Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
PERSEPSI PENYAKIT DAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD SOEDARSO PONTIANAK
Gagal ginjal kronik merupakan penyakit kronis yang disertai berbagai komplikasi dan menyebabkan pasien mengalami polifarmasi sehingga mempengaruhi persepsi pasien tentang penyakit dan kualitas hidupnya (QoL). Pengukuran persepsi penyakit dan QoL penting dilakukan karena dapat mempengaruhi kepatuhan pasien dan sebagai evaluasi keberhasilan suatu terapi yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pasien tentang penyakit, QoL, serta hubungan antara persepsi penyakit dan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di RSUD Soedarso Pontianak. Metode penelitian menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 51 responden, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui hasil wawancara, instrument B-IPQ, Instrument EQ-5D dan rekam medik. Hubungan antara persepsi penyakit dan kualitas hidup dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Testdengan tingkat kemaknaan 95 % (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan pasien lebih cenderung memiliki persepsi negatif (54,90 %). Sementara untuk QoL, pasien cenderung memiliki kualitas hidup yang baik (72,55 %). Hasil dari uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara persepsi penyakit dan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di RSUD Soedarso Pontianak (p value 0,058>0.05)Â
PENGARUH PROGRAM KARTU DETEKSI STUNTING ONLINE TERHADAP KEMAMPUAN DETEKSI STUNTING DI KOTA PONTIANAK
Angka kejadian stunting pada tahun 2017 sebesar 37,2 % ini meningkat dari tahun 2007 sebesar 36,8% dan tahun 2010 sebesar 35,6% dan sekitar 8 juta anak Indonesia mengalami pertumbuhan tidak maksimal.Untuk mempermudah pendidikan kesehatan yang diberikan sehingga dapat mencegah kejadian stunting, maka dikembangkanlah program kartu deteksi stunting online sehingga ibu, suami maupun keluarga dapat menerapkan program 1000 HPK dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan jika dicurigai adanya pertumbuhan dan perkembangan balita yang terhambat. Desain penelitian kuantitatif dengan Preexperimental Design, dengan rancangan pretest-postest design with control group pada ibu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Kota Pontianak dengan tehnik purposive sampling dengan jumlah sampel 20:20. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan program kartu deteksi stunting online. Hasil didapat terdapat peningkatan kemampuan deteksi stunting setelah diberikan program online Kartu Deteksi Stunting Online
PENGARUH AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP WUS DALAM SKRINING KANKER SERVIKS DENGAN METODE IVA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II KOTA PONTIANAK
Latar Belakang: Penderita kanker serviks di Indonesia jumlahnya terus meningkat. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) saat ini terdapat sekitar 100 kasus per 100.000 penduduk atau 200.000 kasus setiap tahunnya. Metode IVA sangat berguna untuk mendeteksi lesi prakanker serviks, tidak hanya di pelayanan kesehatan dengan fasilitas sederhana dan sumber daya kesehatan yang masih rendah, namun juga pada pusat pelayanan kesehatan yang lengkap dan pusat pelayanan kanker. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh audiovisual terhadap pengetahuan, sikap WUS dalam skrining kanker serviks dengan metode IVA di wilayah kerja puskesmas Perumnas II Kota Pontianak tahun 2020. Metode Penelitian: Pada penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-posttest, dengan jumlah sampel 34 responden di wilayah kerja puskesmas Perumnas II. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner (google form). Hasil: Ada perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan media audiovisual dengan p value=0,000, ada perbedaan sikap yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan media audiovisual dengan p value=0,000
KORELASI IMT DENGAN PENINGKATAN PROFIL LIPID DARAH PADA PASIEN JANTUNG KORONER
Indeks massa tubuh (IMT) merupakan parameter dalam menentukan status gizi orang dewasasalah satunya identi kasi obesitas (IMT > 30 kg/m2). Penumpukan lemak berlebihan (obesitas) meningkatkan kadar lipid dalam darah dan berisiko mengalami jantung koroner (PJK). Penderita PJK tanpa melakukan pola makan seimbang serta aktivitas sik yang baik berpeluang lebih besar terhadap kesakitan dan kematian. Penelitian bertujuan untuk mengukur dampak IMT terhadap peningkatan pro llipid pada pasien PJK. Desain penelitian yaitu Cross sectional, dilakukan pada beberapa Rumah Sakit di Kota Banda Aceh dengan subjek 28 pasien PJK rawat jalan. Pengum-pulan data karakteristik dilakukan secara wawancara menggunakan kuesioner, data berat badan, tinggi badan, dan IMT dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, sedangkan data pro l lipid (kadar kolesterol, Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida) melalui pemeriksaan laboratorium metode kolorimetrik dengan alat uji Spektrofotometer UV-VIS. Analisis data meng-gunakan uji Korelasi Pearson pada CI:95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signi kan antara IMT dengan kadar kolesterol (p= 0,001) dan kadar trigliserida (p= 0,027), serta mempunyai kekuatan korelasi yang sedang dan positif. Sebaliknya, IMT dengan kadar LDL tidak menunjukkan hubungan bermakna (p= 0,192). Kesimpulan, IMT mempunyai dampak positif da-lam meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida, namun tidak signi kan dalam meningkatkan kadar LDL pada pasien PJK di Kota Banda Aceh
