Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    940 research outputs found

    A Plyometric Berbasis Budaya Lokal: Keefektifan Latihan Lompat Tali terhadap Kekuatan Tungkai siswa SMP di Merauke: Plyometric Berbasis Budaya Lokal: Keefektifan Latihan Lompat Tali terhadap Kekuatan Tungkai siswa SMP di Merauke

    No full text
    Physical education in Merauke Regency, South Papua, often faces challenges in the accessibility of modern sports facilities, making the integration of local culture crucial to increasing student participation. This study aims to evaluate the effectiveness of local culture-based plyometric training, specifically rope jumping inspired by traditional games, to improve leg muscle strength in junior high school students. This study adopted a quasi-experimental design with a pre-test and post-test. The study involved 60 junior high school students aged 13-15 years divided into two groups: an experimental group with plyometric rope jumping training for 8 weeks and a control group using conventional training. Measurement instruments included vertical jump and standing long jump tests to measure leg strength. Data analysis using an independent t-test showed a significant increase in the experimental group with an average increase in vertical jump of 28% (p<0.001) and standing long jump of 22% (p<0.01), compared to the control group which only increased by 10-12%. These findings highlight that local cultural adaptation not only improves physical strength but also student motivation through the traditional game element of rope jumping. It is concluded that culturally based plyometric rope jumping training is effective as an inclusive intervention in physical education, with implications for the development of a sustainable national PJOK curriculum.Pendidikan jasmani di Kabupaten Merauke, Papua Selatan sering menghadapi tantangan aksebilitas fasilitas olahraga modern sehingga intergrasi budaya lokal menjadi krusial untuk meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efeektifan latihan plyometric berbasis budaya lokal, khususnya lompat tali yang terinspirasi dari permainan tradisional untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai pada siswa SMP. Penelitian ini mengadopsi desain kuasi eksperimen dengan pre-test dan post-test, penelitian melibatkan 60 siswa SMP berusia 13-15 tahun dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen latihan lompat tali plyometric selama 8 minggu dan kelompok kontrol menggunakan latihan konvensional. Instrumen pengukuran mencakup tes vertical jump dan standing long jump untuk mengukur kekuatan tungkai. Analisis data menggunakan uji t independen menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dengan rata-rata peningkatan vertical jump sebesar 28% (p<0,001) dan standing long jump 22% (p<0,01), dibandingkan kelompok kontrol yang hanya 10-12%. Temuan ini menyoroti adaptasi budaya lokal tidak hanya meningkatkan kekuatan fisik tetapi juga motivasi siswa melalui elemen permainan tradisional lompat tali. Disimpulkan bahwa latihan plyometric lompat tali berbasis budaya, efektif sebagai intervensi inklusif di pendidikan jasmani, dengan implikasi untuk pengembangan kurikulum PJOK nasional yang berkelanjutan

    Pengaruh Model Latihan Circuit Training Terhadap Daya Tahan Fisik Siswa Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Winongo: Pengaruh Model Latihan Circuit Training Terhadap Daya Tahan Fisik Siswa Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Winongo

    No full text
    This study aims to determine the level of endurance before and after participating in an exercise program. This study used a one-group pretest-posttest design. There was only one group. The sample consisted of 14 students of the Persaudaraan Setia Hati Winongo Pencak Silat (Pencak Silat) student association. The sampling technique used was purposive sampling. A suitable data collection instrument is one that has been tested for feasibility; therefore, the study used a bleep test. Based on the results of the paired sample test of the hypothesis testing criteria, if the significance value (sig.) is smaller than 0.05 (p <0.05), then there is a significant difference between the pretest and posttest results, which means there is an influence of the treatment given. Because the sig. (.006) <0.05, it can be concluded that there is a significant influence of the circuit training model on the physical endurance of the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat students at a significance level of 5%. In other words, there is an increase in the average value of the posttest results compared to the pretest, the increase is large enough to be declared statistically significant. Thus, the results of this study can be concluded that the circuit training model has a positive influence on increasing the physical endurance of the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat daya tahan tubuh sebelum dan sesudah mengikuti program latihan. Dalam penelitian ini menggunakan one group pretest posttest design. Dimana dalam penelitian ini cuma ada satu kelompok saja. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan berjumlah 14 siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposif sampling. Instrumen pengumpulan data yang layak adalah yang telah teruji kelayakan untuk itu penelitian menggunakan instrument bleep test. Berdasarkan hasil uji paired sampel test kriteria pengujian hipotesis, apabila nilai signifikansi (sig.) lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), maka terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan postest, yang berarti terdapat pengaruh dari perlakuan yang diberikan. Karena nilai sig. (.006) < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari model latihan circuit training terhadap daya tahan fisik siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo pada taraf signifikansi 5%. Dengan kata lain, terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil postest dibandingkan dengan pretest, peningkatan tersebut cukup besar untuk dinyatakan signifikan secara statistik. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model latihan circuit training memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan daya tahan fisik siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo

