Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    940 research outputs found

    Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Q.S. Luqman: 12-19 terhadap Kepribadian Anak

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data didasarkan pada data primer dan data skunder yang dilakukan dengan cara membaca, menelaah, meneliti dan mengumpulkan buku-buku yang berisi teori, pendapat atau pandangan para pakar yang terkait. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif-analitik, metode penalaran dan metode komparatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam Q.S. Luqman: 12-19 terdiri dari tiga hal, yaitu pendidikan aqidah yang meliputi: larangan menyekutukan Allah dan meyakini adanya tempat kembali. Pendidikan syariah yang berisi tentang perintah mendirikan shalat, dan perintah amar ma’ruf nahi mungkar. Serta pendidikan akhlak, berisi tentang berbakti kepada kedua orang tua, mengajarkan tentang etika bermasyarakat; 2) implikasi nilai-nilai pedidikan Islam yang terkandung dalam surat Luqman tersebut, menjadikan pembentukan kepribadian yang Islami sebagai salah satu pilihan guna membentengi anak sedini mungkin dari pengaruh lingkungan yang negatif

    Upaya Guru dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa pada Masa New Normal di SMK PGRI 1 Pacitan

    No full text
    Education is an important element in advancing world development and civilization. Educational institutions have the task of forming the character of children or students. Given the importance of character education, efforts to instill character education continue to be carried out. In the teaching and learning process, every teacher hopes that students can achieve good learning outcomes. To achieve this, it is necessary to enforce discipline for students. Discipline character is a support for student learning success. Discipline directs activities regularly, orderly, and neatly because regularity determines success in achieving learning goals and always obeys the rules that apply in the new normal period, and can control himself. This research was conducted at SMK PGRI 1 Pacitan. The type of research used by the researcher in this study is a qualitative approach which intends to understand the phenomena of what is experienced by the research subject, for example regarding behavior, perceptions, motivations, actions and others holistically and by means of descriptions in the form of words and language. . The results showed that 1). Teachers become role models for their students in learning. 2). Teachers always actively remind students about the importance of discipline and maintaining health. 3.) The teacher gives sanctions to students who commit violations.Pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam memajukan pembangunan dan peradaban dunia. Lembaga pendidikan memiliki tugas dalam pembentukan karakter anak atau peserta didik. Mengingat pentingnya pendidikan karakter, upaya penanaman pendidikan karakter terus dilakukan. Dalam proses belajar mengajar, setiap guru berharap agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar yang baik. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan penegakkan disiplin bagi peserta didik. Disiplin mengarahkan kegiatan secara teratur, tertib, dan rapi sebab keteraturan ikut menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan belajar dan selalu patuh dengan aturan yang berlaku pada masa new normal. Penelitian ini dilaksanakan di SMK PGRI 1 Pacitan. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif yang bermaksud untuk memhami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya mengenai perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata- kata dan bahasa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa1). Guru menjadi tauladan siswa-siswanya dalam pembelajaran. 2). Guru selalu aktif mengingatkan siswa mengenai pentingnya kedisiplinan dan menjaga kesehatan. 3.) Guru memberikan sangsi kepada siswa yang melakukan pelanggaran

    Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tapps dan GI pada Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian Peserta Didik SMP Se-Kabupaten Pacitan

    No full text
    This research is kind of quasi-experimental research by 3x4 factor design. The population of this research is all students of class VII at the States Junior High School (SMP Negeri) in Pacitan Regency of 2011/2012 academic year. The data collection was done using questionnaire, test, and documentation techniques. The problem solving ability is tested with essay test, while the personality type identified with a questionnaire. Data analysis using varians analysis (Anava) with different cells size. The conclusions of this research were: (1) GI and TAPPS provide better problem-solving ability than the conventional learning model on students in junior class VII Pacitan academic year 2011/2012. However, among students with GI learning models and TAPPS learning models, have the same problem-solving abilities, (2) students with artisan type or rational type has better problem solving ability better students with idealist or guardian type. However, both the students with artisan and rational type have the same problem-solving abilities. Learners with idealist and guardian types also have the same problem-solving ability, (3a) in the class using the GI and TAPPS learning model, problem-solving abilities of students with artisan or rational personality type is better when compared to problem-solving abilities of students with guardian or idealist personality type. Eventhough, in a class that uses conventional learning models, all groups of personality types have the same problem-solving ability, and (3b) for artisan or rational personality, GI and TAPPS provide better problem-solving ability than the conventional learning model. The inconclusion all learning models give the same problem solving abilities for idealist or guardian personality type

