Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
Kekhasan Seni Kethek Ogleng Pacitan Karya Sutiman
Penelitian ini bertujuan mengungkap kekhasan seni Kethek Ogleng Pacitan Karya Sutiman. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Adapun lokasi yaitu desa Tokawi, kecamatan Nawangan, kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Penelitian ini berhasil mengungkap bahwa Seni Kethek Ogleng Pacitan Karya Sutiman mempunyai ciri khas yang terepresentasi dalam enam gerakan pokok yakni (1) Gerakan akrobatik, koprol, berguling seperti terlemparkan dari alam lain; (2) Duduk termenung gelisah memutar pandangan ke segala penjuru mata angin; (3) Berjalan mengintari arena pertunjukan berinteraksi dengan sekitarnya; (4) Gerakan menggangu penonton saat berinteraksi dengan penonton; (5) Grakan mulut dan kedua tangan Kethek Ogleng membawa lari makanan atau barang; dan (6) Bercanda, bermain dan bercengkerama dengan penonton maupun dengan sesama penari, serta gerakan lucu. 
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Operasi Bilangan Bulat dengan Pendekatan Problem Posing di Kelas IV Sekolah Dasar
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan suatu perangkat pembelajaran yang meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS) , dan tes hasil belajar (THB) yang memiliki kualitas baik yaitu valid, praktis dan efektif serta untuk mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran dengan pendekatan problem posing pada materi operasi bilangan bulat di kelas IV sekolah dasar di SDN Pangarangan III Sumenep.Tahapan dalam penelitian ini melalui yaitu tahap pengembangan perangkat pembelajaran dengan menggunakan rancangan model Four-D (4D) dari Thiagarajan (1974) dilanjutkan dengan tahap uji coba perangkat. Data hasil pengembangan perangkat pembelajaran menyatakan bahwa: (1) perangkat pembelajaran dinyatakan valid oleh para ahli, (2) pembelajaran dapat dilaksanakan guru dengan baik, (3) aktivitas siswa selama pembelajaran efektif, (4) respon siswa terhadap pembelajaran positif, (5) ketuntasan belajar siswa secara keseluruhan tercapai, dan (6) tes hasil belajar memenuhi kriteria valid, realibel dan sensitif. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran dengan pendekatan problem posing memiliki kualitas baik dan efektif digunakan pada materi operasi bilangan bulat kelas IV Sekolah Dasar
Upaya Menumbuhkan Jiwa Wirausaha melalui Pelatihan Pembuatan Aksesoris di Desa Tulakan Kecamatan Tulakan Pacitan
Salah satu upaya pemerintah untuk membangun kemandirian masyarakat yaitu dengan mencetak sebanyak-banyaknya wirausaha. Peran wirausaha sangat penting dalam membantu membangun ekonomi Indonesia, karena pembangunan ekonomi negara akan cepat berhasil jika ditopang para wirausaha yang sukses dan berhasil dalam usahanya. Setiap orang pasti memiliki kemampuan, akan tetapi sebagian dari mereka tidak menyadari akan kemampuan atau potensi yang mereka miliki. Oleh karena itu, kemampuan harus digali dan selanjutnya dikembangkan terutama bagi masyarakat perempuan. Dimasa sekarang ini perempuan diharapkan aktif dalam pembangunan serta pemerataan pendidikan baik formal maupun non formal. Selain itu perempuan dituntut untuk memiliki suatu sikap kemandirian dan mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan kemampuan atau bakat yang dimilikinya. Tujuan dari kegiatan ini agar ibu-ibu PKK dapat menambah dan mengembangkan keterampilan, membantu untuk mengisi waktu luang yang mereka miliki serta hasilnya dapat digunakan untuk membantu menambah penghasilan guna meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan, (1) Tahap persiapan, meliputi kegiatan survey, penetapan lokasi dan sasaran kegiatan, (2) Tahap pelaksanaan meliputi kegiatan edukasi tentang kewirausahaan dan pembuatan aksesoris, (3) Tahap akhir/evaluasi meliputi penilaian hasil produk. Metode yang diterapkan pada kegiatan adalah dengan menjalankan program menumbuhkan jiwa wirausaha, meliputi sosialisasi kewirausahaan dan pelatihan pembuatan aksesoris. Hasil kegiatan menunjukkan ibu ibu PKK bertambah wawasannya tentang kewirausahaan dan mengetahui tentang tata cara membuat aksesoris. Harapannya setelah mendapatkan pelatihan para peserta bisa memanfaatkan dan menerapkan ilmu yang didapat untuk dijadikan sebagai ide kewirausahaan serta dapat membuka usaha-usaha baru baik dengan merintis sendiri, dengan keluarga, atau bekerjasama antara satu dengan yang lainnya dalam bentuk usaha yang kecil maupun yang besar.