    Pengaruh Media Pembelajaran Geoenzo Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis

    No full text
    This research is an experimental study that aims to determine the effect of GeoEnzo learning media on students\u27 mathematical problem solving abilities on the subject of quadrilaterals and triangles. The population in this study were all students of class VII SMP Negeri 1 Polewali totaling 223 people and the samples were students of class VII C totaling 31 people and VII D totaling 31 people. The research instrument used a problem-solving ability test, student activity sheets, and the implementation of student learning. The collected data were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics. From the results of statistical analysis, the average value of the pretest in the experimental class was 56.19 and the control class was 63.29. While the posttest average value in the experimental class is 87.93 and the control class is 64.32. Judging from the activities of students obtained an average percentage of 83.56%. The results of the calculation of the t test for posttest data obtained a value of 11.774. As for the value of 1.670 which means that is 11.774> 1.670. From the results of descriptive statistical analysis and inferential statistics, it was concluded that the GeoEnzo learning media had an effect on the mathematical problem solving abilities of seventh grade students of SMP Negeri 1 Polewali.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran GeoEnzo terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada pokok pembahasan segiempat dan segitiga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Polewali yang berjumlah 223 orang dan sampelnya adalah peserta didik kelas VII C yang berjumlah 31 orang dan VII D yang berjumlah 31 orang. Instrument penelitian menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah, lembar aktivitas peserta didik, dan keterlaksanaan pembelajaran peserta didik. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dari hasil analisis statistik, diperoleh nilai rata-rata pretest pada kelas eksperimen yaitu 56,19 dan kelas kontrol yaitu 63,29. Sedangkan nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen yaitu 87,93 dan kelas kontrol 64,32. Dilihat dari aktivitas peserta didik diperoleh rata-rata  persentase 83,56%. Hasil perhitungan uji t untuk data posttest diperoleh nilai  sebesar 11,774. Sedangkan untuk nilai  sebesar 1,670 yang berarti  yaitu 11,774 > 1,670. Dari hasil analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial disimpulkan bahwa media pembelajaran GeoEnzo berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Polewali

    Commognitive terhadap Proses Berpikir Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Program Linear: Studi Kasus pada Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika

    No full text
    Commognitive theory views mathematical thinking as a form of communication that reflects an individual’s conceptial structure in understanding mathematics. This study is motivated by the finding that students often have difficulty in constructing mathematical models and interpreting solutions in the context of linear programs. This study aims to describe the thought process of undergraduater mahtematics education students in solving linear program progrlems based on commognitive theory. With a qualitative case study approach, two students were selected through purposive sampling technique and analyzed using problem solving questions, think aloud, and clinical interviews. The data were analyzed based on four commognitive components: word use, visual mediator, narratives, and routines. The results showed that subject M1 was able to construct a logical and coherent mahtematical narrative, although there were still deficiencies in the formula explicitness. In contrast, Subject M2 showed ritualistic mathematical communication, accompanied by logical leaps and incomplete procedures.Teori commognitive memandang berpikir matematis sebagai bentuk komunikasi yang mencerminkan struktur konseptual individu dalam memahami matematika. Kajian ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam mengkonstruksi model matematis dan menginterpretasikan solusi dalam konteks program linear. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa S1 Pendidikan Matematika dalam menyelesaikan masalah program linear berdasarkan teori commognitive. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, dua mahasiswa dipilih melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan soal pemecahan masalah, think aloud, serta wawancara klinis. Data dianalisis berdasarkan empat komponen commognitive: penggunaan kata, mediator visual, narasi, dan rutinitias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek M1 mampu membangun narasi matematis yang logis dan koheren, meskipun masih terdapat kekurangan dalam eksplisitasi rumus. Sebaliknya, Subjek M2 menunjukkan komunikasi matematis yang ritualistik, disertai lompatan logika dan ketidaklengkapan prosedur

