Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PEMBERIAN TAMBAHAN PUTIH TELUR TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DERAJAT II PADA IBU NIFAS DI BPM UTIN MULIA TAHUN 2019
Percepatan penyembuhan luka jahitan perineum derajat II pada masa nifas sangat diharapkan untuk menghindarkan ibu nifas dari bahaya infeksi yaitu dengan cara penambahkan asupan tinggi protein. Ibu bersalin yang mengalami rupture perineum di Indonesia pada golongan umur 25-30 tahun yaitu 24% sedangkan usia 32-39 tahun sebesar 62%. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh konsumsi tambahan putih telur  terhadap percepatan penyembuhan luka perenium derajat II pada ibu nifas di PMB Utin Mulia Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Data diambil dari register persalinan di ruang bersalin PMB Utin Mulia, jumlah sampel 20 ibu melahirkan spontan dengan luka jahitan perineum derajat II (10 responden kelompok intervensi dan 10 responden kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling). Hasil uji Chi Square didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,010 (p= < 0,05) sehingga hipotesis penelitian diterima yang artinya ada hubungan bermakna antara pemberian putih telur dengan penyembuhan luka perineum derajat II pada ibu nifas di PMB Utin Mulia Kota Pontianak
GAMBARAN KEPATUHAN MASYARAKAT DALAM MELAKUKAN PENGOBATAN BEKAM DI KLINIK THIBBUNNABAWI DARUS SYIFA
Pendahuluan: Pengobatan bekam menjadi sebuah trend di dunia kesehatan. Dari 129 negara yang disurvei WHO, sekitar 80% negara menunjukkan peningkatan dalam penggunaan pengobatan alternative. Bekam menjadi terapi opsional yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia. Terbatasnya data mengenai bagaimana kepatuhan masyarakat yang menjalani pengobatan bekam. Sedangkan, kepatuhan menjadi sangat penting untuk memastikan suatu terapi menjadi tepat guna dan aman digunakan. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional dan mengumpulkan sampel secara accidental sampling. Tingkat kepatuhan seluruh responden diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil : Â Responden yang patuh dalam menjalani pengobatan bekam yaitu 19 orang (47,5%), sedangkan responden yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan bekam yaitu 21 orang (52,5%). Kesimpulan : Sebagian besar masyarakat yang melakukan pengobatan bekam tidak patuh di Klinik Thibbun nabawi Darus Syif
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Rumah Bebas Jentik Aedes Aegypti Di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya
Abstrak. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Rumah Bebas Jentik  Aedes Aegypti  di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor pengetahuan, sikap, perilaku, promosi kesehatan, dan breeding place dengan rumah bebas jentik Aedes aegypti di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Kuala Dua yang terdiri dari 64 RT dan 6 RW dengan jumlah sampel sebanyak 186 kepala keluarga dengan menggunakan metode proporsional random sampling. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan rumah bebas jentik Aedes aegypti di Desa Kuala Dua (p Value = 0,000), ada hubungan antara sikap dengan rumah bebas jentik Aedes aegypti di Desa Kuala Dua (pValue = 0,002), ada hubungan antara perilaku dengan rumah bebas jentik Aedes aegypti di Desa Kuala Dua (pValue = 0,000), ada hubungan antara promosi kesehatan dengan rumah bebas jentik Aedes aegypti di Desa Kuala Dua (pValue=0,015), ada hubungan antara breeding place dengan rumah bebas jentik Aedes aegypti di Desa Kuala Dua (pValue = 0,000).Abstract. Factors Related to House Without Aedes Aegypti at Larvae Kuala Dua Village Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya 2014. This study aimed to determine the correlation between knowledge, attitudes, behaviors, health promotion, and breeding place with home without Aedes aegypti larvae in Kuala Dua Village Kecamatan Sungai RayaKabupaten Kubu Raya. This type of research used in this study was cross-sectional. This research was conducted in in Kuala Dua Village where consists of 64 RT and 6 RW with a total sample of 186 heads of households by using proportional random sampling method. Results of Chi-Square statistical test shows that there is a relationship between knowledge and the larvae of home without Aedes aegypti in Kuala Dua Village (p Value = 0.000), There is a relationship between attitudes to the larvae of Aedes aegypti-free home in the village of Kuala Dua (pValue = 0.002), There is a Relationship between the behavior of the larvae of Aedes aegypti-free home in the village of Kuala Dua (pValue = 0.000), There is a relationship between health promotion with free home Aedes aegypti larvae in the village of Kuala Dua (pValue = 0.015), There is a relationship between the breeding place of Aedes aegypti larvae-free home in Kuala Dua Village (pValue = 0.000)
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA Pada Pekerja Penyapu Jalan Di Kota Pontianak
