjadi permasalahan tersendiri dalam proses penyembuhan. Penanganan luka yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan penyembuhan sehingga proses penyembuhan menjadi panjang. Untuk itu perlu alternatif pengobatan yang dapat mempersingkat penyembuhan dengan biaya pengobatan yang lebih murah. Penetian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Curcuma longa L. terhadap peningkatan proliferasi sel mouse embryonic fibroblast yang dilakukan scratch test secara in vitro dengan metode penelitian menggunakan desain eksperimen in vitro laboratoris dan dilakukan pengamatan selama 24 jam. Variasi konsentrasi ekstrak Curcuma longa L menggunakan dosis 2.5 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 25 ppm dan 50 ppm. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak Curcuma longa L. mampu mempercepat proliferasi sel mouse embryonic fbroblast yang dilakukan scratch test dengan dosis optimum 2.5 ppm. Pada dosis ≥10 ppm tidak menunjukkan proliferasi pada sel mouse embryonic fbroblast tetapi menyebabkan toksisitas pada sel
Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa terhadap Zona Hambat Bakteri Escherichia Coli Metode Difusi
Abstract: Gynura procumbens plants or often called Gynura procumbens (Lour.) Merr is a plant belonging to the Asteraceae family. Based on the results of phytochemical screening performed, the chemical content contained in the leaves of Gynura procumbens (Lour).Merr is phenol, saponin and steroid. Phenol and saponin each have a mechanism as an antibacterial. The purpose of this study was to determine the inhibition zone of Gynura procumbens extract, concentration of 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% to Escherichia coli bacteria on hook moutellic agar and to know the value of Resistant, Intermediate and Sensitive from leaf extract of Gynura procumbens (Lour).Merr against bacterial inhibition zone of Escherichia coli, as well as to analyze the effect of concentration variation of Gynura procumbens (Lour).Merr leaf extract to the inhibitory zone of Escherichia coli bacteria. The research method used is experimental method. Based on the result of the research, it is known that Gynura procumbens (Lour).Merr leaf extract have inhibition zone to Escherichia coli bacteria with the width of the lowest barrier zone of 6 mm at 10% concentration while the width of the highest resistance zone is 20 mm at concentration 50% with 30 mm control. From the statistical test result using Simple Linear Regression, the result of  p(0,000) at 95% confdence level (p = 0,000 <α (0,05) meaning that there is influence of concentration of Gynura procumbens (Lour).Merr leaf extract to zone inhibit of Escherichia coli bacteria diffusion method.Abstrak: Tanaman sambung nyawa atau sering disebut dengan Gynura procumbens (Lour.) Merr merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Asteraceae. Berdasarkan hasil skrining ftokimia yang dilakukan, kandungan kimia yang terdapat di dalam daun sambung nyawa adalah fenol, saponin dan steroid. Senyawa fenol dan saponin memiliki mekanisme sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zona hambat dari ekstrak daun sambung nyawa konsentrasi 10%, 20%, 30%,40% dan 50% terhadap bakteri Escherichia coli pada media muller hinton agar dan untuk mengetahui nilai Resisten, Intermediet dan Sensitif dari ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour).Merr) terhadap zona hambat bakteri Escherichia coli serta menganalisis pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour).Merr) terhadap zona hambat bakteri Escherichia coli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ekperimental semu. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak daun sambung nyawa mempunyai zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli dengan luas zona hambatan terendah 6 mm pada konsentrasi 10% sedangkan luas zona hambatan tertinggi 20 mm pada konsentrasi 50% dengan kontrol pembanding sebesar 30 mm. Dari hasil uji statistik menggunakan Regresi Linier Sederhana, didapatkan hasil p (0,000) pada tingkat kepercayaan 95% (p=0,000 < α (0,05) yang berarti ada pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun sambung nyawa terhadap zona hambat bakteri Escherichia coli metode difusi
Perbedaan Kadar Asam Sianida pada Rebung Sebelum dan Sesudah Difermentasi dengan Larutan Garam 2%, 3%, 4%, 5% Selama 7 Hari
Abstract: Bamboo shoot has a good nutritional value but bamboo shoot contains HCN (cyanide acid) which is a toxic compound in a form of taxiphylin glycoside in various gradients. The right bamboo shoots processing before it is been consumed is necessary, so that the bamboo shoot is safe to be consumed. One of the bamboo shoot processing that can decrease the cyanide acid level is fermentation using salt solution. The aim of this research is to fnd out about the difference on cyanide acid level on bamboo shoot before and after fermentation using salt solution 2%, 3%, 4%, and 5% for 7 days. The research design used is quasy experimental using purposive sampling with 25 samples.The determination method of cyanide acid level used was ion selective electrode. This method is based on the measurement of electrical voltage contained in destilat with ion exchange substance solid form in electrode surface made from the mixture of silver compounds inorganic conductive which is soluble in water. Based on the research the average cyanide acid level before fermentation was 96.27 mg/kg, after fermentation using salt solution 2% was 18,86 mg/kg, after fermentation using salt solution 3% was 10,71 mg/kg, after fermentation using salt solution 4% was 3,41 mg/kg and after fermentation using salt solution5% was 0,67 mg/kg. From the anava test performed, the result was p = 0,000 (p<0,005) which means there is signifcant difference of cyanide acid level on bamboo shoot before and after fermentation using salt solution 2%, 3%, 4%, and 5% for 7 days.Abstrak: Rebung memiliki nilai gizi yang cukup baik akan tetapi rebung bambu mengandung HCN (asam sianida) yang merupakan senyawa beracun dalam bentuk glikosida taxiphylin dengan tingkat yang beragam. Pengolahan rebung yang tepat sebelum dikonsumsi sangat diperlukan agar rebung aman untuk dikonsumsi. Salah satu cara pengolahan rebung yang dapat menurunkan kadar asam sianida adalah fermentasi menggunakan larutan garam.