Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    HUBUNGAN LAMANYA PERAWATAN PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID DENGAN TINGKAT STRES KELUARGA PADA FASE GELOMBANG 3 COVID - 19 DI POLI GERIATRI RSJD SUNGAI BANGKONG

    Get PDF
    Skizofrenia merupakan salah satu penyakit gangguan jiwa kronik, yang perawatannya harus dilakukan secara komprehensif dan holistik. Keluarga merupakan pihak pertama yang berperan merawat pasien skizofrenia. Selama pandemi Covid-19, keluarga mengalami stres yang semakin meningkat. Diketahui lamanya perawatan juga berpengaruh terhadap tingkat stres keluarga selama merawat pasien skizofrenia paranoid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lamanya perawatan pasien skizofrenia paranoid dengan tingkat stres keluarga pada fase gelombang 3 Covid-19 di Poli Geriatri RSJD Sungai Bangkong. Metode penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian yaitu 51 keluarga pasien skizofrenia paranoid di Poli Geriatri RSJD Sungai Bangkong yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DASS 42, dengan uji statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil uji Kruskall-Wallis didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p-value < 0,05) yang berarti ada hubungan signifikan antara lamanya perawatan pasien skizofrenia paranoid dengan tingkat stres keluarga pada fase gelombang 3 Covid-19. Penelitian menunjukkan ada hubungan lamanya perawatan pasien skizofrenia paranoid dengan tingkat stres keluarga pada fase gelombang 3 Covid-19 di Poli Geriatri RSJD Sungai Bangkong Tahun 2022. Diharapkan dapat memberikan edukasi untuk menurunkan tingkat stres keluarga selama perawatan pasien skizofrenia paranoid di ruma

    DETERMINAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MANAJEMEN DIRI PASIEN HIPERTENSI

    Get PDF
    Pendahuluan. Hipertensi atau biasa disebut dengan darah tinggi kian menunjukkan peningkatan prevalensi. Data riskesdas menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Diprediksi tahun 2025 sekitar 29% populasi dunia menderita hipertensi. Sepertiga total populasi Indonesia menderita hipertensi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan manajemen diri penderita hipertensi. Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional. Sampel berjumlah 149 responden. Penderita hipertensi yang memiliki keparahan berat tidak dilibatkan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan kuesioner data demografi dan kuesioner manajemen diri yang dimodifikasi oleh peneliti. Hasil. Sebagian besar responden berusia 47-59 tahun, jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan SMA, pekerjaan ibu rumah tangga, penghasilan dibawah UMR, lama mengidap hipertensi > 5 tahun, memiliki Riwayat hipertensi, belum pernah mendapatkan edukasi terkait hipertensi, tidak memiliki penyakit penyerta, mengkonsumsi obat hipertensi, tidak mengkonsumsi obat herbal, dan memiliki hipertensi tidak terkontrol. Terdapat hubungan antara Riwayat pekerjaan dan Riwayat hipertensi dikeluarga dengan manajemen perawatan diri hipertensi (p = 0,01 dan p = 0,03). Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, Tingkat pendidikan, penghasilan, lama mengidap hipertensi, edukasi tentang hipertensi, riwayat penyakit penyerta, konsumsi obat hipertensi, konsum herbal, dan status hipertensi dengan manajemen diri penderita hipertensi (p > 0,05). Kesimpulan. Pasien hipertensi perlu meningkatkan manajemen perawatan diri utamanya pengidap hipertensi yang memiliki riwayat hipertensi di keluarga

    IDENTIFIKASI INFEKSI CACING GOLONGAN Soil Transmitted Helminths (STHs) PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DESA TALAWAAN ATAS KECAMATAN WORI

    Get PDF
    Helminthiasis remains a public health problem in Indonesia, particularly among elementary school-aged children. This is due to geographical factors, socioeconomic conditions, and behaviors that neglect hygiene. Infection with Soil-Transmitted Helminths (STHs) can have detrimental effects on children's health and development. This study aimed to determine the prevalence of STH infections among elementary school children in Talawaan Atas Village, Wori District, North Minahasa Regency. This study employed a descriptive method. Samples were examined using both native and Kato-Katz methods. The study sample consisted of 30 elementary school students from GMIM Talawaan Atas who met the inclusion and exclusion criteria. Data was collected through fecal examination and questionnaires. The results showed that of the 30 samples examined using the native method, 3 samples (10%) were found to be infected with STHs, specifically Ascaris lumbricoides. Using the Kato-Katz method, the same 1 sample (3.3%) was found to be infected with Ascaris lumbricoides. The conclusion of this study is that there is a 10% prevalence of STH infections among elementary school children in Talawaan Atas Village, Wori District, North Minahasa Regency

    Pemanfaatan Tithonia diversifolia Sebagai Bahan Alami Sabun Cair Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Metode Difusi

