Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    Analisis Ekstrak Metanol Daun Ubi Kayu Dalam Menurunkan Kadar Kolestrol Total Secara In Vivo

    Get PDF
    Kolesterol merupakan zat yang berguna untuk menjalankan fungsi tubuh, tetapi bersifat merugikan (menjadi penyakit) jika kadar kolesterol melebihi normal (Hiperkolesterol) serta dianggap menjadi penyebab berbagai penyakit mematikan seperti jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi, diabetes. Daun ubi kayu juga berkhasiat untuk kesehatan seperti obat stroke, sumber tenaga, metabolisme tubuh, diet, pencernaan serta penurun kolestrol. Senyawa yang berperan dalam penurunan kadar kolesterol adalah flavonoid yang bekerja sebagai inhibitor enzim HydroxyMethylglutaryl sehingga sintesis kolestrol menurun, sedangkan tannin menghambat penyerapan lemak di usus yang bereaksi dengan protein mukosa dan sel epitel usus, dan alkaloid dapat menghambat aktivitas enzim lipase pancreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui feses. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari berbagai dosis ekstrak metanol daun ubi kayu dalam menurunkan kadar kolesterol total secara in vivo. Desain penelitian ini berbentuk true experiment dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Populasi yang digunakan adalah mencit yang ditingkatkatkan kadar kolesterol (hiperkolesterol) setelah itu dilakukan perlakuan untuk menurunkan kadar kolesterol mencit dengan ekstrak metanol daun ubi kayu dengan dosis 51,3 mg/kgBB, 102,6 mg/kgBB, 205,2 mg/kgBB. Hasil penelitian pengukuran kadar kolesterol mencit setelah perlakuan didapatkan hasil pada dosis 51,3 mg/kgBB didapatkan rata-rata kadar kolesterol total setelah perlakuan sebesar 215,11 mg/dl dengan persentase penurunan kadar kolesterol 92,7% dan p value 0,000< 0,05. Sedangkan pada P2 dengan dosis 102,6 mg/kgBB didapatkan rata-rata kadar kolesterol total setelah perlakuan sebesar 198,33 mg/dl dengan persentase penurunan kadar kolesterol 86,5% dan p value 0,000< 0,05. Sementara P3 dosis 205,2 mg/kgBB didapatkan rata-rata kadar kolesterol total setelah perlakuan sebesar 188,88 mg/dl dengan persentase penurunan kadar kolesterol 61,7% dan p value 0,012 <0,05. Sehingga dikatakan terdapat pengaruh penurunan pemberian ekstrak methanol daun ubi kayu pada dosisi P1, P2 dan P3 terhadap kadar kolesterol mencit yang diberi pakan hiperkolesterol

    PENGARUH KONSUMSI TELUR PUYUH TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN KOLESTEROL PADA REMAJA UMUR 13-15 TAHUN

    Get PDF
    Iron deficiency anemia is a decreasing number of red blood cells in the blood caused by too little iron in the blood system, especially for the adolescents. To increase the hemoglobin levels can be done by consuming lots of foods that contain a high protein and iron. Quail eggs have a higher protein and iron content among other eggs. The purpose of this study is to determine the different effect of the consumption of quail eggs to the hemoglobin and cholesterol levels in the adolescents. This study uses true experiment with pretest-posttest design with the control group. The population is a group of girl students aged 13-15 years old who was menstruating at SMP Al Munawir Gringsing, Batang district. The sampling technique used is simple random sampling. The hemoglobin and cholesterol levels were measured when the respondents were menstruating on the first day and the sixth day. The intervention group was given the quail eggs for 5 days during the menstruation and the control group was only observed. The results of the dependent t test hemoglobin level p-value intervention group 0,000 and p-value control group 0,000, and cholesterol p-value intervention group 0,012 and control group p-value 0,003, so it can be concluded that there is an effect of quail eggs consumption on the hemoglobin and cholesterol levels. The results of the independent test of the difference in hemoglobin p-value 0.001 and the difference in the level of cholesterol p-value of 0.002, so it can be concluded that there is a significant difference in the consumption of the quail eggs on the hemoglobin and cholesterol levels. It is expected that the consumption of the quail eggs for the adolescents can be given as a daily menu in order to increase the hemoglobin levels

    EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI KALA I FASE AKTIF PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS SUNGAI DURIAN KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    Persalinan normal merupakan proses yang ditandai dengan adanya kontraksi uterus yang menyebabkan penipisan, dilatasi serviks, dan mendorong janin keluar melalui jalan lahir sehingga menimbulkan sensasi nyeri yang dirasakan ibu. Penanganan nonfarmakologi dengan menggunakan kompres hangat merupakan penanganan nyeri yang dapat diterapkan atau dilakukan sendiri oleh pasien atau keluarga pasien sebab cara ini sangat mudah dilakukan dan sangat terjangkau. Desain penelitian quasi eksperimen design dengan menggunakan rancangan non equivalent control group.  Waktu penelitian dari bulan Juni– Juli 2019. Teknik pengambilan sampel dengan cara consecutive sampling sebanyak 20 orang. Berdasarkan Uji Wilcoxon didapatkan ada perbedaan efektifitas tingkat skala nyeri sesudah diberikan kompres hangat pada kelompok intervensi dengan nilai p value 0,002 dan kelompok kontrol dengan nilai p value 0,003. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan efektifitas kompres hangat pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif persalinan normal di Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Kubu Raya tahun 2019 dengan hasil kelompok intervensi lebih efektif dibandingkan kelompok kontrol

    PEMANFAATAN RUMAH TUNGGU KELAHIRAN (RTK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBANGKI KABUPATEN LANDAK

    Get PDF
    Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) memiliki fungsi penting sebagai tempat tinggal sementara bagi ibu hamil sampai tiba saat persalinan. Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan RTK diantaranya waktu tempuh, pendidikan, usia ibu, dan pendapatan keluarga, namun belum diketahui bagaimana pemanfaatan RTK oleh ibu hamil di wilayah tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui gambaran pemanfaatan RTK dan faktor determinan yang mempengaruhinya. Untuk mengetahui Pemanfaatan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di wilayah kerja Puskesmas Sebangki Kabupaten Landak Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 52 orang. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Ada hubungan antara waktu tempuh (menit)(nilai p = 0,000), ada hubungan antara pendidikan ibu (nilai p = 0,000), ada hubungan antara usia ibu (nilai p = 0,000), ada hubungan antara pendapatan keluarga (nilai p = 0,001) dengan pemanfaatan Rumah RTK di wilayah Puskesmas Sebangki Kabupaten Landak. Ada hubungan antara waktu tempuh (menit), pendidikan ibu, usia ibu, dan pendapatan keluarga dengan pemanfaatan Rumah RTK di wilayah Puskesmas Sebangki Kabupaten Landa

    Hubungan Pelaksanaan Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman dan Sarana Sanitasi dengan Angka Kuman Pada Peralatan Makan dan Minum Di Kantin Sekitar Politeknik Kemenkes Pontianak Tahun 2014

