Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan (PJOK) di SD Inpres 44 Kabupaten Sorong: Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan (PJOK) di SD Inpres 44 Kabupaten Sorong
Character education in West Papua, specifically Sorong Regency, faces unique socio-cultural challenges, making value integration through physical activity crucial. This study aims to analyze the implementation of character education through Physical Education, Sports, and Health (PJOK) at SD Inpres 44 Sorong Regency. The research adopted a qualitative approach with a phenomenological design, involving the principal, PJOK teachers, and classroom teachers as key informants. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results show that implementation is carried out in a structured and systematic manner through three stages: planning (RPP integration), implementation (modeling and varied methods), and evaluation. The character values developed include honesty, cooperation, responsibility, discipline, sportsmanship, religiosity, nationalism, self-reliance, mutual cooperation, and integrity. Despite constraints in infrastructure and parental support , efforts to optimize facilities and collaborative synergy have proven effective in overcoming these obstacles. These findings highlight that PJOK is not merely physical activity but a strategic medium for contextual value internalization for students in the region.Pendidikan karakter di Papua Barat, terutama di Kabupaten Sorong, menghadapi tantangan sosial dan budaya yang khas sehingga integrasi nilai melalui kegiatan fisik menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan karakter melalui mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di SD Inpres 44 Kabupaten Sorong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan kepala sekolah, guru PJOK, dan guru kelas sebagai narasumber utama. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pelaksanaan dilakukan dengan terstruktur dan sistematis melalui tiga tahap: perencanaan (integrasi RPP), pelaksanaan (teladan dan metode yang bervariasi), serta evaluasi. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan mencakup kejujuran, kerjasama, tanggung jawab, disiplin, sportivitas, religius, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Meskipun terdapat kendala seperti terbatasnya sarana dan dukungan dari orang tua, usaha untuk mengoptimalkan fasilitas dan kolaborasi terbukti efektif dalam mengatasi hambatan ini. Temuan ini menunjukkan bahwa PJOK bukan hanya sekedar aktivitas fisik, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk menginternalisasi nilai yang relevan bagi siswa di daerah tersebut
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Pada Trigonometri
The point of the inquire about is to decide students\u27 numerical imaginative considering capacities mathematical on trigonometry fabric. The sort of investigate is graphic subjective, the investigate question is understudies at SMA Negeri 1 Central Bengkulu and the inquire about subjects are 33 understudies. The subjects interviewed were 3 students categorized as high, medium and low. Data collection was carried out using test questions and interviews. The research results showed that students\u27 creative thinking abilities averaged 54.10. With a low indicator, namely the originality indicator, there are 22% of students in the high category, 43% of students in the medium category, 34% of students in the low category, and factors that influence low thinking ability are students who don\u27t dare to try new things, forget, rarely practice in working on questions.Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatis matematis siswa pada materi trigonometri. Jenis penelitian yaitu kualitatif deskriptif, objek penelitian siswa SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah dan subjek penelitian 33 siswa. Subjek yang diwawancarai yaitu 3 orang siswa yang berkategori tinggi, sedang dan rendah. Pengumpulan data dengan soal tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa rata-rata 54,10. Dengan indikator yang rendah yaitu indikator originality, terdapat 22% siswa berkategori tinggi, 43% siswa berkategori sedang, 34% siswa berkategori rendah, dan faktor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan berfikir yaitu siswa tidak berani mencoba hal yang baru, lupa, jarang berlatih dalam mengerjakan soal
AI dalam Pendidikan: Perangkat Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Karakter untuk Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa dan dosen dalam pembelajaran, sekaligus mengetahui proses penyusunan dan validasi perangkat pembelajaran berdiferensiasi berbasis pendidikan karakter pada mata kuliah Bahasa Indonesia dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence (AI). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan partisipasi mahasiswa dalam mata kuliah Bahasa Indonesia, yang disebabkan oleh keberagaman gaya belajar yang tidak terakomodasi oleh metode pengajaran konvensional. Selain itu, ada kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum untuk membentuk sikap dan nilai-nilai positif di kalangan mahasiswa. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data melalui angket yang diisi oleh mahasiswa dan dosen untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar dan kebutuhan dosen dalam menyusun perangkat pembelajaran. Proses penyusunan perangkat pembelajaran meliputi pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), buku ajar, dan perangkat penilaian dengan bantuan AI. AI digunakan untuk membantu dalam analisis kebutuhan mahasiswa, penulisan konten, pembuatan ilustrasi, dan penyusunan soal penilaian secara otomatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki preferensi belajar kinestetik dan lebih menyukai metode pembelajaran yang interaktif dan praktis. Dosen juga menunjukkan kebutuhan yang tinggi akan teknologi, terutama AI, untuk membantu menyusun perangkat pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Validasi perangkat pembelajaran dilakukan oleh para ahli, menunjukkan bahwa perangkat yang disusun sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa, meskipun masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa dan dosen dalam pembelajaran, sekaligus mengetahui proses penyusunan dan validasi perangkat pembelajaran berdiferensiasi berbasis pendidikan karakter pada mata kuliah Bahasa Indonesia dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence (AI). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan partisipasi mahasiswa dalam mata kuliah Bahasa Indonesia, yang disebabkan oleh keberagaman gaya belajar yang tidak terakomodasi oleh metode pengajaran konvensional. Selain itu, ada kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum untuk membentuk sikap dan nilai-nilai positif di kalangan mahasiswa. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data melalui angket yang diisi oleh mahasiswa dan dosen untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar dan kebutuhan dosen dalam menyusun perangkat pembelajaran. Proses penyusunan perangkat pembelajaran meliputi pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), buku ajar, dan perangkat penilaian dengan bantuan AI. AI digunakan untuk membantu dalam analisis kebutuhan mahasiswa, penulisan konten, pembuatan ilustrasi, dan penyusunan soal penilaian secara otomatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki preferensi belajar kinestetik dan lebih menyukai metode pembelajaran yang interaktif dan praktis. Dosen juga menunjukkan kebutuhan yang tinggi akan teknologi, terutama AI, untuk membantu menyusun perangkat pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Validasi perangkat pembelajaran dilakukan oleh para ahli, menunjukkan bahwa perangkat yang disusun sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa, meskipun masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan
PENGARUH PROBLEM BASED FLIPPED LEARNING DAN SELF REGULATED LEARNING TERHADAP PEMECAHAN MASALAH DALAM MATA PELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 GADING PROBOLINGGO
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti Problem Based Flipped Learning (PBFL) dan Problem Based Learning (PBL), (2) mengetahui perbedaan berdasarkan tingkat Self Regulated Learning (SRL), serta (3) mengetahui interaksi antara PBFL dan SRL terhadap keterampilan pemecahan masalah. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar dan angket SRL. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan antara kelompok PBFL dan PBL, di mana PBFL memberikan hasil lebih baik; (2) siswa dengan SRL tinggi menunjukkan kemampuan pemecahan masalah lebih baik dibandingkan yang SRL sedang dan rendah; (3) terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan tingkat SRL terhadap keterampilan pemecahan masalah. PBFL efektif meningkatkan keterampilan pemecahan masalah pada mata pelajaran Biologi kelas X SMA Negeri 1 Gading Probolinggo
Pendampingan Pengembangan Mading Portable Interaktif sebagai Media Sosialisasi Pentingnya ASI Eksklusif bagi Bayi
Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk menghasilkan mading portable interaktif sebagai media sosialisasi/penyuluhan kesehatan di posyandu. Kegiatan pendampingan dilaksanakan di Desa Purwoasri pada bulan April-Juni 2024 dengan melibatkan bidan desa, kader posyandu, dan ketua TP PKK Desa Purwoasri beserta anggota. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu identifikasi dan analisis kebutuhan pendampingan, perencanaan pendampingan, pelaksanaan pendampingan, monitoring dan evaluasi dan pelaporan hasil pendampingan. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa tim dapat menghasilkan mading portable interaktif dengan materi ASI Eksklusif. Konsep portable dalam mading ini diwujudkan melalui tampilan materi menggunakan pop-up book yang mudah dilepas pasang dan mudah dibawa kemana-mana. Konsep interaktif dalam mading ini diwujudkan melalui penyediaan desain pop-up book yang berbeda-beda, penyediaan barcode materi, penyediaan alat-alat penunjang proses menyusui, dan penyediaan link kuis. Hasil diseminasi melalui lomba yang menjamin kelayakan konten dan tampilan mading juga dapat dijadikan dasar rekomendasi agar mading ini digunakan sebagai media sosialisasi/penyuluhan tentang ASI Eksklusif
THE EFFECTIVENESS OF THE PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL (PWIM) IN TEACHING ENGLISH TO SIXTH-GRADE STUDENTS AT SD NEGERI NO. 4 BALANGNIPA
This study aims to determine the effectiveness of the Picture Word Inductive Model (PWIM) in improving the English vocabulary mastery of sixth-grade students at SD Negeri No. 4 Balangnipa. The research was motivated by the lack of vocabulary mastery among students due to the use of conventional learning models. A quantitative approach with a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest model was employed. The research sample consisted of 21 students. Data collection techniques included vocabulary tests, observation, questionnaires, and documentation. The data were analyzed using a paired sample t-test. The results showed a significant improvement in vocabulary mastery, as indicated by the increase in students’ average scores from pretest to posttest. Statistical analysis revealed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the PWIM method was effective. Observational data also showed active student participation and positive responses toward the learning model. The PWIM approach, which integrates visual imagery and contextual learning, was proven to enhance students’ engagement and retention of vocabulary. Based on these findings, it can be concluded that PWIM is an effective teaching model for improving English vocabulary mastery in elementary school students. 