Gambaran Angka Kuman Air Cucian Tangan Antara Pedagang Kaki Lima Dengan Warung Makan Di Desa Sungai Raya
Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia, dimana kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari sangat penting baik di lingkungan rumah tangga maupun industri Pencemaran air bisa terjadi dari virus, bakteri patogen, parasit dan zat kimia, zat kimia dapat terjadi pada sumber air atau pun terjadi pada saat pengaliran air olahan dari pusat pengolahan ke konsumen Beberapa penyakit menular yang diakibatkan oleh pencemaran air adalah Hepatitis A, Poliomyelins, Cholera, Typus, Dysentri Amoeba, Ascariasis, Trachoma.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah angka kuman yang terkandung dalam air pencuci tangan dari pedagang kaki lima dan warung makan.Metode penelitian yang digunakan yaitu Casual comparative dengan teknik pengambilan sampel sampling jenuh. Populasi dalam penelitian ini adalah air pencuci tangan pedagang kaki lima sebanyak 9 sampel dan sampel air pencuci tangan warung makan sebanyak 18 sampel yang terdapat di Desa Sungai Raya. Sampel penelitian ini adalah air pencuci tangan dari pedagang kaki lima dan warung makan yang terdapat di wilayah Desa Sungai Raya. Angka kuman diperiksa dengan menggunakan media Nutrien Agar.Berdasarkan hasil pemeriksaan angka kuman air pencuci tangan pada pedagang kaki lima didapatkan nilai minimum 13746 dengan nilai maksimum 905706 dan nilai rata-rata diperoleh 148730,11
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas : Literature Review
Latar Belakang: ASI eksklusif sangat disarankan untuk diberikan pada bayi baru lahir sampai usia enam bulan dan tanpa adanya pendamping ASI. Keluarnya ASI yang lancar pada ibu menyusui merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk memenuhi nutrisi bayi, ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi untuk mencegah infeksi dan beberapa penyakit lainnya. Pada ibu nifas, keadaan emosinya dinilai masih belum stabil dan berkaitan dengan refleks oksitosin. Presentase keadaan emosi ibu berkaitan dengan refleks oksitosin yang dapat mempengaruhi produksi ASI sekitar 80% sampai 90%. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Metode: Artikel ini menggunakan metode studi tinjauan pustaka dari jurnal ilmiah dengan penuntun kata kunci. Jurnal ilmiah yang terseleksi sejumlah 8 jurnal, masing-masing jurnal mewakili satu pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI dan memberi informasi yang bervariatif. Hasil:Â Pijat oksitosin merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Pemijatan dilakukan sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima keenam, pijat oksitosin merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan. Kesimpulan : Berdasarkan analisa yang telah dilakukan adalah pijat oksitosin efektif untuk produksi ASI. Ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI, karena ada perbedaan yang signifikan antara produksi ASI sebelum dan sesudah perlakua
Pengendalian Populasi Nyamuk dengan Fermentasi Ovitrap Lampu Orange
Nyamuk mempunyai tubuh kecing dan ringan, bebas berterbangan di udara membuat nyamuk mudah terbawa angin, di malam hari nyamuk terbang menuju arah cahaya. Keberadaan nyamuk bisa merugikan kesehatan manusia, karena nyamuk bisa menularkan beberapa penyakit dalam kehidupan manusia. Peneliti tertarik untuk mengendalikan populasi nyamuk perlu dilakukan suatu usaha untuk mengurangi populasi nyamuk. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas modifikasi ovitrap pencahayaan lampu warna orange, dengan modifikasi rendaman fermentasi gula merah dan ragi, pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Survei lokasi nyamuk sebanyak 36 tempat kamar mandi. Penelitian observasional, desain cross sectional study. Data hasil survei dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian hampir sebagian besar dari 28 nyamuk (77.8%) dari 36 nyamuk terperangkap dalam alat ovitrap lampu orange dalam 50 ml air rendaman fermentasi dalam waktu 24 jam. Berdasarkan analisis Chi-square diperoleh nilai P = 0.004 < α 0.05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima secara statistik ada hubungan yang signifikan antara Pengendalian Populasi Nyamuk Dengan Fermentasi Ovitrap Lampu Orange,terhadap nyamuk terperangkap dalam alat ovitrap lampu orange, dengan rendaman fermentasi Dimana nilai OR = 4.37 berarti pengaruh Efektifitas Modifikasi Ovitrap lampu orange dengan rendaman fermentasi gula merah dan ragi efektif, 4.10 kali ditemukan adanya nyamuk terperangkap
PERBEDAAN PEMBERIAN TABLET Fe DAN PISANG NANGKA TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN SECARA in-vivo
