Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN PROVIDER DENGAN KEBIJAKAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN ACEH (JKA) DI PUSKESMAS RAWATAN MUARA DUA KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2018

    Get PDF
    Latar Belakang: Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu faktor yang menyebabkan pelayanan kesehatan dapat diberikan secara maksimal apabila petugas kesehatan merasa puas dengan pekerjaannya, dan besarnya insentif yang diperoleh merupakan salah satu aspek kepuasan petugas kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan provider dengan besarnya insentif JKA pada Puskesmas di Kota Lhokseumawe Tahun 2018. Metode: Deskriptif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil pada 6 Puskesmas di Kota Lhokseumawe dan jumlah sampel penelitian adalah 81 orang. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara petugas kesehatan pria dan wanita, pada jumlah insentif JKA yang mereka terima (P value 0,05). Hasil analisis juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis profesi dengan kepuasan terhadap insentif JKA yang diterima (P-value < 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan jenis profesi kesehatan dengan kepuasan terhadap insentif JKA yang diterima. Transparansi komposisi pembagian insentif JKA perlu ditingkatkan dan pedoman teknis insentif JKA perlu ditinjau

    PENGARUH EFT (EMOTIONAL FREEDOM TEHNIK) DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN ODHA (STUDI KASUS DI RSJ SEI BANGKONG)

    No full text
    Kecemasan terhadap kematian yang berlebih akan menimbulkan gangguan fungsi emosional seperti neurotisma, depresi, dan gangguan psikosomatis. Kalimantan Barat menempati peringkat keenam provinsi dengan prevalensi HIV/AIDS terbanyak di Indonesia, Kota/kabupaten, peringkat pertama diduduki oleh Kota Pontianak dengan jumlah penderita HIV+ sebanyak 2.758 dan AIDS sebanyak 1.442. EFT merupakan salah satu teknik terapi yang cukup sering digunakan dalam praktik psikologi. Selain mudah dipelajari, EFT juga praktis untuk digunakan pada diri sendiri. Desain penelitian kuantitatif dan metode penelitian ini bersifat eksperimen. Dengan melakukan totok 12 titik meridian 1 titik gamut. Ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan terapi EFT (Emotional Freedom Tehnik) dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien ODHA di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong (p value = 0,039)

    PENGGUNAAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER POSYANDU DALAM MELAKSANAKAN DETEKSI STUNTING

    No full text
    Kegiatan deteksi stunting dapat dilakukan oleh Kader Posyandu sebagai penghubung antara petugas kesehatan di Puskesmas dengan masyarakat, kader diharapkan berperan aktif melakukan pendataan balita,mengukur panjang badan dan tinggi badan dengan benar. Kemampuan kader posyandu dalam melakukan pengukuran panjang / tinggi badan balita hanya 30 %kegiatan posyandu yang dilaksanakan dengan benar.Pentingnya pelatihankader untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan pengukuran sehingga mengurangi kesalahan dalam menentukan status gizi balita.Media video sebagai media promosi kesehatan dianggap mampu menjelaskan hal-hal yang abstrak dengan memberikan gambaran yang realistik menjadi bagian penting dalam proses komunikasi. Sehingga media ini dianggap baik untuk menjadi sarana belajar dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan media video terhadap peningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan kegiatan deteksi Stunting di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya tahun 2019. Rancangan study ini digunakan quasi eksperimentdengan bentuk pre-posttest with control design, Pengambilan sampel berdasarkan teknik probability samplingsecara simple random samplingsebanyak 80 kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai p=0,00, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media video terhadap peningkatan pengetahuankader tentang stuntingdan pelaksanaan deteksi stunting

    Hubungan Donor Darah Dengan Kadar Kolesterol Pendonor Di Utd Rsud Ade M Djoen Sintang

    No full text
    Penyakit kardiovaskuler dapat disebabkan oleh peningkatan kadar kolesterol darah. Nilai normal dari kadar kolesterol adalah kurang dari 200 mg/dl. Terdapat beberapa tindakan yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah, salah satunya dengan mendonorkan darah.Donor darah adalah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah dan kemudian dipakai pada transfusi darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara donor darah dengan hasil pemeriksaan kadar kolesterol pendonor sebelum dan satu jam setelah donor darah di UTD RSUD Ade M Djoen Sintang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik sampling insidential didapat jumlah sampel 30 orang yang telah memenuhi syarat donor darah yang diambil darahnya sebanyak 350 ml. Sampel yang diperiksa dalam penelitian ini adalah darah vena, sampel sebanyak 1 ml untuk melihat hubungan donor darah dengan kadar kolesterol sebelum dan 1 jam setelah donor darah. Pemeriksaan kadar kolesterol dihitung menggunakan alat spektrofotometer dengan metode CHOD-PAP (Cholesterol oksidase phenol aminoantyphirine), kemudian data diuji menggunakan uji korelasi dengan uji Kendall's-Tau. Hasil dalam penelitian ini diperoleh rata-rata kadar kolesterol sebelum donor darah dilakukan adalah 210 mg/dL, sedangkan pada nilai kadar kolesterol setelah donor darah dilakukan adalah rata-rata kadar kolesterol sebesar 193 mg/dL, yang berarti terjadinya penurunan kadar kolesterol pada responden setelah melakukan donor darah. Hal ini didukung melalui uji Kendall's Tau yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol baik sebelum dengan setelah donor darah (p=0,000) yang artinya Ha diterima

    PERAN MUHAMMADIYAH DALAM MENURUNKAN KASUS STUNTING DI WILAYAH PERBATASAN KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan prevalensi stunting yang sangat tinggi yaitu sebesar 31,4%. Ada tiga Kabupaten di Kalimantan Barat yang menjadi sasaran dalam upaya menurunkan stunting tahun 2019. Salah satu dari kabupaten tersebut merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia yaitu Kabupaten Sintang. Prevalensi kasus stunting di Kabupaten Sintang pada tahun 2018 sebesar 51,88%. Salah satu langkah strategis yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan kerjasama dengan organisasi lintas sektoral. Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi yang tepat untuk dilibatkan dalam menurunkan kasus stunting. Dalam Tanwir Nasyi’atul Aisyiyah tahun 2017 sudah diluncurkan program “Gerakan Peduli Stunting Pada Anakâ€.  Tujuan jangka panjang dalam penelitian ini adalah mengetahui Peran Muhammadiyah dalam Menurunkan Kasus Stunting Di Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Sintang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Muhammadiyah dalam menurunkan kasus stunting di wilayah perbatasan Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Sintang masih belum maksimal. Hampir seluruh responden menyatakan belum adanya himbauan dan program khusus bagi warga Muhammadiyah di Kabupaten Sintang untuk hidup dengan sanitasi yang layak, menerapkan keluarga sadar gizi, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini menunjukkan bahwa “Gerakan Peduli Stunting†sebagaimana yang di sepakati dalam Tanwir Nasyia’atul Aisyiyah belum terimplementasikan dengan maksima

    PENTINGNYA NUTRISI WANITA MASA PRAKONSEPSI UNTUK STATUS GIZI ANAK DI MASA MENDATANG

    Get PDF
    Stunting merupakan permasalahan global yang dialami oleh 150,8 juta balita di dunia. Kalimantan Barat memiliki 40% balita yang terindikasi stunting. Upaya penangananstunting terfokus pada perbaikan nutrisi anak. Padahal, kondisi ibu seperti tinggi badan juga dapat mempengaruhi kejadian stunting pada anak. Indonesia dengan 1.300 etnis,memiliki keberagaman sik dan genetik. Oleh sebab itu, penelitian tentang korelasi tinggibadan orang tua dari etnis tertentu pada kejadian stunting perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi korelasi antara tinggi badan ibu dan kejadian stuntingpada anak di masyarakat Sambas, Kalimantan Barat. Penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional dengan menggunakan metode consecutive sampling. Sebanyak 86 pasang ibu dan balita (5-59 bulan) yang tinggal di Desa Tengguli, Kabupaten Sambas diambil sebagai sampel. Status gizi balita diukur berdasarkan rasio Tinggi Badan/Usia balita dan dico- cokkan dengan Z-score WHO. Data diuji menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan sekitar 92% balita yang lahir dari ibu pendek (< 150 cm) merupakan balita kelompok “pendek†dan “sangat pendek†atau stunting. Terdapat korelasi positif antara ibu pendek dengan balita stunting dengan p-value 0,038. Pada masyarakat Sambas, ibu bertubuh pendek cenderung memiliki keturunan bertubuh pendek

    Hubungan Usia, Paritas, Pendidikan Dan Dukungan Keluarga Dengan Kecemasan Ibu Bersalin Kala I Di Klinik Bersalin Esti Husada Semarang

    Get PDF
    Latar Belakang: Persalinan dapat menjadi sumber stressor kecemasan. Efek dari kecemasan dalam persalinan dapat memicu keluarnya kadar katekolamin secara berlebih, sehingga dapat berakibat turunnya aliran darah ke rahim dan dapat menyebabkan lamanya persalinan kala I fase aktif. Berdasarkan penelitian menunjukkan sebagian besar (72,7%) ibu bersalin mengalami kecemasan,    mayoritas     dalam     kecemasan     sedang.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, paritas, pendidikan, dan dukungan keluarga dengan kecemasan pada ibu bersalin kala I fase aktif di klinik bersalin Esti Husada Semarang. Metode: Desain penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional, populasinya seluruh ibu bersalin yaitu 25 responden, sampelnya seluruh ibu bersalin kala I fase aktif yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu berjumlah 22, pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling menggunakan kuesioner. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan skala HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu bersalin memiliki usia tidak beresiko, paritas multigravida, berpendidikan SMA/SMK, mendapatkan dukungan dari keluarga, dan mengalami kecemasan. Ada hubungan usia dengan kecemasan (p<0,05), ada hubungan paritas dengan kecemasan (p<0,05), ada hubungan pendidikan dengan kecemasan (p<0,05), ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan (p<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara usia, paritas, pendidikan, dan dukungan keluarga dengan kecemasan ibu bersalin kala I fase aktif

    ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA KABUPATEN ACEH UTARA

    Get PDF
    Latar Belakang: Salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas perinatal adalah karena bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko dengan BBLR terutama usia ibu, paritas, risiko jarak kehamilan. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah case control dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (metode campuran). Hasil: Pengujian analisis univariat, ditemukan usia ibu berisiko BBLR pada kasus; 55,6% pada kontrol 15,6%, paritas dalam kasus; 62,2% kontrol, 46,7%, jarak kehamilan pada kasus 22,2%, kontrol 4,4%, hasil uji bivariat dalam penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan positif antara variabel usia ibu (p = 0,000), paritas (p = 0,138 ), masa kehamilan (p = 0,000), riwayat komplikasi (p = 0,000) dan riwayat sosial ekonomi keluarga (p = 0,020). dengan kejadian BBLR. Sedangkan variabel interval kehamilan (p = 0,013) tidak berhubungan bermakna dengan kejadian BBLR. Kesimpulan: Peneliti mengharapkan ibu hamil lebih aktif mengikuti pendidikan kesehatan dari petugas kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, untuk menghindari terjadinya BBLR

    HUBUNGAN PERAN KELUARGA DAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA PUTRA DI SMA NEGERI 5 KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2018

    Get PDF
    Latar Belakang : Perilaku seks bebas pada remaja bervariasi antara usia 14-23 tahun dan usia paling banyak adalah antara 17-18 tahun. Hal tersebut terjadi sebagai akibat atau penumpukan perilaku interaksi sehari-hari dengan keluarga remaja. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Peran Keluarga dan teman sebaya anak remaja terhadap Perilaku Seksual di SMA Negeri 5 Kota Lhokseumawetahun 2018. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 167 orang kami adalah siswa kelas X dan XI. Hasil: Sikap, peran keluarga dan peran teman sebaya memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku seksual remaja putra di SMA Negeri 5 Kota Lhokseumawe. Berdasarkan variabel bebas : sikap, peran keluarga, peran teman sebaya hubungan yang paling dominan antara peran keluarga dan peran teman sebaya adalah peran keluarga dengan p < 000 dengan RP = 6,306. Diharapkan siswa lebih banyak mengarahkan pergaulannya ke arah yang positif sehingga kecenderungan untuk melakukan perilaku seksual dapat dihindari seperti mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan sebagainya. Orang tua diharapkan lebih mengawasi pergaulan anaknya dan memberikan pendidikan seks sedini mungkin sehingga terhindar dari perilaku seksual berisiko

    PERSALINAN KALA I PADA IBU DENGAN PEMBERIAN PIJAT DAN AROMATERAPI DI PUSKESMAS KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    Persalinan akan memberikan pengalaman dan pengaruh jangka panjang yang sangat besar terhadap seorang perempuan dalam menjalani masa kehidupan selanjutnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi kemajuan proses persalinan yaitu pengaturan posisi pasien, kehadiran pendamping, latihan bernafas, usapan pada punggung. Pijatan pada punggung akan menye- babkan penurunan ketegangan otot dan relaksasi termasuk pada otot abdomen dapat men- gurangi friksi antara rahim dan dinding abdomen. Aromaterapi adalah terapi yang menggu- nakan essential oil atau sari minyak murni untuk membantu menenangkan jiwa dan raga. Secara ilmiah, reaksi terjadi karena wewangian mengirimkan sinyal pada bagian otak yang mengatur emosi sehingga ibu menjadi rileks dan tenang. Kondisi relaksasi yang di alami ibu karena diberikan pijatan atau aromaterapi akan meningkatkan sirkulasi daerah genitalia serta memperbaiki elastisitas servik. Hal ini akan mempercepat pembukaan servik. Peneli- tian quasy experiment dengan pendekatan post test nonequivalent control group design den- gan non probality sampling dengan metode pemilihan sampel yaitu memilih semua individu yang bersalin di Puskesmas Sungai Kakap dan Puskesmas Sungai Durian yang memenuhi kriteria pemilihan. Hasil uji analisis Mann-Whitney menunjukkan bahwa median lama kala I fase aktif pada kelompok pijat lebih singkat 180 (110-240) menit dibanding pada kelompok yang diberikan aromaterapi 225 (120-240) menit

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