    Pengembangan Asesmen Formatif Terintegrasi Karakter Nilai Islam Berbasis Wordwall

    No full text
    This study aims to develop a formative assessment based on the Wordwall website, integrated with Islamic character values, as an interactive learning medium. The assessment not only measures students\u27 cognitive understanding but also instills values of honesty, responsibility, and discipline. The researcher employed the ADDIE development model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The resulting interactive assessment was implemented with 32 tenth-grade students of Class X F at SMA Muhammadiyah 3 Jember and validated by experts. The validation results indicated a "Highly Feasible" category, with a score of 90% from the content expert and 86% from the media expert. Additionally, 90% of students gave positive responses, indicating that the assessment is "Highly Engaging" as a medium for formative assessment.Penelitian ini bertujuan mengembangkan asesmen formatif berbasis website Wordwall yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter Islami sebagai media interaktif dalam pembelajaran. Asesmen ini tidak hanya mengukur pemahaman kognitif siswa, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin. Peneliti menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu  analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengembangan berupa asesmen interaktif diimplementasikan pada 32 siswa kelas X F SMA Muhammadiyah 3 Jember dan divalidasi oleh ahli. Hasil validasi menunjukkan kategori “Sangat Layak” dengan skor 90% dari ahli materi dan 86% dari ahli media, serta respon positif siswa sebesar 90%, yang menandakan bahwa asesmen ini “Sangat Menarik” untuk digunakan sebagai media dalam asesmen formatif

    EFL STUDENTS’ READING SKILLS AT NUBB: A FOCUS ON SPEED AND COMPREHENSION

    No full text
    Speed and comprehension are crucial components of reading skills. It presents how quickly learners can read and understand the text. While some EFL students are good at reading, some usually find reading a difficult task to do which may interfere with their academic performance, competitive edge, future career, and other invaluable opportunities. This research aimed to investigate the reading skills of English Literature students who are non-native speakers at the National University of Battambang (NUBB), Cambodia, focusing on dual aspects of their reading speed and comprehension levels. There were 30 participants who were all taking the English Literature program during their second semester from March 2024 to July 2024. The students first filled out their background information through the invitation link. Then with the same link of Google Form, they took the reading tests to measure their reading speed and comprehension levels. The researchers found out there is no correlation between these two aspects which means while students gain an adequate level of reading speed, their comprehension abilities differ significantly. Forwardly, future research should consider increasing the sample size and incorporating a wider variety of reading materials to have a better understanding of the factors affecting reading skills and students’ speed and comprehension scores in reading

    EXPLORING EDUCATIONAL TECHNOLOGY INTEGRATION IN CAMBODIAN HIGHER EDUCATION: CHALLENGES AND OPPORTUNITIES

    No full text
    This literature review explores the challenges and opportunities associated with integrating educational technology in Cambodian higher education institutions. It aims to identify effective strategies for incorporating technology into teaching and learning. By systematically analysing research studies, academic publications, and empirical data from 2007 to 2023, the review highlights key obstacles, including technical limitations, restricted access to digital tools, cultural barriers, insufficient digital literacy, high costs, and inadequate infrastructure. Conversely, educational technology offers numerous benefits, such as increased student engagement, access to diverse learning resources, support for self-directed learning, and the development of essential 21st-century skills. Additionally, it facilitates global communication, enriching the overall educational experience. The findings indicate that successfully integrating technology into Cambodian higher education requires addressing these challenges while maximizing the available opportunities. To achieve this, school administrators must enforce institutional and classroom policies to prevent the ineffective use of digital tools, ensuring that both educators and students gain meaningful educational benefits

