Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS ALMA ATA YOGYAKARTA
Status gizi dapat memberikan gambaran status kesehatan seseorang sebagai dampak dari asupan makan yang dapat dilihat melalui massa tubuhnya. Status kesehatan yang berhubungan dengan gizi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti aktivitas fisik, perilaku hidup yang instan, dan asupan makan yang tidak seimbang. Aktifitas fisik merupakan setiap gerakan yang dihasilkan oleh kontraksi otot rangka yang meningkatkan pengeluaran energi yang dapat mempengaruhi keadaan atau status gizi seseorang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara aktifitas fisik dengan status gizi Mahasiswa Keperawatan Universitas Alma Ata Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Jumlah responden 124 mahasiswa. Cara penentuan sampel dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner IPAQ. Analisis data menggunakan Chi-Square. Dari 124 mahasiswa keperawatan yang dijadikan responden penelitian: (1) secara merata mahasiswa melakukan aktifitas fisik dengan kategori kuat (23,4%), sedang (44,4%), dan rendah (32,3%); (2) Sebagian besar (49,2%) menunjukkan status gizi dengan kategori normal, dan selebihnya menunjukkan status gizi dengan kategori kurus (21%), obesitas (16,1%), dan overweight (13,7%). Aktifitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi mahasiswa (p=0.001). Ada hubungan aktifitas fisik dengan status gizi mahasiswa Mahasiswa Keperawatan Universitas Alma Ata Yogyakarta. Mahasiswa senantiasa melakukan aktifitas fisik yang seimbang antara asupan gizi dengan kondisi berat badan dan tinggi badannya (IMT), sehingga kadar kalori yang ada dalam tubuh dapat disalurkan melalui aktifitas fisik. Peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi mahasiswa tersebut
Daya Hambat Perasan Bawang Dayak (Eleutherine Palmifolia (L.) Merr) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Stapylococcus aureus Metode Difusi
Traditional medicine is an ingredient that can be derived from plants, animals, minerals, preparations of extract (galenic) or a mixture of these materials which have been used for generations for treatment. The use of medicinal plants as traditional medicine has many advantages. It is easy to obtain because the raw materials can be grown and mixed by yourself, so it is cheaper. People also consider traditional medicine to be safer than chemical drugs because the side effects are relatively smaller.One of the plants that have been used as traditional medicine is the Dayak onion. Dayak onion (Eleutherine americana L. Merr) is empirically used by local people in Kalimantan as a traditional medicinal plant. Dayak onions can be used as raw materials for medicine because they contain active compounds in the form of alkaloids, glycosides, flavonoids, phenolics, triterpenoids or steroids and anthraquinones which have been known as medicinal raw materials. Until now, the Dayak onion plant is used for the treatment of colon cancer, breast cancer, diabetes mellitus, hypertension, lowering cholesterol, stroke, stomach pain medication after childbirth and ulcer medicine.This study aims to determine the inhibition of Dayak onion (Eleutherine americana L. Merr) on the growth of Stapylococcus aureus bacteria by diffusion method. The research design was a quasi-experimental. The population of Dayak onion bulbs. As a sample of Dayak onion bulbs made in concentrations of 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, and 100%. With the formula of Randomized Block Design (RAK), 30 samples were obtained. Antimicrobial testing using the diffusion method.The results obtained were resistant at a concentration of 10% - 60% (inhibition zone 12). After being analyzed statistically using the Kruskal-Wallis test, a significant asymp value was obtained. sig = 0.001 < 0.050. It was concluded that there was an effect of the juice of the Dayak onion (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) in inhibiting the growth of Stapylococcus aureus bacteria
