Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
PERTUMBUHAN KOLONI ASPERGILLUS NIGER PADA MEDIA AGAR TEPUNG BERAS DEKSTROSA DENGAN METODE DILUSI
Beras merupakan jenis biji-bijian dengan kandungan karbohidrat sebesar 79 gram, se- hingga dapat menjadi media pertumbuhan untuk mikroorganisme jamur, salah satun- ya yaitu jamur Asperillus niger. Nutrisi utama yang dibutuhkan untuk pertumbuham mikroorganisme jamur adalah karbohidrat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan jamur Aspergillus niger pada media RFDA (Rice Flour Dex- trose Agar) dengan media standar PDA (Potato Dextrose Agar).Metode penelitian adalah eksperimen semu dengan media RFDA. jumlah sampel 30 yang terdiri dari media RFDA konsentrasi yakni 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100% dengan 3 replikasi serta 3 sampel untuk media standar PDA (Potato Dex- trose Agar) sebagai kontrol. Kultur jamur Aspergillus niger dilakukan pengamatan selama 4 hari. Hasil uji Anova menunjukan tidak terdapat perbedaan antara media RFDA (Rice Flour Dextrose Agar) dengan media standar PDA sebagai kontrol. Dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan antara media alternatif RFDA dan media stan- dar PDA dalam pertumbuhan jumlahkoloni jamur Aspergillus niger dengan metode dilusi pada konsentrasi 40%, 50%,60%,70%, 80%, 90% dan 100%
Perbedaan Pertumbuhan Jumlah Koloni Bakteri Shigella dysentriae Pada Media Alami Kacang Hijau Dan Kacang Merah
Kacang hijau dan kacang merah dapat dibuat menjadi media alternatif pertumbuhan bakteri karena mengandung protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pertumbuhan jumlah koloni bakteri Shigella dysentriae pada media alami kacang hijau dan kacang merah. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment. Dimana biji kacang hijau dan kacang merah di rendam untuk dilepaskan dari kulitnya. Setelah itu kacang hijau dan kacang merah dikeringkan, dihaluskan hingga menjadi tepung. Kemudian di tambah agar murni, dilarutkan dengan aquadest, dipanaskan dan dihomogenkan. Setelah itu disterilkan. Kemudian dipergunakan untuk media pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae. Hasil penelitian diperoleh jumlah rata-rata bakteri Shigella dysentriae yang tumbuh pada media kacang hijau sebanyak 100,44x10ª CFU/ml, pada media kacang merah sebanyak 85,81x10 CFU/ml dan pada media Nutrient Agar (media kontrol) sebanyak 101,50x104 CFU/ml. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada perbedaan pertumbuhan jumlah koloni bakteri Shigella dysentriae pada media kacang hijau dan media Nutrient agar dengan nilai signifikan 0,555
Pengaruh Penambahan Lidah Buaya (Aloe barbadensis Miller) pada Minyak Goreng Bekas terhadap Kadar Bilangan Asam
Minyak goreng bekas memiliki kadar bilangan asam yang tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan minyak tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh penambahan lidah buaya (Aloe barbadensis Miller) pada minyak goreng bekas terhadap kadar bilangan asam. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu, menggunakan Teknik purposive sampling. Sampel adalah minyak goreng yang telah mengalami proses penggorengan secara berulang yang dibagi menjadi ke dalam 4 kelompok perlakuan dan masing-masing 6 pengulangan sehingga total sampel menjadi 24. Kadar asam lemak bebas diperiksa dengan menggunakan metode alkalimetri. Nilai rata-rata kadar bilangan asam pada kelompok yang terdiri dari tanpa penambahan lidah buaya, dengan penambahan lidah buaya 25 gram, dengan penambahan lidah buaya 50 gram, dan dengan penambahan lidah buaya 75 gram berturut-turut adalah 0,17%, 0,15%, 0,11%, dan 0,09%. Hasil uji regresi linier sederhana memberikan nilai probabilitas 0,000 (p < 0,05) sehingga dinyatakan ada pengaruh penambahan lidah buaya pada minyak goreng bekas terhadap kadar bilangan asam
PEDOMAN GIZI SEIMBANG BERBASIS PANGAN LOKAL TERHADAP PENGETAHUAN, ASUPAN DAN STATUS GIZI IBU HAMIL
Asupan gizi yang kurang pada ibu hamil dapat melahirkan anak dengan berat badan kurang dan pen- dek (stunting) serta perkembangan otak yang kurang sehingga berdampak pada kualitas sumberdaya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan pengetahuan, asupan zat gizi, dan status gizi ibu hamil sebelum dan sesudah edukasi menggunakan Pedoman Gizi Seimbang Berbasis Pan- gan Lokal. Populasi dan sampel adalah seluruh ibu hamil di Desa Sebatih (intervensi, n: 31) dan Desa Saham (kontrol, n: 16) menggunakan metode quasy experiment dengan desain Pretest-Post test with control group. Analisis menggunakan T-test dan Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terlihat kecenderungan peningkatan frekuensi konsumsi makanan untuk semua kelompok makanan pada minggu ke lima (setelah edukasi sebanyak 8 kali), kecuali makanan selingan. Kelompok makanan yang paling tinggi peningkatannya berturut-turut adalah lauk nabati (22,6%), sayuran (14,6%), lauk hewani (14,3%),makanan pokok (11,1%), dan buah (9,8%). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terjadi penurunan risiko KEK pada ibu hamil dari 17,4 % menjadi 4,3 %. Perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol terlihat pada pengetahuan gizi (p=0,002), asupan energi (p=0,003), asupan zat besi (Fe) (p=0,012) dan asupan vitamin C (p=0,030). Edukasi gizi melalui penerapan Pedoman Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal dapat meningkatkan pengetahuan gizi ibu hamil, asupan zat gizi, terutama Zat Besi(Fe) dan Vitamin C, serta dapat menurunkan risiko KEK pada ibu hamil
BALITA TIDAK ASI EKSKLUSIF BERISIKO TINGGI MENGALAMI DIARE
Penyakit diare terjadi pada anak sebesar 2,1 milyar setiap tahun di seluruh dunia, khusus di Indonesia sebesar 1,08% balita terkena diare. Pemberian ASI ekslusif juga dapat mempengaruhi perkembangan kejadian diare sebab ASI mengandung Lysosim yang melindungi bayi dari bakteri (E. Coli dan Salmonella) dan virus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganali- sis hubungan pemberian ASI eklusif terhadap kejadian diare pada anak usia 7 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sungai Raya Dalam. Jenis penelitian ini adalah observasional ana- litik dengan pendekatan rancangan case control. Lokasi penelitian adalah di Wilayah kerja Puskesmas Sungai Raya Dalam. Sampel pada penelitian ini adalah anak yang menderita diare akut usia 7 – 59 bulan sebesar 40 kasus dan 40 kontrol. Data dianalisis dengan menggunakanuji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signi kan (p=0,01)antara pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian diare pada anak usia 7-59 bulan. Balita yang tidak mendapatkan ASI Ekslusif memiliki peluang 3,45 kali lebih besar untuk terkena diare (OR=3,45). Kesimpulan penelitian yaitu balita tidak ASI ekslusif berisiko mengalami diare
Efektivitas Pijat Perineum pada Ibu Primigravida Terhadap Robekan Perineum di Wilayah Puskesmas Selakau Kabupaten Sambas
Latar Belakang: Infeksi merupakan salah satu penyebab penting dalam kematian dan kesakitan ibu. Faktor risiko terjadinya infeksi nifas salah satunya disebabkan tindakan pada saat persalinan seperti episiotomi dan robekan perineum. Perineum adalah tempat yang paling sering terjadi robekan pada proses persalinan. Robekan perineum dialami 85% wanita selama masa kelahiran dan 60-70% membutuhkan penjahitan. Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama. Untuk itu diperlukan upaya untuk pencegahan robekan perineum salah satunya dengan metode yang sederhana yang dapat dilakukan semua orang dengan melakukan pijat perineum. Tujuan :Untuk mengetahui efektivitas pijat perineum pada ibu primigravida dengan robekan perineum di wilayah Puskesmas Selakau Metode: Desain yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan Perbandingan Kelompok Statis (Static Group Comparison). Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Selakau pada tanggal 28 Maret sampai dengan 28 April 2019. Populasi seluruh ibu primigravida usia kehamilan 37-40 minggu berjumlah 28 orang. Teknik sampel menggunakan Total Sampling yang dibagi menjadi 14 subjek kelompok intervensi dan 14 orang kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar cheklist. Data dianalisis dengan menggunakan Fisher Exact Test. Hasil: Penelitian menunjukkan pijat perineum berhubungan dengan robekan perineum dengan p=0,041 dan OR= 16,8. Kesimpulan: Pijat perineum efektif menurunkan risiko robekan perineum. Disarankan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan ibu dalam melakukan pijat perineum pada masa kehamilan melalui pendidikan kesehatan, dan menjadikan pemijatan perineum sebagai bahan masukan pada program kelas ibu hamil
OPTIMALISASI PERAN BIDAN DALAM PEMANFAATAN BUKU KIA
Buku KIA berisi catatan kesehatan ibu dan anak, serta berbagai informasi kesehatan cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak. Di Indonesia buku KIA kurang diman- faatkan secara optimal, terlebih di Puskesmas Paciran hampir semua buku KIA kosong, terbukti dengan rendahnya kesadaran ibu untuk membaca pesan yang terdapat dalam Buku KIA. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan peran Bidan dengan pemanfaatan buku KIA oleh ibu. Jenis penelitian adalah survey analitik dengan pendeka- tan waktu cross sectional. Populasi penelitian yaitu ibu pasca bersalin dan menyusui, teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling sejumlah 119 responden. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan Chi square. Hasil penelitian ter-dapat hubungan yang signi kan peran kader (p= 0,008 RP=1,655 CI 95%= 1,127-2,430)dengan pemanfaatan buku KIA. Bidan yang berperan baik meningkatkan pemanfaatanbuku KIA sebanyak 1,6 kali lebih besar. Diharapkan Bidan dapat meningkatkan peman- faatan buku KIA terutama dalam fungsi media pendidikan kesehatan serta catatan peman- tauan tumbuh kembang anak
