Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
Implementasi Kebijakan Sekolah Bertaraf Internasional
Abstract: government through the National Education Department hasdetermined new policies in the education sectors such as; the act of NationalEducation System(UU Sisdiknas), PP or Government Regulation, Permen orministerial regulation, Kepmen or ministerial decree, policy of pioneering effortof international level school (RSBI), policy of International Level Schools (SBI),immersive schools policy, accelerative schools policy, bilingualism, policy of thechange of education curriculum from year to year, determining the incorporate ofeducation institutions, increasing the quality of SDM ( Peoples resources), and theoperational aid to the education institutions, and so on. All of the efforts have apurpose to increase the national education quality to achieve the nationaleducation aim. The result of the research shows that SBI or International LevelSchool regulation in official of education at Pacitan Regency is only following thepolicy of provide government, and the national government. There is noproponent regulation which is more operational and relevant with the localschools needs
Krispi Tapak Liman: Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Tanjunglor Pacitan
Salah satu tanaman yang banyak ditemui di Desa Tanjunglor adalah tapak liman. Hampir setiap sudut rumah di wilayah tersebut dapat ditemui tanaman yang mempunyai nama latin Elephantopus scaber L ini. Hanya saja, melimpahnya sumber daya alam yang ada di desa tersebut tidak dimanfaatkan secara baik, dan optimal. Pengenalan sentra produksi krispi Tapak Liman adalah salah satu home industri Sentra krispi Tapak Liman yang didirikan di Desa Tanjunglor Kecamatan Ngadirojo Pacitan. Sentra Krispi Tapak Liman merupakan sentra yang memproduksi krispi Tapak Liman dan menghasilkan 3 jenis produk yaitu produk original,rasa pilihan (barbeque,ayam bawang,sapi panggang) dan pedas yang dipasarkan dalam bentuk kemasan yang berbeda, yaitu kemasan dengan berat 100 gram,150 gram dan 250 gram. Proses produksi ini dilakukan melalui empat tahap yaitu tahap persiapan, tahap penggorengan, tahap pengemasan, dan tahap pemasaran. Tujuan dilaksanakannya program ini antara lain: menumbuhkan inovasi baru dalam pemanfaatan tumbuhan liar tapak liman yang sebelumnya hanya untuk pakan ternak, kemudian dijadikan makanan ringan yang bergizi dan mencegah pelbagai penyakit. Program ini dilaksanakan dengan metode pendampingan yang sistematis yang terdiri dari beberapa langkah yaitu: (1) observasi lapangan; (2) analisis temuan lapangan; (3) analisis kebutuhan lapangan; (4) perencanaan program; (5) pelaksanaan program; (6) evaluasi program
STUDENTS’ WRITING ABILITY IN ONLINE ENGLISH LEARNING OF TWELFTH GRADE OF MIPA 2 OF SMA NEGERI TULAKAN IN THE ACADEMIC YEAR 2020/2021
The objectives of the research are to find students’ writing ability in online English learning. Themethod used in the research was a case study. The researcher used the quantitative. The data weregathered from this study through tests. The subjects of this research were students of XII MIPA 2 atSMA Negeri Tulakan, who were 20 students. This research finding showed that the mean score ofstudents’ writing ability is 70.85. Then the median of students’ writing score is 66. The modus ofstudents’ writing ability is 57 and 64.The standard deviation in SMA Negeri Tulakan is 75. From thefinding and data analysis, itcan be concluded that 12 from 20 students get the score of writing understandard deviation. Then eight from twenty students get the score up to standard deviation. Most ofthem have difficulties determining ideas or content, organization or coherence text, arranginglanguage use or grammar, word choice or vocabulary, and mechanics errors, including punctuation,capitalization, and spelling. There are some data or facts about students’ ability to construct theirs.Based on the English teacher interview’s result, teaching English online learning is not going well.Both the teachers and students must be able to adapt to online learning. Another obstacle of onlinelearning is some students don’t have a cellphone that supports the online learning media. Manystudents had difficulties, such as internet network constraints and limited quotas of internet data.Students are also less interactive in English online learning
EKSISTENSI BUDAYA MEGENGAN DALAM KUATNYA GEMPURAN ARUS GELOMBANG MODERNISASI DI PACITAN
Tujuan penulisan artikel ini merupakan bentuk peduli penulis termasuk kebudayaan lokal sekaligus memberikan kontribusi pada keilmuan mengenai nilai yang terkandung dalam tradisi Megengan. Karena di era modernisasi saat ini sudah mulai terdapat tanda-tanda lunturnya minat generasi pemuda utamanya untuk mengkaji serta mengembangkan budaya lokal karena semakin maraknya pengaruh budaya-budaya modern yang menurut mereka lebih populer. Budaya Megengan ini merupakan budaya turun-temurun yang harus dilestarikan karena mempunyai nilai-nilai pendidikan yang sangat tinggi.
