Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
PENGARUH JUS ALOE VERA SESUDAH MAKAN TERHADAP PENURUNAN TRIGLISERIDA PASIEN DMT2
Satu dari sebelas orang dewasa diseluruh dunia sekarang menderita diabetes mellitus dan 90% diantaranya diabetes mellitus tipe 2 (DMT2). Aloe vera adalah spesies lidah buaya digunakan sebagai pangan fungsional mencakup lebih dari 75 bahan aktif seperti enzim, vitamin, gula, mineral, lignin, asam amino, asam salisilat dan serat. Kandungan aktif antihiperglikemik aloe vera adalah polisakarida acemannan dan glucomannan, glikoprotein, antioksidan, flavonoid, berbagai vitamin dan mineral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jus aloe vera sesudah makan terhadap penurunan trigliserida pasien DMT2. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan pendekatan studi eksperimental randomisasi. Rancangan penelitian Pre-post Test Control Group Design dengan pembutaan ganda (Randomized Double Blind). Desain eksperimen dengan pemberian jus aloe vera setelah makan siang. Subjek penelitian ditentukan secara simple random sampling. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,432 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak ada pengaruh jus aloe vera pada pasien DMT2 yang diberikan sesudah makan siang terhadap kadar trigliserida. Sebagai bahan rekomendasi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh pemberian jus aloe vera sebelum makan terhadap gula darah dan profil lipid
Perbedaan Kadar Asam Sianida Pada Ubi Kayu Sebelum dan Sesudah Direndam dengan Larutan NaHCO3 Konsentrasi 5, 10 dan 15% Selama 12 Jam
Abstract: Manihot esculenta crantz containing compounds that are useful for body also contain cyanogenic glucoside compounds that are toxic or better known by the named of blue poison. To reduce cyanide levels in manihot esculenta crantz can be done by soaking in water by adding NaHCO3 or better known baking soda. The purpose of this research is to know the difference of cyanide acid content in manihot esculenta crantz before and after soaking with NaHCO3 solution concentration in 5, 10 and 15% during 12 hours. The method of determination of cyanide acid content used by ion selective electrode with 24 samples are determined by purposive sampling. While research method used in this research is quasi experiment. Based on the results of the research, the average yield rate cyanide acid of manihot esculenta crantz before soaking is 43.58 mg / kg, after soaking with 5% NaHCO3 solution during 12 hours is 15.62 mg / kg, after soaking with 10% NaHCO3 solution during 12 hours is 10.90 mg / kg, and after soaking with 15% NaHCO3 solution during 12 hours is 7.22 mg / kg. From the results the data then analyzed statistically using one way anava test obtained p = 0,000 (p <0,05) that there is a difference of cyanide acid content in manihot esculenta crantz before and after soaking with NaHCO3 solution concentration 5, 10 and 15 % For 12 hours.Abstrak: Ubi kayu mengandung senyawa yang berguna bagi tubuh dan juga mengandung senyawa glukosida sianogenik yang bersifat racun atau yang lebih dikenal dengan nama racun biru. Untuk menurunkan kadar sianida pada ubi kayu bisa dilakukan dengan cara perendaman didalam air dengan menambahkan NaHCO3 atau yang lebih dikenal dengan nama soda kue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar asam sianida pada ubi kayu sebelum dan sesudah direndam dengan larutan NaHCO3 konsentrasi 5, 10 dan 15% selama 12 jam. Metode penetapan kadar asam sianida menggunakan elektroda selektif ion dengan jumlah sampel sebanyak 24 buah yang ditentukan secara purposive sampling . Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental semu. Berdasarkan dari hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata kadar asam sianida pada ubi kayu sebelum direndam adalah 43,58 mg/kg, sesudah direndam larutan NaHCO3 5% selama 12 jam adalah 15,62 mg/kg, sesudah direndam larutan NaHCO3 10% selama 12 jam adalah 10,90 mg/kg, dan sesudah direndam larutan NaHCO3 15% selama 12 jam adalah 7,22 mg/kg. Dari hasil tersebut data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji anava one way diperoleh hasil p = 0,000 (p < 0,05) berarti terdapat perbedaan kadar asam sianida pada ubi kayu sebelum dan sesudah direndam dengan larutan NaHCO3 konsentrasi 5, 10 dan 15% selama 12 jam
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Hipertensi Di Puskesmas 2 Singkawang Utara Tahun 2017