Uji Penerimaan Snack Bar Strawberry sebagai Camilan Sehat Tinggi Protein dan Antioksidan
Snack Bar merupakan camilan berbentuk batangan yang berasal dari sereal dan kacang-kacangan. Produk Snack Bar telah banyak dikembangkan dengan menambahkan berbagai bahan salahsatunya buah-buahan. Penambahan buah strawberry pada Snack Bar bertujuan untuk meningkatkan kandungan gizi Snack Bar sehingga dapat dikonsumsi sebgai camilan sehat. Jenis penelitian eksperimen berupa pembuatan produk Snack Bar Strawberry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandunga gizi Snack Bar Strawberry dan tingkat penerimaan/kesukaan panelis berdasarkan warna, aroma, tesktur dan rasa. Pengambilan data penerimaan produk dengan observasi menggunakan instrument pada 30 panelis. Data dianalisis secara deskriptif dengan persentase Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerimaan/kesukaan terhadap Snack Bar Strawberry yaitu; 80% suka terhadap warna, 73,33 % suka terhadap aroma, 56,66% suka terhadap tekstur dan 83,33% suka terhadap rasa. Kandungan gizi Snack Bar Strawberry yaitu Karbohidrat (195g), protein (43,3g), vitamin C (70mg) dan vitamin E (15mg). Snack Bar Strawberry dapat digunakan sebagai camilan sehat tinggi protein dan antioksidan. Hasil produk Snack Bar Strawberry yang dibuat menggunakan madu memiliki tekstur yang kurang kokoh sehingga perlu penggunaan gula caramel untuk memperkuat tekstur
Inovasi Boneka Denyut Jantung Janin (DJJ) Sederhana Sebagai Media Pembelajaran Pemeriksaan DJJ
Simulasi teknologi sangat diperlukan oleh pendidikan kesehatan. Dosen diharapkan mampu memilih dan mengembangkan media pembelajaran yang tepat. Tidak adanya mdia pembelajaran yang tepat dan ketidakmampuan dosen dalam mengembangkan media pembelajaran yang tepat untuk pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ) dapat menyebabkan skill mahasiswa menjadi kurang dalam pemeriksaan DJJ. Padahal kemempuan dalam pemantauan DJJ sangat penting dikuasai oleh seorang bidan agar dapat mendeteksi secara dini kemungkinan terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir. Seperti yang diketahui bahwa asfiksia merupakan penyebab Angka Kematian Bayi tertinggi di Indonesia. Desain penelitian ini menggunakan research and development  yang menghasilkan produk yaitu boneka DJJ sederhana dan melakukan penilaian pada hasil tersebut. Proses pengembangan dalam penelitian ini adalah dengan menciptakan master irama denyut jantung janin dengan cara melakukan perekaman suara DJJ, audio mixing, konfersi file, dan selanjutnya dilakukan perakitan boneka DJJ, validitas media, dan uji coba. Hasil validitas ahli rata-rata skor 4,32 (86,5%) sehingga dinyatakan valid dan dapat dilanjutkan uji coba pada responden. Hasil uji coba pada 46 responden menyatakan bahwa media pembelajaran ini sangat menarik dengan skor rata-rata  4.5 (90%) dari total skor 5. Sehingga produk ini dinyatakan sangat menarik dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran
HASIL PEMERIKSAAN BILIRUBIN TOTAL PADA SAMPEL SERUM DAN PLASMA EDTA (Ethylene Diamine Tetraacetic Acid)
Pemeriksaan bilirubin total merupakan salah satu pemeriksaan kimia klinik yang membutuhkan penanganan spesimen yang baik. Faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan adalah cahaya, suhu penyimpanan dan waktu penyimpanan. Oleh karena itu pemeriksaan harus segera dilakukan. Pemeriksaan bilirubin total yang menggunakan sampel plasma EDTA, dapat dengan segera dikerjakan, dibandingkan dengan menggunakan sampel serum, sampel dibekukan terlebih dahulu selama 30 menit dan selanjutnya dapat diperiksa sehingga sampel mudah terpapar cahaya yang dapat mempengaruhi kadar bilirubin total.Tujuan dari penelitian in adalah untuk mengetahui dan menganalisis hail pemeriksaan bilirubin total menggunakan sampel sarum dan plasma EDTA. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu Sample Random Sampling. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa/I Prodi D IV tingkat 3 Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Pontianak sebanyak 42 responden. Pemeriksaan kadar bilirubin total diperiksa menggunakan metode Jendrassik-Grof. EDTA. Dari hasil tersebut data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji Paired Samples t-Test, didapatkan nilai Sig. (2- tailed), yaitu sebesar 0,061 (p > 0,05) pada tingkat kepercayaan 95% sehingga Ha ditolak dan Ho diterima yang berarti tidak terdapat perbedaan hasil pemeriksaan bilirubin total yang menggunakan sampel serum dan plasma EDTA