Anemia adalah kondisi diamana berkurangnya sel darah merah dalam sirkulasi darah atau massa hemoglobin sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen keseluruh jaringan. Anemia biasanya disebabkan karena kekurangan unsure zat besi atau yang biasanya disebut dengan anemia defesiensi besi merupakan jenis anemia terbanyak didunia, terutama pada Negara miskin dan berkembang. Pisang memiliki kandungan zat besi sekitar 5mg meskipun lebih rendah kandungan zat besinya dibandingkan dengan kedelai tapi pisang banyak mengandung asam folat atau vitamin B6 yang larut dalam air, yang diperlukan untuk membuat asam nukleat dan hemoglobin dam sel darah merah. Tujuan penelitian umtuk mengetahui pengaruh pemberia pisang nangka terhadap kadar hemoglobin tikus. Jenis penelitian true eksperimen one-Group pretest-posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah tikus putih betina galur wistar. Besar sampelnya adalah 27 tikus 3 kelompok perlakuan. Pengecekan kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Tikus yang di intervensi dengan pemberian pisang mengalami kenaikan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 17,7 gr/dl menjadi 18.4 gr/dl. Untuk mengetahui perbedaan pemberian tablet Fe dan pisang terhadap kadar hemoglobin diperoleh nilai signifikansi p sebesar 0,901>0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan pemberian tablet Fe dan pisang terhadap kadar hemoglobin tikus
Perbedaan Kadar Protein Daging Sapi Dengan Perendaman Sari Buah Nanas (Ananas Comocus I.) Dan Sari Jahe (Zingiber Officinale Rose.) Metode Kjeldahl
Protein merupakan asam amino rantai panjang yang diperlukan untuk memelihara jaringan, pertumbuhan dan sebagai sumber energi. Protein terdiri dari protein hewani dan nabati. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menaikkan pola konsumsi protein hewani, dapat menggunakan suatu enzim yaitu protease. Protease adalah salah satu enzim yang dapat digunakan untuk meningkatkan kadar protein pada bahan makanan. Nanas merupakan tanaman yang mengandung enzim protease yaitu enzim bromelin. Selain pada tanaman, enzim protease juga dimiliki oleh rempah-rempah, yaitu jahe yang dinamakan dengan enzim zingibain. Nanas dan jahe tersebut diolah menjadi sari, yang kemudian sari buah nanas dan sari jahe yang telah dibuat, direndam ke dalam bahan makanan selama waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan kadar protein pada daging sapi dengan perendaman sari buah nanas (Ananas comocus 1.) dan sari jahe (Zingiber officinale Rosc. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah daging sapi, dengan sampel daging sapi sebelum perendaman dan direndam sari buah nanas dan sari jahe sebanyak 20 ml, 30 ml, 40 ml dan lama perendaman 30 menit. Jumlah sampel yang digunakan adalah 28 sampel, dengan 7 perlakuan dan replikasi sebanyak 4 kali. Kriteria sampel yang digunakan adalah daging sapi yang di peroleh dari 4 tempat berbeda, buah nanas golongan queen yang segar dan masak, rimpang jahe putih kecil yang segar. Pengukuran sampel dilakukan dengan menggunakan metode kjeldahl. Hasil pengukuran diperoleh nilai rata-rata kadar protein sebelum perendaman dan sesudah perendaman sari buah nanas sebanyak 20 ml, 30 ml, 40 ml secara berturut-turut adalah 22,35%, 22,76%, 21,38 %, 20,86%. Hasil pengukuran nilai rata-rata kadar protein sebelum perendaman dan sesudah perendaman sari jahe sebanyak 20 ml, 30 ml, 40 ml secara berturut-turut adalah 22,35%, 20,80%, 21,82%, 20,16%. Berdasarkan uji T independent menggunakan program SPSS 26 diperoleh hasil signifikansi 0,438 > 0,05, yang menyatakan bahwa Ha ditolak, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar protein daging sapi dengan perendaman sari buah nanas (Ananas comocus 1.) dan sari jahe (Zingiber officinale Rosc).Â
Pengaruh Kombinasi Ekstrak Bawang Dayak Dan Daun Salam Terhadap Kadar Glukosa Metode In Vivo
Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (mill)Urb) mengandung flavonoid yang berperan sebagai penghambat enzim α-glukosidase, enzim yang dapat menigkatkan kadar glukosa dalam darah, Daun salam (Syzgium polyanthum) juga meruapakan salah satu tanaman herbal yang paling banyak diminati masyarakat sebagai obat antidiabetik.. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskanpengaruh kombinasi ekstrak bawang dayak dan daun salam terhadap kadar glukosa darah metode in vivo. Desain penelitian ini yang digunakan adalah Quasi experiment. Populasi dalam dalam penelitian ini adalah mencit (Mus musculus) jantan galus Swiss Webster. Sample yang digunakan adala 27 ekor mencit jantan yang dipilih sesuai dengan kriteria kemudian dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, masing masing dilakukan 9 kali pengulangan dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling.Metode yang digunakan adalah tes glukosa oral. Berdasarkan hasil analisis statistik uji Regenerasi Linear Sederhana untuk kombinasi ekstrak dosis 1,4 mg/20 grBB+10,48 mg/20 grBB didapatkan p value 0.001 < α 0,05 maka Ha diterima, yang berarti ada pengaruh antara kombinasi ekstrak bawang dayak dan daun salam terhadap kadar glukosa darah metode in vivo