Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    Pengaruh Edukasi Gizi Dengan Media Buku Diary Terhadap Pengetahuan Dan Pola Konsumsi Sarapan Siswa Di SMP Kristen Maranatha Siantan

    No full text
    Sarapan mempunyai peranan penting bagi remaja, yaitu untuk pemenuhan gizi di pagi hari. Tanpa sarapan yang cukup, otak akan sulit berkonstentrasi di sekolah. Remaja sering melewatkan waktu makan (terutama sarapan) dengan alasan sibuk. Hasil studi yang dilakukan pada remaja usia 13-16 tahun di Amerika Serikat dan Eropa pada tahun 1970 hingga 2004 di pedesaan dan perkotaan menunjukkan sebanyak 10-30% mempunyai kebiasaan tidak sarapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dengan media buku diary terhadap pengetahuan sarapan, jumlah asupan sarapan dan jenis makanan sarapan di SMP Kristen Maranatha Siantan. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan pendekatan One Group Pre-Posttest Design.  Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji wilcoxon. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 69 sampel dan waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal April-Mei 2018. Hasil penelitian terhadap pengetahuan sarapan menunjukkan ada perbedaan  nilai pengetahuan sarapan pada siswa-siswi SMP Kristen Maranatha sebelum dan sesudah edukasi gizi dengan media buku diary. Penelitian terhadap jenis sarapan menunjukkan tidak ada perbedaan jenis sarapan pada siswa-siswi SMP Kristen Maranatha sebelum dan sesudah edukasi gizi dengan media buku diary. Penelitian terhadap asupan energi sarapan menunjukkan tidak ada perbedaan asupan energi pada siswa-siswi SMP Kristen Maranatha sebelum dan sesudah edukasi gizi dengan media buku diar

    Peningkatan Mutu Laboratorium dalam Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Laboratorium

    Get PDF
     The laboratory is one of the academic facilities contained in an educational institution. The benefits of the laboratory being used in scientific activities and searching for valid data related to the type of practicum-based learning. In educational institutions there are several types of laboratories such as laboratories (IPA, Engineering, Computers), in the current era laboratories can develop rapidly towards science and technology. In the management of the laboratory premises there are provisions and recommendations that are applied. One of the applications in the laboratory is to provide safety & health directions. Health in the health laboratory related to each individual is related to the practicum, because health problems caused by chemicals result in disruption of productivity levels. Laboratory work safety is the use of personal protective equipment available in the laboratory to protect individuals from the dangers of practices carried out in the laboratory

    PERBEDAAN JUMLAH SISA MAKANAN HIDANGAN LAUK NABATI TERHADAP MODIFIKASI RESEP PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT DAERAH BALUNG JEMBER

    Get PDF
    Sisa makanan yang tinggi dapat memengaruhi penyembuhan pasien khususnya pada pasien post sectio caesarea. Pasien post sectio caesarea membutuhkan zat gizi yang adekuat untuk penyembuhan luka operasi dan pemulihan kondisi serta mencegah terjadinya infeksi pada masa nifas. Oleh karena itu, diperlukan adanya modifikasi resep untuk mengurangi sisa makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah sisa makanan hidangan lauk nabati terhadap modifikasi resep pada pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Daerah Balung Jember. Rancangan penelitian ini adalah true experimental dengan post-test only control group design dan single-blind method. Subjek pada penelitian ini adalah pasien post sectio caesarea berjumlah 34 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang mendapat hidangan tanpa modifikasi resep berupa orem-orem tahu dan kelompok perlakuan yang mendapat hidangan dengan modifikasi resep berupa pepes tahu cetak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah sisa makanan pada pasien post sectio caesarea antara yang mendapat hidangan lauk nabati tanpa dan dengan modifikasi resep di Rumah Sakit Daerah Balung Jember (p value=0,014) dengan rerata jumlah sisa makanan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan sebesar 21,03 g dan 9,01 g. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pasien lebih dapat menerima hidangan pepes tahu cetak dibandingkan dengan orem-orem tahu

