Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
PENERAPAN HYGIENE SANITASI MAKANAN (HSM) PADA PANTI ASUHAN DI KABUPATEN KUBU RAYA
Abstrak:     Penerapan Hygiene Sanitasi Makanan (HSM) Pada Panti Asuhan di Kabupaten             Kubu  Raya. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif analitik yang bersifat observasi yaitu pengamatan langsung terhadap pelaksanaan hygiene sanitasi makanan pada panti asuhan yang mengacu pada Permenkes No. 1098 Tahun 2003tentang persyaratan  hygiene sanitasi rumah makan dan restoran. Penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi mengenai prinsip penyiapan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengangkutan rnakanan, dan penyajian makanan di panti asuhan  Kabupaten Kubu Raya. Penelitian  dilaksanakan pada bulan Juli 2014 hingga Januari 2015. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa rata-rata penerapan hygiene sanitasi makanan di panti asuhan Kabupaten Kubu Raya dikategorikan tidak baik dengan persentase sebesar 88,9% untuk kategori tidak baik dan 11,1 % untuk kategori baik. Abstract:    The  Implemetation    of Food  Hygiene  Sanitation   (IISM)  of the  orphanage in  Kubu  Raya  District.   The  ripe  of  this  research  is  descriptive  analytic  that  contain direct  observation  of  food  hygiene  sanitation  implementation   at  the  orphanage  which refers  to  Permenkes   No.  1098,  2003  about  hygiene  sanitation   of  food  corner  and restaurants  requirements.  TIle study  was  conducted  by  interview  and  observation  about principles  of  food  preparation,  storage  of  food  ingredients,  food  processing,  storage  of food  ingredients,  food  delivery,  and  presentation  of the  food  at the  orphanage  in Kubu Raya  District.  The  study  was  held  in July  2014  until  January  2015.  The  results  showed that  the  average  application  of hygiene  sanitary  of food  at the  orphanage  in Kubu  Raya, the  predicate  is not  good  categoried  with  a percentage  of  88.9%  and  11,1%  for a good category
PENURUNAN KADAR PB PADA UDANG DOGOL (METAPENAEUS MONOCEROS FABRICIUS) MENGGUNAKAN PERENDAMAN DAN PEREBUSAN AIR JERUK NIPIS
Abstrak:   Penurunan Kadar Pb pada Udang Dogol dengan Perendaman, Perebusan, Serta Perendaman   dan  Perebusan    Menggunakan   Air  Jeruk   Nipis.  Penelitian ini bersifat eksperimen semu (Quasy Experimental). Sampel merupakan Udang Dogol yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan di Sungai Kakap yang diberi perlakuan dengan menambahkan dosis air Jeruk  Nipis dengan dosis 12%, 15%, dan 20% serta 0% sebagai kontrol pada setiap 6 ekor Udang Dogol. Penelitian ini dilakukan dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian mengunakan uji statistik Anova one way menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara berbagai dosis air Jeruk Nipis pada setiap perlakuan dengan probabilitas value 0,000. Abstract.   The  Decreased   Levels  of Plumbum   in Dogol  Shrimp  by Soaking,  Boiling, Soaking   and  Boiling   by  Using  Lime  Juice.   The  type  of  this  research   is  Quasy Experiment.  The  samples  are Dogol  Shrimp  that  taken  from fishermen  in Sungai  Kakap were treated  with various  doses of lime juice  12%, 15%, and 20% then  0% as a control  in every  6 prawns  Dogol  Shrimp.  This research  conducted  3 times  repetitions.  The  results based  on One  Way Anova  test that  showed  there's  significant  difference  among  various doses  of lime juice  in every treatment  with probabilitas  value 0,000
Perbedaan Pemberian Tablet Fe Dan Pisang Nangka Terhadap Kadar Hemoglobin Secara In-Vivo
Anemia adalah kondisi dimana berkurangnya sel darah merah dalam sirkulasi darah atau massa hemoglobin sehingga tidak mampu mememnuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen keseluruhan jaringan. Anemia biasanya disebabkan karena kekurangan unsur zat besi atau yang iasanya disebut dengan anemia defesiensi besi merupakan jenis anemia terbanayk didunia. Pisang memilikikandungan zat besi sekitar 5mg meskipun lebih rendah kandungannya zat besinya dibandinkan dengan kedelai tapi pisang banyak mengandung asam folat atau vitamin B6 yang larut dalam air, yang diperlukan untuk membuat asam nukleat dan hemoglobin dalam sel darah merah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pisang nangka terhadap kadar hemoglobin tikus. Jenis penelitian true eksperimen One-Group Pretest-Posttest Desiggn. Populasi dalam penelitian ini adalah tikus putih betinna galur witar. Besar sampelnya adalah 27 tikus 3 kelompok perlakuan. Pengecekan kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan.Tikus yang diintervesi dengan pemberian pisang mengalami kenaikan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 17,7 gr/dl menjadi 18,4 gr/dl. Untuk mengetahui perbedaan pemberian tablet Fe dan pisang terhadap kadr hemoglobin tikus