    Eksperimentasi Strategi Pembelajaran TTW dan TPS di SMPN Pacitan

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2 x 3. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri I di Kabupaten Pacitan semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011. Pengujian hipotesis menggunakan anava dua jalan dengan frekuensi sel tak sama, dengan taraf signifikan 5%. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat, yaitu: uji normalitas menggunakan uji Liliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Bartlett dan hasilnya adalah normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan: 1) hasil belajar siswa dengan strategi Think-Talk-Write (TTW) lebih baik daripada strategi Think-Pair- Share (TPS); 2) hasil belajar matematika siswa dengan aktivitas tinggi lebih baik daripada aktivitas sedang, hasil belajar dengan aktivitas sedang lebih baik daripada aktivitas rendah, dan hasil belajar dengan aktivitas tinggi lebih baik daripada aktivitas rendah; 3) Aktivitas belajar siswa tinggi, hasil belajar dengan strategi TTW, lebih baik daripada strategi TPS; 4) Aktivitas belajar siswa sedang, hasil belajar dengan strategi TTW lebih baik, daripada strategi TPS; 5) Aktivitas belajar siswa rendah, hasil belajar matematika siswa dengan strategi TTW lebih baik, daripada strategi TPS

    Meningkatkan Daya Ingat Melalui Media Pembelajaran: Studi Kasus Di SMKN 2 Pacitan pada Mata Pelajaran Matematika

    No full text
    Efektifitas pembelajaran sejatinya berbarometer pada hasil pembelajaran siswa-siswi di suatu sekolah. Semakin tinggi tingkat ketuntasan siswa menyerap pembelajaran, berarti proses pembelajaran yang berlangsung bisa dikatakan efektif (berhasil). Sebaliknya, semakin minim kemampuan daya serap siswa-siswi mengusai pembelajaran, berarti proses pembelajaran yang berlangsung kurang berhasil (tidak efektif). Media pembelajaran merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran itu sendiri. Terlebih, untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Bahkan media pembelajaran yang tepat, disinyalir dapat pula meningkatkan kemampuan siswa-siswi mengingat materi dan topik pembelajaran

    Beberapa Jejak Kelisanan dalam Novel di Kaki Bukit Cibalak Karya Ahmad Tohari: Perspektif Walter J. Ong

    Get PDF
    The aim of this study is to uncover the existence of the oral elements in the novelDi Kaki Bukit Cibalak by Ahmad Tohari. It is necessary to construct the convention of oraltheories that propounded by Walter J. Ong. This convention shows that there are severaloral elements in the novel. The oral element in the novel Di Kaki Bukit Cibalak there areagonistic, homeostatic, conservative, copious, episodic, additive, and moral teachings

    Sinerginitas Pembangunan Sumber Daya Manusia terhadap Budaya Masyarakat

    No full text
    Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset paling berharga suatu bangsa. Karena padanya, maju mundurnya suatu bangsa dipertaruhkan. SDM yang berkualitas pun, turut mewarnai cipta, rasa dan karsa peradaban bangsa di kemudian hari. Jika, suatu bangsa memiliki SDM yang baik, bisa dipastikan ia akan memiliki budaya yang baik. Sebaliknya, jika suatu bangsa memiliki SDM yang buruk, buruk pula budaya dan peradabannya. Rekayasa pembangunan SDM yang berkualitas perlu segera diretaskan, mengingat sudah terlalu lama bangsa kita larut dalam keterpurukan dan keterbelakangan