 
STRATEGI PENGUATAN MENTAL AGAMA PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 1 BESUKI KEC. PANGGUL KAB. TRENGGALEK
Abstrak: Artikel ini memaparkan tentang laporan pelaksanaan program kerja dalam KKNke-30 tematik Kampung. Dalam artikel ini berisi strategi penguatan agama terhadap siswaSD di desa Besuki. Strategi penguatan mental agama ini dilakukan kurang lebih selama tigaminggu, mulai dari perencanaan, persiapan dan pelaksanaan. Penguatan mental agamasendiri merupakan kegiatan untuk mengenalkan anak usia dini mengenai dasar dasarberagama sehingga dalam berkehidupan kelak mereka mempunyai tuntunan yang pastidalam hidup. Kegiatan ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 1 Besuki dengan maksud lebihmudahnya menjangkau anak usia dini yang berada di lingkungan sekolah, selain itu factorobjek sasaran lebih mendukung di Sekolah Dasar. Dari kegiatan ini diharap kelak siswa yangsudah mendapat pengetahuan mau meneruskan mencari pengetauan agama, serta maumenyalurkan pengetahuanya kepada sesama
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Minat Baca Siswa Kelas Viii SMP N 3 Nawangan
Permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap minat minat baca siswa kelas VII SMP N 3 Nawangan? Penelitian ini bertujuan untuk : mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca siswa kelas VII SMP N 3 Nawangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif yang merupakan penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis.
Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat baca siswa kelas VII SMP N 3 Nawangan antara lain faktor atensi / perhatian adalah pembelajaran pengamatan yakni memberikan perhatian pada orang yang ditiru atau dijadikan model, merupakan faktor yang dapat mempengaruhi minat baca seseorang utamanya perhatian yang berupa ucapan atau teguran yang diperoleh dari lingkungannya yang sangat berkesan dalam diri siswa yang dianggap sebagai sebuah model dan motivasi untuk meningkatkan minat bacanya. Faktor retensi (pengingatan) dimana aktivitas membaca yang dilakukan oleh siswa sangat ditentukan oleh minat anak terhadap aktivitas membaca dimulai oleh rasa ingin mengetahui sesuatu dari bacaan sehingga menimbulkan aktivitas membaca dan faktor persepsi merupakan proses perlakuan individu yaitu pemberian tanggapan, arti, gambaran, atau penginterprestasian terhadap apa yang dilihat, didengar, atau dirasakan oleh indranya dalam bentuk sikap, pendapat, dan tingkah laku atau disebut sebagai perilaku individu
Peningkatan Kapasitas Kebencanaan pada OMEK dibidang sosial Kebencanaan.
Sepuluh tahun terakhir bencana alam di Indonesia tidak ada hentinya terjadi. Begitu juga di wilayah pacitan bencana silih berganti, bahkan terjadi bersamaan dua jenis bencana yang berbeda. Kesadaran masyarakat yang masih rendah membuat BPBD selaku pihak yang berwenang memiliki tantangan berat dalam preoses penanggulangan bencana. BPBD tidak dapat menangani masalah ini sendiri, tetapi tetap membutuhkan kerjasama pihak swasata dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran semuanya. Salah satu bagian dari masyarakat yaitu Mahasiswa yang tergabung dalam OMEK di Pacitan. Tidak diragukan lagi dalam sejarah Indonesia, pergerakan mahasiswa memiliki posisi sebagai the agent of Change, dan seringnya pergerakan tersebut lebih berkaitan dengan urusan sosial politik. Pada artikel ini membahas sebuah kegiatan sosialisasi kebencanaan dan mencoba merubah pola pikir para mahasiswa yang tergabung dalam OMEK untuk melek Kebencanaan. Beberapa tahapan yang dilakukan saat kegiatan sosialisasi memberikan informasi tentang ancaman bencana yang ada dipacitan, apa penyebab hadirnya ancaman tersebut, bagaimana menaggulanginya, sejauh mana tindakan yang telah dilakukan BPBD, sejauh mana keberhasilan tindakan yang dilakukan, kerentanan, kapasitas, dan level bahaya. Hasil dari kegiatan ini yaitu mahasiswa OMEK memiliki kapasitas kebencanaan berupa pengetahuan mendasar tentang bencana, dan cara menganalisis ancaman, kerentanan, serta kapasitas dalam penanggulangan bencana
Pengembangan Bahan Ajar Desain Pembelajaran PAI Berbasis Kurikulum 2013