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS LITERASI SAINS MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SDN 2 KEBONDALEM
Pembelajaraan yang terintegrasi dua ilmu pengetahuan memiliki tantangan dan peluang baru bagi guru maupun peserta didik, sedangkan keterampilan literasi sains pada pembelajaran IPAS masih membutuhkan representasi panduan dipelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis literasi sains sebagai media pembelajaran IPAS Kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini merupakan Research and Development dengan model ADDIE menggunakan langkah-langkah meliputi: (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; (5) Evaluate. Subjek uji coba dilakukan pada kelas IV SDN 2 Kebondalem sebanyak 15 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawacara, angket, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu teknik tingkat kevalidan produk dan analisis data uji coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis literasi sains pelajaran IPAS tergolong pada kategori Sangat Valid; LKPD tergolong sangat praktis ditinjau dari hasil observasi; LKPD termasuk efektif berdasarkan hasil data uji coba skala. Dengan demikian, LKPD berbasis literasi sains yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran
Pelatihan Voice Over untuk Digital Advertisement
Tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan voice over, kegunaan/manfaat voice over di era digital, kemampuan yang harus dimiliki untuk menjadi voice over, serta bagaimana ketentuan khusus voice over untuk digital advertising. Kegiatan dilaksanakan di salah satu ruang pertemuan SMAN 1 Pacitan yang diikuti oleh ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktek berkaitan dengan voice over. Tahapan kegiatannya meliputi persiapan dan pelaksanaan pelatihan. Kegiatan diawali dengan pemberian pengetahuan tentang voice over melalui ceramah dan diskusi. Selanjutnya peserta diajak untuk simulasi dan mempraktikkan dari materi yang sudah disampaikan. Hasilnya berupa pengetahuan yang bisa menambah keterampilan dalam kegiatan promosi lewat media sosial
Majelis Adat Kerajaan Nusantara Menjaga Tradisi Nusantara Demi Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Majelis Adat Kerajaan Nusantara merupakan suatu perkumpulan kerajaan-kerajaan se nusantara yang mempunyai sifat kekeluargaan dan independensi. Secara historis Majelis Adat Kerajaan Nusantara didirikan pada bulan Agustus tahun 2019. Didirikannya Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) ini adalah untuk menjaga, mel;estarikan, mengembangkan serta melindungi adat istiadat, tradisi, seni, maupun budaya warisan para leluhur kerajaan. MAKN ini bersifat legal berpayung hukum yang senantiasa berkolaborasi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah, BUMN serta pihak swasta yang berkepentingan. Penelitian ini merupakan penelitian historis. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, yang terdiri dari empat langkah yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan terbentuknya Majelis Adat Kerajaan Nusantara ini menjadi sarana dalam menjaga keutuhan kerajaan-kerajaan nusantara yang masih eksis khususnya dalam menjaga tradisi warisan para leluhurnya. Selain itu dengan adanya kerjasama dengan pihak terkait akan menjadikan tambah kuatnya jati diri bangsa yang dibangun melalui keragaman kebudayaan yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia
ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN GARHADADGET TEP PERKEMBANGAN KARAKTER SESUAI DENGAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SISWA KELAS VI DI SD NEGERI 2 SAMBONG
This study aims to identify the impact of the use of gadgets on character development in accordance with the Pancasila Student Profile and analyze the efforts made by schools to overcome the impact of gadgets on character development in accordance with the Pancasila Student Profile of grade VI students of SD Negeri 2 Sambong. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected using interview, observation, and documentation techniques. The results of the study show that the use of gadgets in grade VI students of SD Negeri 2 Sambong has a positive impact on the character development of grade VI students, especially in the dimensions of critical, creative, and independent thinking. However, there are still obstacles in terms of discipline and responsibility. The school has made various efforts, such as supervision, gadget use policies, and cooperation with parents to shape student character in accordance with the Pancasila Student Profile.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila serta menganalisis upaya yang dilakukan sekolah untuk menanggulangi dampak gadget terhadap perkembangan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila siswa kelas VI SD Negeri 2 Sambong. Penelitian ini memggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget pada siswa kelas VI SD Negeri 2 Sambong berdampak positif terhadap perkembangan karakter siswa kelas VI, terutama pada dimensi berpikir kritis, kreatif, dan mandiri. Namun, masih ditemukan kendala dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab. Sekolah telah melakukan berbagai upaya, seperti pengawasan, kebijakan penggunaan gadget, dan kerja sama dengan orang tua untuk membentuk karakter siswa sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila