Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    Proteksi Biji Kopi Dalam Memperbaiki Morfologi Sperma Pada Tikus Yang Diinduksi Streptozotocin

    Get PDF
    Pemberian induksi Streptozotocin (Stz) dapat menurunkan kualitas sperma salah satunya morfologi sel spermatozoa, kopi mempunyai kandungan antikosidan yang tinggi yaitu asam klorogenat yang merupakan antioksidan kuat, mampu bertindak sebagai antioksidan eksogen yang melawan ROS dalam sel. Tujuan dari penelitian ini untuk mengatahui pengaruh pemberian kopi pada tikus yang diinduksi Stz. Post Test Control Group Design dengan sampel 24 tikus jantan Rattus norvegicus umur 3 bulan, berat badan ± 250 gram, dibagi menjadi 4 kelompok secara random. Setelah 1 minggu aklimasi, pengobatan diberikan 1 kali sehari selama 14 hari. Hari ke 15 dilakukan pemerkksaan morfologi sperma.. Hasil penelitian morfologi spermatozoa (%) pada kelompok KN (50,46) kelompok KP (64,58) kelompok KK1 (59,50) dan kelompok KK2 (72,05) berbeda artinya, p< 0,05. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu Pemberian kopi mampu memperbaiki morfologi spermatozoa pada tikus yang diinduksi Stz

    THE INFLUENCE OF PROFESSIONAL ETHICS E-MODUL AND LEGISLATION ON STUDENT COURSE GRADES

    Get PDF
    Background: Ethics helps a person in taking the right attitudes and actions in life. By studying professional ethics and legislation, students are expected to be able to master factual knowledge about ethics and statutory law in midwifery care. There is concern with the hybrid learning model in the future, because the topic of professional ethics in hybrid learning can be difficult because the subjects are philosophical, legal and affective which are generally quite abstract. Purpose: this study was to analyze the effect of the e- Module on professional ethics and legislation on midwifery student course scores. Methods: This is quantitative research using a crossover design. The groups used in this research were 2 groups. The two groups were given the same material using different methods. The sampling technique is total sampling. Result: There was a significant difference between course scores before and after using the e-module (p0.05). Results: The existence of  the professional  ethics  and  legislation  e-module increased student course grades, and there was no strong significant relationship between course grades and perception

    PENGARUH PIJAT JARIPUNKTUR DALAM MEMPERCEPAT ONSET LAKTOGENESIS II PADA IBU POST SECTIO CAESARIA DI RSUD SAMBAS

    Get PDF
    Latar belakang: Pada ibu bersalin dengan tindakan Sectio Caesaria (SC) di dapat masalah yang berbeda dari persalinan pervaginam. Persalinan dengan SC merupakan faktor risiko terjadinya onset laktasi terlambat Delayed Lactation Onset /delayed onset of laktogenesis II (DLO/DOLII) dan sangat terkait dengan praktik menyusui yang buruk. Pijat jaripunktur merupakan pemijatan pada titik-titik akupresur yang digunakan untuk meningkatkan produksi Air Susu Ibu (ASI) di tambah dengan pemijatan pada 1 titik pada jari.Tujuan Penelitian; Untuk mengetahui pengaruh pijat jaripunktur terhadap onset laktogenesis II pada Ibu post SCMetode Penelitian: Desain penelitian Quasy eksperiment dengan rancangan post test only non equivalent control grup design. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 36 ibu nifas post SC di RSUD SambasHasil Penelitian: Uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk didapatkan hasil bahwa data berdistribusi normal hal ini dilihat pada signifikansi level pada kedua kelompok p-value lebih dari taraf signifikansi yang ditetapkan yaitu (p-value>0.05). Analisis dilanjutkan dengan analisis parametrik. uji T tidak berpasangan. Dari penghitungan statistik membandingkan mean dan standar deviasi pengujian posttest pada kedua kelompok didapat nilai p-value 0,000 yang berarti nilai tersebut lebih kecil dari nilai signifikasi yaitu 0,05 (p-value < 0.05). Simpulan: Ada pengaruh pijat jaripunktur terhadap onset laktogenesis II pada ibu post SC dengan taraf signifikan (P value 0,05 < 0.000

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERATIF DI RSUD dr. ABDUL AZIZ KOTA SINGKAWANG TAHUN 2023