    No full text
    Abstrak. Hubungan Pelaksanaan Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman dan Sarana Sanitasi dengan Angka Kuman Pada Peralatan Makan dan Minum di Kantin Sekitar politeknik Kemenkes Pontianak Tahun 2014. Tujuan:Menganalisis hubungan antara Pelaksanaan Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman dan sarana sanitasi dengan angka kuman pada peralatan makan dan minum di kantin sekitar Poltekkes Kemenkes Pontianak Tahun 2014. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian gabungan penelitian deskriptif dan asosiatif menggunakan rancangan cross sectional. Metode pengumpulan data dilakukan secara  kuantitatif. Hasil: Hasil uji statistik menunjukan rank spearman nilai signifikan 0,013 dan nilai korelasi minus 0,607. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pelaksanaan enam prinsip HSM dengan angka kuman pada alat makan dan minum dengan korelasi negatif yang mempunyai arti semakin tinggi angka kuman pada alat makan dan minum maka nilai pelaksanaan HSM semakin kecil. Hasil tabulasi silang menunjukan ada kecenderungan sarana sanitasi yang memenuhi syarat angka kuman pada peralatan makanan dan minuman memenuhi syarat. Sedangkan berdasarkan uji statistik rank spearman nilai signifikan 0,046 dan nilai korelasi minus 0,504. Kesimpulan: Pelaksanaan enam prinsip hiegiene sanitasi makanan minuman jajanan  50 persen kategori baik dan 50 persen kurang baik, Sarana sanitasi 56,25 persen memenuhi syarat,  Angka kuman pada peralatan makan 62,9 koloni/cm2.Abstract. The Relationship between Implementation of Food and Beverage Sanitation Hygiene and Sanitation Facilities with Number of Germs on Fod and Beverage Tools Around Canteen in Health Polytechnic of Health Ministry of Pontianak 2014. Objective: To analyze the relationship between the implementation of Food and Beverage Sanitation Hygiene and sanitation facilities by the number of bacteria/germs on tableware and drink in the cafeteria around Health Polytechnic of Pontianak 2014. Methodology: This study is a descriptive and associative joint research using cross sectional design. Data collection methods quantitatively. Results: The results of the statistical test showed significant value Spearman rank correlation value of minus 0.013 and 0.607. This shows there is a significant correlation between the implementation of the six principles of HSM with the number of germs on cutlery and drinking with negative correlation has meaning the higher the number of germs on cutlery and drinking then the smaller the value of the HSM implementation. Results of cross tabulation showed no tendency sanitation eligible number of bacteria in food and beverage equipment qualify. While the test is based on statistical significant value Spearman rank correlation value of minus 0.046 and 0.504. Conclusions: The implementation of the six principles of food sanitation hiegiene drinks snacks 50 percent good and 50 percent category less well, Means sanitation 56.25 percent qualified, Number of germs on tableware 62.9 colonies/cm2

    Pelaksanaan Program K3 RS Di Kota Pontianak

    No full text
    Abstrak: Pelaksanaan Program K3 RS Di Kota Pontianak. Tujuan penelitian mengkaji pelaksanaan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di rumah sakit di Kota Pontianak. Penelitian bersifat desktiptif, objek penelitian adalah pelaksanaan Program Kesehatan dan Keselamatan kerja (K3) Rumah Sakit. Subjek  penelitian adalah pelaksana K3 rumah sakit dan kepala/ wakil penanggung jawab  di  10 unit/ bagian yang ada di RS. Data  diperoleh dengan cara wawancara dan observasi menggunakan kuesioner dan ceklist. Hasil Pelaksanaan 12 Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di rumah sakit di Kota adalah: Sebanyak 83,3% RS tidak melaksanakan kegiatan: Pemantauan dan Evaluasi Kesehatan Lingkungan Tempat Kerja; Pelayanan Kesehatan Kerja dan Review Program Tahunan K3. Pengembangan Pedoman, Petunjuk Teknis dan SOP K3 RS; Pengembangan  Kebijakan K3 RS; ketersediaan  struktur organisasi dan perencanaan kegiatan K3 tidak dilaksanaan oleh 66,7% RS. Sebanyak 50% RS tidak melaksanakan: Pembudayaan Perilaku; Pengembangan SDM K3 RS; Pelayanan Keselamatan Kerja; Pengembangan Manajemen Tanggap Darurat; dan Pengumpulan, Pengolahan, Dokumentasi Data dan Laporan Kegiatan K3. Kegiatan Pengembangan program pemeliharaan, pengelolaan limbah padat dan cair; Pengelolaan jasa, bahan beracun berbahaya dan barang berbahaya tidak dilaksanakan oleh 16,7% RS.Abstract: The implementation of the Occupational Health and Safety (OHS) in Hospital Pontianak. The aim of research assessing the implementation of Health and Safety (OHS) at a hospital in the city of Pontianak.The research is descriptive, the object of research is the implementation of the Health and Safety (OHS) in Hospital. Subjects were implementing OHS in hospital and head / deputy in charge at 10 units / sections in the RS. Data were obtained by interview and observation using a questionnaire and checklist. Implementation of the results of 12 Health and Safety (OHS) in hospitals in the city are: A total of 83.3% of the hospital does not carry out the following activities: Monitoring and Evaluation of Occupational Environmental Health; Occupational Health Services and the Annual Program Review OHS. Development Guidelines, the Technical Guidelines and SOP OHS in hospital; OHS Policy Development in hospital; availability of organizational structure and planning activities are not OHS in hospital is implemented by 66.7%. As many as 50% do not carry out hospital: civilizing Behavior; OHS in hospital human resource development; Safety services; Emergency Response Management Development; and Collection, Processing, and Data Documentation Activity Report OHS. Maintenance program development activities, management of solid and liquid wastes; Management services, hazardous and toxic materials are not hazardous goods carried by 16.7% hospital

