Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
Keterampilan Menulis Deskripsi menggunakan Media Gambar Berseri pada Siswa Kelas IV SDN Mentoro
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan menulis deskripsi menggunakan media gambar berseri pada proses pembelajaran .Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Mentoro yang berjumlah 28 siswa. Metode pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa : Keterampilan menulis deskripsi menggunakan media gambar berseri siswa kelas IV SDN 2 Mentoro dengan kategori tinggi sebesar 71%, kategori sedang 18%, dan kategori rendah 11%. Kendala yang dihadapi siswa dalam menulis deskripsi yaitu siswa merasa kesulitan dalam menuangkan ide ke dalam bentuk kata atau kalimat, serta siswa merasa kesulitan dalam menulis ejaan dan tanda baca yang yang benar dalam sebuah tulisan. 
Labu Lokal Alas (Pengenalan Budaya Lokal Melalui Flash Mob) pada Siswa SDN Bangunsari
Menari merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri, selain itu menari juga bentuk seni budaya yang memadukan antara gerakan, estetika, dan perasaan. Tarian lebih menyenangkan dan bersemangat jika dilakukan secara bersama-sama. Tarian yang dilakukan secara massal atau yang lebih dikenal dengan nama flash mob ini memiliki arti sebagai sekelompok orang yang berkumpul pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan untuk melakukan suatu hal seperti sebuah bentuk seni pertunjukan. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakteristik siswa SDN Bagunsari agar lebih menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, dan inovatif. Hasil kegiatan ini berupa pengenalan budaya melalui flashmob yang terbukti dapat meningkatkan rasa percaya diri pada siswa SD Negeri Bangunsari dan setelah melakukan flashmob atau tari massal siswa tertarik untuk terus mengembangkan budaya lokal melalui tari, seperti tari ganong, tari remo, dan lain-lain. Hal itu berdampak positif bagi siswa yaitu pada rasa percaya diri, perilaku kreatif dan inovatif yang meningkat, sehingga pihak sekolah memasukan kegiatan tari pada sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
 
Penerapan Ice Breaking untuk Siswa Kelas IV di SD Negeri 1 Pringkuku sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar
Pengabdian ini bertujuan mengenalkan sekaligus menerapkan Ice Breaking dalam pembelajaran kelas IV SD Negeri Pringkuku. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 1 Pringkuku pada bulan Oktober sampai dengan November 2019. Sasaran kegiatan yaitu siswa Kelas IV SD Negeri 1 Pringkuku. Kegiatan ice breaking dilakukan oleh guru ketika awal pembelajaran dengan pemberian variasi tepuk, pertengahan kegiatan inti ketika siswa mulai jenuh, tidak konsentrasi, serta pada akhir pembelajaran agar siswa tetap semangat. Ice breaking berperan aktif dalam meningkatkan motivasi belajar di SD Negeri 1 Pringkuku. Peran ice breaking yaitu mencairkan kebosanan atau kejenuhan siswa dalam mengikuti pembelajaran, membuat siswa lebih termotivasi dan antusias dalam mengikuti pembelajaran dan membuat siswa kembali focus pada guru. Pembelajaran yang dipilih dalam pelaksanaan ice breaking yaitu pada pembelajaran tematik sebagai cara untuk menjeda atau mengalihkan satu mata pelajaran ke pelajaran lain. Jenis ice breaking yang diberikan yaitu variasi tepuk, humor, tanya kabar, nyanyian lagu, dan game atau permainan. 
Analisis Kesalahan dalam Mengerjakan Soal Matematika Berdasarkan Prosedur Newman
Penelitian ini bertujuan u ntuk mengetahui kes alahan s is wa dalam mengerjakan s oal es ay berdas arkan Newman Error Analys is (NEA). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif s tudi kas us . Pengambilan s ampel menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah s is wa kelas VIII C SMP N 3 Tulakan tahun ajaran 2019/2020 s ebanyak
28 s is wa. Ins trumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes , dan wawancara.
Sedangkan analis is data yang digunakan Miles Huberman. Bentuk kes alahan s is wa berdas arkan Newman’s Error (NEA) adalah s ebagai berikut; 1) readings error, s is wa tidak menulis kan apa yang diketahui dalam s oal karena tidak membaca perintah s oal dengan baik.
