Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN MENARCHE DENGAN DISMENORE REMAJA DI KOTA MAGELANG
Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa anak – anak menjadi dewasa, yang ditandai dengan pubertas. Pubertas pada wanita ditandai dengan menstruasi. Menstruasi merupakan proses alamiah, namun terkadang terdapat gangguan menstruasi yang sering mengganggu aktivitas, diantaranya adalah Dismenore. Dismenore dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup remaja putri, maka harus ditangani agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Dismenore berisiko terjadi pada wanita dengan kondisi malnutrisi dan status gizi lebih. Dismenore umumnya terjadi setelah menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan menarche dengan Dismenore pada remaja di Kota Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan Cross sectional. Sampel dimasukkan dalam penelitian bila memenuhi kriteria, yaitu siswa SMA/SMK kelas X dan XI di Kota Magelang yang bersedia menjadi subyek penelitian dengan menandatangani informed consent. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling untuk menentukan lokasi penelitian dan simple random sampling untuk menentukan responden penelitian. Pengumpulan data melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan status gizi dengan Dismenore dan terdapat hubungan menarche dengan Dismenore pada remaja di Kota Magelang
Perbedaan Presisi Pemipetan Sampel Menggunakan Pipet Sahli dan Mikropipet pada Pemeriksaan Hemoglobin Metode Cyanmethemoglobin
Abstract: International Commite for Standarization in Hematology (ICSH) recommends hemoglobin examination using Cyanmethemoglobin method. Examination of Hb Cyanmethemoglobin using sahli pipette in sampling. The Sampling method flow through the hose. The use of glass pipets do not have high accuracy and precission for less than volumes 1 ml, so in small fluid displacement less than 1000 (microliter) using micropipet or commonly known as automatic pipette. The aim of this research was to know the precision value between sampling using the sahli pipette and mikropipet on examination of hemoglobin value of Cyanmethemoglobin method accepted or not on standard Clinical Laboratoty Improvement Amendments (CLIA) and to analyze the difference of precision between sampling using pipette sahli and micropipette on examination of hemoglobin Cyanmethemoglobin method. The design of this study was descriptive anlytic. This research using EDTA blood examination with the number of 36 test samples. Preliminary period expression used 60 test samples. The hemoglobin examination using Cyanmethemoglobin method by spectrophotometry. Based on the results of the research, the value of % CV of sahli’s pipet is 4.60% and the value % CV of micropipet is 2.02%. and the value %CV The maximum recommended by the CLIA can be received from the sahli and mikropipet pipette that is <7%. he data obtained were statistically analyze by using Willcoxon Test and the result P 0.000 <0.05. The conclution of this research was found a signifcant difference between Sahli pipette and micropipette.Abstrak: International Commette for Standarization in Hematology (ICSH) merekomendasikan pemeriksaan hemoglobin dengan menggunakan metode Cyanmethemoglobin. Pemeriksaan Hb Cyanmethemoglobin menggunakan pipet sahli dalam pengambilan sampel. Pengambilan sampel dengan cara dihisap melalui selang. Penggunaan pipet gelas tidak mempunyai akurasi dan presisi yang tinggi untuk volume kurang dari 1 ml, sehingga pemindahan cairan dengan volume kecil kurang dari 1000 (microliter) orang cenderung menggunakan mikropipet atau biasa juga dikenal dengan pipet otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai presisi antara pemipetan sampel menggunakan pipet sahli dan mikropipet pada pemeriksaan kadar hemoglobin metode Cyanmethemoglobin diterima atau tidak pada standar Standar Clinical Laboratoty Improvement Amendments (CLIA) dan menganalisis perbedaan presisi antara pemipetan sampel menggunakan pipet sahli dengan pemipetan sampel menggunakan mikropipet pada pemeriksaan kadar hemoglobin metode Cyanmethemoglobin. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik. Penelitian ini menggunakan bahan pemeriksaan berupa darah EDTA dengan jumlah 36 sampel uji. Ditahapan periode pendahuluan digunakan sebanyak 60 sampel uji. Metode pemeriksaan hemoglobin menggunakan metode Cyanmethemoglobin secara fotometri. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh nilai %CV pipet sahli sebesar 4,60% dan nilai %CV mikropipet sebesar 2,02%. Nilai %CVmaksismum yang di rekomendasikan oleh CLIA dapat diterima dari pipet sahli dan mikropipet yaitu <7%. Data yang diperoleh diolah secara statistik menggunakan uji Willcoxon didapatkan hasil P 0.000<0.05. Sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan signifkan antara pipet sahli dan mikropipet
Hubungan Umur, Jenis Kelamin dan Kegemukan dengan Kadar Kolesterol Total Guru SMAN 1 Sei Raya
Abstract: Cholesterol is often seen as something that is very scary and associate high levels of cholesterol in the blood with the risk of heart disease. Increasing cholesterol levels are something to avoid because it can endanger health. The purpose of this study was to examine the relationship age, sex, and obesity with total cholesterol levels on teachers SMAN 1 Sei. Raya. The design in this study using Cross-Sectional. The population of this study is all teachers SMAN 1 Sei. Raya took with total sampling method and obtained as many as 46 respondents. From each respondent obtained data onto age, sex, obesity level and measurement of total cholesterol level. Data were analyzed by univariate and bivariate with correlation test for Kendall tau with value É‘ = 0.05. The test result using Kendall tau to analyze the relationship of age, sex, and obesity with total cholesterol showed that there is no relationship between age (p = 0.648), sex (p = 0.418), and obesity (p = 0.542) with total cholesterol levels in teachers SMAN 1 Sei. Raya.Abstrak: Kolesterol sering dilihat sebagai sesuatu yang sangat menakutkan dan tingginya kadar kolesterol dalam darah dikaitan dengan risiko penyakit jantung. Peningkatan kadar kolesterol merupakan hal yang harus dihindari, karena dapat membahayakan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara umur, jenis kelamin dan kegemukan dengan kadar kolesterol total pada guru SMAN 1 Sei. Raya. Desain dalam penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh guru SMAN 1 Sei. Raya yang diambil dengan metode total sampling dan diperoleh sebanyak 46 orang responden. Dari setiap responden diperoleh data umur, jenis kelamin, tingkat kegemukan dan pengukuran kadar kolesterol total. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Kendall tau dengan nilai É‘ = 0.05. Hasil uji menggunakan kendall tau untuk menganalisis hubungan umur, jenis kelamin, dan kegemukan dengan kadar kolestrol total menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara umur (p = 0.648), jenis kelamin (p = 0.418) dan kegemukan (p = 0.542) dengan kadar kolesterol total pada guru SMAN 1 Sei. Raya
Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi Di Unit Pelayanan Terpadu Puskesmas Kecamatan Singkawang Selatan 1 Tahun 2016
Gaya hidup merupakan faktor yang sangat penting untuk dikaji karena merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat yang pada akhirnya akan mempengaruhi tercapai atau tidaknya derajat kesehatan masyar- akat tersebut. Health behavior merupakan perilaku nyata dari anggota masyarakat yang secara langsung ber- kaitan dengan kesehatan masyarakat itu sendiri, dalam hal ini adalah gaya hidup dan kepribadian masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi, meliputi gambaran gaya hidup, kejadian hipertensi dan hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Unit Pelayanan Terpadu Puskesmas Kecamatan Singkawang Selatan 1 tahun 2016. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan metode korelasi analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Variabel independen adalah gaya hidup, makan/diet, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga. Variabel dependen adalah kejadian hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian gambaran kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas kecamatan singkawang selatan 1 tahun 2016, didapatkan hasil persentase tertinggi dengan kategori cukup sebanyak 8 responden (24.2%), dan didapatkan hasil persentase tertinggi dengan kategori sedang sebanyak 15 responden ( 45.5%). Sedangkan menurut hasil penelitian uji statistik kolerasi chi-square didapatkan nilai p = 0.001 (p< 0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Unit Pelayanan Terpadu Puskesmas Kecamatan Singkawang Selatan 1 tahun 2016.Â