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Keluarga Pasien dalam Membuang Sampah Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Yarsi Tahun 2014

    No full text
    Abstrak: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Keluarga Pasien dalam Membuang Sampah di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Yarsi Tahun 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga pasien dalam membuang sampah di ruang rawat inap Rumah Sakit Yarsi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 57 sampel. Penelitian bersifat observasional dengan tipe penelitian cross sectional dengan melakukan pengujian terhadap hipotesis untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yaitu variabel bebas (pengetahuan, sikap, sarana tempat sampah, perawat/petugas kesehatan, petugas cleaning service) dan variabel terikat (perilaku membuang sampah). Hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, serta cleaning service dengan perilaku membuang sampah (p value = 0,000), petugas kesehatan dengan perilaku membuang sampah (p value = 0,001), sedangkan sarana tempat sampah tidak ada hubungan dengan perilaku membuang sampah (p value = 0,588). Dari 57 responden yang diteliti terdapat 37 responden yang berperilaku kurang dari cukup dalam membuang sampah. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga pasien masih kurang memahami dalam hal membuang sampah di ruang rawat inap Rumah Sakit Yarsi Kota Pontianak.Abstract: Factors Related With Family Behavior Patients in Disposal of Waste in The Inpatient Unit Yarsi Hospital 2014. The purpose of this study was to determine the factors associated with the behavior of the patient's family in disposal of waste in the inpatient unit Yarsi Hospital. The samples used were 57 samples. An observational study with cross sectional study type with a test of hypothesis to determine the relationship between the two variables are independent variables (knowledge, attitude, means trash, nurses / health workers, cleaning service) and the dependent variable (the behavior of waste disposal). The results reveal that there is a relationship of knowledge, attitudes, and behaviors cleaning service to dispose waste(p value = 0.000), health workers with littering behavior (p value = 0.001), whereas no means trash littering behavior relationship (p value = 0.588). From 57 respondents who studied there were 37 respondents who behave less than enough to take out the trash. Suggeststhat the majority of patients still do not understand the family in terms of throwing garbage in the inpatient unit Yarsi Hospital Pontianak

    HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR (BBLR) DAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN

    Get PDF
    Gangguan dalam proses pembentukan otak dapat memiliki konsekuensi jangka panjang pada kapasitas struktural dan fungsional otak yang berperan dalam perkembangan beberapa domain termasuk kapasitas kognitif, bahasa dan motorik sensorik seorang balita. Menurut Masten dalam Kattula (2014), faktor dominan yang mempengaruhi kognitif dan pertumbuhan fisik yaitu faktor biologis, yang terdiri dari gizi ibu selama kehamilan, usia kehamilan, berat badan lahir, lamanya menyusui, kekurangan gizi pada anak, adanya infeksi pada masa kanak-kanak. Gangguan perkembangan motorik pada balita dapat diperparah jika bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), serta saat lahir tidak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) yang dimulai dengan kegiatan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Menurut UNICEF dalam Damanik (2016) lebih dari 20 juta bayi (sekitar 15% secara global) lahir dengan BBLR. Adanya interaksi antara ibu, dan anak serta kandungan nilai gizi ASI paling diperlukan dalam proses perkembangan sistem syaraf di otak. Menurut Tasnim (2014), menyusui dapat memberikan dampak positif pada perkembangan kognitif bayi, memiliki Intelligence Quotient (IQ) tinggi dibandingkan bayi yang tidak memperoleh ASI. Investasi dalam pencegahan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Stunting, dan meningkatkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI Eksklusif berkontribusi dalam menurunkan risiko gangguan penyakit. Pasokan nutrisi yang memadai, pencegahan infeksi, dan kesempatan untuk interaksi sosial, bermain dan stimulasi merupakan beberapa faktor yang berkontribusi positif terhadap pencapaian potensi penuh balita untuk tumbuh dan berkembang . Berdasarkan hal itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai ada tidaknya hubungan antara hubungan Berat Badan Lahir (BBLR) dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan perkembangan motorik pada 1000 hari pertama kehidupa