Data WHO tahun 2015 menunjukkan di seluruh dunia sekitar satu miliar orang atau 26,4% penduduk bumi menderita hipertensi dengan perbandingan 26,6% pria dan 26,1% wanita. Angka ini kemungkinan akan men- ingkat menjadi 29,2% di tahun 2025. Dari satu miliar penderita hipertensi, 350 juta berada di Negara maju dan 650 juta sisanya berada di negara sedang berkembang, temasuk Negara Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan diet pasien hipertensi di- Puskesmas Singkawang Utara 2 tahun 2017. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian adalah Puskesmas Singkawang Utara 2, dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang. Tehnik sampling menggunakan Accidental sampling yaitu mengambil sampel yang kebetulan datang berkunjung ke Puskesmas Singkawang Utara 2 pada saat melakukan penelitian. Sebanyak 55 responden atau 73,33% yang memiliki dukungan sosial keluarga baik sedangkan sebanyak 20 responden atau 26,67 % memiliki dukungan sosial keluarga kurang. Sebanyak 56 responden atau 74,67% yang memiliki kepatuhan diet,19 responden atau 25,33% memiliki ketidak patuhan diet. Ada hubungan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan diet pasien hipertensi diPuskesmas Singkawang Utara 2 tahun 2017 dengan nilai p value = 0,001.Â
RANCANG BANGUN PERANGKAP PENGENDALIAN TIKUS GOT (RATTUS NORVEGICUS) DI PASAR FLAMBOYAN KOTA PONTIANAK
Abstrak: Rancang Bangun Perangkap Pengendalian Tikus Got (Rattus Norvegicus) di Pasar Flamboyan Kota Pontianak. Desain penelitian ini adalah rancang bangun untuk membuat perangkap Tikus Got di pasar Flamboyan berbentuk balok dengan ukuran 70 x 30 x 20 cm (panjang x lebar x tinggi). Pintu masuk dibuat seperti lorong untuk memudahkan tikus menemukannya. Selanjutnya dilakukan modifikasi pintu masuk perangkap, lalu dilakukan analisa tipe perangkap yang rancang untuk menangkap Tikus Got di pasar. Kemudian menganalisa jumlah  Tikus Got yang tertangkap di habitat pasar, yang dilakukan di 2 lokasi berbeda selama 5 hari. Perangkap yang berhasil dirancang sebanyak 3 unit. Tipe perangkap yang dirancang adalah tipe multiple live-trap yaitu perangkap yang dapat menangkap lebih dari satu ekor tikus dalam sekali pemerangkapan. Perangkap I memiliki pintu masuk berbentuk bubu dapat menangkap tikus sebanyak 8 ekor, perangkap II memiliki pintu yang menutup kebawah dapat menangkap tikus seanyak 7 ekor dan perangkap III memiliki pintu yang menutup ke atas dapat menangkap tikus 5 ekor. Selain itu peletakan dan perlakuan perangkap sangatlah berpengaruh terhadap keberhasilan penangkapan Tikus Got di habitat pasar.Abstract: The Design Got Rat Trap Control (Rattus norvegicus) in Flamboyan Market Pontianak. This study was design to create Got Rat trap on the market Flamboyan shaped beam with a size of 70 x 30 x 20 cm (length x width x height). The entrance hall is made as to ease the mice find it. Furthermore, the modification of the entrance to the trap, and then analyzed the type of trap is designed to capture the Rat Got in the market. Then analyze the number of Got Rat caught in the habitat market, which is done in two different locations for 5 days. Traps were successfully designed 3 units. Designed trap type is the type of multiple live-trap is a trap that can catch more than one in a single trapping rats. Trap I has an entrance shaped traps can catch rats as many as 8 tails, trap II has a door that shut down can catch rat as many as 7 tails and traps III has a door that closes over can catch 5 tails. Besides laying traps and treatment is very influential on the success of catching Rat Got in the habitat market
VARIAS I TEKANAN INJEKSI UDARA DALAM MENURUNKAN KADAR BESI PADA AIR KOLAM MENGGUNAKAN DIFFUSER AERATOR DI PERUMAHAN PALESTINE INDAH PERMAI 4
Abstrak: Variasi Tekanan Injeksi Udara dalam Menurunkan Kadar Besi Pada Air Kolam menggunakan Diffuser Aerator di Perumahan Palestine Indah Permai 4. Tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui efektifitas variasi  tekanan  injeksi  udara dalam menurunkan kadar  besi pada air kolam menggunakan Diffuser Aerator. Jenis penelitian ini  adalah  experiment semu  dengan  rancangan  penelitian one' group  pre-test- post-test design  with  control. Sampel  berupa  air  kolam  milik  bapak  Suyoto  di RT  085/ RW  016,  Desa Pal IX, Kabupaten Kubu  Raya. Air  ini akan  aerasi  kemudian  di berikan tekanan  injeksi  udara 10 psi,  30  psi,  70  psi, dan 100 psi  selama 20  menit  kemudian diendapkan selama 30 menit.  Di  mana  setiap  masing-masing tekanan pengulangan sebanyak enam  kali.  Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  tekanan  injeksi  udara 10 psi, merupakan tekanan  optimum  untuk  mengolah  air  menggunkan  diffuser aerator dengan persentase  sebesar  85,82%. Abstract:   Variation   of Air  Injection  Pressure   to Reducing  Level  ofIron   (Fe) in Pond Water  Use Diffusion  Aerator   on Complex  of Palestine  Indah  Permai  4. This  research was  aimed  to know  the  effectiveness  of variation  air  injection  pressure  to reducing  level of iron (Fe)  in pond  water  by using diffusion  aerator.  The  kind of this research  is a quasi experiment   with  one  group  pre-test-post-test   design  with  control.  The  sample  of  this research  was the pool water  belong to Mr. Suyoto  at RT 085/ RW 016, Village  of  Pal IX, Kubu  Raya  Regency.  That  water will be aerated  then air injection  pressure  with power  10 psi,  30  psi,  70  psi,  and  100 psi  for  20  minutes  then  precipitated  for  30  minutes.  Each respective  pressure  will  be repeated  six times.  Result  of research  show  that  air  injection pressure  10 psi was  the  optimum  pressure  to treat  water  by using  diffusion  aerator  with percentage  85,82%
Perancangan Model Sistem Informasi Tuberkulosis Paru Terintegrasi Berbasis Web
Abstract: Design of Web-Based Integrated Pulmonary Tuberculosis Information Model. Pulmonary TB is one of the health problems in Sintang District where in 2016 Pulmonary TB Case Notifcation Rate (CNR) is 100/100,000 population. An important step that must be carried out by the Sintang District Health Office is to evaluate the Pulmonary TB program. Based on preliminary studies, the evaluation of the Pulmonary TB control program is still not working properly. This is because the data management process is still done manually so that reports are often late. Therefore, the need for an appropriate information system model and in accordance with the needs of TB program users to support the evaluation of the Pulmonary TB program. The purpose of this study was to design a web-based integrated pulmonary TB information system model to support the evaluation of Pulmonary TB programs. This research is a qualitative research. Subjects in this study were all users of the TB information system consisting of Head of Division, Section Head, TB Wasor, TB Staff in Health Service and several managers of Pulmonary TB programs. The results of this study were obtained a design model of integrated WEB-based TB information system based on the needs and desires of system users. Sintang District Health Office is recommended to build a system that has been designed based on the needs of system users so that the problem of the TB information system can be overcome. Abstrak: Perancangan Model Sistem Informasi Tuberkulosis Paru Terintegrasi Berbasis Web. TB Paru merupakan salah satu permasalahan kesehatan di Kabupaten Sintang yang pada tahun 2016 memiliki Case Notifcation Rate (CNR) sebesar 100/100.000 penduduk. Langkah penting yang harus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang adalah melakukan evaluasi program TB Paru. Kegiatan evaluasi program penanggulangan TB Paru masih belum berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan proses pengelolaan data masih dilakukan secara manual sehingga laporan sering terlambat. Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu model Sistem Informasi yang tepat serta sesuai dengan kebutuhan pengguna program TB guna mendukung evaluasi program TB Paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang model Sistem Informasi Tuberkulosis Paru terintegrasi berbasis Web untuk mendukung evaluasi program TB Paru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah semua pengguna Sistem Informasi TB yang terdiri dari Kepala Bidang, Kepala Seksi, Wasor TB, Staf TB Dinas Kesehatan dan beberapa pengelola program TB Paru. Penelitian ini menghasilkan suatu model rancangan Sistem Informasi TB terintegrasi berbasis WEB berdasarkan kebutuhan dan keinginan dari pengguna sistem. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang untuk membangun sistem yang sudah dirancang berdasarkan kebutuhan dari pengguna sistem sehingga permasalahan Sistem Informasi TB bisa diatasi
Analisis Spasial dan Gambaran Kejadian Tuberkulosis Paru pada Masyarakat di Wilayah Perbatasan