Kajian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari pengembangan bahan ajardesain pembelajaran (berbasis kurikulum 2013) adapun permasalahan dari penelitian ini adalahdikarenakan belum adanya bahan ajar yang menjelaskan tentang desain pembelajaran PAI yang berbasis2013. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif-kualitatif dengan menggunakan teori skala likert.Metode untuk memperoleh data dilakukan melalui angket yang diberikan kepada 2 orang ahli materi, 2orang ahli media, dan 26 mahasiswa. Temuan penelitian adalah untuk ahli materi 82,23%, ahli media76,78% dan uji lapangan yang dilakukan kepada mahasiswa 73.94%. Berdasarkan kriteria pada tabelkelayakan menurut Arikunto, total skor tersebut termasuk dalam kategori layak, dan bahan ajar ini dapatdikategorikan layak dipergunakan dalam perkuliahan
Compliments and Compliment Responses Used by English Teacher Association of Senior High School in Pacitan
This paper deals with pragmatics, the study of pragmatics on giving and responding to the compliments. The research was conducted to find the way respondents employ compliment and its response strategies for topics of appearance, possession, and skill or ability in difference status (equal, higher and lower). The focus here is the analysis of strategies uttered by English Teacher Association of Senior High School in Pacitan, consisting of 16 male respondents and 9 female respondents by means of DCT (Discourse Completion Task). The corpus used in this analysis is 450, consists of 225 compliments and 225 responses. The study highlights on the use of head acts and supportive moves based on Trosborg’s theory and Herbert’s taxonomy of compliment responses. The respondents participating in this research, females used more variation in giving compliment strategies than males. Both males and females mostly apply appreciation token for their compliment response strategies. The findings presented here should not be generalized and comparisons with results based on different types of data, situation, and respondents will lead to a better understanding.
 
Upacara Adat Tetaken Desa Mantren Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Informan penelitian adalah masyarakat Desa Mantren yang mengetahui dan ikut dalam upacara adat Tetaken, yaitu Kepala Desa Mantren, juru kunci Gunung Limo, tokoh masyarakat. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Lokasi penelitian ini di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian sebagai berikut: pertama, prosesi Upacara Adat Tetaken, 1) pembukaan, 2) Juru kunci dan siswa turun dari Gunung Limo, 3) prosesi nyuceni siswa yang telah menyelesaikan meditasi beberapa bulan di Gunung Limo dilakukan oleh Juru Kunci, 4) wejangan juru kunci kepada siswa dan menyerahkan siswa kepada masyarakat supaya bias bermanfaat bangsa dan Negara, 5) Demang mantren menerima siswa yang telah diwisuda tersebut dan mengharapkan memberikan kontribusi bagi kemajuan Desa Mantren, 6) makanan yang dibawa seluruh masyarakat Mantren dimakan bersama-sama tamu undangan, prosesi diakhiri dengan seni Tayub sebagai ungkapan suka cita. Nilai kearifan lokal dalam Upacara Adat Tetaken sebagai berikut: Gotong royong, solidaritas, pekerja keras, sederhana, menjaga keseimbangan alam, dan religiusitas.
 
Workshop dan Pendampingan Ptk Kolaboratif Di SD N Tamansari 1 dan 2 Yogyakarta
Permasalahan yang di alami oleh mitra pengabdian adalah kurangnya pengetahuan guru terkait PTK dan pelaksanaannya sehingga guru-guru di SD Tamansari 1 dan 2 tidak melaksanakan PTK. Selain itu pelatihan-pelatihan PTK yang ada tidak dilakukan secara berkesimbungan sehingga tidak membawa hasil dan memotivasi guru untuk melakukan PTK. Tujuan PKM ini adalah memperkuatan materi PTK untuk meningkatkan pengetahuan terkait PTK yaitu konsep dasar PTK, identifikasi masalah dan penyelesaian masalah dalam PTK, pengembangan Instrumen PTK, penyusunan proposal PTK, pelaksanan PTK dan penulisan laporan PTK. Selain itu tujuan dari PKM ini juga untuk melakukan pendampingan penyusunan dan pelaksanaan PTK dilakukan dengan memimbing PTK guru SD tamansari 1 dan 2 Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam pelaksaan pengabdian ini adalah Workshop dilaksanakan dengan metode ceramah (tatap muka), demonstrasi (praktek), dan pembagian modul untuk penguatan materi PTK serta pendampingan dilaksanakan dengan metode pembimbingan dan pelaksanaan PTK bersama. Hasil PKM adalah guru di SDN Tamansari 1 dan 2 dapat lebih memahami pentingnya PTK konsep PTK, pelaksanaan PTK, dan pelaporan PTK