Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    PENGETAHUAN IBU DAN PERAN PETUGAS MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) DENGAN PERILAKU IBU DALAM PENANGANAN DIARE PADA BALITA DI BANTUL

    Get PDF
    The death rate due to diarrhea in Indonesia reaches 7.4%. Based on a morbidity survey by the departement of health in 2009, mortality due to diarrhea in infants is 75/100,000 children. A mother's knowledge becomes important in handling diarrhea diseases because the fatal incidence of diarrhea is caused by negligence and late treatment. The government made efforts to approach / how to manage sick children by giving birth to MTBS. This effort combines improved case management in sick toddlers (curative) with aspects of nutrition, immunization and counseling (promotive and preventive). In order for MTBS to be implemented as expected, systematic and comprehensive steps are needed, as well as the integrity of the mother's role supported by her knowledge of diarrhea management as well as the role of MTBS officers so that the risk of death from diarrhea can be reduced. thus helping in efforts to equalize health services and open access for all levels of society to obtain integrated health services. This type of research is an analytic survey with cross sectional approach. With a population of 288 toddler mothers with a sample of 175, using a purposive sampling technique. Research instruments using questionnaires and data analysis using the chi square test. Based on the tests conducted showed a significant relationship between maternal knowledge and the role of MTBS officers with maternal behavior in handling diarrhea, with the Pearson Chi-Square test results of 41,917 and 54,315 and X2 table values with df = 4 a = 0.1 which is equal to 7,779 which indicates that X2 count> X2 table. which means that p <0.1. Thus it can be concluded that the higher the mother's knowledge and the better the role of the MTBS officer, the better the mother's behavior in handling diarrhea

    HUBUNGAN PENGETAHUAN INFORMASI NILAI GIZI DENGAN PERILAKU MEMBACA LABEL INFORMASI NILAI GIZI PADA MAHASISWA

    No full text
    The nutritional problem in adolescents is the lack of awareness of reading labels on nutritional value information on packaged food and drinks. The aim of the study was to analyze the relationship between knowledge about nutritional value information and reading behavior on nutritional value information labels for students of the Nutrition Science Study Program, Muhammadiyah University of Surakarta. This study used a simple random sampling method, cross sectional analysis, research using Google from. In this study, students of the Nutrition Science Study Program, University of Muhammadiyah Surakarta, were the subjects. The research data was obtained through questionnaires distributed through the Google form. The results of the research were female (95.5%) and male (4.5%) respondents, early adulthood (46.8%) and middle adulthood (53.2%), class of 2018 (52.3%) and class 2021 (47.7%), knowledge is not good (32.4%), good (67.6%) and behavior is not good (36.0%), good (64.0%), there is a relationship between knowledge and behavior between knowledge and behavior in reading nutritional value information labels, the p-value was 0.01 (P<0.05), the knowledge variable was more than half of the respondents (67.6%) had a good level of knowledge

    Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di RSUD dr ABDUL AZIZ

    Get PDF
    Hypertension is when a person experiences increased blood pressure on tissue and organ perfusion. One complication that can be caused by hypertension is kidney failure. Urea and creatinine are waste products of the body's metabolism. Ureum and creatinine levels will increase, indicating impaired kidney function. Damage that occurs to the kidneys must be treated one way with hemodialysis. The function of hemodialysis therapy is to reduce urea and creatinine levels in patients with chronic kidney failure.The study's general objective was to analyze urea and creatinine levels in hypertensive patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis therapy at dr. Abdul Aziz Singkawang General Hospital. The research design is analytically observational with a cross-sectional research design. Secondary data in this study were obtained from medical records and laboratory results of hypertensive patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis therapy without complications of DM, namely 37 respondents who performed urea and creatinine examinations before and after hemodialysis at dr. Abdul Aziz Singkawang by using a purposive sampling technique.The results of the study found 64 hypertensive patients undergoing hemodialysis and obtained a sample of 37 patients who met the criteria, namely hypertensive patients undergoing hemodialysis without complications of DM got an average urea level before hemodialysis 187.1919 mg/dl and after hemodialysis 136.0162 mg/dl. The intermediate creatinine level before hemodialysis was 14.0870 mg/dl and 11.0224 mg/dl after hemodialysis.The results of the Wilcoxon Signed Rank Test. They obtained p-value = 0.000 <α (0.05), which indicated differences in urea and creatinine levels before and after hemodialysis therapy in hypertensive patients with chronic kidney failure

    HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN LATIHAN MOBILISASI DINI PASIEN POST OPERASI APPENDIKTOMI DI RUANG BEDAH RSUD dr. ABDUL AZIZ SINGKAWANG TAHUN 2021

    Get PDF
    ABSTRAK Operasi usus buntu atau operasi pengangkatan usus buntu adalah operasi perut darurat yang sering dilakukan di berbagai negara di dunia. Latihan mobilisasi pada pasien pasca operasi dapat mempertahankan keadaan homeostasis dan komplikasi yang timbul akibat imobilisasi dapat dikurangi seminimal mungkin. Ketakutan akan mengendur atau robeknya luka pasca operasi menyebabkan informan menjadi malas untuk melakukan mobilisasi dini. Suatu latihan gerak memerlukan motivasi atau rangsangan dorongan serta daya pembangkitan yang dimiliki oleh seseorang agar orang tersebut menunjukkan perilakunya terhadap latihan gerak. Semakin kuat motivasi seseorang maka akan semakin cepat mencapai tujuan dan kepuasan. Mengetahui hubungan motivasi dengan latihan mobilisasi dini pada pasien post operasi apendektomi di Ruang Operasi RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang pada tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain korelasional prediktif. Metode pendekatan menggunakan studi penelitian cross sectional. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi chi square. Teknik pengambilan sampel berupa non probability sampling pada pasien post operasi usus buntu dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket tahapan motivasi dan observasi latihan mobilisasi. Operasi usus buntu atau operasi pengangkatan usus buntu adalah operasi perut darurat yang sering dilakukan di berbagai negara di dunia. Latihan mobilisasi pada pasien pasca operasi dapat mempertahankan keadaan homeostasis dan komplikasi yang timbul akibat imobilisasi dapat dikurangi seminimal mungkin. Ketakutan akan mengendur atau robeknya luka pasca operasi menyebabkan informan menjadi malas untuk melakukan mobilisasi dini. Suatu latihan gerak memerlukan motivasi atau rangsangan dorongan serta daya pembangkitan yang dimiliki oleh seseorang agar orang tersebut menunjukkan perilakunya terhadap latihan gerak. Semakin kuat motivasi seseorang maka akan semakin cepat mencapai tujuan dan kepuasan. Mengetahui hubungan motivasi dengan latihan mobilisasi dini pada pasien post operasi apendektomi di Ruang Operasi RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang pada tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain korelasional prediktif. Metode pendekatan menggunakan studi penelitian cross sectional. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi chi square. Teknik pengambilan sampel berupa non probability sampling pada pasien post operasi usus buntu dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket tahapan motivasi dan observasi latihan mobilisasi

    ANALISIS KADAR PROTEIN PADA PEKASAM IKAN GABUS (CHANNA STRIATA)

    Get PDF
    Salah satu jenis ikan yang memiliki kandungan nutrisi sangat baik untuk kesehatan  adalah  ikan gabus, terdiri dari kandungan protein 17,06% kadar air 75,01%,lemak 0,44% kadar abu 1,43%. Pekasam merupakan hasil atau produk fermentasi secara tradisional dan biasanya mempunyai nilai gizi yang lebih tinggi dari bahan asalnya. Mikroba pada produk fermentasi dapat memecah komponen kompleks pada bahan pangan menjadi bahan            bahan yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah dicerna serta dapat mensintesis beberapa vitamin dan mampu meningkatkan kadar protein pada produk hasil fermentasiTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu fermentasi terhadap kadar protein pada pekasam ikan gabus ( channa striata ) peneltian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan quasi experiment. Sampel pada penelitian ini berjumlah 24 sampel yang terdiri dari 4 perlakuan dengan pengulangan setiap perlakuan sebanyak 6 kali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kjeldahl