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar asam sianida pada rebung sebelum dan sesudah difermentasi dengan larutan garam 2%, 3%, 4%, 5% selama 7 hari. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu menggunakan purposive sampling sebanyak 25 sampel. Metode penetapan kadar asam sianida menggunakan elektroda selektif ion. Metode ini didasarkan kepada pengukuran tegangan listrik yang dihasilkan akibat terjadinya proses pertukaran anion/kation antara ion sianida yang ada dalam destilat dengan zat penukar ion bentuk padat pada permukaan elektroda yang terbuat dari campuran senyawa-senyawa perak anorganik konduktif yang bersifat sukar larut dalam air.Berdasarkan hasil penelitian rata-rata kadar asam sianida sebelum difermentasi adalah 96.27 mg/kg, sesudah difermentasi dengan larutan garam 2% adalah 18,86 mg/kg, sesudah difermentasi dengan larutan garam 3% adalah 10,71 mg/kg, sesudah difermentasi dengan larutan garam 4% adalah 3,41 mg/kg dan sesudah difermentasi dengan larutan garam 5% adalah 0,67 mg/kg. Dari uji anava didapatkan hasil p = 0,000 ( p < 0,005) berarti terdapat perbedaan kadar asam sianida pada rebung sebelum dan sesudah difermentasi dengan larutan garam 2%, 3%, 4%, 5% selama 7 hari
PENGARUH KONSUMSI BUAH SEMANGKA MERAH (Citrullus Vulgaris Schard) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI RAWAT JALAN DI WILAYAH PUSKESMAS PERUMNAS I PONTIANAK BARAT
Hypertension is a disorder of the blood vessels that result in oxygen supply and nutrients carried by the blood obstructed to the body tissues that need it (Vitahealth, 2006). Consumption of a diet high in fruits and vegetables, reduced sodium intake and increased potassium intake in foods can reduce the incidence of hypertension (Houston, Harper & PharmD, 2008). This study aims to determine the effect of red watermelon consumption on the decrease in blood pressure in hypertensive patients outpatient in Puskesmas Perumnas I West Pontianak. This type of research is experimental with quasi experiment design with pretest-posttest control group design. The test used is chi square test, paired t-test, wilcoxon, oneway anova and kruskal-wallis. The number of samples studied was 42 samples and the time of the research was conducted on June 2018. The results of the red watermelon in patients with hypertension with a dose of 200 gr, 250 gr and 300 gr for 4 days can lower blood pressure. The average of derivation in systolic blood pressure in the 200 gr group was -10,71 mmHg and diastolic -8,21 mmHg, average of derivation systolic blood pressure in the 250 gr group of -12,86 mmHg and diastolic -9,99 mmHg while the systolic blood pressure average of derivation in group 300 gr for -15,71 mmHg and diastolic equal to -13,57 mmHg. Suggestions in this study respondents can consume watermelon fruit as an alternative to lower blood pressure as much as 300 grams and for subsequent researchers need an additional length of time intervention to see the effect of decreased blood pressure is systolic blood pressure and diastolic responders to normal
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU JURU PARKIR DI JALAN TANJUNG PURA PONTIANAK
Abstrak: Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Paru Juru Parkir di Jalan Tanjung Pura Pontianak. Penelitian menggunakan penelitian analitik observasif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian ini merupakan penelitian hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dan dibuat dalam bentuk tabel distribusi dari variabel penelitian dengan menggunakan Chi-Square. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengobservasi dan mewawancarai juru parkir dengan kuisoner. Hasil penelitian kadar debu terhirup p=0,031 dapat disimpulkan ada hubungan, masa kerja p=0,431sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan, kebiasaan merokok p=0,045 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan, lama kerja p=0,015, penggunaan APD p=1,000 menadapakan tidak ada hubungan yang signifikan. Kesimpulan yang didapat ialah bahwa, kadar debu terhirup, kebiasaan merokok, dan lama kerja memiliki hubungan dengan gangguan fungsi paru, sedangakan masa kerja dan penggunaan APD tidak memiliki hubungan dengan gangguan fungsi paru.Abstract: The Analyze of Risk Factors Related with Impaired Lung Function on Street Parking Attendants Tanjung Pura Pontianak. The research using analytical research with cross sectional observasif. This research is the relationship between independent variables and the dependent variable is made in the distribution table of the variables using the Chi-Square. The research was done by observing and parking attendants interviewed by questionnaire. The results of the study of respirable dust levels p = 0.031 can be concluded there is a correlation, working period p = 0,431 can be concluded that there is no significant relationship, smoking p = 0.045 can be concluded that there is a significant relationship, job long p = 0.015, p PPE use = 1.000 can be concluded there was no significant relationship. The conclusion is, respirable dust levels, smoking habits, and working period that the relationship with impaired lung function, while the tenure and use of PPE does not have a relationship with gangguan lung function