Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    Pengaruh Jenis Diet Terhadap Penurunan Berat Badan Mahasiswa Kegemukan Dan Obesitas

    Get PDF
    Abstrak. Prevalensi kegemukan dan obesitas saat ini cenderung naik khususnya di kota besar. Beragam jenis diet digunakansebagai strategi pengendaliannya diantaranya diet rendah kalori seimbang dan diet rendah karbohidrat. Tujuan penelitianini untuk mengetahui pengaruh jenis diet terhadap penurunan berat badan. Desain penelitianya two groups randomizedexprimental design selama 8 minggu dengan dua kelompok diet yaitu diet rendah energi seimbang dan diet rendahkarbohidrat dengan IMT >25 kg/m2 dari 16 subjek diacak dengan random sampling untuk membagi duakelompok diet. Pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise, berat badan menggunakan omron karada scanHBF 214. Penelitian ini dilakukan Analisis data menggunakan uji T-test. Hasil uji statistik T-Test menunjukkan tidakada perbedaan antara diet rendah kalori seimbang dan diet rendah karbohidrat terhadap penurunan berat badan (p >0,05). Diharapkan diet dilakukan dalam waktu yang lebih lama untuk melihat perbedaan BB pada masing-masingjenis diet

    Daya Terima Dan Kandungan Gizi Snack Bar Tepung Tempe Dan Tepung Pisang Ambon

    Get PDF
    Atlet merupakan individu atau seseorang terlatih dan mahir dalam suatu olahraga tertentu, yang memiliki tingkat kebutuhan energi yang lebih dibandingkan orang biasa. Penggunaan produk snack bar terutama ditujukan untuk meningkatkan performa atlet, serta meningkatkan stamina dan kesehatan. Pembuatan produk dengan pemanfaatan sumber pangan lokal pada pembuatan snack bar ini yaitu berbasis tepung tempe dan pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dan nilai kandungan gizi snack bar berbasis tepung tempe dan tepung pisang ambon sebagai alternatif makanan selingan bagi atlet. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Adapun perlakuan yang digunakan tepung tempe dan tepung pisang ambon adalah F1 = 90%:10%, F2 = 80%:20%, F3 = 70%:30%. Uji yang dilakukan melalui 2 tahap yaitu uji organoleptik untuk melihat tingkat kesukaan panelis terhadap snack bar dan uji proksimat. Berdasarkan hasil uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur menunjukkan pada perlakuan F3 70% tepung tempe dan 30% tepung tepung pisang ambon, dengan jumlah 184. Untuk hasil uji proksimat, dari 100 gram snack bar mengandung karbohidrat sebesar 52,93%, protein sebesar 12,10%, lemak sebesar 9,66%, serat sebesar 2,55 %

    Formulasi Kapsul Enthelmintik Dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya. L)

    Get PDF
    Kecacingan menjadi salah satu masalah kesehatan yang ditulatkan melalui tanah dan mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, produktifitas pada penderitanya. Adanya efek samping dan harga yang mahal pada obat anthelmintik konvensional, maka perlu dilakukannya evaluasi terhadap tanaman obat sebagai alternatif obat anthelmintik. Salah satunya daun pepaya (Carica papaya L) diketahui sebagai memiliki daya antihelmintik. Penelitian ini bersifat eksperimen yaitu suatu desain dengan memberi perlakuan pada kelompok sampel dan kelompok kontrol kemudian diamati pada kurun waktu tertentu. Pelaksanaan penelitian akan dimulai pada bulan Februari tahun 2021 di Laboratorium Terpadu Parasitologi Poltekkes Kemenkes Pontianak. Diperoleh senyawa aktif dari ekstrak daun pepaya yang bersifat antihelmintik pada uji in vitro, kemudian dilakukan determinasi pengaruh ekstrak/fraksi dan beberapa senyawa aktif yang diaplikasikan ke hewan mancit untuk melihat apakah hewan mancit mengalami keracunan atau tidak saat mengonsumsi ekstrak/ fraksi daun pepaya. Menurut hasil penelitian, telah dibuktikan bahwa zat aktif berupa tanin dan flavonoid memiliki daya antihelmintik. Daun pepaya (Carica papaya L) diketahui memiliki zat aktif seperti tanin dan flavonoid yang cukup tinggi yang berperan aktif sebagai antihelmintik. Kandungan zat aktif seperti tanin pada daun pepaya lebih banyak dibandingkan akar dan batang

    Hubungan SAS, IMT, dan Kadar Haemoglobin dengan Lama Rawat Inap Pasien Post-Laparotomi

    Get PDF
    SAS, IMT, dan Kadar Hb merupakan penilaian sederhana yang dapat digunakan sebagai prediktor lama rawat inap pasien post operasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan SAS, IMT dan kadar Hb dengan lama rawat inap pasien post laparotomi di RSUD Bangil Pasuruan. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian bersifat kuantitatif non experimental, jenis penelitian case control dengan pendekatan studi retrospective. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 103 sampel. Pengolahan data dilakukan secara statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rank.Hasil analisis data antara SAS dengan lama rawat inap pasien post laparotomi menunjukkan nilai signifikasi (0,001) dengankoefisien korelasi (0,320), hasil analisis hubungan IMT dengan lama rawat inap pasien post laparotomi menunjukkan nilai signifikasi(0,000) dengan koefisien korelasi(-0,338), sementara hasil analisis data hubungan kadar haemoglobin dengan lama rawat inap pasien post laparotomi menunjukkan nilai signifikasi(0,000) dengan koefisien korelasi(0,746). Dapat diambil kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara SAS, IMT, dan kadar haemoglobin dengan lama rawat inap pada pasien post laparotomi

    Penilaian Pasien Rawat Inap Terhadap Pelayanan Makanan Instalasi Gizi RS. USU

    Get PDF
    Penilaian pasien terhadap pelayanan makanan instalasi gizi rumah sakit merupakan suatu hal yang perlu dievaluasi karena memiliki peranan terhadap kecepatan penyembuhan pasien rawat inap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien rawat inap terhadap makanan yang disajikan di RS USU. Rancangan penelitian yang digunakan adalah  deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan metode survei. Responden dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 20 pasien yang merupakan seluruh pasien rawat inap kelas VIP, kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Penilaian dari aspek rasa makanan menurut responden baik sebesar sebesar 85% dan sangat baik sebesar 10%, aspek penampilan 65% baik dan 20% sangat baik, aspek aroma70% baik dan 20% sangat baik, aspek variasi menu 75% baik dan 20% sangat baik, aspek kombinasi wana 70% baik dan 20% sangat baik, aspek tekstur 70% baik dan 30% sangat baik, aspek besar porsi yang disajikan 70% baik dan 20% sangat baik. Pada aspek pelayanan makanan oleh pramusaji,  sebagian besar responden memberikan penilaian yang memuaskan. Pelayanan makanan secara keseluruhan di rumah sakit RS. USU sudah sangat memuaskan sebesar 55%, memuaskan sebesar 35%, dan cukup memuaskan sebesar 10%

    Hubungan Lama Pemberian Asi Dengan Status Gizi Balita Di Kabupaten Donggala

    Get PDF
    Pola asuh pada bayi meliputi pemberian gizi yang cukup dan seimbang melalui pemberian ASI. Pada bayi pemberian ASI yang tidak benar ditengarai sebagai penyebab tingginya angka kesakitan dan gizi kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lama pemberian ASI dengan status gizi balita di Kabupaten Donggala. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Total responden adalah 88 balita. Analisis data menggunakan metode chi square. Hasil menunjukkan bahwa lama pemberian ASI sebagian besar selama 6 bulan. Terdapat balita memiliki status gizi pendek berdasarkan PB/U sebanyak 31 balita. Dan secara statistik tidak ada hubungan antara lama pemberian ASI dan status gizi balita dengan p value 0.170

    Perilaku Imunisasi Oleh Ibu Bayi di Kota Singkawang Tahun 2020

    No full text
    Cakupan imunisasi dasar lengkap Kota Singkawang merupakan yang paling rendah di Provinsi Kalimantan Barat, sehingga dipandang perlu untuk melakukan penelitian untuk mengetahui gambaran tentang faktor penghambat dan keberhasilan pelaksanaan imunisasi dasar lengkap di Kota Singkawang. Merupakan studi potong lintang (cross sectional) dengan desain concurrent triangulation mix method. Dilakukan pada tahun 2020, dengan 100 responden ibu balita dan informan stakeholder terkait di kabupaten, puskesmas, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan secara statistik tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan, pengetahuan, dan keterpaparan penyuluhan  dengan perilaku ibu mengimunisasikan anaknya di Kota Singkawang. Terdapat hubungan yang bermakna antara lingkungan sosial responden dengan perilaku Ibu mengimunisasikan anaknya (p value= 0,684). Lingkungan sosial yang kurang mendukung mempunyai peluang 2,3 kali untuk kurang mendukung perilaku ibu dalam pemberian imunisasi pada anaknya. Disarankan untuk meningkatkan peran tokoh agama dan masyarakat, dokter, bidan praktek mandiri, klinik dalam pelaksanaan imunisasi, optimalisasi media informasi,  penyusunan Peraturan Walikota tentang peningkatan akses dan pelayanan imunisasi dimasa pandemi dan penguatan kolaborasi Lembag

    Perbandingan Hasil Pemeriksaan Leukosit Pada Sedimen Urin Yang Disentrifugasi Lima Menit Dengan Variasi Waktu Tiga Menit, Tujuh Menit Dan Sepuluh Menit