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia Galanga L.) terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans dengan Metode Dilusi
Abstract:  The lesser galangar rhizome is the root of stay that is branched off and attached to root tuber. Rhizome lesser galangar partly located on the ground. The active ingredient in rhizome lesser galangar are flavonoids are used as an antifungi and can cure diseases by the fungus Candida albicans. The purpose of this research is to know the effect of lesser galangar rhizome extract concentration (Kaempferia galanga L.) to the growth of Candida albicans fungus with dilution method. The research method is experimental. The sample used is the concentration of kencur rhizome extract consisting of 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9%, 10%. Result of research from 10 concentrations of lesser galangar rhizome with dilution method can know the lowest of bacteria colonies that is concentration 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9%, 10% that is 0 colony with 100% percentage while number of colony The highest bacteria is 1% concentration of 85 colonies with the percentage of 20.56%. At 4% concentration is the effective concentration of rhizome extract lesser galangar, because it can be a minimum concentration that provides a very strong inhibition of growth. Spearman’s analysis, obtained value (p = 0,00 <0,05) then Ha accepted, mean there is influence of rhizome extract concentration (Kaempferia galanga L.) to growth of Candida albicans fungi. Abstrak: Rimpang kencur merupakan akar tinggal yang bercabang halus dan menempel pada umbi akar. Rimpang kencur sebagian lagi terletak di atas tanah. Zat aktif dalam rimpang kencur yaiu flavonoid yang digunakan sebagai anti jamur dan dapat menyembuhkan penyakit oleh jamur Candida albicans. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dengan metode dilusi. Metode penelitian berbentuk eksperimental semu. Sampel yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak rimpang kencur yang terdiri dari 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9%, 10%. Hasil penelitian dari 10 konsentrasi rimpang kencur dengan metode dilusi dapat diketahui jumlah koloni bakteri yang terendah yaitu konsentrasi 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9%, 10% yaitu sebesar 0 koloni dengan persentase 100% sedangkan jumlah koloni bakteri tertinggi yaitu konsentrasi 1% sebesar 85 koloni dengan persentase 20,56%. Pada konsentrasi 4% merupakan konsentrasi efektif ekstrak rimpang kencur, karena dapat merupakan konsentrasi minimum yang memberikan daya hambat pertumbuhan yang sangat kuat. Analisis Spearman’s, didapatkan nilai (p = 0,00 < 0,05) maka Ha diterima, berarti terdapat pengaruh ko
Potensi Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Pepaya terhadap Larva Artemia Salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test
Abstract: Papaya tree is one of the medicinal plant types which advantages for traditional medicine. The flavonoid, alkaloid and saponin were the compounds of papaya leaves. There potentially as cytotoxic for certain levels. The purpose of this research is to determine the potency cytotoxic ethanol extract papaya leaves against Artemia salina Leach larvae using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Research method by quasi experimental, and purposive sampling used 360 Artemia salina Leach larvae divided to 5 groups treatment. Each group contains 15 larvaes. Each group is done by the replication of research for 4 times. The extract concentration are 1000, 750, 500, 250, 100 and 0 µg/ml as a negative control. Data have been obtained by calculating amount of died larvae 24 hours after treatment. Mean percentage larvae death in the concentration of 1000, 750, 500, 250, 100 and 0 µg/ml consecutively were 95%, 78,33%, 53,33%, 36,67%, 21,67% and 0%. Through the data, LC50 value was analyzed by probit analysis using Microsoft offce excel. The higher of extract concentration cause higher percentage death of the larvae. This result shows that LC50 value of ethanol extract of papaya leaves is 285,693 µg/ml (less than 1000 µg/ml). The conclusion is the ethanol extract of papaya leaves had acute toxicity potency against Artemia salina Leach larva according to Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Abstrak: Tanaman pepaya merupakan satu diantara jenis tanaman obat yang umum dimanfaatkan oleh masyarakat secara empiris untuk pengobatan secara