PERSPEKTIF MAHASISWA KEPERAWATAN TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN KLINIK DENGAN METODE PEER LEARNING
Pendidikan klinik penting sebagai bagian dalam proses pembelajaran mahasiswa keperawatan. Beberapa masalah tercatat dari proses pendidikan klinik seperti kurangnya jumlah clinicaI Instructor, dan hambatan komunikasi. Beberapa metode telah di implementasikan terhadap permasalahan ini dan salah satu adalah metode peer learning. Beberapa penelitian menemukan beberapa manfaat dari peer learning dalam pendidikan klinik tetapi sedikit sekali ditemukan bagaimana pengaruh metode ini baik keuntungan dan kelemahan ter- hadap hasil pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui capaian pembelajaran dari peer learning dari perspektif mahasiswa. Desain menggunakan kualitatif studi dengan teknik wawancara terstruktur. Sampel di pilih berdasarkan kriteria tertentu. Analisa data menggunakan content analysis. Data dikumpulkan melalui 4 grup diskusi di salah satu rumah sakit. Hasil yang ditemukan dari FGD adalah beberapa tema yaitu perkembangan berpikir kritis, efikasi diri, kepemimpinan dan self esteem. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metode peer learning ini dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan belajar mahasiswa. Hal ini memiliki implikasi untuk perbaikan pendidikan klinik untuk mencapai luaran pembelajaran dan kompetensi mahasiswa
Efektifitas Pijat Oksitosin dan Endorphin Pada Pengeluaran ASI Ibu Postpartum di Puskesmas Alianyang Kota Pontianak
Latar Belakang: Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu prioritas pembangunan Indonesia, untuk itu perlu adanya upaya pembangunan inovatif yaitu investasi kesehatan gizi salah satunya ASI Eksklusif (Perinasia, 2013). Faktor ibu yang menjadi masalah dalam pemberian ASI adalah pengeluaran ASI yang sedikit.Tujuan: Menganalisis efektivitas pijat oksitosin dan endorpin pada pengeluaran ASI ibu postpartum di Puskesmas Alianyang Kota Pontianak. Metode: Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Quasi Experiment. Rancangan yang digunakan adalah pretest posttest one group design. Teknik Sampling menggunakan purposive sampling didapatkan sampel 16 orang. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan sebelum diberikan intervensi berupa pijat oksitosin dan endorphine nilai mean 9,906. Jumlah pengeluaran ASI ibu nifas sesudah diberikan intervensi berupa pijat oksitosin dan endorphin didapatkan nilai mean 20,625. Hasil analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon nilai P=0,000 < 0,05, terdapat perbedaan peningkatan jumlah pengeluaran ASI ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa diberikan pijat oksitosin dan endorpin di Puskesmas Alianyang Kota Pontianak. Kesimpulan: Terdapat perbedaan jumlah pengeluaran ASI pada ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa pijat oksitosin dan endorphin di wilayah kerja Puskesmas Alianyang Kota Pontiana
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KECAMATAN SYAMTALIRA BAYU KABUPATEN ACEH UTARA
Latar Belakang: Pertambahan jumlah penduduk merupakan masalah global, salah satu cara untuk menanggulanginya adalah dengan program Keluarga Berencana (KB). Banyak alat kontrasepsi untuk membatasi angka kelahiran, salah satunya adalah kontrasepsi jangka panjang yaitu IUD, namun jumlah akseptor IUD di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan akseptor kontrasepsi jangka pendek seperti pil, dan suntik. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan IUD pada pasangan usia subur. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional survey. Populasi penelitian sebanyak 1.503 dan sampel sebanyak 103 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji chi-square, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil : Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) di Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara dipengaruhi oleh dukungan tenaga kesehatan (p = 0,000), pengetahuan (p = 0,014), dan jumlah anak (p = 0,000). = 0,028). Variabel yang mempengaruhi adalah bukan pendidikan (p = 0,061), pekerjaan (p = 0,903), sikap (p = 0,430), budaya (p = 0,125), dan dukungan suami (p = 0,296). Variabel yang paling mempengaruhi penggunaan AKDR adalah dukungan tenaga kesehatan dengan OR = 13.448. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan informasi yang lengkap tentang KB IUD untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman KB pasangan usia subur terutama tentang pengetahuan KB IUD, dan pasangan usia subur yang telah memiliki anak lebih dari dua