Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
Analysis Of Factors Affecting Internal Quality Assurance In Blood Glucose Examination In The Laboratory Of Budhi Asih Hospital
Internal quality assurance activities are divided into three stages, namely the pre – analytic stage, the analytic stage, and the post – analytic stage. Examination of blood glucose requires internal quality assurance. There are several potentials that affect this implementation, such as the discovery of lysis sample. The suitability of taking blood according to the Standar Operating Procedure (SOP) must be considered. The instruments used must be in good condition, pay attention to tool mantenance and carry out Quality Control (QC) to ensure the quality of precision and accuracy in the results to be issued. Observational research design with cross sectional design involving 23 Medical Laboratory Technology (MLT) officers as respondents and 38 blood glucose samples to be examined using a chemistry analyzer. Data from quentionaires and observations were analyzed by lambda correlation test with sig <0.05. Research on internal quality assurance on the criteria of human resource the results obtained 96.9%, the SOP criteria the results obtained 91.6%, the sample quality criteria the results obtained 90.3%, and the QC criteria the results obtained 100%. The results of the lambda correlation test on four variables showed a correaltion, with the results of HR 0.008, SOP 0.016, sample quality 0.009, QC 0.016. all of the criteria for internal quality assurance are in the good category, and all of them show that there is a relation with internal quality assurance
Penggunaan Bahasa Dayak Dalam Edukasi Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Penurunan Debris Index Pada Siswa
Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah kesehatan di Indonesia. Penyuluhan kesehatan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat khususnya anak sekolah dasar melalui pembelajaaran dari oleh dan untuk masyrakat.Komunikasi merupakan kompetensi yang harus dimiliki dalam melakukan penyuluhan kesehatan. Bahasa yang dibutuhkan dalam berkomunikasi utuk menyampaikan pesan. Contoh bahasa yang digunakan dalam komunikasi yakni bahasa sosial budaya.Komunikasi dengan bahasa sosial budaya sering terjadi, karena banyaknya interaksi antara orang – orang yang memiliki budaya . Bahasa Dayak merupakan bahasa daerah yang lahir dari adat dayak.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan bahasa Dayak dalam edukasi kesehatan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan menurunkan debris indeks pada siswa di SDN 12 Toho Kabupaten Mempawah.Jenis penelitian ini adalah Penelitian quasi experiment dengan desain pretestandposttestcontrolgroupdesign, subyek dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok bahasa Dayak sebagai kelompok perlakuan dan kelompok bahasa Indonesia sebagai kelompok kontrol. Debris indexs diukur drngan menggunakan skor debris.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SDN 12 Toho kelas 5.Pengolahan data dilakukan menggunakan komputer dengan program SPSS versi13.0 for windows dengan uji for windows dengan uji wilcoxconBerdasarkan uji Mann Whitney didapatkan nilai p value sebesar0,000 <(0,05), ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efektivitassecara signifikan antara metode penyuluhan menggunakan bahasa Dayak dan metode penyuluhan menggunakan bahasa Indonesiaterhadappeningkatan pengetahuan siswa SDN 12 Toho Kabupaten Mempawah. .Berdasarkan uji Mann Whitney didapatkan nilai p value sebesar0,010 < (0,05), ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efektivitassecara signifikan antara metode bahasa Dayakdan metode Bahasa Indonesiaterhadappenurunan nilai DI siswa SDN 12 Toho Kabupaten Mempawah
Pasien dengan Ulkus Diabetes yang Dirawat di Rumat Bekasi Memiliki Kualitas Hidup yang Baik
Ulkus dapat mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan manusia. Karakteristik ulkus diabetes seperti sukar sembuh, nyeri dan berbau dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup  pasien dengan ulkus diabetes di Rumah Rawat Luka di Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif dengan pendekatan Cross Sectional. Untuk mengukur tingkat kualitas hidup pada pasien dengan ulkus diabetes ini menggunakan instrumen Diabetic Foot Ulcer Scale – Short Form. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien dengan ulkus diabetes melitus yang melakukan perawatan  di Rumah Rawat Luka (RUMAT) di Bekasi. Penelitian ini menggunakan analisis univariat. Analisis ini melihat karakteristik dari variabel yang dilihat berdasarkan skor total, mean dan standar deviasi yang menghasilkan tingkat kualitas hidup buruk, cukup dan baik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pasien dengan ulkus diabetes di RUMAT memiliki kualitas hidup yang baik, dengan karakteristik lebih banyak pria, aktif bekerja, sudah menikah dan tinggal bersama pasangan hidup dan anak, memiliki riwayat DM >5 tahun dengan nilai GDS ≤200mm/dL, riwayat ulkus <1 tahun. Berdasarkan  hasil penelitian, tenaga kesehatan khususnya perawat yang memberikan perawatan langsung kepada pasien harus memperhatikan domain-domain kehidupan dalam memberikan perawatan yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien dan memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya memperhatikan kualitas hidu