tradisional. Tanaman ini mengandung senyawa flavonoid, alkaloid dan saponin. Senyawa tersebut diduga berpotensi sebagai sitotoksik pada kadar tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sitotoksik ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Metode penelitian ini berbentuk eksperimental semu dengan menggunakan 360 ekor larva Artemia salina Leach yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Tiap kelompok terdiri dari 15 ekor. Tiap kelompok dilakukan pengulangan percobaan 4 kali. Konsentrasi ekstrak berturut-turut adalah 1000, 750, 500, 250, 100 dan 0 µg/ml sebagai kontrol negatifnya. Data diperoleh dari menghitung jumlah larva yang mati 24 jam setelah perlakuan. Rata-rata persentase kematian larva pada konsentrasi 1000, 750, 500, 250, 100 dan 0 µg/ml berturut-turut adalah 95%, 78,33%, 53,33%, 36,67%, 21,67% dan 0%. Berdasarkan data, LC50 ekstrak etanol daun pepaya ditentukan dengan analisis probit menggunakan Microsoft offce excel. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak menyebabkan semakin tinggi persentase kematian larva. Hasil penelitian ini menunjukkan harga LC50 dari ekstrak etanol daun pepaya adalah 285,693 µg/ml (kurang dari 1000 µg/ml). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya memiliki potensi toksisitas akut terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
Toksisitas Akut Ekstrak Metanol Mentimun (Cucumis Sativus L.) Terhadap Larva Artemia Salina Leach Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
Abstract: Cucumber (Cucumis sativus L) is a plant that is widely consumed by the people. Beside due the delicious taste of it, cucumbers also contain some compounds that can be used as a drug, one of them is to prevent cancer. This plant contains Flavonoid, Saponin, and Tanin. These three compounds are the compounds which is in certain levels can be cytotoxic. Acute toxicity is an early screening test for a specifc cytotoxic potential crop for the development of anti-cancer drugs. The purpose of this research is to know the acute toxicity of cucumber (Cucumis sativus L) methanol extract to the Artemia salina Leach larvae by Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. This research method was an experimental by using BSLT method. The test animal used was the Artemia salina Leach larvae. The method of extraction was maseration method. The results of the study can be seen from the percentage of larvae mortality for each concentration of extract, those are 0 μg / ml, 250 μg / ml, 500 μg / ml, 750 μg / ml, 1000 μg / ml are 0%, 48%, 62 %, 72%, 84% and 92%. Based on the result of probit analysis with microsoft Excel showed that LC50 value of cucumber methanol extract is 201,0165 μg /ml which means this extract have potency of acute toxicity because LC50 value <1000 μg / ml.Abstrak: Mentimun (Cucumis sativus L) adalah tanaman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Selain rasanya yang enak, mentimun juga memiliki kandungan senyawa yang dapat bermanfaat sebagai obat, salah satunya adalah untuk mencegah terjadinya kanker. Tanaman ini mengandung Flavonoid, Saponin, dan Tanin. Ketiga senyawa ini merupakan senyawa yang dengan kadar tertentu dapat bersifat sitotoksik. Toksisitas akut merupakan skrining awal untuk menguji suatu tanaman tertentu yang memiliki potensi sitotoksik untuk pengembangan obat anti kanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui toksisitas akut dari ekstrak metanol mentimun (Cucumis sativus L) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Metode penelitian ini berbentuk eksperimental dengan menggunakan metode BSLT. Hewan uji yang digunakan adalah larva Artemia salina Leach. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi. Hasil penelitian dapat dilihat dari persentase kematian larva untuk setiap konsentrasi ekstrak, yaitu 0 µg/ml, 250 µg/ml, 500 µg/ml, 750 µg/ml, 1000 µg/ml secara berturut-turut adalah 0%, 48%, 62%, 72%, 84% dan 92%. Berdasarkan hasil analisis probit dengan microsoft Excel menunjukkan nilai LC50 ekstrak metanol mentimun adalah 201, 0165 µg/ml yang berarti ekstrak ini memiliki potensi toksisitas akut karena nilai LC50 < 1000 µg/ml
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS STUNTING ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS SIANTAN HULU