    GAMBARAN NILAI KEPERAWANAN DAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Perilaku seksual merupakan bagian dari perilaku yang normal, namun dapat menjadi hal negatif apabila perilaku seksual tersebut dilakukan terlalu dini atau tanpa memperhatikan risikonya. Sebagian besar remaja di Asia hidup dalam keterikatan norma yang kental dan pandangan mengenai perilaku seksual yang masih terus tabu. Konstruksi sosial berupa menjaga keperawanan perempuan hingga mereka menikah masih memiliki nilai tinggi di beberapa negara Asia. Meskipun negara Asia memiliki konstruksi sosial terhadap nilai keperawanan yang harus dijaga, namun induced abortions di Asia masih cukup tinggi. Metode : Penelitian ini merupakan systematic literature review. Pertanyaan penelitian disusun dengan ketentuan PICO. Sebanyak 1.468 literatur dalam 10 tahun terakhir didapat dari database Scopus, ProQuest, Springer, PubMed, dan Google Schoolar. Penyaringan literatur dilakukan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Hasil : 5 literatur yang telah direview memiliki total partisipan sebanyak 16.798 dengan persebaran 8.093 laki-laki dan 8.701 partisipan perempuan. Sebaran wilayah lokasi penelitian berada di Asia Tenggara dan Asia Barat. 5 literatur menunjukkan bahwa Sebagian besar partisipan memiliki sikap positif terhadap nilai keperawanan. Kesimpulan : Terdapat 14.082 remaja yang memiliki sikap positif terhadap nilai keperawanan. Gambaran perilaku seksual remaja dari 5 literatur meliputi perilaku seksual tidak berisiko dan berisiko. Remaja yang memiliki sikap negatif terhadap keperawanan 3,6 kali lebih tinggi untuk memiliki perilaku seksual berisik

    Pengaruh Lama Perendaman Arang Aktif Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Kadar Cod (Chemical Oxygen Demand) Pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit

    Get PDF
    Limbah cair dari industri kelapa sawit mengandung Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi, sehingga apabila dibuang ke lingkungan akan memberikan dampak negatif, yaitu berkurangnya kadar oksigen terlarut dalam air. Pengolahan limbah cair kelapa sawit saat ini hanya menggunakan sistem kolam terbuka, akan tetapi sistem kolam terbuka memiliki kekurangan karena memerlukan lahan yang sangat luas untuk pembuatan kolam limbah dan memerlukan waktu yang lama untuk proses pengolahannya, sehingga diperlukan suatu metode yang efektif untuk pengolahan limbah tersebut, salah satunya adalah metode adsorpsi menggunakan arang aktif cangkang kelapa sawit.  Desain penelitian ini berbentuk Pre- experimental design dengan metode close refluks secara spektrofotometri. Hasil penelitian diperoleh pada 100 ml limbah cair pabrik kelapa sawit yang dikontakkan dengan arang aktif cangkang kelapa sawit dengan dosis adsorben 2 gram selama 40, 80, 120, 160 dan 200 menit didapatkan nilai persentase penurunan kadar COD sebesar 40,30%, 49,08%, 46,57%, 13,78% dan 5,84%. Berdasarkan hasil uji Regresi Lininer Sederhana diperoleh nilai signifikan p = 0,002 (p < 0,05) sehingga Ha diterima yang artinya ada pengaruh lama perendaman arang aktif cangkang kelapa sawit terhadap kadar COD (Chemical Oxygen Demand) pada limbah cair pabrik kelapa sawit

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH PUSKESMAS SUNGAI MELAYU KABUPATEN KETAPANG

    Get PDF
    Latar Belakang : Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Kader posyandu merupakan penggerak utama seluruh kegiatan yang dilakukan di posyandu. Kader diharapkan berperan aktif dalam kegiatan promotif dan preventif serta mampu menjadi pendorong, motivator dan penyuluh masyarakat terutama tentang stunting, dalam hal ini pengetahuan, lama bekerja, pelatihan/penyegaran dan keterampilan merupakan beberapa faktor yang sangat penting bagi seorang kader dalam upaya pencegahan stunting. Tujuan : Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peran kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting di wilayah puskesmas Sungai Melayu Kabupaten Ketapang. Metode : survey analitik observasional dengan desain penelitian menggunakan cross-sectional. Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p= 0.013), pelatihan kader (p= 0.004), lama bekerja (p= 0.000) dan keterampilan (p= 0.031) terhadap upaya pencegahan stunting di wilayah Puskesmas Sungai Melayu Kabupaten Ketapang. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara faktor pengetahuan, lama bekerja, keterampilan dan pelatihan terhadap peran kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting di wilayah Puskesmas Sungai Melayu Kabupaten Ketapan

    PENGARUH ASI EKSKLUSIF DAN MORBIDITAS BAYI TERHADAP STATUS GIZI BAYI DI DUSUN PAJALAU, KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN

    Get PDF
    Latar belakang: Rendahnya status gizi jelas berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Di negara berkembang anak-anak umur 0-5 tahun merupakan golongan yang paling rawan terhadap gizi. Anak-anak biasanya menderita bermacam-macam infeksi serta berada dalam status gizi rendah. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh ASI eksklusif dan morbiditas dengan status gizi bayi di Dusun Pajalau Desa, Sulawesi Selatan Tahun 2020. Metode: Jenis penelitian ini adalah Survey analytic dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dan sampel adalah semua bayi usia 7 -12 bulan yang datang ke Posyandu pada bulan Maret s/d Agustus tahun 2020 dengan teknik accidental sampling yang kemudian dianalisa dengan menggunakan chi-square. Hasil: tidak ada pengaruh yang signifikan antara ASI eksklusif (Ï = 0.102 dengan OR: 4.5) dan ada pengaruh yang signifikan antara morbiditas bayi (Ï = 0,00 dengan OR: 20.0) terhadap status gizi bayi. Sehingga perlu pemahaman pada ibu yang memiliki bayi agar tetap menjaga pola hidup sehat, menjaga sanitasi lingkungan agar terhindar dari penyakit infeksi serta tidak lupa untuk tetap memberikan ASI eksklusif pada bayi untuk menjamin asupan zat giziny

