Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
The Analysis of King Caspian X’s Struggle to Find His Father’s Seven Best Friends in the Series Novel “The Chronicles of Narnia: The Voyage of The Dawn Treader” By C.S Lewis”
Struggle is one of the values that can be included in literary works. This paper aims to analyze the struggle that is presented in the series novel The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader. This is descriptive qualitative research. The data was taken from monologue and dialogue in the novel itself. To collect the data, the researcher used document analysis by Bowen. The researcher used theory from Milles and Huberman for analyzing the data. The results of struggle as extrinsic element there are three kinds of struggle: 1) against the time, this struggle emphasized how the character’s patience with the process and how to adapt to new circumstances; 2) against the outside factor, this struggle emphasized teamwork, faith, and not despair; 3) self-thought, this struggle emphasized how dealing with own mind can ruin our-self. 
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Berkomunikasi Mahasiswa
Kemampuan berkomunikasi dengan bahasa yang baik sangat penting dimiliki oleh mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Karena jika mahasiswa tidak dapat menyampaikan dengan baik suatu berita dan kabar, maka informasi sesunggahnya juga akan sulit diterima oleh orang lain dan alhasil terjadi kekeliruan dan kesalahan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa STKIP PGRI Pacitan. Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Kemampuan Berkomunikasi Mahasiswa”. Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan. Lokasi kegiatan dipusatkan di STKIP PGRI Pacitan Kecamatan Pacitan. Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan (1) Persiapan, meliputi kegiatan survey, penetapan lokasi dan sasaran kegiatan, (2) Pelaksanaan, meliputi kegiatan pelatihan, (3) Akhir/Evaluasi dan Tindak Lanjut, meliputi penyusunan laporan kegiatan, evaluasi, dan penyusunan proyeksi/rencana kegiatan sebagai tindak lanjut. Sesi kegiatan meliputi: (1) pengantar dan penjelasan tentang komunikasi mahasiswa untuk membangun relasi, (2) penjelasan tentang strategi berkomunikasi di era berkelimpahan (Abundance), dan (3) penugasan terhadap pemahaman materi yang telah diberikan oleh dosen dan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab interaktif, dan pendampingan bagaimana menggunakan bahasa yang baik dalam berkomunikasi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya pelatihan tentang kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang baik sangat penting bagi mahasiswa untuk menunjang kualitas diri dalam kehidupanya
Effects of Incoherent Sentences in English Undergraduate Students\u27 Thesis Background
Kalimat tidak koheren memiliki konten di luar topik paragrapnya. Penelitian ini bertujuan menganalisa efek-efek penggunaan kalimat tidak koheren pada penulisan empat buah latar belakang penelitian skripsi yang dipilih secara selektif. Penelitian ini telah diselesaikan dengan menggunakan design studi kasus. Temuan utama menunjukkan keakuratan informasi mendapatkan efek paling buruk dari penggunaan kalimat tidak koheren. Temuan lain menunjukkan akibat pada kesalahan penyampaian konsep, hipotesis, dan kerangka kerja penelitian. Hal menarik diantara semua temuan adalah penggunaan kalimat yang tidak koheren dapat dilakukan dengan tidak disadari oleh para penulis. Selain itu, efek lain dari penggunaan kalimat yang tidak koheren adalah para pembaca dapat sejutu dengan informasi yang salah dipahami tanpa mereka sadari. Menghindari penggunaan kalimat tidak koheren adalah satu keterampilan yang harus dilatih oleh para penulis. Semua temuan dalam artikel ini belum pernah ditemukan oleh para peneliti lain. Selain itu, semua temuan penelitian ini dapat dipakai untuk mengkonstruksi langkah-langkah dalam penulisan karya ilmiah pada penelitian di masa yang akan datang. Kesimpulan utama bahwa penggunaan kalimat tidak koheren harus dihindari oleh para penulis karena mereka dapat menurunkan tingkat kebenaran dan keterpercayaan pada tex
Dampak Covid-19 Terhadap Pembelajaran Daring Pada Siswa Sekolah Dasar Di Dusun Kaliaren Desa Sendang
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pembelajaran secara daring atau jarak jauh pada siswa Sekolah Dasar akibat adanya pandemik COVID-19. Penelitian ini menggunakan penelitian survey dimana dalam pengumpulan data peneliti menggunakan hasil observasi dan wawancara. Hasil dalam penelitian, menunjukkan bahwa dampak COVID-19 kepada pembelajaran daring/ jarak jauh di Sekolah Dasar tidak dapat terlaksana dengan baik. Hal tersebut di karenakan kurangnya bimbingan siswa ketika belajar di rumah secara daring. Berbeda jika pembelajaran secara daring/ jarak jauh di imbangi dengan adanya bimbingan belajar pada siswa Sekolah Dasar maka pembelajaran akan berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa dampak Covid-19 pada pembelajaran secara daring/ jarak jauh di Sekolah Dasar dapat terlaksana dengan baik apabila adanya kerjasama antara guru tutor bimbingan belajar, siswa, dan orang tua dalam pembelajaran dirumah
Analisis Kemampuan Siswa Dalam Menyimak Cerita Dengan Menggunakan Media Wayang Kartun Pada Pembelajaran Tematik
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembelajaran menyimak ceritapada pembelajaran tematik dengan menggunakan media wayang kartun untuk siswa kelasrendah, mendeskripsikan kemampuan siswa kelas rendah dalam menyimak cerita padapembelajaran tematik dengan menggunakan media wayang kartun, dan menjelaskan manfaatpenggunaan media wayang kartun dalam pembelajaran menyimak cerita siswa kelas rendah.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data denganmenggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di MasjidAt-Taqwa, Dusun Wetih, Desa Purwoasri. Subjek penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelasrendah yang masih berdomisili di sana. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah,observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang telah digunakan dalampenelitian ini dengan menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian ini, bahwaproses pembelajaran materi cerita ini dengan penggunaan media wayang kartun dapatmemberikan suasana belajar yang inovatif, menyenangkan, dan mampu menciptakanpartisipasi aktif siswa kelas rendah selama proses pembelajaran. Kemampuan menyimak siswasangat baik, dibuktikan siswa mampu menjawab dengan tepat 10 pertanyaan yang diberikan.Media wayang kartun dapat meningkatkan imajinasi, minat, motivasi, ketertarikan dankonsentrasi siswa kelas rendah dalam mengikuti proses pembelajaran
Analisis Kemalasan Sosial Ditinjau Dari Intensitas Penggunaan Gadget (Studi Kasus Pada Siswa Sd Kelas Tinggi di Mim Bandar I)
Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan intensitas penggunaan gadget dantingkat kemalasan sosial pada siswa kelas tinggi di MIM Bandar 1. Peneliti menggunakan jenispenelitian kualitatif. Sebagai subjek penelitian adalah 2 guru, 4 orangtua, dan 17 siswa MIMBandar 1. Datanya diperoleh dari metode angket, wawancara dan observasi. Teknik analisisdata yang digunakan adalah deskriptif naratif dengan menggunakan model Miles danHuberman. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1) intensitas penggunaangadget pada siswa kelas tinggi di MIM Bandar 1 berada pada kategori sedang atau sebesar58,8%, selanjutnya 23,5% kategori tinggi, dan 17,6% kategori rendah; 2) tingkat kemalasan sosialsiswa kelas tinggi di MIM Bandar 1 pada kategori sedang sebesar 64,71%, dan masing- masing17,65% pada kategori tinggi dan rendah. Dengan demikia tingkat kemalasan sosial siswabersesuaian dengan intensitas penggunaan gadget
“Strategi Pembelajaran Video Edukatif Pendidikan Anak Usia Dini pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Sambong”
Artikel ini memaparkan mengenai salah satu program kerja individu KKN STKIP PGRI Pacitan. Penelitian dilaksanakan di Desa Sambong, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan dengan melibatkan 5 lembaga PAUD di Desa Sambong. Berdasarkan pengamatan peneliti terdapat kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi selama adanya pandemi Covid-19. Pembelajaran dilaksanakan melalui jarak jauh sehingga dibutuhkan media yang dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan tersebut. Salah satu cara yang digunakan sebagai sarana untuk memudahkan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dalam menyampaikan materi ajar selama masa pandemi Covid-19. Berisi tentang materi yang berhubungan dengan alam sekitar dimana lebih difokuskan pada pengenalan binatang. Dimaksudkan agar siswa lebih mudah mengenal berbagai macam binatang dengan cara yang menyenangkan serta tidak mudah merasa bosan saat belajar. Sehingga, tujuan yang dimaksudkan oleh pihak lembaga sekolah dapat tercapai dengan baik. Tahap pertama dilakukan dengan perencanaan pembuatan video bersama dengan perwakilan guru PAUD Desa Sambong. Tahap kedua pengumpulan bahan yang diperlukan dalam pembuatan video. Tahap ketiga pembuatan video pembelajaran yang difokuskan pada materi pengenalan binatang yang sering dijumpai oleh siswa. Tahap selanjutnya yaitu pembagian video melalui grup whatsapp guru PAUD se-Desa Sambong yang kemudian dilanjutkan ke grup whatsapp lembaga PAUD masing-masing. Hasil dari penelitian ini dapat ditunjukkan oleh respon orang tua siswa yang disampaikan melalui guru di masing-masing lembaga PAUD untuk kemudian disampaikan kepada peneliti. Berdasarkan respon tersebut menunjukkan bahwa media audio visual dapat menambah semangat belajar anak serta memudahkan siswa dalam memahami materi yang akan disampaikan oleh guru.