    Get PDF
    Sabun adalah salah satu produk pembersih kulit yang paling banyak dan sudah sejak lama berabad-abad silam yang lalu telah digunakan yang didasarkan pada surfaktan. Sabun berbahan baku bahan alam masih jarang ditemukan di pasaran. Kebanyakan dari sabun tersebut masih menggunakan bahan sintetik sebagai bahan aktifnya. Daun insulin memiliki kandungan  senyawa antibakteri diantaranya seperti tanin, flavonoid, alkaloid, hingga saponin yang dapat dijadikan sebagai bahan aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan perbedaan sabun cair ekstrak daun insulin formula I dan formula II dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus metode difusi. Penelitian ini berbentuk Quasi Experimental Design dengan teknik sampling purposive. Sampel yang digunakan adalah sediaan sabun cair esktrak daun insulin yang dibuat sebanyak 2 perlakuan, yaitu sediaan sabun cair ekstrak daun insulin formula I (ekstrak 10%) dan formula II (ekstrak 15%) yang dibuat 16 kali pengulangan pada masing-masing perlakuan, sehingga total sampel yang digunakan untuk 2 kelompok perlakuan adalah 32 sediaan yang diuji kekuatan antibakterinya dalam menghambat Staphylococcus aureus dengan mengunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian sediaan sabun cair ekstrak daun insulin didapatkan pengukuran zona hambat pada formula I rata-rata sebesar 9,5 mm kategori sedang dan formula II rata-rata sebesar 14,9 mm kategori kuat. Hasil analisis statistik uji Wilcoxon didapatkan p value 0,000 < α 0,05 yang berarti terdapat perbedaan diameter zona hambat pada sabun cair ekstrak daun insulin formula I dan II dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus metode difusi

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN PERAWAT DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DI UNIT RAWAT INAP RSUD BLAMBANGAN

    Get PDF
    Rumah Sakit diupayakan memberi pelayanan kesehatan yang dijamin keamanannya, bermutu, tidak ada diskriminatif, dan efektif mengutamakan keselamatan pasien yang sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit. Salah satu kesalahan yang sering terjadi di rumah sakit adalah permasalahan patient safety, dimana permasalahan tersebut juga menjadi permasalahan yang terjadi di RSUD Blambangan yaitu pasien resiko jatuh. Faktor Predisposisi (Predisposing) yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam pencegahan pasien resiko jatuh adalah pendidikan dan pengetahuan perawat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara faktor Predisposisi (Predisposing) yaitu pendidikan dan pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pencegahan pasien risiko jatuh.di RSUD Blambangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada rang rawat inap RSUD Blambanagan dengan sempel sebanyak 103 perawat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahawa hasil uji chi-square untuk variabel pendidikan didapatkan hasil P-value sebesar 0,768 dan variabel pengetahuan didapatkan hasil P-value sebesar 0,214. Maka dapat di simpulkan bahwa Tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pengetahuan perawat dengan kepatuhan perawat dalam pencegahan pasien risiko jatuh

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT IBU MENGGUNAKAN KB IMPLANT DI KABUPATEN BANTAENG

    Get PDF
    Kontrasepsi implant adalah metode kontrasepsi yang diinsersikan pada bagian subdermal, yang hanya mengandung progestin dengan masa kerja panjang, dosis rendah, dan reversible untuk wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya minat ibu menggunakan KB Implant di wilayah kerja Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini merupakan penelitian analitik analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik Consecutive sampling. Sampel penelitian yang diambil berjumlah 55 mahasiswa dari jumlah populasi 64 dilakukan di Kabupaten Bantaeng pada tanggal 1Agustus sampai 1 September 2017. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan umur  dengan minat penggunaan implant di Kabupaten Bantaeng dengan nilai  Ï = 0,053 > α = 0,05, Terdapat hubungan pendidikan dengan minat penggunaan implant nilai  p = 0.043 α = 0,504. Diharapkan adanya penyebarluasan informasi tentang KB Implant terutama pada lokasi penelitian

    PENENTUAN KADAR ANTOSIANIN BATANG AKAR KUNING (Arcangelisia flava Merr) DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI INDIKATOR ALAMI TITRASI ASAM-BASA

    No full text
    Tanaman Akar Kuning (Arcangelisia flava Merr) memiliki batang kayu berwarna kuning dan diduga mengandung antosianin. Antosianin merupakan senyawa yang dapat berubah warna seiring berubahnya nilai pH sehingga dapat diaplikasikan sebagai indikator asam-basa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi batang akar kuning sebagai alternatif indikator alami pada titrasi asam-basa. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan ekstrak batang akar kuning menggunakan 3 pelarut yang berbeda yaitu aquadest (60 ºC), metanol dan etanol. Ekstrak yang diperoleh kemudian diukur kandungan antosianin dan diuji kestabilan, trayek pH serta kinerjanya sebagai indikator titrasi asam-basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol, etanol dan aquadest memiliki kadar antosianin secara berturut-turut sebesar 0,742%, 0,828% dan 0,165%. Ekstrak batang akar kuning mempunyai trayek pH pada kisaran 11-13 yang ditunjukkan dengan perubahan warna kuning menjadi oren, bersifat relatif stabil dan masih layak digunakan sebagai indikator titrasi asam-basa dengan hasil yang akurat setelah penyimpanan ekstrak selama 20 hari. Indikator ekstrak metanol dan etanol menunjukkan akurasi sebesar 121,70% dan 122,18% pada titrasi HCl dengan NaOH. Pada titrasi CH3COOH dengan NaOH menunjukkan akurasi sebesar 79,72% dan 79,84%, sedangkan pada titrasi NH4OH dengan HCl tidak mengalami perubahan warna

    HUBUNGAN REGULASI EMOSI DAN TIPE KEPRIBADIAN TERHADAP TINGKAT STRES PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA

    Get PDF
    Stres merupakan suatu proses yang menilai suatu peristiwa sebagai sesuatu yang mengancam, ataupun membahayakan. Stres yang dialami mahasiswa kedokteran akan mengurangi kemampuan mahasiswa dalam membangun hubungan baik dengan pasien, yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan dan ketidakpuasan pasien terhadap praktik klinis di masa depan. Salah satu faktor munculnya stres adalah kepribadian. Kepribadian dapat dibedakan menjadi kepribadian ekstrovert dan introvert berdasarkan interaksi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan tipe kepribadian terhadap tingkat stres pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura Angkatan 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode studi analitik jenis potong lintang (cross-sectional) dengan metode simple random sampling. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 80 orang mahasiswa aktif Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura Angkatan 2021. Berdasarkan analisis statistik hubungan regulasi emosi terhadap stress diperoleh nilai signifikansi (p) yang didapatkan adalah 0,027 dan hubungan antara tipe kepribadian terhadap tingkat stres dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,017. Terdapat hubungan  antara regulasi emosi dan tipe kepribadian dengan kejadian tingkat stres pada mahasiswa  Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura Angkatan 2021

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS INKOMPLIT DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA BENGKULU TAHUN 2018

    Get PDF
    Latar Belakang: Abortus merupakan salah satu dari lima penyebab kematian ibu yang disebabkan oleh infeksi. Angka kejadian Abortus Inkomplit di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu setiap tahun mengalami peningkatan. Tahun 2016 sebanyak 30 (23,6%) dan tahun 2017 meningkat sebanyak 45 kasus (30,2%). Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Abortus Inkomplit di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu tahun 2018. Metode: Jenis penelitian ini yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel 150 dengan perbandingan 1:1 untuk kelompok kasus dan kontrol. Metode analisis menggunakan uji statistik Chi Square dan hasil uji regresi logistik ganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit meliputi usia ibu (p=0,003; OR 2,855), paritas (p=0,014; OR 2,379), pekerjaan (p=0,031; OR 2,182), dan riwayat abortus (p=0,001; OR 3,455). Hasil uji regresi logistik ganda menunjukkan bahwa usia ibu merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian abortus inkomplit (p=0,000; Exp (B) 5,529; CI 95% 2,328-13,130). Kesimpulan: Bagi tenaga kesehatan khususnya bidan agar dapat memberikan konseling kepada ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan sehingga komplikasi kehamilan dan persalinan dapat di deteksi secara dini

    Edukasi Untuk Peningkatan Pengetahuan Kader Terhadap Pemberian MPASI

    Get PDF
    Nutrisi merupakan komponen penting yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Masalah nutrisi pada anak dapat dicegah dengan menjaga pola pemberian makan pada anak sehingga pengetahuan ibu terhadap pemberian MPASI berperan penting agar anak mendapatkan nutrisi optimal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk dapat meningkatkan pengetahuan ibu dalam memberikan MPASI pada anak. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner untuk mengukur tingkat pengetahuan responden sebanyak 48 kader. Mayoritas kader berusia > 36 tahun dengan pendidikan tinggat SLTA/SMA dan sebagai ibu rumah tangga. Tingkat pengetahuan kader sebelum diberikan penyuluhan “baik” sebanyak 66,67%, “cukup” sebanyak 22,92%, dan “kurang” 10,42%. Sedangkan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 81,25% untuk “baik”, 14,58% untuk “cukup” dan 4,17% untuk kurang. Uji statistik menunjukkan peningkatan pengetahuan bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan (p-value <0,05). Kesimpulan: Penyuluhan terbukti meningkatkan pengetahuan mengenai pemberian MPASI pada para kader Puskesmas Lingga Desa Lingga Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