Abstrak. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ispa pada Pekerja Penyapu Jalan Di Kota Pontianak. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada petugas penyapu jalan di Kota Pontianak. Metodologi penelitian ini menggunakan desain Observasional dengan cara pendekatan Cross sectional. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Analisis data dilakukan secara Univariat dan Bivariat dengan uji chi-square dengan asymtop signifikansi kurang atau sama dengan 5% atau 0,05 (p ≤ 0,05). Hasil penelitian ini diperoleh variabel yang berhubungan dengan kejadian penyakit ISPA adalah Penggunaan Alat Pelindung Diri (p value 0,023). Sedangkan Umur (p value 0,535), Kebiasaan Merokok (p value 0,888), dan Masa Kerja (p value 0,149) tidak memiliki hubungan dengan Kejadian ISPA. Pengawasan kesehatan lingkungan dan pekerja, dan pemeriksaan kesehatan pekerja secara berkala, serta penyuluhan dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran semua pihak akan dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas bekerja sebagai penyapu jalan.Abstract. The Factors Related with Acute Respiratory Infection (ARI) Incedence Among Street Sweeper at Pontianak City. This research was aimed to analyze the factors related to the ARI incidence among street sweeper in Pontianak. This research was observational research design with cross sectional approach. The sampling technique were used simple random sampling. Univariat and bivariate data analyzed by using chi square with asymtop significance less than or equal to 5% or 0.05 (p ≤ 0,05). Result of the research showed that Personal Protective Equipment (p=0,023) associated significant with ARI. Age (p = 0.535), smoking habit (p = 0.888) associated significantly with ARI. While age (p = 0,535), smoking habit (p = 0,888), and work period (p=0,149) has no relationship with ARI incidence. Environmental and workers' health surveillance, and routine medical check up for worker, also counseling can be applied to increase all stakeholder knowledge and awareness with the impact of street sweeper activities
JUMLAH KOLONI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA USAPAN KULIT SEKITAR AREOLA PAYUDARA, KOLOSTRUM DAN FESES BAYI YANG DIINISIASI MENYUSU DINI
Inisiasi Menyusu dini (IMD) merupakan salah satu intervensi kunci untuk menekan Angka Kematian Bayi (AKB). IMD memberikan kesempatan yang lebih banyak kepada bayi untuk mendapatkan bakteri baik yang ada di kolostrum dan kulit sekitar payudara ibu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan jumlah koloni Bakteri asam laktat (BAL) pada kulit payudara, kolostrum dan feses bayi yang berhasil IMD dan tidak berhasil IMD.Desain penelitian ini adalah penelitian analitik dengan cross-sectional comparative. Sampel diambil di 4 Bidan Praktik Mandiri (BPM) yang ada di wilayah Puskesmas Anak Air, Ikur Koto, Ambacang dan Belimbing. Sampel diambil dari 38 ibu dan bayi yang lahir secara normal pervaginam dengan berhasil atau tidak berhasil IMD. Pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Teknologi Hasil Ternak (THT) Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang. Analisa data menggunakan Uji Mann-Whitney.Terdapat perbedaan yang signifikan total koloni BAL pada sampel usapan kulit sekitar areola payudara (p=0,002), tidak terdapat perbedaan yang signifikan total koloni BAL pada sampel kolostrum (p=0,057) dan terdapat perbedaan yang signifikan total koloni BAL pada sampel feses bayi (p=0,01) antara kelompok ibu yang tidak berhasil IMD dan berhasil IMD.Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa total koloni BAL pada usapan kulit payudara, kolostrum dan feses bayi yang berhasil di IMD lebih banyak dibandingkan yang tidak berhasil di IMD. Terdapat perbedaan yang signifikan jumlah BAL pada sampel usapan kulit sekitar areola payudara dan feses bayi yang berhasil dan tidak berhasil di IMD
Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Rawat Inap di RSUD dr. Soekarjo Tasikmalaya
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik sindrom yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus rawat inap di RSUD Dr. Soekarjo Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan observasional dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Sampel penelitian ini adalah 35 pasien rawat inap penderita diabetes melitus yang telah diberikan diet dari rumah sakit dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Penelitian menunjukkan rata-rata sebagian besar responden memiliki persepsi yang positif (54,3%), motivasi diri yang baik (68,6%), kepercayaan diri yang baik (57,1%), dukungan keluarga yang positif (54,3%), dukungan petugas kesehatan yang baik (65,7%). Diperoleh bahwa sebagian besar responden mengonsumsi makanan dengan jenis yang tepat (62,9%), jumlah kalori tidak tepat (94,3%), dan mengonsumsi makanan dari luar rumah sakit (51,4%)
Pengaruh Sari Buah Pepaya Muda (Carica Papaya L) Terhadap Kadar Protein Tempe Gembus