 
Pemberdayaan ekonomi Masyarakat sekitar Bantaran Situ Gintung
Pemberdayaan ekonomi adalah kekuatan individu atau kelompok dalam memenuhi kebutuhannya dari produksi dan distribusi barang untuk mencapai kesejahteraan. Atas dasar itulah peneliti melakukan penelitian terhadap masyarakat sekitar Bendungan Situ Gintung dalam memanfaatkan bendungan sebagai penunjang ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan dengan data primer dan sekunder. Seperti bendungan atau danau yang menjadi daya tarik wisata umum dan telah mendatangkan pengunjung yang selalu datang. Hal ini sangat mendukung letak Bendungan Situ Gintung yang strategis, karena dekat dengan perbatasan Jakarta Selatan dan terdapat beberapa perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Sehingga Situ Gintung sangat cocok dijadikan sebagai tempat melepas penat dari kesibukan. Hal ini membuat masyarakat sekitar mendirikan tempat usaha seperti membuka warung makan, aneka minuman, dan kegiatan lainnya. Dampak tersebut membuat pendapatan masyarakat sekitar khususnya yang melakukan usaha mengalami peningkatan pendapatan yang cukup bahkan lebih dari memenuhi kebutuhannya. Meski begitu, perlu adanya pembenahan lebih lanjut di masyarakat bersama dengan pemerintah agar Bendungan Situ Gintung semakin baik lagi
Pemanfaatan Gula Jahe untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh di Era Pandemi Covid- 19 di Desa Gawang Kecamatan Kebonagung
Covid-19 adalah penyakit baru yang telah menjadi pandemik, penyakit ini harus diwaspadai karena penularan yang relatif cepat, memiliki tingkat mortalitas yang tidak dapat diabaikan. Hingga saat ini kasus penderita virus covid-19 di Kabupaten Pacitan terus mengalami peningkatan. Sistem imun tubuh penting untuk di jaga dalam era covid-19 seperti saat ini, salah satu sumber daya alam yang cukup melimpah di Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan adalah pemanfaatan jahe dan air nira kelapa yang dijadikan obat maupun bahan pangan dengan harga yang cukup terjangkau dan memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Gula jahe ini adalah produk baru yang diproduksi oleh ibu-ibu warga Desa Gawang. Gula jahe memiliki banyak sekali kandungan senyawa aktif yang menyehatkan bagi tubuh, di tengah keterbatasan suplai produksi vitamin C bagi masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan mengajak masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan dan menjaga sistem imun tubuh dengan mengkonsumsi jahe dan beberapa produk olahan jahe, serta melakukan penanaman jahe di pekarangan rumah sebagai sarana penyediaan jahe untuk keluarga
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM MITOS DI GUNUNG LIMO DESA MANTREN KECAMATAN KEBONAGUNG KABUPATEN PACITAN
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan deskripsi mitos apa saja yang ada di Gunung Limo, untuk menghasilkan deskripsi makna mitos yang ada di Gunung Limo, dan untuk menghasilkan deskripsi fungsi mitos yang ada di Gunung Limo Desa Mantren Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semiotik. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata atau kaLimot yang ada dalam mitos (a) sebagai tempat bertapa untuk memperoleh kesaktian/wangsit, (b) mitos buah-buahan yang tidak bisa dibawa pulang, (c) mitos batu selomatangkep, (d) mitos Tunggul Wulung, (e) parijoto di Gunung Limo, (f) upacara adat tetaken sebagai ritual tolak balak, (g) menebang pohon di kawasan Gunung Limo, (h) mengibarkan bendera Tunggul Wulung saat ada wabah penyakit. Metode pengumpulan datanya diperoleh dari observasi, wawancara, catat, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan (1) delapan mitos yang ada di Gunung Limo (a) Gunung Limo digunakan sebagai tempat bertapa untuk mendapat kesaktian/wangsit, (b) mitos buah-buahan yang tidak bisa dibawa pulang karena jika dibawa pulang atau keluar dari kawasan bisa berubah bentuk, (c) mitos batu selomatangkep (batu besar yang hanya cukup dilewati satu orang saja) apabila seseorang memiliki niat buruk dan ragu bisa melewati atau tidak maka seseorang tersebut tidak akan bisa melewati batu selomatangkep, (d) mitos Tunggul Wulung, salah satunya bermain bola menggunakan batu besar dengan dua orang saudaranya yang masing-masing berada di gunung yang berbeda, (e) parijoto di Gunung Limo, mitosnya jika seorang ibu hamil menjumpai tumbuhan tersebut maka anak yang dikandungnya akan tampan atau cantik, namun hanya orang-orang yang beruntung yang bisa menjumpai tumbuhan tersebut dikawasan Gunung Limo, (f) upacara adat tetaken sebagai ritual tolak balak, (g) menebang pohon di kawasan Gunung Limo, (h) mengibarkan bendera Tunggul Wulung saat ada wabah penyakit. (2) masing-masing mitos memiliki makna yang berbeda sesuai dengan jenis mitos maupun diksi yang digunakan. (3) masing- masing mitos juga memiliki fungsi yang sangat penting untuk kelangsungan hidup masyarakat