Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN JUS BAYAM MERAH TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL

    Get PDF
    Latar Belakang : Berdasarkan data Riskesdes tahun 2013, kasus anemia pada ibu hamil sebesar 37,1%. Pemerintah telah melaksanakan program pengendalian anemia pada ibu hamil dengan pemberian minimal 90 tablet Fe selama kehamilan, namun angka kejadian anemia masih tinggi. Selain mengkonsumsi tablet Fe, ibu hamil juga dapat mengkonsumsi bahan makanan lain seperti sayuran yang banyak kandungan Fe seperti bayam merah.  Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian jus bayam merah terhadap peningkatan hemoglobin pada ibu hamil. Metode : penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 responden. Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar pengamatan terhadap hasil pemeriksaan hemoglobin. Hasil : Rata-rata hemoglobin ibu hamil sebelum diberikan intervensi pemberian jus bayam merah adalah 10,36 gr/dl, selanjutnya diberikan intervensi pemberian jus bayam merah selama 2 minggu berturut-turut. Kemudian dilakukan pemeriksaan kembali hemoglobin ibu hamil dan di dapat hasil rata-rata 11,63 gr/dl. Hal menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan kadar hemoglobin pre-test ke post-test atau delta mean sebesar 1,2750 gr/dl dan p-value sebesar 0.001<0,05. Hal ini dinyatakan adanya pengaruh pemberian jus bayam merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia. Kesimpulan: Adanya pengaruh pemberian jus bayam merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemi

    Pengaruh Jus Jambu Biji Merah (Psidium guajava Linn) Terhadap Kadar Glukosa Darah

    Get PDF
    Diabetes melitus tipe 2 adalah jenis yang paling banyak terjadi dan selalu meningkat setiap tahunnya. Penatalaksanaan secara non farmakologi dapat memperbaiki kualitas hidup dan mengurangi risiko komplikasi salah satunya dengan jus jambu biji merah. Pada 100 gram jambu biji merah terkandung 87 mg vitamin C, 80,38 mg flavonoid, dan 5,2 gram serat. Kandungan antioksidan tersebut dapat menangkal radikal bebas, anti-diabetes dan anti-inflamasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar glukosa darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kartasura dengan rancangan penelitian one group pretest postest design terhadap 15 sampel. Jenis glukosa darah yang diuji adalah glukosa darah puasa 10 jam dengan metode GOP-PAP. Intervensi diberikan jus jambu biji merah sebanyak 300 mL/hari selama 12 hari. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Rata-rata nilai glukosa darah puasa pretest 178,67 mg/dL dan postest 168 mg/dL. Hasil uji statistik terdapat pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar glukosa darah puasa dengan nilai P= 0,030 (<0,05). Disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat mengendalikan faktor lain yang dapat meningkatkan  resiko diabates melitus.Type 2 diabetes mellitus is the most common type and always increases every year. Non-pharmacological management can improve quality of life and reduce the risk of complications, one of which is with red guava juice. In 100 grams of red guava contained 87 mg of vitamin C, 80.38 mg of flavonoids, and 5.2 grams of fiber. The content of these antioxidants can ward off free radicals, anti-diabetic and anti-inflammatory. The purpose of the study was to determine the effect of giving red guava juice on fasting blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. The study was conducted in the working area of the Kartasura Health Center with a research design of one group pretest postest design on 15 samples. The type of blood glucose tested was 10-hour fasting blood glucose by the GOP-PAP method. The intervention was given red guava juice as much as 300 mL/day for 12 days. Statistical analysis using the Wilcoxon test. The average fasting blood glucose value of pretest 178.67 mg/dL and postest 168 mg/dL. The results of statistical tests showed the effect of giving red guava juice on fasting blood glucose levels with a value of P = 0.030 (<0.05). It is recommended that researchers can further control other factors that can increase the risk of diabetes mellitus

    Edukasi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) melalui Media Sosial Dapat Meningkatkan Asupan Protein, Zat Besi, dan Vitamin C pada Remaja Putri