Stunting incidence in infants is one of the nutritional problems globally. Stunting is related to infection, diet, mother’s education level, mother’s work status, birth length. The design of this study was Cross Sectional and Retrospective Cohort with Chi-square test. The research was conducted in the Siantan Hulu Health Center UPK Working Area in June to July 2016. The results of the univariate analysis showed that stunting status of children with no stunting category was 68.5%, infection with no infection category was 59.6%, diet with categories both at 74.2% and the birth length of children with normal categories of 68.5%. After analyzed using the chi square test showed there was a relationship between infection (p = 0.004), diet (p = 0.006) and child birth length (p = 0,000) on stunting status of children aged 24-59 months in the Siantan Hulu Health Center UPK Working Area
CONSUMPTION AND IMPACT SUGAR- SWEETENED BEVERAGES IN INDONESIA BASED ON INDIVIDUAL FOOD CONSUMPTION SURVEY
The need for sugar increases every year, especially demand from the food and beverage industry sector. Sugar-sweetened beverages (SSBs) are a type of beverage that is added or contains sugar such as sucrosa or fructosa (free-sugar). The result of Basic Health Research (Riskesdas) 2013 showed that residant aged ≥ 10 year consumed sugar- sweetened food or beverage ≥ 1 times every day at 53.1 percent.  Increasingly by 61.27 percent for residents aged ≥ 3 years based on Basic Health Research (Riskesdas) 2018. Data analysis used Individual Food Consumption Survey (SKMI) 2014. The average energy intake of drinks consumed by all respondents is 122 calories / day with an estimated average sugar intake of around 31 grams / day or ± 2.5 tablespoons / day. Estimation of SSBs intake more increasing with age in men but did not occur in women. More than 30 percent respondens consumed tea packaging (liquid tea) or brewed tea (tea leaves) that was added sugar. The average energy intake is 87 cal / day with an estimated sugar intake of 22 grams / day or equivalent to ± 2 tablespoons per day. Several studies have shown the impact of SSBs  related to the incidence of obesity and diabetes mellitus. Intake SSBs every day will increase 0.05-0.06 point of body mass index. The risk of diabetes mellitus is higher in people who consume sugary drinks 1-2 times per day than people who consume less than 1 time per month
TOTAL FENOL, FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK LIMBAH KULIT LIDAH BUAYA (Aloe chinensis Baker)
Tanaman lidah buaya merupakan komoditas unggulan yang tumbuh dengan baik di lahan gambut. Jenis lidah buaya yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah (Aloe chinensis Baker) yang banyak terdapat di daerah Pontianak. Seiring dengan meningkatnya industri lidah buaya menyebabkan adanya limbah padat berupa kulit yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Lidah buaya mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol, flavonoid dan potensi antimikroba ekstrak limbah kulit lidah buaya yang diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut polar (aquadest, etanol 70%), semi polar (etil asetat) dan non-polar (n-heksan). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan (RAK). Data dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut Duncan dengan selang kepercayaan 5%. Hasil menunjukkan, ekstrak limbah kulit lidah buaya dengan menggunakan pelarut etil asetat memiliki kandungan total fenol tertinggi pada ketiga jenis pelarut yaitu sebesar 4,088 µg GAE/mg, dan total flavonoid sebesar 12,376 µg QE/mg. Perlakuan terbaik untuk aktivitas antimikroba terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa terdapat pada ekstrak limbah kulit lidah buaya dengan menggunakan pelarut etil asetat pada konsentrasi 50% dengan diameter zona hambat sebesar 11,667 mm
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI TERHADAP STATUS GIZI PADA BADUTA USIA 6 – 24 BULAN DI WILAYAH KECAMATAN SUNGAI RAYA
Pola pemberian makanan terbaik bagi bayi dan anak sesuai rekomendasi WHO adalah dengan memberikan hanya ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan, meneruskan pemberian ASI sampai anak berumur 24 bulan dan memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) kepada bayi mulai usia 6 bulan. Faktor yang mempengaruhi secara langsung adalah asupan makanan dan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan penyakit infeksi terhadap status gizi pada baduta usia 6 – 24 bulan di wilayah Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian didapatkan sebanyak 90 sampel yang didapatkan berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Dari hasil penelitian bahwa ada hubungan antara ASI eksklusif dengan status gizi pada baduta usia 6 – 24 bulan p=0,001 (p<0,05) dan ada hubungan antara kejadian infeksi dengan status gizi pada baduta usia usia 6 – 24 bulan p=0,000 (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara ASI eksklusif dan kejadian infeksi dengan status gizi baduta pada usia 6 – 24 bulan di Wilayah Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya