Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Instagram Bertema Empat Pilar Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan Gizi Remaja Putra
Pengetahuan gizi yang rendah akan mengakibatkan kebiasaan makan yang salah sehingga dapat menimbulkan masalah gizi pada remaja. Pencegahan timbulnya masalah gizi tersebut, memerlukan kegiatan edukasi gizi bertema empat pilar gizi seimbang melalui media yang dapat meningkatkan pengetahuan gizi remaja. Saat ini media sosial Instagram menjadi media sosial popular di kalangan remaja yang dapat dijadikan sebagai media edukasi gizi. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui Instagram bertema empat pilar gizi seimbang terhadap pengetahuan gizi remaja putra di SMA Negeri Kecamatan Pontianak Kota.Jenis penelitian ini adalah pre-experiment dengan desain penelitian one group pre test – post test. Subjek penelitian adalah remaja putra SMA Negeri di kecamatan Pontianak Kota, yaitu SMA N 4 dan SMA N 8 Kota Pontianak. Sampel sebanyak 35 dipilih dengan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data melalui proses bergulir dari satu responden ke responden lainnya untuk memenuhi kebutuhan peneliti. data dianalisis dengan Uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan pengetahuan gizi sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi.Didapatkan nilai p (p-value) sebesar 0,000 yang artinya ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan intervensi gizi berupa edukasi gizi terhadap pengetahuan gizi remaja putra SMA di Kecamatan Pontianak Kota.Pendidikan gizi melalui Instagram bertema Empat Pilar Gizi Seimbang dapat meningkatkan pengetahuan gizi remaj
Cemaran Mikroba pada Suhu Dingin dalam Kulkas Rumah Tangga
Pendinginan dalam kulkas adalah cara yang paling sederhana dan sering digunakan untuk mengawetkan serta memperpanjang masa simpan bahan makanan. Pendinginan dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme, karena suhu dingin akan menurunkan energi kinetik semua molekul dalam sistem, sehingga menurunkan kecepatan reaksi kimia termasuk aktivitas metabolisme sel mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan jenis cemaran mikroba yang terdapat dalam kulkas rumah tangga. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik, crosssectional, dengan total sampling, dengan kriteria inklusi kulkas yang memiliki bagian freezer dan refrigerator. Cemeran mikroba diuji secara laboratorium dengan kultur mikroba dalam media PCA (plate count agar) dengan metode TPC (total plate count). Hasil penelitian terhadap 20 sampel diperoleh, 65% jenis kulkas dua pintu, 5 merk kulkas, masa pakai kulkas bervariasi 1-20 tahun, suhu dalam kulkas (0,1-6) derajat Celcius. Koloni mikroba yang terbanyak 3.885.20 CFU/m, dan terendah 35.32 CFU/m, rata-rata nya 1.080.7920 CFU/m. Sampel kulkas dengan sifat koloni mikroba gram positif yaitu 20%, gram negatif 75%, dan campuran 5%. Sedangkan koloni mikroba bentuk coccus sebanyak 20%, basil 75%, dan cocco basil yaitu 5%. Terdapat 11 sampel kulkas (55%) yang melebihi batas standar angka kuman Permenkes No.70/2016. Hal ini menunjukkan pada suhu dingin dalam kulkas, tidak bebas dari cemaran mikroba
PENGARUH PENGGUNAAN POPOK KAIN TERHADAP KEBERHASILAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA TODDLER
Anak usia toddler (1-3 tahun) merujuk pada konsep periode kritis dan plastisitas yang tinggi dalam proses tumbuh kembang, maka usia ini sering disebut sebagai golden age (kesempatan emas). Anak yang terbiasa memakai diapers dari bayi hingga usia balita, akan mengalami beberapa perbedaan dari anak–anak yang lain, seperti anak kesulitan untuk mengontrol keinginan untuk buang air kecil atau buang air besar, anak tidak memberitahu orang tua ketika buang air kecil atau buang air besar, anak malas ke kamar mandi, bahkan sikap anak cenderung ceroboh maupun keras kepala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan popok kain terhadap kemampuan toilet training pada toddler di Tempat Penitipan Anak (TPA) Pekanbaru. Metode penelitian ini adalah true experiment dengan pendekatan pre-post test with control group. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 yaitu 17 anak merupakan kelompok eksperimen dan 17 anak lagi merupakan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-whitney. Hasil uji didapatkan p = 0,000 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan popok kain terhadap keberhasilan toilet training
Pengaruh Ekstrak Kulit Jeruk Bali (Cirus maxime Merr.) Sebagai Antikoagulan Dengan Metode Clotting Time (Lee and White)