FORMULASI MUFFIN SUBSTITUSI TEPUNG PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca Linn) DAN SUSU KEDELAI (Glycine Max) SEBAGAI ALTERNATIF PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN ANAK SEKOLAH (PMT – AS)
Muffin as the kind of cake which was made in personal size, solid texture, clumped inside, and looks like a cupcake shape. In generally, muffin which was made by flour. However for utilizing the local food then can be replaced with banana flours. Soy milk was added in muffin making process. It aimed for increasing of nutritional value and as supplementary feeding alternative for student of elementary school. The aim of study was knowing the acceptability of color, aroma, flavor, texture and protein nutrition value from banana flour muffin with addition the differences of soy milk. The research was an experimental design with using the analysis of friedman test. There are three treatments of banana flour with soy milk F1 (90% : 0%), F2 (95% : 25%), F3 (100% : 50%). The result of organoleptic test showed that the best product was muffin with formula 100% : 50 % which was protein contains 6, 96 gram. This muffin has qualify of PMT-AS as 274,47 kkal, protein 6,96 gram per serving size. Based on the result showed that there was a significant by adding soy milk to protein level, aroma, texture and flavor of banana flour muffin. Researcher suggest or futher research is necessary to study for adding some of aroma varians from nature indrigient others for making banana flour subtitution muffin with adding soy milk is more preffered to student and society
PEMANFAATAN FLIP CHART REMIND TERHADAP PENGETAHUAN DAN POLA KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PERUMNAS I PONTIANAK
Hypertension is a medical condition marked increase in blood pressure beyond normal limits. Consumption of foods high in fiber and minerals (potassium, magnesium, and calcium) is useful for lowering blood pressure. Therefore, patients with hypertension are advised to diet Dash with one principle is to consume fruits and vegetables 4-5 servings/day. Good level of knowledge about the food which affect hypertension will facilitate changes in food consumption behavior of patients with hypertension. The media used is flip charts. The purpose of this study to examine the use of flip charts remind of knowledge and consumption patterns fruit and vegetable in patients with hypertension in the Puskesmas Perumnas I West Pontianak. This type of research is Pre-Experiment with one group pretest posttest design. The test used is the paired t-testest and Wilcoxon. The number of samples was 20 samples and the research was conducted in June 2018. The results showed that there were differences in knowledge before and after the intervention (p= 0,000), while the pattern of consumption of fruits and vegetables showed no differences before and after the intervention (p= 0.184). The difference in average knowledge before and after the intervention was 25.33, while the difference in the average value of the pattern of fruit and vegetable consumption before and after the intervention was 33.33. Suggestions in this study for respondents, they can get used to consuming fruits and vegetables everyday by participating in the program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) which is held by health workers at the puskesmas and for further research in conducting research on knowledge and patterns of consumption fruits and vegetables, performed at least for 3 months