    No full text
    ABSTRACT Surgical procedures can cause fear and anxiety because they can threaten the integrity of the body, soul and can cause pain in perioperatives This includes the preoperative phase where the first stage will begin with the arrival of the patient from the patient reception room and surgery. Surgery is a fairly complex and stressful event that can result in physical and mental trauma, many events have a negative impact on patients who will be operated on related to success at the time of surgery, a problem that often occurs when experienced by someone who will undergo surgery is anxiety. To determine the factors related to the anxiety level of preoperative patients at RSUD dr. Abdul Aziz. This research method is descriptive analysis research with a cross-sectional approach. The sample used was 30 respondents with accidental sampling technique. The data were analyzed using the SPSS 25 program with the formula Chi-Square Test (α = 0.05). The characteristics of respondents aged mostly the elderly, namely 23 people (76.7%), the characteristics of respondents of the sex were mostly women, which were as many as 16 people (53.3%), the characteristics of respondents of most elementary school education were as many as 16 people (53.3%), the characteristics of respondents were mostly farmers / laborers, namely 11 people (36.7%). This study showed that knowledge had  no significant relationship with the level of anxiety, experience of surgery and informed consent  was associated with the level of anxiety, this was shown from the results of the research sample of respondents studied there was no significant relationship between knowledge and anxiety level obtained value p = 0.0443. There was a significant relationship between the experience of surgery and the level of anxiety obtained p value = 0.036. There was a significant relationship between informed consent and anxiety levels obtained p = 0.036. In this study there was no relationship between knowledge and anxiety levels, there was a relationship between surgery experience and anxiety levels, there was a relationship between informed consent and anxiety levelsKeywords : Surgery, Preoperative, Knowledge, Operating experience, Informed consent ABSTRAKProsedur operasi dapat menimbulkan ketakutan dan kecemasan karena dapat mengancam integritas tubuh, jiwa dan dapat menimbulkan rasa nyeri pada perioperatif ini mencakup fase pre operatif dimana tahap pertama yang akan dimulai dengan kedatangan pasien dari ruang terima pasien dan pembedahan. Tindakan pembedahan merupakan peristiwa yang cukup kompleks dan menegangkan yang dapat mengakibatkan trauma fisik dan mental banyak kejadian yang berdampak negatif pada pasien yang akan dioperasi terkait keberhasilan pada saat akan dioperasi masalah yang sering terjadi ketika dialami seseorang yang akan mengalami pembedahan adalah kecemasan. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien pre operatif di RSUD dr. Abdul Aziz. Metode penelitian ini adalah penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan potong lintang atau cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data dianalisis menggunakan program SPSS 25 dengan rumus Chi-Square Test (α = 0.05). Karakteristik responden usia sebagian besar lansia yaitu sebanyak 23 orang (76,7%), Karakteristik responden jenis kelamin sebagian besar perempuan yaitu sebanyak 16 orang (53,3%), Karakteristik responden pendidikan sebagian besar SD yaitu sebanyak 16 orang (53,3%), Karakteristik responden pekerjaan sebagian besar petani /buruh yaitu 11 orang (36,7%). Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tidak ada hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan, pengalaman operasi dan informed consent ada hubungan dengan tingkat kecemasan hal ini ditunjukan dari hasil penelitian sampel responden yang diteliti tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan diperoleh nilai p=0,0443. Ada hubungan yang signifikan antara pengalaman operasi dengan tingkat kecemasan diperoleh nilai p=0,036. Ada hubungan yang signifikan antara informed consent dengan tingkat kecemasan diperoleh nilai p=0,036. Dalam penelitian ini tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan, ada hubungan antara pengalaman operasi dengan tingkat kecemasan, ada hubungan antara informed consent dengan tingkat kecemasanKata Kunci : Pembedahan , Pre Operatif, Pengetahuan, Pengalaman Operasi, Informed Consen

    EFEKTIVITAS PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISA SEBAGAI STABILISASI TINGKAT ANSIETAS (LITERATURE REVIEW)