2) comprehensions error, s is wa tidak menulis kan apa yang ditanyakan dalam s oal karena tidak memahami perintah s oal dengan baik. 3) transformations error, s is wa tidak menulis kan rumus dengan benar karena tidak memahami materi. 4) processing sk ill error, s is wa s alah menghitung karena tidak teliti. 5) encoding error, s is wa tidak menulis kan kes impulan karena pada tahap s ebelumnya telah terjadi kesalahan
Kesulitan Belajar Dimasa Pandemi pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi STKIP PGRI Pacitan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penerapan pembelajaran jarak jauh dan kesulitan model belajar jarak jauh yang sedang dialami mahasiswa khususnya pada mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa 10 orang belajar jika ada tugas dari dosen dan 5 orang belajar mandiri meskipun tidak ada tugas dari dosen dan mencari bahan belajar sendiri untuk penguatan materi. Pada penggunaan media belajar di rumah sejumlah 9 orang menjawab bahwa mereka memiliki dan menggunakan secara maksimal media belajar yamh ada di rumah masing-masing, sedangkan 6 orang kurang memaksimalkan media belajar yang ada di rumah. Pada aspek lingkungan belajar sejumlah 2 orang menjawab bahwa lingkungan belajar dan orang sekitarnya kurang peduli terhadap proses belajarnya, 9 orang menjawab bahwa lingkungan belajar dan orang disekitarnya peduli dengan cara monitoring terhadap hal-hal pembelajaramn yang dilakukan anaknya, sedangkan sisanya 4 orang menjawab bahwa orang-orang disekitarnya turut serta membantu mencarikan solusi dan ikut terampil membantu dalam keikutsartaan anak dalam pembelajaran daring
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Matematika Kelas IV Melalui Media Jam Sudut
Penelitian ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan dan mengetahui pemanfaatan media pembelajaran jam sudut pada mata pelajaran matematika siswa kelas empat, mendeskripsikan dan mengetahui motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika dan mendeskripsikan penggunaan media jam sudut terhadap motivasi belajar pada pembelajaran matematika siswa SDN Mentoro. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara angket, dan dokumentasi. Teknik Analisa data menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV dengan jumlah siswa sebanyak 13 laki-laki dan 15 perempuan. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Belum adanya penggunaan media jam sudut pada pembelajaran matematika siswa kelas IV, 2) Dalam pengisian angket terdapat siswa dengan dua kategori yaitu kategori tinggi dan rendah. Dapat dikatakan motivasi belajar siswa kelas IV di SD N Mentoro seimbang diantara keduanya, 3) Adapun dua kategori tersebut yaitu sebanyak kurang lebih 65% dinyatakan dalam kategori sangat baik dan 35% ada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan media jam sudut dalam proses belajar menunjukkan hasil yang lebih baik dan efektif untuk digunakan
Kegiatan Pendampingan Proses Belajar Mandiri di Masa Pandemi terhadap Siswa Sekolah Dasar di Dusun Manten Kelurahan Karangtengah Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek
Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi setiap orang. Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam proses belajar. Permasalahan yang muncul yaitu minimnya akses internet serta sarana pendukung untuk belajar online, keterpaksaan siswa untuk merubah kebiasaan belajar yang terbiasa didampingi oleh guru menjadi belajar secara mandiri. Untuk itu, melakukan pendampingan terhadap proses belajar mandiri siswa selama pandemi menjadi hal yang dibutuhkan agar kesulitan siswa selama belajar online berkurang dan dapat memahami materi pembelajaran yang diajarkan. Metode belajar yang diterapkan yaitu metode Diskusi Non-Formal. Sedangkan Media Audial dan Visual dipakai untuk menunjang proses belajar. Kegiatan pendampingan belajar dilakukan dengan tiga tahap, yaitu 1) memberikan pre-test sederhana tentang materi yang akan diajarkan, 2) mendiskusikan materi belajar, 3) memberikan soal evaluasi sederhana. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Indikator yang digunakan yaitu selisih poin antara jawaban soal pre-test dengan poin jawaban soal evaluasi. Program pendampingan belajar ini mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengatasi dan memecahkan permasalahan dalam proses belajar
Agen Mengabdi di Masa Pandemi sebagai Upaya Pendampingan Pembelajaran Daring bagi Anak-Anak
Pandemi adalah suatu cobaan besar terhadap umat manusia diseluruh dunia. Tidak hanya dirugikan dalam sektor ekonomi dan kesehatan, sektor pendidikan pun mendapatkan dampaknya. Kegiatan belajar mengajar online menjadi faktor pembicaraan yang tiada habisnya. Implikasi nyata di tengah masyarakat tidak semudah yang di bayangkan. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatakan produktifitas mahasiswa di masa pandemi dan membantu oramg tua dalam pendampingan anak selama belajar online. Metode yang diterapkan adalah pendampingan dan pembelajaran untuk program wajib dan keikutsertaan untuk program pendamping. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatnya antusiasme anak anak dalam belajar online bersama dan meningkatnya pengetahuan dan kecintaan anak anak tentang Bahasa Inggris.