Ampas tahu merupakan hasil sampingan industri tahu yang dapat dimanfaatkan sebagai produk makanan yaitu tempe gembus. Namun tempe gembus yang dihasilkan mengandung kadar protein yang rendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar protein dengan perlakuan penambahan sari buah pepaya muda (Carica papaya L) karena mengandung enzim papain yang dapat menghidrolisis protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sari buah pepaya muda (Carica papaya L) terhadap kadar protein tempe gembus. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Kriteria sampel tempe gembus yang digunakan adalah tidak hancur dan diselimuti kapang berwarna putih. Pengukuran sampel dilakukan dengan menggunakan metode Kjeldahl. Data diolah dengan analisis regresi linear sederhana menggunakan program SPSS 25 diperoleh hasilsignifikasi 0,000 > 0,05 yang menyatakan bahwa Ha diterima, ada pengaruh sari buah pepaya muda (Carica papaya L) terhadap kadar protein tempe gembus. Hasil pengukuran diperoleh nilai rata-rata kadar protein tempe gembus tanpa penambahan sari buah pepaya muda (Carica papaya L) dan tempe gembus yang ditambahkan sari buah pepaya muda (Carica papaya L) konsentrasi 30%, 40%, 50%, 60% secara berturut-turut adalah 7,235%, 8,812%, 9,433%, 10,304%, 11,451%. Kadar protein tempe gembus diperoleh hasil terbaik pada konsentrasi 60%
PENGARUH MEDIA KALENDER TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA PENJAMAH MAKANAN
Personal hygiene merupakan perilaku bersih, aman dan sehat untuk mencegah kontaminasi pada makanan. Pengetahuan, sikap dan perilaku hygiene perorangan sangat penting di dalam penyelenggaraan makanan. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan penjamah makanan tentang personal hygiene adalah dengan memberikan informasi menggunakan media kalender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media kalender terhadap pengetahuan dan perilaku personal hygiene pada penjamah makanan di instalasi gizi RSUD dr. Achmad Diponegoro. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest – posttest. Sampel penelitian 12 orang penjamah makanan di Instalasi Gizi RSUD dokter Achmad Diponegoro. Pengumpulan data melalui lembar soal dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t test dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi media kalender (p=0,001), ada perbedaan perilaku sebelum dan sesudah intervensi media kalender (p=0,016). Simpulan penelitian ada pengaruh media kalender terhadap pengetahuan dan perilaku personal hygiene pada penjamah makanan
Efektivitas Edu-Anemia dalam Peningkatan Pengetahuan dan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Fe di Pontianak
Teknologi yang semakin canggih di era modern saat ini membuat manusia sangat tergantung pada handphone berbasis smartphone, hingga seluruh kegiatan banyak diselesaikan melalui smartphone. Memanfaatkan hal itu, Aplikasi Edu-Anemia memberikan pesan otomatis meliputi hal hal yang berkaitan dengan anemia. Informasi tersebut akan muncul setiap pagi hari dengan isi pesan yang berbeda selama 14 hari, dan akan berulang sebanyak 6 kali terhitung sejak penelitian dimulai. Selain itu dilengkapi juga dengan kolom kepatuhan minum tablet tambah darah, pesan pengingat minum tablet Fe pada malam hari, serta soal-soal pendeteksi anemia. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental, dengan melihat efek dari penggunaan aplikasi Edu-Anemia dan leaflet serta kartu kontrol konsumsi tablet Fe yang disediakan oleh Puskesmas Telaga Biru dalam kelompok yang berbeda terhadap peningkatan pengetahuan serta kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe pada remaja putri, yang diuji menggunakan metode uji sebelum dan sesudah mendapat perlakuan. Penelitian dilakukan selama 90 hari dengan sampel sebanyak 30 sampel dalam setiap kelompok. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dari penggunaan aplikasi Edu-Anemia terhadap pengetahuan dan kepatuhan remaja dalam mengonsumsi tablet Fe (p = 0.00). Perlu penelitian lebih lanjut mengenai inovasi pencatatan minum tablet Fe, dan adanya ide kreatif meningkatkan kedisiplinan remaja dalam mengonsumsi tablet Fe
PEMENUHAN NUTRISI PADA ANAK DENGAN IBU HIV POSISTIF
Jumlah ibu hamil HIV Posistif di Cilacap dari tahun 2016 mencapai 42 ibu. Ibu HIV posistif dihadapkan pada dua pilihan yaitu pemberian ASI atau susu formula. Pemberian susu formula yang tidak sesuai standar menigkatkan kemungkinan tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemenuhan nutrisi anak dengan ibu HIV positif pada enam bulan pertama di Kabupaten Cilacap melalui studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Cilacap dengan subjek penelitian adalah ibu HIV positif. Pengambilan data melalui cara wawancara. Analisis menggunakan model Colaizzi. Hasil penelitian menunjukan pilihan nutrisi yang diberikan pada anak dengan ibu HIV positif pada enam bulan pertama yaitu susu formula, kebutuhan nutrisi anak telah terpenuhi dengan baik tampak dari status gizi anak yang baik dan anak tidak pernah mengalami diare. Dukungan tenaga kesehatan dalam edukasi terkait perinsip-perinsip dalam pemberian susu formula masih cukup kurang. Perlu adanya pelayanan yang lebih komprehensif dimana tidak hanya pendampingan dalam pemilihan nutrisi anak tetapi juga pendampingan ibu/keluarga dalam memberikan susu formula dengan bai