    ANALISIS KONTEN EDUKASI INFLUENCER INSTAGRAM TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU GIZI SEIMBANG FOLLOWERS-NYA

    Get PDF
    Instagram content is a source of information that can be presented by content creators or influencers who have the power to influence and lead their followers' opinions online via social media. Changes in knowledge, attitudes, and behavior in eating habits and physical activity frequency can all have an impact on a person's nutritional status and health. The population of this cross-sectional study is followers of @dietsantuy.id who meet the inclusion criteria. A purposive sampling technique was used to select 110 respondents for this study. The instruments used were questionnaires on balanced nutrition knowledge, attitudes, and behavior, eating habits, Food Frequency Questionnaire (FFQ), global physical activity questionnaire (GPAQ), and influencer content questionnaires via Google form. The results show that behavior has a significant relationship with @dietsantuy.id content, with a p value of 0.001 (p 0.005), whereas knowledge and attitude variables have no significant relationship with @dietsantuy.id content. The existence of a significant relationship between content and behavior demonstrates that Instagram content created by influencers can influence a person's behavior. The lack of a significant relationship between content and balanced nutrition attitudes suggests that other factors, such as age, gender, education level, income level, and other external factors, can influence a person's knowledge and attitude

    Analisis HACCP pada Proses Pembuata Snack Pasien Kue Marmer

    Get PDF
    Pembuatan kue marmer sebagai makanan selingan pasien kanker merupakan salah satu usaha untuk memenuhi kecukupan zat gizi dengan jenis diet ETPT dengan pengawasan mutu yang maksimal, sehingga kontaminasi dari bahan mentah hingga menjadi makanan dapat dikendalikan dan dapat memenuhi jaminan mutu berdasarkan HACCP. Kue marmer memiliki potensi bahaya biologi, fisik maupun kimia. Adapun analisis yang dilakukan meliputi observasi secara langsung dan wawancara kepada petugas pembuat kue marmer. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan  di RS X Jakarta, pada bulan November 2022 dengan objek penelitian adalah analisis penerapan HACCP pada proses pembuatan snack kue marmer di RS X Jakarta. Hasil analisis HACCP diperoleh titik kritis dari mulai penerimaan hingga produk terbuat dapat dikendalikan. Pada telur dilakukan pencucian dengan chlorin 50 ppm selama 2-3 menit, pada tepung terigu, bubuk coklat, dan gula halus pada proses penyimpanan, serta proses penyimpanan pada mentega untuk menghindari potensi bahaya mikroba lipolitik. Pada pembutan marmer cake berpotensi terjadinya kontaminasi pada proses pengemasan setelah proses pengolan. Penggunaan APD dengan baik serta proses penyajian mempengaruhi potensi bahaya pada marmer cake.  Kegiatan ini menghasilkan temuan bahwa terdapat dua jenis potensi bahaya yang ditinjau dari segibiologi, fisik, dan kimia terhadap aspek produksi pada pembuatan kue marmer

    KONSUMSI JANTUNG PISANG TERHADAP RERATA PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI

    Get PDF
    Latar belakang : ASI eksklusif sangat bermanfaat bagi bayi, dampak yang dapat terjadi apabila bayi tidak diberikan ASI eksklusif adalah meningkatnya angka kesakitan dan kematian bayi. Pemberian ASI eksklusif 6 bulan merupakan investasi terbaik bagi kesehatan dan kecerdasan anak. Jantung pisang merupakan bagian dari tanaman pisang yang dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi ASI. Dipilih karena harganya murah dan sangat mudah didapatkan. Tujuan: Mengetahui konsumsi jantung pisang terhadap rerata peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Murung Pudak. Metode: Menggunakan eksperimen semu dengan rancangan berbentuk pretest-posttest with control group design menggunakan dua jenis perlakuan. Kelompok konsumsi jantung pisang sebanyak 200 gr 2 kali sehari. Hasil Penelitian: Rerata produksi ASI sebelum perlakuan rentang 401-500 cc dengan nilai rerata 496,6667, rerata produksi ASI sesudah perlakuan rentang 801-900 cc dengan nilai rerata 816,6667, rerata produksi ASI pada kelompok kontrol rentang 401-500 cc dengan nilai rerata 453,333 pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Murung Pudak. Kesimpulan : Konsumsi jantung pisang terbukti meeningkatkan produksi ASI pada kelompok perlakuan ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Murung Pudak

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP PERAWAT DALAM PERAWATAN PALIATIF PADA PASIEN KANKER DI RUMAH SAKIT UMUM dr SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia. Kanker   memiliki tantangan   tersendiri   bagi   penderitanya   karena   penyakit   ini   dapat mempengaruhi fisik, psikologis, sosial, ekonomi dan spiritual.  Word Health Organization (WHO) mendefinisikan perawatan paliatif merupakan sebagai pencegahan dan pengurangan penderita pasien dewasa anak-anak dan keluarga pasien menghadapi masalah yang terkait dengan penyakit kronis dan terminal. Mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Perawat alam Perawatan Paliatif Pada Pasien Kanker Di Rumah Sakit Umum Dr Soedarso Pontianak. Penelitian ini adalah observasi analitik dengan dengan desain cross sectional. Dari penelitian ini didapatkan responden yang mempunyai pengetahuan baik 42 responden sedangkan pada perawat yang mempunyai pengetahuan kurang baik 27 responden, responden yang mempunyai sikap yang baik sebanyak 30 responden sedangkan yang mempunyai sikap kurang baik sebanyak 39 responden. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap perawat dalam memberikan asuhan keperawatan palitif pada pasien kanker. Diharapakan bagi penelitian selanjutnya untuk menganalisis lebih jauh terkait hubungan pengetahuan dengan sikap perawat dalam memberikan perawatan paliatif

    PENGGUNAAN ABPK UNTUK PEMILIHAN KONTRASEPSI PADA IBU PASCASALIN DI PUSKESMAS TAPIN UTARA

    Get PDF
    Latar Belakang: Unmet need dapat menyebabkan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) yang berisiko terjadinya komplikasi dalam kehamilan, persalinan, dan nifas sedangkan apabila kehamilan diakhiri, maka berpeluang pula terhadap kematian ibu. Lembar balik alat bantu pengambilan keputusan ber KB (APBK) merupakan alat bantu konseling KB yang membantu dalam pengambilan keputusan metode KB yang tepat sesuai kebutuhan klien serta sebagai alat bantu dalam pemecahan masalah dalam penggunaan kontrasepsi. Penggunaan ABPK dapat meningkatkan efektivitas konseling karena dalam instrumen ini terdapat informasi yang rinci dan jelas mengenai kontrasepsi. Tujuan: Menganalisis Penggunaan ABPK untuk pemilihan alat kontrasepsi pada ibu pascasalin. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian mengunakan teknik total sampling berjumlah 21 ibu pascasalin pada bulan Januari 2023 di Wilayah Puskesmas Tapin Utara. Analisis bivariat menggunakan uji fisher exact. Hasil: Penggunaan ABPK di Puskesmas Tapin Utara dilakukan pada 16 orang (76,1%). Alat kontrasepsi pada ibu pascasalin di Puskesmas Tapin Utara bahwa dari 17 orang yang memilih kontrasepsi didapatkan 13 orang memilih kontrasepsi hormonal dan 4 orang yang memilih kontrasepsi non hormonal. Hasil statistik nilai p-value 0,001 yang bermakna ada hubungan tentang penggunaan ABPK untuk pemilihan alat kontrasepsi pascasalin di Puskesmas Tapin Utara. Simpulan: Ada hubungan penggunaan alat bantu pengambilan keputusan dengan pemilihan alat kontrasepsi ibu pascasalin.

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