KEMAMPUAN TANAMAN KAYU APU (PISTIA STATIOTES LINN) UNTUK MENURUNKAN KADAR DETERGEN PADA LIMBAH CAIR LAUNDRY
Abstrak:      Kemampuan Tanaman Kayu Apu    (Pistia  Statiotes   Linn)    untuk Menurunkan     Kadar   Detergen   pada  Limbah   Cair  Laundry.  Penelitian  ini dilakukan dengan rancangan penelitian quasi experiment. Populasi penelitian adalah limbah cair yang dihasilkan dari proses laundry (pencucian pakaian). Analisis bivariat dengan menggunakan uji One Way Anova dan Paired Sample t-test. Variasi biomassa tanaman yang digunakan adalah 200 gram, 250 gram, 300 gram dan 400 gram dan dibagi menjadi enam kelompok, yaitu satu kelompok  kontrol (K) dan lima kelompok perlakuan (A, B, C, D dan E). Fitoremediasi dilakukan selama  5 hari dengan pengambilan sampel setiap hari ke-l, hari ke-3 dan hari ke-S .. Hasil uji bivariat  One  Way Anova menunjukkan ada perbedaan antara variasi biomassa tanaman kayu apu (Pistia statiotes Linn) dengan penurunan kadar detergen (p= 0,000). .Sementara hasil analisis t-test  menunjukkan bahwa ada perbedaan kadar detergen sebelum dan sesudah fitoremediasi pada semua perlakuan variasi biomassa dan waktu kontak, kecuali pada perlakukan pertama dengan biomassa 200 gram dan 250 gram (p<0,05). Abstract:    The  Capabilityassessment       Of  Water   Lettuce   (Pistia  Stratioteslinn.)  to Reducing           The  Levels  Of  Detergent   on  The  Laundry   Liquid  Wastes.  This  research was  conducted   by  quasi  experimental    research   design.   The   study   population    is wastewater  generated  from  the  laundry  (washing  clothes).  The  bivariate  analysis  using One  Way Anova  and Paired  Sample  t-test.  Variation  of plant biomass  used  is 200 grams,250  grams,  300  grams  and 400 grams  and  is divided  into six groups,  namely  the  controlgroup  (K)  and five treatment  groups  (A, B, C, D and E). Phytoremediation   is done  for 5 days with  sampling  every day,  l" day, 3th  day and sth  day.The  results  of the bivariate  One Way  Anova  test  showed  no  difference  between  the  variation  of  biomass  water  lettuce (Pistia  statiotes  Linn)  with  decreased  levels  of detergent  (p=O.OOO).While  the  results  of the  analysis  of the  t-test  showed  that  there  are  differences  in levels  of  detergent  before and  after  treatment  of  phytoremediation   on all  variations  of biomass  and  contact  time, except  on the first day with a biomass  of 200 grams  and 250 grams  (p<0.05)
GAMBARAN KADAR PARTIKEL DEBU DI PEMUKIMAN MASYARAKAT DUSUN 1 PERIKANAN KECAMATAN ANJONGAN KABUPATEN MEMPAWAH
Abstrak: Gambaran Kadar Partikel Debu di Pemukiman Masyarakat di Dusun 1 Perikanan Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah. Penelitian bersifat deskriptif. Pengambilan data secara observasi dengan pengukuran ventilasi, kelembaban, dan pengambilan sampel kadar debu ruang keluarga atau ruang tamu dan dilakukan secara bersamaan. Analisis data secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran kadar debu belum memenuhi syarat sebanyak 34 rumah (64%), kelembaban belum memenuhi syarat sebanyak 49 rumah (98%) dan ventilasi tidak memenuhi syarat 35 rumah (70%). Kesimpulan penelitian adalah kualitas kimia udara seperti kadar partikel debu, kelembaban dan sistem ventilasi di Desa Pak Bulu Kecamatan Anjungan belum memenuhi syarat. Hal ini disebabkan faktor lingkungan maupun individu. Masyarakat harus lebih menjaga kebersihan di sekitar lingkungan rumah dan mengontrol aktivitas penghuni rumah yang dapat memicu pencemaran udara.Abstract. The Describe Levels of Dust Particles in The Home in Dusun 1 Perikanan Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah. The research was descriptive. Data retrieval by observation by measuring ventilation, humidity, and dust sampling level family room or living room and conducted simultaneously. This research use univariate data analysis. The result of these research shows much of dust rate does not fulfil for 34 homes (64%), humidity does not fulfil for 49 homes (98%) and large ventilation does fulfil for 35 homes (70%). Conclusion of the study is the quality of air chemistry such as dust particles, humidity and ventilation system in Pak Bulu village anjongan districts does not fulfil. This is can cause by environmental factors as well as individuals. Society must be to maintain cleanliness around the home environment and control the activities of residents that could cause air pollution