Kajian Naratif: Efektivitas Pemanfaatan Minichal Sebagai Pengukur Kualitas Hidup Pasien Hipertensi
Hipertensi merupakan istilah tekanan darah tinggi. Apabila tidak terkontrol dan berlangsung dalam waktu yang lama dapat menyebabkan timbulnya komplikasi yang memengaruhi kualitas hidup penderita. Salah satu instrument yang tersedia dengan tujuan untuk menilai kualitas hidup pasien hipertensi secara spesifik yaitu MINICHAL. Tujuannya untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan instrument MINICHAL sebagai pengukur kualitas hidup pasien hipertensi dengan metode kajian naratif menggunakan artikel terpublikasi dari penelusuran pustaka melalui GoogleScholar, NCBI dan ScienceDirect. Terdapat 15 literatur yang menunjukkan penggunaan MINICHAL versi Brasil berpotensi mengukur dengan sensitif dan responsif terhadap hipertensi yang memburuk. MINICHAL juga menilai perbedaan kualitas hidup berdasarkan semua gejala yang dianalisis. MINICHAL efektif dalam menilai kualitas hidup pasien hipertensi secara sensitif terutama terhadap hipertensi yang mengalami pemburukan
EFEKTIFITAS PIJAT OKSITOSIN DAN AYAH ASI PADA GIZI SPESIFIK BAYI USIA 0–6 BULAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEIGON
Latar Belakang: Provinsi Kalimantan Barat menduduki peringkat 8 terendah dalam cakupan ASI eksklusif yakni 22,9%. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada Efektifitas Pijat Oksitosin dan ayah ASI pada Gizi Spesifik Bayi Usia 0 – 6 Bulan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Saigon Kota Pontianak Metode: Metode penelitian adalah quasy eksperimental dengan rancangan two group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu dengan pijat Oksitosin dan Ayah ASI. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 responden yang dipilih secara proposive sampling. Hasil: Perbandingan Kejadian Stunting Bayi Baru Lahir dan Kejadian sesudah Pijat Oxitoksin, terdapat 1 responden dengan Kejadian Stunting Bayi Baru Lahir dengan hasil kejadian setelah perlakuan Pijat Oksitosin lebih tinggi dari pada setelah perlakuan, 5 responden tetap, dan 14 responden mengalami Kejadian Stunting dari sebelum dilakukan perlakuan Pijat Oksitosin, Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai significancy 0.001 (p < 0,05). Sedangkan 6 responden tetap dan 14 responden mengalami stunting dari sebelum dilakukan perlakuan Ayah ASI, Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai significancy 0.000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna kejadian stunting bayi baru lahir dengan kejadian stunting sesudah diberi perlakuan pijat oksitosin dan ayah asi gizi spesifik pemberian asi pada usia 0 – 6 bulan di wilayah kerja puskesmas saigon kota pontianak dengan nilai significancy 0.000 (p < 0,05
PENDAMPINGAN ORANG TUA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN REMAJA MENGHADAPI MENARCHE
Latar Belakang : Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seseorang wanita. Kurang pengetahuan menyebabkan cemas, kaget, mudah tersinggung, khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk saat menarche. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan yaitu pendampingan dari orang tua. Tujuan : Mengetahui hubungan pendampingan orang tua dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Metode : Desain penelitian ini Cross sectional. Sampelnya siswi kelas VII SMPN 40 Surabaya sebanyak 63 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan propotional stratified random sampling. Variabel independen adalah peran pendampingan orang tua, sedangkan variabel dependen yaitu tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Instrument pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik Rank Spearmen dengan tingkat kemaknaan a = 0,05. Hasil : Menunjukkan bahwa dari 63 respoden terdapat 37 siswi yang memiliki tingkat kecemasan kategori tidak ada kecemasan (58,7%), dan (68,2%) siswi mendapatkan pendampingan orang tua baik yaitu sebanyak 30 siswi. Uji rank spearman didapatkan nilai p = 0,002 dengan tingkat kemaknaan a = 0,05 yang berarti ada hubungan antara pendampingan orang tua dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Kesimpulan : Terdapat hubungan pendampingan orang tua dengan tingkat kecemasan terhadap remaja putri dalam menghadapi menarch
EFEKTIVITAS AROMATERAPI MAWAR, MASSAGE EFFLEURAGE DAN KOMBINASI AROMATERAPI MAWAR DAN MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS SEBANGKAU KABUPATEN SAMBAS