Tanaman Jeruk Bali merupakan tanaman yang diduga memiliki kandungan sebagai antikoagulan. Ekstrak etanol kulit buah jeruk bali mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, fenol, dan minyak atsiri. Senyawa metabolit sekunder alkaloid dan flavonoid memiliki fungsi sebagai antikoagulan dengan cara menghambat jalur koagulasi secara ekstrinsik dan intrinsik melalui penghambatan produksi FXa, trombin, dan menghambat TNF-a yang diinduksi oleh PAI-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit buah jeruk bali sebagai antikoagulan dengan metode clotting time. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5% dengan pengulangan sebanyak 9 kali. Pengujian antikoagulan dengan metode clotting time untuk melihat lamanya waktu yang diperlukan darah untuk membeku. Hasil pengukuran diperoleh rata-rata dari waktu yang diperlukan darah untuk membeku dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5% adalah sebesar 8 menit, 9 menit, dan 10 menit. Uji Regresi Linier didapatkan nilai signifikansi p value = 0,000 < a 0,05 yang artinya Ha diterima sehingga dinyatakan ada pengaruh ekstrak kulit jeruk bali sebagai antikoagulan dengan metode clotting time (lee and white)
Literature Review: Mengkaji Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita
Latar Belakang: Kejadian stunting pada balita merupakan salah satu permasalahan gizi secara global. . Stunting dapat dituntaskan bila faktor penyebab stuting disetiap wilayah dapat dikendalikan. Baynyak faktor yang dapat menyebabkan Stunting. Prevalensi stunting menurut Rikesdas 2013 angka nasional sebesar 37,2% yang berarti adanya peningkatan dibandingkan tahun 2007 (36,8%). Tujuan: mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Literatur ditemukan melalui media elektronik berdasarkan kata kunci yang sesuai. Didapatkan lima literature nasional yang membahas mengenai faktor faktor yang berhubungan dengan stunting di beberapa daerah dan dalam waktu yang berbeda. Hasil: terdapat beberapa faktor yang menyebabkan stunting pada balita diantaranya penyakit infeksi, pola makan, kurangnya asupan energi, kurangnya asupan protein, panjang badan lahir, riwayat ASI Eksklusif pendapatan keluarga, pendidikan ibu, dan pengetahuan gizi ibu. Kesimpulan : Faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting pada balita adalah penyakit infeksi, pola makan, kurangnya asupan energi, kurangnya asupan protein, panjang badan lahir, riwayat ASI Eksklusif, pendapatan keluarga, pendidikan ibu, dan pengetahuan gizi ib
PEMANFAATAN VIDEO PANDUAN SENAM HAMIL DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PELAKSANAAN SENAM IBU HAMIL
Latar Belakang: senam hamil mempunyai manfaat dalam persiapan dan melatih otot sehingga membantu dalam persalinan normal. Manfaat senam hamil akan dirasakan ibu hamil selama dilaksanakan secara rutin. Rendahnya partisipasi ibu hamil mengikuti kelas senam hamil belum berbanding lurus dengan manfaat senam hamil. Video panduan senam hamil merupakan media yang dapat dilihat dan didengar sehingga bisa digunakan sebagai panduan melakukan senam hamil secara mandiri maupun berkelompok. Tujuan: untuk mengetahui sejauhmana manfaat video panduan senam hamil dalam meningkatkan pengetahuan dan pelaksanaan senam hamil secara rutin baik secara mandiri maupun bergabung dalam kelas senam hamil. Metode Penelitian: menggunakan quasi eksperiment, desain pre post test only desain pada ibu hamil di Klinik Gemilang, pengambilan sampel dengan  metode purposive sampling, sampel penelitian sebanyak 30 ibu hamil, data dianalisis univariat dan bivariat. Hasil: peningkatan pengetahuan dan pelaksanaan senam hamil setelah diberi video panduan senam hamil pada kelompok ibu yang tidak mengikuti  kegiatan senam hamil dengan nilai p-value 0,000 serta pada kelompok ibu yang mengikuti kelas senam hamil dengan p-value 0,000. Kesimpulan: media video panduan senam hamil bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan maupun pelaksanaan senam hamil
SIKAP, KETERPAPARAN INFORMASI DAN DUKUNGAN SUAMI MERUPAKAN DETERMINAN PERILAKU WANITA USIA SUBUR DALAM DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
Latar Belakang: Kanker serviks menjadi salah satu masalah utama pada kesehatan perempuan di dunia. Kunci keberhasilan program pengendalian kanker serviks adalah skrining. Pelaksanaan skrining belum berjalan secara optimal. Tujuan: Untuk mengidentifikasi determinan perilaku WUS dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA di Kota Pontianak. Metode: Jenis penelitian observasional analitik, desain cross sectional. Populasi adalah WUS yang berusia 30-50 tahun yang tinggal di Kota Pontianak. Jumlah sampel  120 orang. Teknik sampling quota sampling. Uji hipotesis yang digunakan adalah chi square dengan kemaknaan 95%. (α=5%). Analisis mutivariat menggunakan regresi logistik. Hasil : Terdapat perbedaan yang bermakna antara sikap (OR=16.72; 95% CI=2.06-135.19; p=0.008), keterpaparan informasi/media (OR=2,69; 95% CI=1.04-6.89; p=0.039) serta dukungan suami (OR= 3,; 95% CI=1,28-7,47; p=0,012) terhadap perilaku WUS untuk pemeriksaan IVA. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara pengetahuan (OR= 0.42; 95% CI=0.16-1.07; p=0.071),pendidikan (OR=0.49; 95% CI=0.11-2.14; p=0.343), umur (OR= 0.37; 95% CI=0.13-1.02; p=0,054), pekerjaan ibu (OR= 1.38; 95% CI=0.46-4.14; p=0,568), serta dukungan tenaga kesehatan (OR= 0,75; 95% CI=0,28-2,03;p=0,578) terhadap perilaku WUS untuk pemeriksaan IVA. Kesimpulan: Determinan perilaku Wanita Usia Subur (WUS) dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA di kota Pontianak adalah sikap, keterpaparan informasi/media, dan dukungan suami
Asam Asetat Sebagai Dentin Conditioner Alternative Pada Tumpatan Glass Ionomer
Bahan tumpatan glass ionomer terdiri dari bubuk dan cairan. Pemakaian  dentin conditionerbiasanya diambil dari cairan tumpatan  yang berakibat  cairan habis terlebih dahulu  dan tersisa bubuk tumpatan terbuang sia sia Sehingga diperlukan solusi pemakaian bahan dentin conditioneralternatif.  Penelitian ini akan meneliti  penggunaan asam asetat 20%  dan 15% sebagai dentin condisionerterhadap kekuatan perlekatan tumpatan glass ionomer pada permukaan enamel untuk tindakan fissure sealant. Jenis penelitian  ini menggunakan  experimental semu. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling siswa usia 6-7 tahun. Gigi yang diberi perlakuan adalah gigi 46 dan gigi 36 sebagai kontrol. Bahan dentin conditioneryang digunakan sebagai kontrol adalah  asam poliakrilik 10 %. Uji beda  rata rata Wilcoxon Signed Ranks antara kelompok asam asetat 15%  dengan kelompok control p=0,145 dan asam asetat 20% dengan kelompok kontrol p=0,377 angka ini menunjukkan  tidak terdapat perbedaan yang signifikan.Uji Kruskal Wallis  ketiga kelompok perlakuan asam asetat 20%, asam asetat 15% dan kontrol didapatkan nilai  p= 0,66 artinya  tidak ada perbedaan yang bermakna kekuatan perlekatan tumpatan glass ionomer  pada ketiga kelompok tersebut. Hasil ini menunjukan bahwa asam asetat 15% dan asam asetat 20% dapat dikatakan efektif sebagai dentin condisioner alternatif
RELATIONSHIP BETWEEN HEMATOCRIT, PLATELETS AND PLATELET-TO-LYMPHOCYTE RATIO WITH LENGTH OF STAY IN CHILDREN WITH DHF
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still health problem in Indonesia. DHF cause big impact to public health and create economic problems. The purpose of this study was to determine the relationship between hematocrit, platelet and platelet-to-lymphocite ratio with the length of stay of children with DHF who were treated at the Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Hospital throughout 2019. This study was conducted with cross-sectional design and the data was obtained from the medical records in Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Hospital. The sample’s data was collected using total sampling method with a sample size of 79 people. The data were analyzed using Mann-Whitney test and Pearson test. This study found there is relationship between hematocrit (p=0,000) with length of stay in children with DHF and no significant relationship between platelets (p=0.173) and platelet-to-lymphocyte ratio (p=0.319) with length of stay in children with DHF
Faktor Resiko Anemia Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Sitadatada Kabupaten Tapanuli Utara
Latar Belakang : Penelitian ini mengambil fokus pada anemia ibu hamil, oleh karena keberhasilan pada kehamilan sangat ditentukan oleh salah satunya kecukupan gizi. Perlu dilakukan penelitian karena anemia dapat menyebabkan dampak serius seperti menimbulkan kelelahan, badan lemah, penurunan kapasitas/ kemampuan atau produktifitas kerja bagi penderitanya. Sementara itu juga akan bedampak pada kesejahteraan generasi berikutnya dengan mempengaruhi hasil kelahiran, pertumbuhan dan perkembangan anak. Peneliti memilih lokasi di Puskesmas Sitadatada karena wilayah ini ditemukan kasus ibu hamil yang mengalami anemia yaitu sekitar 29,26%. Tujuan : Untuk mengetahui Faktor Resiko Anemia Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Sitadatada Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2019. Metode : Metode penelitian yang dilakukan kuantitatif dengan desain korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Sitadatada sejumlah 40 orang dengan teknik pengambilan sampel total populasi. Hasil Uji : Berdasarkan hasil uji statistik dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara anemia dengan usia ibu (p=0,001, OR=0,088), paritas ibu (p=0,001, OR=0,086), jarak kehamilan >2 tahun (p=0,004, OR=7,286). status gizi ibu (p=0,001, OR=0,086) dan pengetahuan ibu (p=0,000, OR=0,014). Â Kesimpulan: Ada hubungan anemia dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, status gizi dan pengetahuan ibu hamil trimester III di wilayah kerja puskesmas Sitadatad