 
Menumbuhkan Kemampuan Berbahasa Inggris dan Mengaji Di Masa Pandemi: Pengabdian kepada Anak-Anak di Dusun Pagutan Desa Pringkuku
Kegiatan belajar mengajar yang semula diadakan secara tatap muka, beberapa bulan terakhir ini dialihkan menjadi pembelajaran sistem daring guna memutuskan rantai penyebaran COVID-19. Beberapa persoalan pun muncul seiring berjalannya metode pembelajaran sistem daring, baik dari segi teknis maupun psikologis. Para pelajar terutama pada anak-anak cenderung merasa sulit menerima pelajaran serta merasakan kebosanan. Oleh karenanya, pemuda sebagai generasi agent of change tentu berperan penting dalam menciptakan inovasi guna menjawab tantangan tersebut. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan di masa pandemi oleh pemuda terutama mahasiswa adalah pengabdian pada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut penulis melaksanakan kegiatan pengabdian berupa edukasi Bahasa Inggris serta pengajaran membaca Al-Qur’an terhadap anak-anak di Dusun Pagutan, Desa Pringkuku dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
 
Evaluasi Usabilitas Layanan Sistem Informasi Akademik Menggunakan Metode Webqual
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi usabilitas layanan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) STKIP PGRI Pacitan menggunakan metode WebQual 4.0. Untuk mengetahui seberapa signifikan pengaruh kualitas layanan SIAKAD terhadap kepuasan pengguna penelitian ini menggunakan regresi linier berganda, sedangkan untuk mengetahui kesenjangan antara harapan pengguna dan kinerja sistem digunakan metode Importance Performance Analysis. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan stratified sampling dan teknik solvin untuk penarikan sampel hingga diperoleh 208 responden yang terdiri dari perwakilan tiap prodi.
Dari hasil analisis regresi linier berganda, masing-masing variabel independen ditemukan memiliki nilai thitungttabel dan nilai Sighit sebesar 0,000 Sigprob yang bernilai 0,05 maka bisa dikatakan variabel Usability, Information Quality, dan Interaction Quality memiliki pengaruh terhadap kepuasan pengguna SIAKAD. Sedangkan pada Importance Performance Analysis didapatkan indikator X1.5, X2.5, dan X3.6 berada pada kuadran satu, dengan gap masing-masing -1,16, -0,87, dan -2,58.
Dari variabel kualitas layanan yang terdapat pada WebQual 4.0 masing-masing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap User Satisfaction SIAKAD di STKIP PGRI Pacitan, ini berarti bahwa semakin baik kualitas pelayanan SIAKAD yang diberikan oleh STKIP PGRI Pacitan kepada mahasiswa, maka akan meningkatkan citra lembaga di mata mahasiswa. Perlu adanya perbaikan pada indikator X1.5, X2.5, dan X3.6 agar kinerja dari SIAKAD dapat memenuhi harapan dari pengguna, terutama pada variabel Interaction karena memiliki nilai gap terbesar yakni -0,89.