Latar Belakang : Salah satu hal yang dikhawatirkan oleh seorang ibu yang akan mengalami persalinan adalah rasa nyeri. Nyeri persalinan merupakan suatu kondisi fisiologi yang secara umum akan dialami semua ibu bersalin yang disebabkan oleh ketegangan, emosional, tekanan pada ujung saraf, regangan pada jaringan dan persendian, serta hipoksia otot uterus. Nyeri menyebabkan penderitaan dan stress yang jika tidak mereda dapat mengakibatkan respons terhadap nyeri berikutnya. Penanganan rasa nyeri dapat dilakukan salah satunya dengan menggunakan teknik relaksasi dan massage. Tujuan : Menganalisis efektivitas aromaterapi mawar, massage effleurage dan kombinasi terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif ibu bersalin di Puskesmas Sebangkau Kabupaten Sambas Tahun 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy experiment dengan rancangan Non equivalen pretest-posttest comparison group design. Hasil: Ada perubahan intensitas nyeri ibu bersalin kala I fase aktif sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi mawar didapatkan p-value = 0.004, ada perubahan intensitas nyeri ibu bersalin kala I fase aktif sebelum dan sesudah diberikan Massage Effleurage didapatkan p-value = 0.003, ada perubahan intensitas nyeri ibu bersalin kala I fase aktif sebelum dan sesudah diberikan kombinasi di Puskesmas Sebangkau Kabupaten Sambas Tahun 2021 didapatkan p-value = 0.000, Kesimpulan : Terapi kombinasi aromaterapi mawar dan massage effleurage merupakan intervensi yang paling efektif terhadap perubahan skala nyeri ibu bersalin kala I fase akti
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK (STUNTING) DI TPA ATHAHIRA PENDOWOHARJO
Latar belakang : Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek daripada teman seusianya. Pola asuh yang diterapkan orang tua pada anaknya memberikan pengaruh cukup besar dalam kehidupan anak di masa mendatang. Pemantauan perkembangan anak berguna untuk menentukan penyimpangan/hambatan perkembangan anak sejak dini sehingga upaya pencegahan, stimulasi, penyembuhan, serta pemulihan dapat diberikan dengan indikasi yang jelas sedini mungkin yakni pada masa-masa kritis tumbuh kembang anak. Setiap tahapan tersebut memerlukan pemahaman dan pemantauan rutin dari orang tua. Hal tersebut berguna untuk menghindari dan mendeteksi secara dini jika terjadi kelainan ataupun keterlambatan perkembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap tumbuh kembang anak (stunting). Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan jenis pendekatan studi kasus. Hasil : Pemberian metode tersebut dapat memberikan pemahaman terhadap orang tua mengenai pola asuh yang baik sehingga anak akan terhindar dari perilaku yang menyimpang. Dengan demikian penelitian ini berisi kutipan-kutipan secara deskriptif untuk memberikan gambaran penyajian lapora
Daya Terima Selai Lembaran “Kunaya†Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) dengan Substitusi Lidah Buaya (Aloe Chinensis Baker)
Latar belakang: Kulit buah naga merah belum dimanfaatkan menjadi bahan dasar dalam pembuatan produk pangan, kulit buah naga merah itu hanya dianggap sebagai limbah yang tidak dapat diolah. Kurangnya pengetahuan dan pemanfaatan buah naga merah ini juga berdampak pada nilai jual buah naga merah yang murah dipasaran. Oleh karena itu, kulit buah naga merah dapat dimanfaatkan dengan diolah menjadi produk pangan yaitu selai lembaran. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima selai lembaran kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan substitusi lidah buaya (Aloe chinensis Baker) pada konsentrasi (25gr:17gr), (30gr:12gr), dan (35gr:7gr). Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen yaitu penelitian berupa uji coba untuk mengetahui daya terima selai lembaran kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan substitusi lidah buaya (Aloe chinensis Baker). Hasil: Hasil daya terima panelis terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur selai lembaran kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan substitusi lidah buaya (Aloe chinensis Baker) pada perlakuan 2 (30gr : 12gr). Kesimpulan: Disarankan kepada konsumen agar dapat memanfaatkan kulit buah naga merah dan lidah buaya menjadi selai lembaran sebagai alternatif makanan tambahan sebagai isian roti. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kandungan zat gizi mikro lainnya yang terdapat pada selai lembaran kulit buah naga merah dengan substitusi lidah buaya
Penggunaan Video Sebagai Media Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Gizi Pada Ibu Menyusui
ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Pengetahuan merupakan faktor yang penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Terdapat berbagai macam media pendidikan yang dapat dilakukan salah satunya adalah media video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian media video terhadap peningkatan pengetahuan gizi ibu menyusui. Metode : Penelitian ini adalah pre-experiment dengan rancangan pretest-posttest one group design subjek penelitian adalah ibu menyusui di Desa Seponti Jaya. Sebanyak 25 Sample dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung. Data analisis dengan menggunakan Wilcoxon untuk melihat perbedaan pengaruh pemberian media sebelum dan setelah diberikan intervensi. Hasil Penelitian : Rata-rata pengetahuan antara sebelum dan setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan dengan p-value < 0,01. Kesimpulan penelitian : Ada pengaruh edukasi gizi melalui Media Video sebelum dan sesudah diberikan intervensi terhadap pengetahuan gizi ibu menyusu