    Get PDF
    Progressive muscle relaxation merupakan salah satu terapi relaksasi yang sangat mudah digunakan pada kehidupan sehari-hari namun banyak yang belum menggunakan secara efektif. Tujuan penelitian ini menjelaskan efektivitas progressive muscle relaxation pada pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa sebagai stabilisasi tingkat ansietas. Penelitian menggunakan metode literature review dengan desain Systematic Mapping Study. Jurnal didapatkan dari empat database yaitu Google Scholar, PubMed, Crosreff, dan Science Direct yang terakreditasi Garuda, SINTA, dan Scopus pada rentang tahun 2016-2021. Keyword yang digunakan adalah (Progressive Muscle Relaxation OR Technique Relaxation Progressive) AND (Chronic Kidney Disease OR Renal Failure) AND (Hemodialysis OR Dialysis) AND (Anxiety OR Anxiety Disorder), dan (Relaksasi Otot Progresif OR Terapi Otot Progresif) AND (Gagal Ginjal Kronis) AND (Hemodialisa) AND (Anxiety) yang telah dilakukan seleksi terhadap sepuluh jurnal menggunakan JBI Critical Appraisal Tools dengan memerhatikan PICOS framework. Terdapat penurunan tingkat ansietas pasien sebelum dan sesudah diberikan intervensi, dalam sepuluh jurnal terdapat satu jurnal yang kurang efektif menurunkan ansietas karena memiliki p-value 0.05. Progressive muscle relaxation dapat menurunkan tingkat ansietas pada pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa apabila penggunaannya dilakukan secara efektif yaitu dilakukan dua kali dalam seminggu setiap pagi dan malam hari sebelum tidur selama 15-30 menit, sehingga peran perawat sangat penting dalam penerapan progressive muscle relaxation untuk menjaga stabilisasi tingkat ansietas pada pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialis

    Gambaran Pelayanan Paliatif di Indonesia: Systematic Review

    Get PDF
    Pelayanan paliatif merupakan pendekatan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien yang menghadapi penyakit mengancam jiwa. Meskipun sudah ada perkembangan dalam pelayanan paliatif di Indonesia, masih banyak tantangan yang perlu diatasi. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan kondisi pelayanan paliatif di Indonesia, meliputi aksesibilitas, kualitas layanan, regulasi, dan tantangan implementasi. Metode penelitian systematic reviewdengan panduan PRISMA untuk mengevaluasi literatur terkait pelayanan paliatif di Indonesia. Pencarian artikel dilakukan dengan metode PICO di database seperti PubMed, Scopus, ProQuest, dan Google Scholar. Dari 493 artikel awal, 12 artikel dipilih setelah proses sintesis dengan diagram flowchart dan kriteria inklusi relevan. Hasil penelitian menunjukkan akses pelayanan paliatif masih tidak merata di Indonesia, dipengaruhi infrastruktur yang terbatas, kurangnya tenaga medis terlatih, dan kendala ekonomi. Kualitas layanan juga dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran masyarakat dan hambatan regulasi yang masih berkembang. Implementasi pelayanan paliatif dihadapkan pada berbagai hambatan seperti faktor budaya, sosial ekonomi, sikap tenaga medis, kurangnya pendidikan dan pelatihan, distribusi fasilitas yang tidak merata, kurangnya koordinasi, dan keterbatasan dana. Diperlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif untuk mengatasi tantangan dalam pelayanan paliatif di Indonesia. Dengan meningkatkan akses, kualitas layanan, regulasi yang lebih matang, dan mengatasi hambatan-hambatan implementasi, diharapkan dapat tercipta perubahan positif untuk mendukung peningkatan kualitas hidup pasien yang membutuhkan perawatan paliatif

    ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUASAN PELAYANAN KIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PELABUHAN SAMBAS KOTA SIBOLGA

    Get PDF
    Latar Belakang:Kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan salah satu program prioritas dalam pelayanan KIA masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penyebab langsung AKI yaitu hipertensi pada kehamilan (33,1%), perdarahan obstetri (27,03%), komplikasi non-obstetri(15,7%), dan komplikasi obstetri (12,04%). AKI dapat dicegah jika kualitas layanan sesuai dengan kebutuhan pasien dan pasien puas dengan layanan yang diberikan.Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelayanan KIA pada ibu hamil di Puskesmas Pelabuhan Sambas di Kota SibolgaMetode:Desain penelitianadalah surveyanalitikdengan cross sectional study. Populasi dalam penelitian adalah semua wanita hamil, berjumlah 607 orang. Sampel menggunakan rumus slovin yaitu sebanyak 86 ibu. Data yang digunakan dengan menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji regresi binary.Hasil: Diperoleh dengan menggunakan chi square, ada pengaruh disiplin petugas, kemampuan petugas, kecepatan pelayanan, kepastian jadwal, persepsi mutu dengan kepuasan pasien KIA dengan p0,05,  dan faktor yang paling dominan yaitu persepsi kualitas. Kesimpulan: Adanya Faktor yang memengaruhi kepuasan pelayanan pada ibu hamil di Puskesmas Pelabuhan Sambas Kota Sibolga. Diharapkan tenaga kesehatan di Puskesmas Pelabuhan Sambas meningkatkan kualitas pelayanan KIA sehingga dapat meningkatkan kepuasan pasie