    Pendidikan Budi Pekerti: Studi Kasus di MTs Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta

    No full text
    Berkembang dimasyarkat saat ini semakin memarginalkan nilai-nilai budi pekerti dalam kehidupan keseharian. Bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa timur yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur semakin memudar. Hal ini tidak terlepas dari kuatnya arus globalisasi yang melanda dunia termasuk kita bangsa Indonesia. Arus globalisasi dengan pasar bebas, pesatnya IPTEK dan keterbukaan dalam segala aspek kehidupan membawa sisi positif, diantaranya efisiensi dan efektivitas serta semakin maju dan sejahteranya masyarakat. Di sisi lainnya, juga berdampak negatif, diantaranya faham kebebasan yang berlebihan, individualistik, konsumerisme, kekerasan yang semakin marak, gencarnya budaya barat memasuki kehidupan masyarakat kita yang kadang tidak sesuai dengan budaya kita. Fenomena diatas perlu diantisipasi dan  difilter agar bangsa Indonesia  tidak  kehilangan jatidiri, dan identitas nasional serta perlu dipupuk rasa kebangaan sebagai bangsa Indonesia sebagai bangsa yang religius, mandiri, santun, dan sejahtera. Hasil penelitian  menujukkan  budi pekerti peserta didik pada kategori baik (tinggi) sebesar 37,5%, kategori peserta didik memiliki budi pekerti cukup baik (sedang)  43,8%, dan peserta didik yang memiliki budi pekerti kurang baik sebesar 18,8%.&nbsp

    Students’ Perception Towards Education Cost: Case Study on Education Faculty Students of IKIP PGRI Semarang in 2012

    No full text
    Education cost is very important for the continuity of an education board and the smoothness for the students themselves. The education cost should be more human impartial in determining the above education cost by paying attention to the quality, social economical of the society, so that accessibility is till maintained. This deals with the education cost which becomes the central issue in education field. This education cost covers direct cost and indirect cost with the consideration in determining the education cost to be more understandable and empirical rational, so that to be created education life which is much more human and still depends on educational reality which is always concerning with the quality demand and society accessibility. &nbsp

    Studi Literasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Anak Usia Dini

    No full text
    Pendidikan anak usia dini dalam Islam adalah pendidikan yang berlangsung sejak anak-anak masih kecil. Islam menyebutkan bahwa seseorang itu dikatakan anak-anak, apabila ia belum mencapai akil baligh (dewasa) dan pendidikan diamanahkan kepada orang tua sebagai pendidik yang utama. Usia dini merupakan masa emas (golden age), karena pada usia dini ini anak-anaka mengalami pertumbuhan dan perkebangan yang sangat luar biasa mulai dari fisik, mental, pembentukan karakter, watak serta kepribadian. Oleh karena itu sangat penting sekali diberikan pendidikan agama sejak dini bertujuan bukanlah sekedar mengalihkan perilaku atau tabiat sebagai isi pendidikan akhlak, melainkan lebih merupakan suatu ikhtiar untuk menggugah fitrah insaniyah, sehingga peserta didik bisa menjadi penganut atau pemeluk yang taat dan baik serta bermoral. Dengan kata lain, pendidikan akhlak anak dalam Islam bertujuan agar peserta didik dapat membentuk dirinya menjadi insan kamil yang mempunyai akhlakul karimah dan dapat mengaplikasikan-nya di dalam kehidupan sehari-hari sebagai hamba Allah yang taat untuk menggapai ridha-Nya dalam kehidupan dunia dan akhirat. Dalam menanamkan pendidikan agama pada anak usia dini dapat diberikan  melalui beberapa langkah seperti keteladanan selalu mengucapkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan serta mengenalkan ibadah terutama sholat, wudhu dan membaca do’a sehari-hari serta surat-surat pendek, bercerita mengenalkan ciptaan-ciptaan Allah tentang alam seisinya, nasihat dan pembiasaan yang bernuansa Islami agar terbentuk akhlakul karimah

    93

    full texts

    940

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