    Get PDF
    Anemia pada remaja dapat disebabkan pengetahuan remaja yang kurang tentang pangan sumber zat besi dan peran zat besi bagi remaja.Peningkatan pengetahuan melalui pendidikan gizi dapat memperbaiki perilaku remaja dalam mengkonsumsi pangan sesuai kebutuhannya. Fungsi media dalam pendidikan adalah sebagai alat peraga untuk menyampaikan informasi tentang kesehatan. Aplikasi WhatsApp merupakan aplikasi mobile terpopuler dengan pengguna terbanyak di Indonesia yaitu sekitar 35,8 juta pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh WhatsApp sebagai media Komunikasi, Informasi dan Edukasi Pedoman Gizi Seimbang terhadap peningkatan asupan protein, zat besi, dan vitamin C pada wanita usia subur di Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimental study dilakukan di SMA N 1 Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya sebagai kelompok intervensi dan SMA N 1 Sei Kakap Kabupaten Kubu Raya sebagai kelompok kontrol dengan jumlah sampel 25 sampel untuk setiap kelompok yang diambil secara simple random sampling. Paparan yang diberikan kepada kelompok intervensi adalah edukasi Pedoman Gizi Seimbang melalui aplikasi WhatsApp pada smartphone selama satu bulan. Hasil penelitian diketahui bahwa WhatsApp sebagai media Komunikasi, Informasi dan Edukasi Pedoman Gizi Seimbang efektif meningkatkan asupan protein, zat besi dan vitamin C pada wanita usia subur di Kabupaten Kubu Raya, namun tidak signifikan pada peningkatan asupan protein dan zat besi

    PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TERHADAP KETERAMPILAN KADER DALAM MENIMBANG BALITA

    Get PDF
    Balita merupakan salah satu aset bangsa yang tidak ternilai, sehingga harus mendapat perhatian khususnya pertumbuhan dan perkembangannya. Namun demikian, kondisi balita di Indonesia pada umumnya dan dibeberapa daerah, kasus gizi kurang maupun gizi buruk masih menunjukkan angka yang memprihatinkan. Penggunaan media pada penyuluhan kesehatan akan membantu memperjelas informasi yang disampaikan, karena dapat lebih menarik, lebih interaktif, dapat mengatasi batasan ruang, waktu, dan indra manusia. Maka perlu untuk memberi intervensi melalui edukasi dengan menggunakan media video untuk meningkatkan keterampilan kader dalam penimbangan balita. Metode. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Eksperimental, yaitu menggunakan kelompok perlakuan (eksperimen) dan adanya kelompok pembanding (kontrol). Variabel independent pada penelitian ini yaitu edukasi tentang Penimbangan Balita dengan media video dan variable dependent pada penelitian ini yaitu tingkat keterampilan kader. Dianalisis dengan Analisa statistic menggunakan uji Wilcoxon. Hasil. Berdasarkan output “Test Statistics†dikatakan bahwa nilai Asymp.Sig.(2-tailend) sebesar (0.033) dimana 0.033 < 0.05 . Maka dapat disimpulkan bahwa “Hipotesis diterimaâ€, dengan demikian dapat dikatakan bahwa ada perbedaan hasil antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Karena ada perbedaan yang signifikan maka dapat dikatakan bahwa “ada pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Keterampilan Kader Dalam Penimbangan Balita.Â

    UJI EFEKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum Linnaeus) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

    Get PDF
    Herbal plants are plants that have a function in health as medicine. There are lots of plants that can be used as herbal medicine, one of which is the basil plant. Basil leaves contain chemical compounds including saponins, flavoniods, tannins and essential oils. The main ingredient in basil is essential oil. The essential oil of basil has the potential as an antibacterial. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of basil leaf essential oil in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria based on the standard antibiotic inhibition zone according to CLSI. This study used a quasi-experimental research design (Quasy Experiment) with a purposive sampling technique. The population of this research is basil (Ocimum sanctum Linnaeus). The samples used were basil essential oil concentrations of 30%, 32%, 34%, 36%, 38%, 40%, 42%, 44% and 46%. Then tested the antibacterial activity using the diffusion method. Based on research the average inhibition zone at a concentration of 30% inhibition zone formed was 15 mm, 32% concentration was 18 mm, 34% concentration was 16.67 mm, 36% concentration was 15.67 mm, 38% concentration was 17.67 mm, 40% concentration was 22.33 mm, 42% concentration was 16.33 mm, 44% concentration was 18 mm, 46% concentration of 21.33 mm. The conclusion in this study is that there is effectiveness of basil leaf essential oil with the interpretation of Sensitive results in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria by the diffusion method based on the standard antibiotic inhibition zone according to CLSI

    RENDAM KAKI AIR JAHE HANGAT MENGURANGI INTENSITAS NYERI ANKLE PADA PENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGKAWANG TENGAH I

    Get PDF
    Rheumatoid Arthritis adalah terjadinya kerusakan dan proliferasi pada membran sinovial, yang menyebabkan kerusakan pada tulang sendi, ankilosis, dan deformitas sehingga menyebabkan nyeri. Tindakan non-farmakol- ogis untuk penderita Rheumatoid Arthritis diantaranya adalah hidroterapi dan kompres jahe.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rendam kaki air jahe hangat terhadap intensitas nyeri ankle pada pen- derita Rheumatoid Arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Tengah I tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain quasy experiment. Metode pendekatan mengguna- kan rancangan Pre and Post test Control Group Design. Analisis data menggunakan uji statistik Independent T-Test. Teknik pengambilan sampel berupa consecutive sampling pada pasien nyeri ankle Rheumatoid Arthritis dengan jumlah sampel sebanyak 14 responden terdiri dari 7 responden kelompok intervensi dan 7 responden kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa standar operasional prosedur rendam kaki air jahe hangat dan lembar observasi intensitas nyeri skala numerik. Hasil penelitian menunjukkan p value sebesar 0,00 den- gan nilai signifikansi sebesar 0,05. Jadi P<0,005 (Ha diterima). Ada pengaruh rendam kaki air jahe hangat terhadap intensitas nyeri ankle pada penderita Rheumatoid Arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Tengah I tahun 2018

    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PROSEDUR OPERASI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI LAPARATOMI RSUD dr. ABDUL AZIS SINGKAWANG TAHUN 2021

    Get PDF
    Laparatomi merupakan jenis operasi bedah mayor yang dilakukan di daerah abdomen, Pembedahan dilakukan dengan penyayatan pada lapisan-lapisan dinding abomen untuk mendapatkan bagian organ abdomen yang mengalami masalah seperti syok hemoragi, perforasi, kanker, dan obstruksi. Kecemasan pasien pre operatif dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor pengetahuan dalam mengaplikasikan pencegahan kecemasan pada pasien pre operatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang prosedur operasi dengan kecemasan pada pasien pre operasi laparatomi RSUD dr. Abdul Azis Singkawang tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan desain Cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan kuesioner pengetahuan yang berisi 15 item pertanyaan dan kuesioner kecemasan berisi 14 pertanyaan. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 34 responden dari pasien pre operasi laparatomi. Analisa data menggunakan chi square. Hasil dari penelitian dengan hubungan pengetahuan tentang prosedur operasi dengan kecemasan pasien pre operasi laparatomi menghasilkan P value sebesar 0,000 dengan nilai signifikansi sebesar 0,05. Jadi nilai P < 0,05 ( Ha diterima). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan pengetahuan tentang prosedur operasi dengan kecemasan pada pasien pre operasi laparatomi di bangsal bedah RSUD dr. Abdul Azis Singkawang tahun 2019. Bagi profesi keperawatan, bagi institusi rumah sakit, bagi peneliti selanjutnya dan bagi responden semoga peneliti yang dilakukan ini dapat bermanfaat dan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik untuk ke depannya

    JUS JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA) EFEKTIF TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA

    Get PDF
    Latar Belakang: Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah kesehatan nasional yang banyak dialami ibu hamil. Berdasarkan data Hasil Riskesdas tahun 2018, prevalensi anemia pada pada tahun 2013  bumil sebesar 37,1%. Angka kejadian anemia di Jawa Tengah pada tahun 2015 mencapai 56,2%. Program pemerintah dalam menanggulangi kejadian anemia defisiensi zat besi berupa pemberian tablet Fe selama 90 hari dengan dosis 60 mg, selain tablet Fe diperlukan juga faktor pendukung penyerapan zat besi dalam proses sintesis hemoglobin. Jambu biji merupakan bahan makanan yang mengandung zat gizi mikro yang diperlukan dalam sintesis hemoglobin seperti zat besi dan vitamin C. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia. Metode :   Literatur ini  ditelusuri mengunakan sarana media elektronik dengan mencari kata kunci. Artikel terseleksi sejumlah 5 yang masing-masing mewakili satu pengaruh jus jambu terhadap kenaikan hemobglobin terhadap ibu hamil. Hasil  adanya perbedaan ada kenaikan kadar hemoglobin pada responden dengan pemberian perlakuan Kesimpulan : Pemberian jus jambu efektif untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil

    PENGARUH EDUKASI DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KETUBAN PECAH DINI DI PMB MARSINI KARNI KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Latar Belakang: Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan masalah pada masa kehamilan yang mengakibatkan komplikasi bahkan kematian ibu dan bayi. Insidensi ketuban pecah dini terjadi 8- 10%, kehamilan preterm insidensinya 2% pada semua kehamilan. 30-40% persalinan prematur didahului oleh pecah ketuban dini. Data PMB Marsini Karni, kejadian KPD tahun 2021 terdapat 202 kasus. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan terhadap kejadian KPD menggunakan penyuluhan kesehatan dengan mengubah perilaku responden pada aspek kognitif. Tujuan: mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah edukasi dengan booklet tentang ketuban pecah dini. Metode: Desain kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest and posttest one group design. Pemberian edukasi dengan booklet tentang Ketuban Pecah Dini. Populasi adalah seluruh ibu hamil di PMB Marsini Karni dan sampel berjumlah 30 responden, diambil secara purposive sampling, instrumen dengan lembar quesioner dan analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Ada perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah edukasi kesehatan dengan booklet tentang KPD (nilai p 0,000) nilai sebelum min 20 dan sesudah edukasi dengan booklet KPD 73 dan nilai maximal sebelum 80 dan sesudah edukasi 100. Simpulan: Ada perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah edukasi kesehatan dengan booklet tentang KP

    FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM

    Get PDF
    Anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko terjadinya perdarahan antepartum, infeksi pascapersalinan, kebutuhan transfusi darah, perdarahan postpartum, preeklampsia, kelahiran preterm, pertumbuhan janin terhambat, intra-uterine fetal death (IUFD), gangguan perkembangan otak janin, dan berat bayi lahir rendah (BBLR). Kejadian Anemia pada Ibu hamil di Puskesmas Kampung Dalam dari tahun ke tahun meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menemukan faktor paling berpengaruh terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kampung Dalam Kecamatan Pontianak Timur. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan potong lintang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data diolah secara univariat, bivariat dengan chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik. Subjek penelitian berjumlah 71 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan prevalensi anemia 57,7%. Trimester kehamilan (p= 0,035) dan Ketidakpatuhan Ibu dalam menyikapi efek samping (p= 0,049) memiliki hubungan signifikan terhadap anemia pada kehamilan. Faktor yang berpengaruh secara dominan adalah ketidakpatuhan ibu dalam menyikapi efek samping, yaitu ibu hamil yang tidak patuh dalam menyikapi efek samping cenderung 0,3 kali lebih berisiko terkena anemi

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