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK UTARA
Abstrak: Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kepemilikan Jamban Sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan tipe penelitian cross sectional dengan melakukan pengujian terhadap hipotesis untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yaitu variabel bebas (pengetahuan dan sikap) dan variabel terikat (kepemilikan jamban sehat). Jumlah sampel yang digunakan adalah 95 sampel. Hasil penelitian pengetahuan (baik = 54 & kurang = 41), Sikap (baik = 58 & kurang = 37) dan Kepemilikan Jamban (memenuhi syarat = 44 & tidak memenuhi syarat = 51). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepemilikan jamban sehat (p value = 0,020, OR = 4,286), ada hubungan antara sikap dengan kepemilikan jamban sehat (p value = 0,050, OR = 2,564).Abstract: The Relationship of Knowledge and Attitudes with Healthy Water Kloset in Puskesmas Siantan Hilir District of North Pontianak. This research is observational analytic with the type of study cross-sectional with a test of hypothesis to determine the relationship between the two variables are independent variables (knowledge and attitude) and the dependent variable (healthy water kloset). The samples used are 95 samples. The results of research, knowledge (good = 54 & lesser = 41), Attitude (good = 58 & lesser = 37) and water kloset (qualified = 44 & ineligible = 51). It can be concluded that there is a relationship between knowledge and healthy water kloset (p value = 0.020, OR = 4.286), there is a relationship between attitude to healthy water kloset (p value = 0.050, OR = 2.564)
PENGARUH KONSELING GIZI MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET TERHADAP PERUBAHAN SISA MAKANAN PASIEN RAWAT INAP KELAS III DI RSUD SOEDARSO PONTIANAK
Sisa makanan adalah volume atau presentase makanan yang tidak habis dimakan dan dapat digunakan untuk mengukur evektifitas menu. Sisa makanan terjadi karena pasien tidak menghabiskan makanan yang sudah disajikan. Sisa makanan dikatakan tinggi atau banyak jika pasien meninggalkan sisa makanan >20%. Konseling gizi dengan motivasi secara rutin akan membantu pasien dalam menghabiskan makanan yang disajikan. Leaflet merupakan salah satu alat untuk mempermudah konseling gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konseling gizi menggunakan media leaflet terhadap perubahan sisa makanan pasien rawat inap kelas III di RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Jenis penelitian ini adalah Quasy-Eksperiment dengan rancangan yang one group pretest postest design. Uji yang digunakan adalah uji paired t-test dan wilcoxon. Jumlah sampel sebanyak 24 sampel dan waktu penelitian pada tanggal 03 Agustus – 08 Agustus 2018. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada sisa makanan, pada makanan pokok sebelum dan setelah intervensi didapatkan nilai p value (p=0,000) rata-rata hasil sisa makanan pokok sebelum diintervensi yaitu 76,67% sedangkan, sisa makanan pokok setelah intervensi yaitu 52,88%, sisa makanan pada lauk hewani sebelum dan setelah intervensi didapatkan nilai p value (p=0,000) rata-rata sisa lauk hewani sebelum dintervensi yaitu 70,36 % sedangkan sisa lauk hewani setelah diintervensi yaitu 33,32%, sisa makanan pada lauk nabati sebelum dan setelah intervensi didapatkan nilai p value (p=0,000) rata-rata sisa lauk nabati sebelum diintervensi yaitu 71% sedangkan, sisa lauk nabati setelah diintervensi yaitu sebesar 41,54, sisa makanan pada sayur sebelum dan setelah intervensi didapatkan nilai p value (p=0,000), rata-rata sisa sayur sebelum diintervensi yaitu 66,52% sedangkan, sisa sayur setelah diintervensi yaitu sebesar 36,59%