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR TERHADAP STUNTING DI PUSKESMAS SYAMTALIRA ARON KABUPATEN ACEH UTARA
Stunting merupakan masalah yang umum terjadi di Indonesia, termasuk juga di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Pravalensi stunting di Aceh yang berusia di bawah 2 Tahun (baduta) sebanyak 37,9%. prevalensi stunting bayi berusia dibawah lima tahun di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 30,8%, yang mana berada di atas standar WHO 20%. Pada penelitian ini dicari hubungan antara berat badan lahir terhadap stunting. Berat badan lahir dikategorikan menjadi beresiko dan tidak, dengan batasan 2500 gram, dimana terdapat berat badan lahir beresiko sebesar 42%. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 38 orang balita,dari Puskesmas Syamtalira Aron dan dilakukan analisis data secara univariat dan bivariat. Dari penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara berat badan lahir dengan stunting, dimana 23,7% stunting terjadi pada berat badan lahir beresiko, dibanding dengan 7,9 % pada berat badan lahir tidak beresik
Efektivitas Guided Imagery, Slow Deep Breathing dan Aromaterapi Mawar Terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi
Kecemasan pasien menghadapi pre operasi merupakan rasa cemas yang dirasakan menjelang pelaksanaan operasi, dimana suatu reaksi normal terhadap situasi yang menimbulkan ketegangan. terdapat dua cara untuk mengurangi kecemasan yaitu dengan cara farmakologi dan non farmakologi. Contoh non farmakologis yang bisa dilakukan yaitu guided imagery, slow deep breathing dan aromaterapi mawar. Studi ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas guided imagery, slow deep breathing dan aromaterapi mawar. Dengan menggunakan kata kunci yang sudah disesuaikan pada databaseuntuk mencari literature review. Dilakukan seleksi terhadap 15 jurnal menggunakan JBI Critical Appraisal tools. Jurnal diambil dari tiga database yaitu Portal Garuda, PubMed dan Google Schoolar. Penyeleksian diambil dengan memperhatikan PICOTS framework, kemudian jurnal dianalisis satu persatu. Terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan guided imagery, slow deep breathing dan aromaterapi mawar.  Hasil analisis jurnal penelitian menunjukkan bahwa guided imagery, slow deep breathing dan aromaterapi mawar efektif menurunkan kecemasan dengan nilai p-value < 0,05. Tingkat kecemasan sebelum dilakukan intervensi adalah sebagian besar cemas ringan sampai cemas berat dan tingkat kecemasan sesudah dilakukan terapi adalah sebagian besar tidak cemas sampai cemas sedang. Ketiga terapi tersebut efektif dalam menurunkan kecemasan terhadap pasien pre operasi.Â
HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DAN POLA MAKAN TERHADAP STATUS GIZI PADA REMAJA
Remaja adalah orang muda yang berusia antara 10-19 tahun. Masa remaja merupakan masa peralihan yang mulai berpikir kritis, namun masih dipengaruhi oleh kondisi emosi yang masih labil. Remaja mulai mencari perhatian dalam lingkungannya sebagai upaya mendapatkan status dan peranan. Masalah gizi pada remaja muncul dikarenakan perilaku gizi yang salah, yaitu ketidakseimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Salah satu faktor determinan status gizi adalah faktor kebiasaan makan pada diri seseorang dan lingkungan sekitarnya.Tujuan penelitian ini untuk mengkaji beberapa hasil penelitian dan jurnal-jurnal dengan tema hubungan aktivitas fisik dan pola makan terhadap status gizi pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode literature review yang menekan pada ulasan rangkuman dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka. Penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan aktivitas fisik dan pola makan terhadap status gizi pada remaja. Remaja diharapkan lebih memperhatikan lagi pola makan dan aktifitas fisik supaya tidak mempengaruhi status gizi