    Get PDF
    AbstractVariations in centrifugation time have an affect on the results of urine sediment examination. Urine sediment checks are listed in regular or routine inspections. Sediment examination is very good using morning urine because it is more concentrated and the material has not been damaged or lysis. The purpose of this study was to determine the comparison of the results of the examination of urinary leukocyte sediments that were centrifuged five minute with time variations of three minutes, seven minutes and ten minutes. The research was conducted at the Clinical Pathology Laboratory of the Faculty of Health Sciences and Technology, Binawan University. The material used morning urine. The study sample was given a 2x 60 ml urine container consisting of 2 adolescents and 4 elderly people who were willing to be respondents for urine sediment examination. The result of leukocyte analysis data are known that the average number of leukocyte cells at a time of 5 minutes is 13.14 leukocyte cells / LPB, a centrifugation time of 3 minutes is known to average 9.06 leukocyte /LPB, a centrifugation time of 7 minutes the average leukocyte cell is increasing to 17.33 leukocyte cells / LPB. The results of the urinary sediment leukocytes of the Paired T-Test can be concluded that there are significant differences in the examination of urinary leukocyte sediments with variations in centrifugation time of 3 minutes, 7 minutes and 10 minutes compared to the control time 0f 5 minutes. Keywords: Leukocytes Sediments; Time Centrifuges

    Pengaruh Tepung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca) Yang Ditambahkan Pada Makanan Anak Stunting Terhadap Penurunan Bakteri E.Coli

    Get PDF
    Stunting adalah gangguan pada pertumbuhan yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis atau disebabkan penyakit infeksi. Diketahui bahwa pada anak stunting pada saluran cernanya terjadi petumbuhan bakteri pathogen, prebiotic adalah zat dalam bahan makanan seperti serat yang tidak dapat dicerna dan secara selektif dapat merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tepung pisang kepok (musa paradisiaca) pada anak stunting terhadap penurunan bakteri e.coli di wilayah Jungkat Kabupaten Mempawah. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan Pretest and Posttest Control-Group Design, dengan 40 sampel yang diambil dengan cara purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di desa Jungkat, Kabupaten Mempawah. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-Test dan uji Wilcoxon Signed Ranks. Rata-rata terjadi penurunan jumlah bakteri e.coli sebelum diberikan tepung pisang yaitu sebesar 76.350,30 koloni dan sesudah diberikan tepung pisang yaitu 56.903,30 koloni. Pemberian tepung pisang kepada balita stunting yang diukur melalui feses menurunkan jumlah bakteri e.coli dalam usus balita

    GAMBARAN SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN DI PONDOK PESANTREN AL-FATAH SINGKAWANG

    Get PDF
    Penyelenggaran makan institusi khususnya di pondok pesantren merupakan komponen penting dalam menentukan status gizi para santri. Pendidikan pondok pesantren memiliki kurikulum yang mewajibkan santri bertempat tinggal tetap di pondok pesantren selama kegiatan pembelajaran. Artinya, para santri tinggal dan makan di pondok pesantren, dalam situasi ini pondok pesantren harus memberikan pelayanan makanan terbaik kepada santrinya, memastikan bahwa kebutuhan gizinya terpenuhi sehingga proses belajar mengajarnya berjalan dengan lancar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran sistem penyelenggaraan makanan di Pondok Pesantren Al-Fatah Singkawang.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian yaitu deskriptif yang menggunakan tehnik wawancara dengan pihak yang bersangkutan dalam penyelenggaran makanan serta observasi (pengamatan) untuk melihat gambaran sistem penyelenggaran makanan di Pondok Pesantren Al-Fatah Singkawang.Penelitian ini menunjukkan bahwa unit penyelenggaraan makanan di Pondok Pesantren Al-Fatah Singkawang tidak memberlakukan peraturan pemberian makanan, tidak menetapkan standar makanan dan standar porsi. Siklus menu dilakukan namun masih belum memenuhi syarat yakni tidak bervariasi, perencanaan kebutuhan telah ditetapkan sesuai anggaran namun tidak menghitung perencanaan biaya makanan. Pengadaan bahan makanan dan pemesanan serta pembelian dilakukan namun pada penerimaan bahan makanan tidak diperiksa sesuai spesifikasi bahan makanan yakni tidak tersedianya spesifikasi bahan makanan, penyimpanan bahan makanan masih belum memenuhi syarat yakni tidak adanya pengecekan suhu pada bahan makanan, persiapan dan pengolahan bahan makanan belum memenuhi syarat yakni tidak adanya pedoman menu dan distribusi makanan menerapkan sistem kombinasi.Disimpulkan penyelenggaraan makanan di Pondok Pesantren Al- Fatah Singkawang masih belum memenuhi standar umum penyelenggaraan makanan institusi

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