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TABLET BESI DENGAN KEPATUHAN MINUM TABLET BESI PADA IBU HAMIL DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PUSKESMAS KUTA SELATAN

    No full text
    Anemia is a disease that is most often experienced by pregnant women, either due to lack of iron or due to nutritional intake that does not meet standards or even because of problems with digestion, resulting in iron not being properly accommodated by the body. This research has been carried out in the working area of the UPTD Puskesmas Kuta Selatan,. The population in this study were all pregnant women who were in the working area of the UPTD Puskesmas Kuta Selatan during the study period. The sample in this study were pregnant women who did an examination at the UPTD Puskesmas Kuta according to the inclusion criteria that had been determined using the purposive sampling method. Based on the results of the study, it was obtained that 17 people had good knowledge (29.5%), 35 people (44.9%) with sufficient knowledge and 20 people with less knowledge (25.6%). This means that most of the respondents in the working area of the UPTD Puskesmas Kuta Selatan in 2022 have a sufficient level of knowledge. The conclusion that can be drawn is that the respondents' knowledge of iron tablets is mostly sufficient. The majority of respondents had moderate adherence to taking iron tablets. There is a very strong relationship between knowledge about iron tablets in pregnant women and adherence to taking iron tablets in pregnant women at the UPTD Puskesmas Kuta Selatan in 2022

    OPTIMALISASI EDUKASI SELF CARE MANAJEMENT HIPERTENSI MELALUI BUKU KONTROL PADA KELUARGA Tn. A DENGAN ANGGOTA KELUARGA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SINGKAWANG UTARA 2 TAHUN 2023

    Get PDF
    Background: Hypertension is called a silent killer because it is often without symptoms but is later diagnosed after having complications. Comprehensive approaches and family support are needed to change healthy lifestyle behaviors for hypertensive patients through self-care management education. Purpose of writing: The aim of this study is to determine the effectiveness of family nursing care for hypertension and self-care management education through pocket books. General overview of administrative cases: The respondent to this nursing care is the family of Mr. A, who has hypertension in the work area of UPT Puskesmas Singkawang North 2 Year 2023. Data is collected through the family assessment format for subsequent nursing up to the evaluation stage. EBNP application results: When the evaluation obtained the pre-test and post-test results of health education education, which are the pre-test value of 33 and post-test value of 83, in addition to the fact that blood pressure decreased from 180/110 mmHg at the first visit to 143/79 mmHg after the third visit, there was also a change in behavior where families are willing to follow Posbindu to control blood pressure. Conclusion: The conclusion of nursing care is that giving education on self-care management of hypertension with pocket books is considered effective in improving knowledge of self-care management in the family and improving healthy life behaviors so that blood pressure becomes better controlled. Recommendation: Self-care management in hypertensive patients is very important to be done so that patients can improve satisfaction in life, reduce the cost of treatment, increase confidence and independence, and improve their quality of life

    Video Animasi Piringku T Memperbaiki Sikap dan Keragaman Makanan Remaja dalam Pencegahan Obesitas Sentral

    Get PDF
    Obesitas sentral terjadi pada remaja usia >15 tahun, sehingga sangat penting mendapat perhatian karena 80% akan mengalami obesitas saat dewasa sehingga berisiko penyakit tidak menular. Pergeseran pola makan menjadi faktor utama dengan diperkuat pengetahuan rendah dalam pemilihan dan keragaman makanan remaja. Oleh karena itu, menganalisis pengaruh video animasi piringku T terhadap sikap dan keragamamn makanan remaja dalam pencegahan obesitas. Jenis Penelitian quasi experimental dengan desain pre-posttest control group yang subjek penelitian ialah remaja usia 15 – 18 tahun pada populasi terjangkau yakni SMAN 10 Kota Jambi. Jumlah subjek peneltian sebanyak 80 dibagi secara acak pada kelompok intervensi (40 orang) dan kontrol (40 orang) secara purposive sampling. Analisis bivariat dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian video animasi berpengaruh terhadap sikap (p=0.000) keragaman makanan (p=0.000), dan ada perbedaan sikap dan keragaman makanan (p=0.000) video animasi dan booklet. Kesimpulan bahwa video animasi memperbaiki sikap dan keragaman makanan remaja dalam pencegahan obesitas sentral

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