Aktifitas Perasan Daun Pucuk Merah (Syzygium oleana) Sebagai Bahan Alami Hand Sanitizer
Indonesia is a country that has a fairly high biodiversity, one of which is red shoots (Syzygium oleana). Red shoots are reported to have strong potential to inhibit bacterial growth, including tannins, saponins, flavonoids, and essential oils. To increase effectiveness in utilizing the potential of red shoots, it is made in a practical and easy-to-use dosage form. One of the effective dosage forms for topical therapy is hand sanitizer. The increasing prevalence of the corona virus has caused a shortage of hand sanitizers. Until now, there is no treatment that can cure Corona virus infection. Therefore, the World Health Organization (WHO) appeals to take preventive measures, one of which is washing hands properly. This study aimed to examine the antibacterial potential of red shoots (Syzygium oleana) against the growth of Staphylococcus aureus bacteria using the disc method. The juice is made in the form of a Hand Sanitizer Spay. The antibacterial activity was obtained by measuring the diameter of the inhibition zone after giving 4 variations of the concentration of the juice sample. Positive control used amoxicillin 30 g/disk and negative control used aquadest. The next stage of analysis of the quality of hand sanitizers includes organoleptic tests, pH measurements. The research design used is a quasi-experimental method. This research was started in May-December 2022. Samples in the form of red shoots were made in the form of Hand Sanitizer Spay with various concentrations of 5%, 10%, 15%, and 20% and the average inhibition zone value was 11.8 mm, 12.6 mm, 13.75 mm and 14.4 mm. Based on the results of research and computerized data processing with the Simple Linear Regression test, the value of p = 0.000 (p <0.05) means that there is an effect of the concentration of hand sanitizer squeezed from red shoots on the inhibition of Staphylococcus aureus bacteria
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING DENGAN POLA ASUH PEMBERIAN MAKAN PADA BALITA DI DESA SUI BEMBAN
Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara berpendapatan menengah lainnya. Balita yang mengalami stunting memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Tujuan: Mengetahui Pengetahuan Ibu tentang Stunting dan Pola Tindakan Asuh terhadap pemberian makan pada Balita. Metode: Penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ibu yang mempunyai anak balita. Teknik pengambilan sampel menggunakaan total sampling yaitu keseluruhan dari semua jumlah populasi yaitu 35 orang yang mempunyai balita. Analisis data dengan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan (0,05) dan confidence interval (CI=95%). Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Chi-square didapatkan p = 0,431 (p >0,05) tidak ada hubungan antara pengetahuan responden tentang stunting terhadap pola asuh pemberian makan pada balita. Kesimpulan: Pengetahuan tentang stunting pada balita Sebagian besar dikategorikan kurang dengan jumlah 21 (60%) dibandingkan yang mempunyai pengetahuan baik yang berjumlah 14 (40%).Tindakan tentang pola asuh pemberian makan pada balita Sebagian besar mendukung dengan jumlah 27 responden (77,1%) dibandingkan dengan yang mempunyai Tindakan tidak mendukung yang berjumlah 8 (22,9%) Tidak adanya hubungan pengetahuan responden tentang stunting dengan Tindakan pola asuh pemberian makan balita dengan p Value 0,431 ( p > 0,05