Abstract: Spatial Analysis and Description of the Event of Pulmonary Tuberculosis in Communities in the Border Areas. Pulmonary TB is an easily transmitted disease from year to year. Pulmonary TB is still a global concern, including in West Kalimantan Province, especially Sintang District. One of the puskesmas with TB cases is always high, Sepauk Health Center. A simple Information System makes it difcult for health workers to identify locations of patients with pulmonary TB based on the condition of the physical environment of the house making it difcult to intervene. This study aims to obtain a spatial picture, the condition of the physical environment of the house and the incidence of pulmonary TB in the working area of Sepauk Health Center. This type of research is an observational descriptive survey with a sample of 23 cases, with a total sampling technique. The results of the spatial picture of the study showed that the areas with high risk of pulmonary TB occurring were Lengkenat Village by 44%, while the Nanga Sepauk Village, Sepulut Village, Tanjung Ria Village, and Tanjung Hulu Village were 13%, Kapuas village was 4%. The pattern of the spread of cases of pulmonary TB occurs around the river flow. Most pulmonary TB sufferers live in environmental conditions that do not meet requirements such as lighting (73.9%), temperature (73.9%), humidity (91.3%), and occupancy density (65.2%). It is expected that the Health Ofce and Puskesmas will be more active in providing health counseling specifcally about the importance of paying attention to the physical environment of the house to overcome the spread of transmission of pulmonary TB. Abstrak: Analisis Spasial dan Gambaran Kejadian Tuberkulosis Paru pada Masyarakat di Wilayah Perbatasan. TB Paru merupakan penyakit yang mudah menular dari tahun ke tahun. TB Paru masih menjadi perhatian dunia termasuk di Provinsi Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sintang. Salah satu puskesmas yang kasus TB Parunya selalu tinggi adalah Puskesmas Sepauk. Sistem Informasi yang sederhana menyebabkan sulitnya petugas kesehatan mengidentifkasi lokasi penderita TB Paru berdasarkan kondisi lingkungan fisik rumah sehingga menyulitkan dalam melakukan intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran spasial, kondisi lingkungan fsik rumah dan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Sepauk. Jenis penelitian ini bersifat survey deskriptif observasional dengan sampel sebanyak 23 kasus, dengan teknik total sampling. Hasil gambaran spasial penelitian menunjukkan bahwa daerah wilayah yang berisiko tinggi terjadi TB Paru adalah Desa Lengkenat sebesar 44%, sedangkan Desa Nanga Sepauk, Desa Sepulut, Desa Tanjung Ria, dan Desa Tanjung Hulu sebesar 13%, Desa temiang Kapuas sebesar 4%. Pola penyebaran kasus TB Paru terjadi disekitar aliran sungai. Penderita TB paru sebagian besar tinggal di kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat seperti pencahayaan (73,9%), suhu (73,9%), kelembaban (91,3%), dan kepadatan hunian (65,2%). Diharapkan kepada pihak Dinas Kesehatan dan Puskesmas lebih aktif dalam memberikan penyuluhan kesehatan khususnya tentang pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan fsik rumah untuk mengatasi penyebaran penularan TB Paru
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Presisi dan Akurasi Pemipetan Menggunakan Mikropipet Metode Forward
Abstract : Pipetting is one of the most important activities in health laboratory analysis. Knowledge of pipetting must be owned by every health laboratory. Students of health analyst as a candidate of health laboratory who will become medical support service unit is expected to be able to do the pipetting precision and accurately. To get a thorough and accurate results then the results of the analysis must be located within a specifc control area and both in precision and accuracy. Precision and accuracy are responsible for analytical interpretation of test results and testing procedures. The method use in this research is the forward method by 61 people research samples which determined by simple random sampling. While the research design used was observational analytics. Based on the results of the research obtained the level of knowledge of respondents research is 71,38; precision pipetting 99,69% and accuracy pipetting 99,58%. From the data that has been obtained then analyzed statistically using tau kendau test. The result indicates that the level of knowledge and precision has a p=0,640 and correlation coeffcient of -0,044 so that the Ho is accepted, meaning there is no relationship between the level of knowledge and precision meaningful. Meanwhile, the level of knowledge and accuracy of the p=0,574 and correlation coeffcient value is -0,053 so that Ho is accepted, it means there is no relationship between the level of knowledge with accuracy. Abstrak: Pemipetan merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam analisa laboratorium kesehatan. Pengetahuan pemipetan harus dimiliki oleh setiap tenaga laboratorium kesehatan. Mahasiswa analis kesehatan sebagai calon tenaga laboratorium kesehatan yang akan menjadi unit pelayanan penunjang medis diharapkan mampu melakukan pemipetan dengan teliti dan akurat. Untuk mendapatkan hasil yang teliti dan akurat maka hasil analisa harus terletak di dalam daerah kontrol tertentu dan baik dalam presisi maupun akurasi. Presisi dan akurasi bertanggung jawab terhadap interpretasi analitik hasil pengujian serta prosedur pengujian. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode forward oleh sampel penelitian sebanyak 61 orang yang ditentukan secara simple random sampling. Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik. Berdasarkan dari hasil penelitian diperoleh nilai tingkat pengetahuan responden penelitian adalah 71,38; presisi pemipetan 99,69% dan akurasi pemipetannya 99,58%. Dari data yang telah didapatkan kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji kendal tau. Untuk tingkat pengetahuan dengan presisi didapatkan hasil nilai p=0,640 dan koefsien korelasi -0,044 sehingga Ho diterima, berarti tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan presisi. Untuk tingkat pengetahuan dengan akurasi nilai p=0,574 dan koefsien korelasi adalah -0,053 sehingga Ho diterima, berarti tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan akurasi
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA EDUKASI BUKU SAKU DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DIET PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS
Educational activities is one strategy to the management of diabetes mellitus. Education is the activity of delivering health messages to groups or individuals in order to gain a better knowledge. The selected media is pocket books and leaflets, booklets chosen because it is simple, brief, and contains a lot of information. The purpose of this study to determine the effectiveness of the use of educational media pocket books and leaflets on knowledge and dietary compliance of outpatients with diabetes mellitus type 2 in the clinic. The research is a Quasi-Experiment with design used is Pretest-Posttest designnamely in the two groups conducted a pretest to determine the initial state before being given a different treatment, and both were also given the posttestusing the Wilcoxon test and Mann-Whitney test with a significance level of = 0.05. The results showed no significant differences in knowledge after being given nutrition education with media pocket books and leaflets p value. knowledge of 0,000 (Sig. <0.05), whereas the p values  obtained compliance. amounted to 0,641 (p. <0.05) showed no significant difference in adherence respondents after being given nutrition education with media pocket books and leaflets. It is concluded that there are differences in knowledge after being given nutrition education with media pocket books and leaflets. However there was no difference in compliance after being given nutrition education with media pocket books and leaflets
PENGARUH EKSTRAK METANOL DAUN BROTOWALI DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH METODE IN VIVO
Salah satu tanaman yang dapat menurunkan kadar glukosa darah adalah brotowali. Bagian daun dari brotowali biasa digunakan sebagai obat herbal sebagai pencahar, obat luka dan antidiabetes. Kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin pada tanaman ini dikenal memiliki aktivitas antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh ekstrak metanol daun brotowali dalam menurunkan kadar glukosa darah metode in vivo. Desain penelitian yang digunakan adalah True experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah mencit (Mus musculus) jantan galur Swiss Webster. Sampel yang digunakan adalah 20 ekor mencit jantan yang dipilih sesuai dengan kriteria kemudian dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Dimana kelompok perlakuan terdiri dari kelompok kontrol positif, dosis 40,25 mg/kgBB, dosis 80,5 mg/kgBB dan dosis 161 mg/kgBB yang masing-masing dilakukan 5 kali pengulangan dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Metode yang digunakan adalah tes toleransi glukosa oral (TTGO). Berdasarkan hasil analisis statistik uji Regresi Linear Sederhana untuk dosis 40,25 mg/kgBB, dosis 80,5 mg/kgBB dan dosis 161 mg/kgBB didapatkan p value <a 0,05 maka Ho ditolak dan H₠diterima, yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara ekstrak metanol daun brotowali dalam menurunkan kadar glukosa darah metode in vivo