    Potensi Pare (Momordica Charantia Linn) Sebagai Antidiabetes

    Get PDF
    Diabetes mellitus merupakan penyakit menahun degeneratif yang ditandai dengan adanya kenaikan kadar gula di dalam darah yang disebabkan oleh kerusakan kelenjar pankreas sebagai penghasil hormon insulin. Pengobatan tradisional untuk terapi diabetes mellitus dianggap lebih aman dan dapat meminimalkan efek samping terhadap tubuh. Pare (Momordica charantia) merupakan tanaman terna semusim yang memiliki aroma bau khas dan rasa yang pahit mengandung senyawa kimia berupa flavonoid, saponin, steroid, tritepenoid, alkaloid, vicine, polipeptida, momordin, charantin dan polipeptida yang dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah.Tujuan kajian literatur ini adalah mengkaji potensi pare dan mekanismenya sebagai antidiabetes. Pare memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar glukosa darah dengan cara memiliki fungsi sebagai antioksidan untuk menurunkan resistensi insulin, meningkatkan sensitivitas insulin, asupan glukosa jaringan, sintesis glikogen otot hati, oksidasi glukosa, menurunkan glukoneogenesis hati, dan menekan absorbsi glukosa pada usus. Jenis penelitian yang digunakan adalah kajian literatur. Sumber basis data yang digunakan adalah sumber data sekunder yang diperoleh dengan melakukan penelusuran sumber pustaka melalui database Google scholar, PubMed, freefullpdf dan Google Book.Berdasarkan hasil kajian literatur didapatkan 16 jurnal, 14 jurnal dengan subjek penelitian terhadap hewan coba dan 2 jurnal secara in-vitro yaitu 1 jurnal terhadap flavonoid dari ekstrak daun pare metode nellson somogyi dan 1 jurnal terhadap isolasi polipeptida k dan minyak dari ekstrak biji pare. Dari 16 jurnal tersebut, 1 jurnal menyatakan bahwa ekstrak etanol pare 2% terhadap hewan coba tikus pada dosis 50 mg/kgBB sudah mampu menurunkan kadar glukosa darah. Kesimpulan dari hasil kajian literatur didapatkan adanya potensi pare (Momordica charantia) sebagai antidiabetes

    Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Sembung Rambat (Mikania micrantha kunth) Terhadap Bakteri Staphylococcus aures Dan Pseudomonas aeruginosa Metode Difusi

    Get PDF
    Mikania micrantha kunth atau dikenal dengan nama sembung rambat adalah salah satu spesies dari family Asteraceae. Tumbuhan ini telah digunakan sebagai obat tradisional, seperti mengobati gigitan serangga, gatal-gatal kulit, juga dapat mengobati diabetes, strok dan hipertensi. Zat aktif yang dikandung daun sembung rambat yang disebut sebagai antibakteri yaitu flavonoid dan tanin. Staphylococcus aureus bakteri jenis ini sering ditemukan sebagai kuman flora normal pada kulit dan selaput lendir pada manusia. Pseudomonas aeruginosa bakteri ini menimbulkan infeksi pada luka bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh ekstrak metanol daun sembung rambat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa metode difusi. Sampel yang digunakan adalah ekstrak metanol daun sembung rambat dengan konsentrasi 5, 10 dan 15% dengan penggulangan sembilan kali, sehingga banyaknya sampel adalah 27 sampel. Berdasarkan hasil penelitian pengukuran zona hambat pada uji bakteri Staphylococcus aureus didapatkan rata-rata zona hambat pada konsentrasi 5% didapat 7 mm, pada konsentrasi 10% didapat 10 mm dan konsentrasi 15% didapat 1 1 mm. Sedangkan pada bakteri Pseudomonas aeruginosa tidak terdapat zona hambat. Penelitian ini dibuktikan secara statistik dengan menggunakan uji Spearman 's dimana p (0,000) < a (0,05) yang berarti Ha diterima, sehingga dinyatakan bahwa ada pengaruh ekstrak metanol daun sembung rambat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