    HUBUNGAN SIKAP IBU BALITA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KOTA WONOGIRI

    Get PDF
    Stunting merupakan kondisi balita yang memiliki panjang atau tinggi badan kurang jika dibandingkan dengan umur. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting yaitu sikap ibu balita terkait pemberian makanan pada balita. Sikap ibu dapat mempengaruhi perilaku dalam pemenuhan gizi yang akan menentukan status gizi balita. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan sikap ibu balita dalam pemenuhan gizi terhadap kejadian stunting pada balita. Penelitian ini termasuk penelitian cross sectional. Responden pada penelitian ini yaitu ibu yang memiliki balita dengan umur 24–60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Purwantoro I Kota Wonogiri. Data sikap ibu balita diambil menggunakan kuesioner sikap dengan kategori positif atau negatif. Kejadian stunting pada balita dinilai menggunakan indeks TB/U dengan kategori normal atau stunting. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 83,1% ibu balita memiliki sikap yang positif. Sikap ibu balita yang negatif memiliki balita dengan kondisi status gizi normal dan stunting masing-masing sama yaitu 50%. Tidak ada hubungan sikap ibu balita terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Purwantoro I Kota Wonogiri

    PENGARUH PENDAMPINGAN GIZI DENGAN MEDIA VIDEO PMBA TERHADAP PENGETAHUAN, PENERAPAN PMBA DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO BALITA

    Get PDF
    Masalah gizi menjadi salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Timbulnya masalah gizi, secara langsung disebabkan oleh faktor asupan zat gizi dan penyakit infeksi. Penyebab tak langsung adalah akibat dari faktor lainnya yaitu ketersediaan pangan dalam keluarga, asuhan ibu terhadap anak dan pelayanan Kesehatan. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan gizi dengan media video PMBA terhadap pengetahuan, penerapan PMBA dan asupan zat gizi makro balita. Metode penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Sampel pada penelitian ini adalan 32 responden. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan lembar recall dan dianalisa dengan menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Ada perbedaan pada pengetahuan gizi sebelum dan sesudah pendampingan gizi dengan media video (p=0,000), ada perbedaan pada penerapan PMBA pada responden sebelum dan sesudah pendampingan gizi dengan media video (p=0,020), pada hasil zat gizi makro ada perbedaan antara sebelum dan sesudah pada kelompok umur 6-11 bulan (energi p=0.000), protein p=0.002, lemak p=0.003, dan pada kelompok umur 12-24 bulan (energy p=0.001, protein p=0.021, karbohidrat p=0.011). Tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah pendampingan gizi dengan menggunakan media video pada kelompok umur 6-12 bulan (karbohidrat p=0.074) dan 12-24 bulan (lemak p=0.083). Pendampingan gizi menggunakan media video mampu mampu meningkatkan pengetahuan, penerapan PMBA dan zat gizi makro

    Daya Hambat Air Perasan Daun Pucuk Merah (Syzygium oleana) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus

    Get PDF
    Indonesia is a country that has a fairly high biodiversity, one of which is red shoots (Syzygium oleana). Red shoots are reported to have strong potential to inhibit the growth of bacteria including Staphylococcus aureus because they contain tannins, saponins, flavonoids, and essential oils. To increase effectiveness in exploiting the potential of red shoot leaf extract, it is made in a practical and easy to use dosage form. One of the effective dosage forms for topical therapy is juice. The parameter of this research is the inhibition of red shoot leaf juice (Syzygium oleana) against the growth of Staphylococcus aureus bacteria. This research is a quasi-experimental research (Quasy Experiment). The sample in this study was red shoots leaf juice with 6 repetitions, the number of samples was 24, diluted from the red shoots leaf extract to 5%, the average inhibition zone was 7,33,33 mm, 10% inhibition zone 8 ,17,33 mm, 15% inhibition zone 9 mm and 20% inhibition zone 11.4 mm, amoxicillin positive control and negative control using aquadest. Based on the statistical results of the Anova test, the value of Sig. 0.000 (p= 0.001 < 0.005) which means that there is an effect of red shoot leaf juice (Syzygium oleana) in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus by diffusion method

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