    EXAMINING SPEECH ACTS IN ENGLISH TEXTBOOKS: SIGNIFICANCE AND IMPLICATIONS FOR EFL INSTRUCTION

    No full text
    Pragmatic competence is a crucial component of cultural understanding, encompassing the ability to select and interpret expressions and utterances in specific context of communication. This aspect of language instruction often receives insufficient attention due to teacher priority on language forms over its functions. The primary objective of this study was to identify types of speech acts in the dialogues of the first and fourth editions of the "New Interchange" series written by Jack C. Richards and Jonathan Proctor. Utilizing Searle’s classifications of speech acts, the results indicated that both editions provided a range of suitable speech acts for beginner learners. Moreover, the fourth edition presented a greater frequency of speech acts in a relatively proportional manner compared to its predecessor, suggesting an enhancement in the instructional material\u27s capacity to foster pragmatic competence. To maximize this potential, teachers should use effective strategies that include explicitly teaching speech acts, providing guided practice, and creating opportunities for meaningful interaction. By doing so, learners are facilitated to manage the complexities of language use in different sociolinguistic contexts, thereby improving their communication skills

    Bincang Jurnalistik: Pendampingan Menulis Berita sebagai Media Promosi bagi Siswa MTS Muhammadiyah 04 Gembuk

    No full text
    Pesatnya teknologi saat ini, mengharuskan sebuah lembaga pendidikan untuk membagikan informasi yang layak dikonsumsi publik guna disebarluaskan. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan rangkaian peristiwa, data, maupun fakta terkait lembaga pendidikan tersebut kepada khalayak umum. Melalui jurnalistik, seluruh data yang ada akan diolah, disusun, kemudian disajikan secara menarik sesuai dengan situasi yang terjadi di lapangan. Produk jurnalistik yang bisa disebarkan melalui media sosial salah satunya adalah berita. Adanya pengabdian ini bertujuan untuk menambah wawasan siswa tentang jurnalistik sekaligus memotivasi siswa dalam menulis berita terkait kegiatan maupun profil sekolah sebagai sarana promosi kepada khalayak ramai. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah berupa penyampaian materi yang dikemas dalam bentuk Power Point (PPT) kemudian dipresentasikan oleh pemateri kepada peserta. Hasil dan pembahasan pengabdian ini peserta mampu menyerap materi yang disampaikan narasumber dengan baik. Hasil ini dibuktikan dengan berita yang disusun oleh peserta sudah baik dan mampu menerapkan unsur 5W+1H

    TINGKAT KETERAMPILAN BERMAIN BOLA VOLI PADA SISWA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMA INTENSIF TARUNA PEMBANGUNAN SURABAYA

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterampilan bermain bola voli pada siswa ekstrakurikuler bola voli di SMA Intensif Taruna Pembangunan Surabaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan tes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler bola voli SMA Intensif Taruna Pembangunan Surabaya yang berjumlah 24 siswa. Sampel yang digunakan yaitu 20 siswa ekstrakurikuler bola voli SMA Intensif Taruna Pembangunan Surabaya dengan cara memakai teknik random sampling (acak/pengundian).             Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dalam penelitian ini hasil tes keterampilan passing sebanyak 6 siswa termasuk kategori baik atau sebesar 25%, sebanyak 14 siswa termasuk dalam kategori sedang atau sebesar 75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil tes keterampilan bola voli siswa ekstrakurikuler di SMA Intensif Taruna Pembangunan Surabaya menunjukan hasil yang “sedang”.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterampilan bermain bola voli pada siswa ekstrakurikuler bola voli di SMA Intensif Taruna Pembangunan Surabaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan tes. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler bola voli SMA Intensif Taruna Pembangunan Surabaya yang berjumlah 24 siswa. Sampel yang digunakan yaitu 20 siswa ekstrakurikuler bola voli SMA Intensif Taruna Pembangunan Surabaya dengan cara memakai teknik random sampling (acak/pengundian).             Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dalam penelitian ini hasil tes keterampilan passing sebanyak 6 siswa termasuk kategori baik atau sebesar 25%, sebanyak 14 siswa termasuk dalam kategori sedang atau sebesar 75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil tes keterampilan bola voli siswa ekstrakurikuler di SMA Intensif Taruna Pembangunan Surabaya menunjukan hasil yang “sedang”

    93

    full texts

    940

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