Luaran hasil penelitian ini diharapkan (1) menjadi artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal yang ber ISSN, (2) Publikasi hasil penelitian melalui seminar nasional yang diikuti oleh berbagai dosen dan mahasiswa pada perguruan tinggi, (3) Menjadi sebuah acuan untuk penyusunan materi pendidikan budaya lokal.
Penelitian ini merupakan penelitian historis. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, yang terdiri dari empat langkah yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya megengan ini merupakan tradisi yang harus senantiasa dilestarikan. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa budaya megengan ini dari waktu ke waktu mengalami kemajuan dan perkembangan dan mengandung nilai edukasi yang sangat tinggi terutama mengenai spiritualitas, simpati maupun toleransi
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Penugasan Vidio Pada Pembelajaran Pendekatan Saintifik
Abstrak— Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menmeningkatkan motivasi belajar siswadengan penugasan vidio pembelajaran pada pemebelajaran pendekatan saintifik. Metode yangdigunakan dalam penyusunan artikel ini berasal dari kajian pustaka hingga didapatkanperumusan masalah, pengumpulan data, pembahasan, dan penarikan kesimpulan dan saran.Hasil kajian pustaka didapatkan tahap pembelajaran yang meliputi : 1) mengamati (berupaidentifikasi masalah dan memilih obyek pengamatan yang akan menjadi bahan pembuatanvidio); 2) menanya dengan merumuskan masalah dari hasil pengamatan; 3) mengumpulkaninformasi berupa kajian pustaka yang akan menjawab rumusan masalah; 4) menalar denganhasil jawaban dari rumusan maslah; 5). Mengkomunikasikan hasil vidio pembelajaran yangdibuat di dalam kelas. Dengan demikian pembelajaran dengan mengkombinasikan antarapendekatan saintifik dan penugasan vidio pembelajaran akan meningkatkan motivasi belajarsisw
Pengaruh Pemahaman Statistik Pendidikan Dan Metodologi Penelitian Pendidikan Terhadap Percepatan Penyelesaian Tugas Akhir Mahasiswa
Abstrak— Mata kuliah statistik pendidikan dan metodologi penelitian merupakan matakuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa STAI Diniyah Pekanbaru sebagai salah satu syaratuntuk menyelesaikan tugas akhir atau Skripsi. Selama ini terlihat dari pengamatan awalbahwa mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhir tepat waktu yaitu 48 bulan atau 4 tahunatau kurang dari 4 tahun adalah mahasiswa yang nilai statistik pendidikan dan metodologipenelitiannya tinggi. Penelitian dilakukan selama lebih kurang 2 tahun dengan mengambilsampel sebanyak 40 orang mahasiswa dan diperoleh hasil besarnya hubungan variabeldependen dengan independent adalah 25,7% dan besar pengaruh variabel dependent denganvariabel independent adalah 6,6%
Hubungan Minat Belajar Siswa Terhadap Komunikasi Matematika Siswa Kelas Viii Smp
Abstrak— Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi positif antara minatbelajar terhadap komunikasi matematika siswa SMP Negeri 1 Donorojo tahun pelajaran2017/2018. Sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian, maka penelitian ini menggunakanmetode diskriptif korelasional. Populasi adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Donorojo2017/2018, sebanyak 225 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 50% dari keseluruhanpopulasi yaitu sebanyak 112 siswa yang terbagi atas 4 kelas, teknik sampling yang digunakanadalah simple random sampling. teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes danangket sebagai teknik pokok. Teknik analisis data yang dipakai menggunakan analisis statistikdengan teknik regresi sederhana dengan bantuan komputer seri program statistik (excel).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antaraminat belajar dengan komunikasi matematika SMP Negeri 1 Donorojo dapat dilihat dari hasilanalisis data yang menunjukkant_obs>t_tab atau 2,302374>1,98177
Pembelajaran Materi Kubus Dan Balok Menggunakan Pemecahan Masalah Model Polya
Abstrak— Tujuan penelitian ini adalah 1) membuat model pembelajaran materi kubus danbalok menggunakan pemecahan masalah Polya dengan produk penelitian adalah modulpembelajaran materi kubus dan balok berbasis pemecahan masalah Polya; 2) mengetahuiperbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang diajar menggunakanpemecahan masalah Polya dan yang tidak diajar menggunakan pemecahan masalah Polya.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu dengan desain pretest-posttestcontrol group design. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik cluster random sampling.Untuk membuat model pembelajaran diperlukan penyusunan silabus dan rencana pelaksanaanpembelajaran (RPP) serta lembar kegiatan siswa (LKS) sebagai penunjang dalampembelajaran menggunakan pemecahan masalah Polya. Instrumen yang digunakan adalah teskemampuan pemecahan masalah matematis. Pengujian hipotesis menggunakan duaindependent sample t test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahanmasalah siswa yang diajar menggunakan pemecahan masalah Polya berbeda dengan siswayang tidak diajar menggunakan pemecahan masalah Polya. Dari beberapa jawaban siswadiperoleh 20 siswa memenuhi semua indikator pemecahan masalah, 1 siswa memenuhiindikator memahami masalah, 3 siswa memenuhi indikator memahami masalah danmelaksanakan rencana, dan 3 siswa hanya memenuhi indikator melaksanakan rencan
Peningkatan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Melalui Pengajaran Langsung Pokok Bahasan Besaran dan Pengukuran
Hasil analisis prestasi belajar fisika siswa di kelas X beberapa tahun sebelumnya masih rendah dalam hal praktikum terutama dalam penggunaan alat-alat ukur dan cara pembacaan skala alat ukur.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mengetahui peningkatan hasil pembelajaran menggunakanmodel pengajaran langsung (direct instruction) pokok bahasan besaran dan pengukuran, dalampenggunaan alat ukur panjang, massa, waktu dan listrik. Dalam hal ini guru sebagai peneliti menjadimodel bagi siswa kelas X MIPA 1. Penelitian tindakan ini menerapkan 3 siklus, tiap siklus mengacuprosedur pelaksanaan Kemmis dan Mc. Taggart memerlukan 4 tahapan yaitu tahap perencanaan,pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen penelitian terdiri dari lembar pengamatanketerlaksanaan pembelajaran, lembar pengamatan aktivitas siswa, tes hasil belajar siswa, dan angketrespons siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes, dan angket. Analisis datapenelitian meliputi aktivitas siswa, hasil belajar siswa, dan respons siswa. Pada akhir pelaksanaanpenelitian tindakan, di setiap siklus tampak ada peningkatan aktivitas belajar awalnya 25% menjadi75% dan prestasi hasil belajar pada penilaian pretes siswa memperoleh nilai rata-rata 36,63, padasiklus 1 siswa yang memperoleh nilai rata-rata tes formatif 66,00 tuntas 59 %, siklus 2 siswa yangmemperoleh nilai rata-rata tes formatif meningkat menjadi 82,07 tuntas 78%, hal ini belum memenuhiketuntasan belajar secara klasikal sebesar 80 % untuk nilai KKM 70. Disimpulkan bahwa penerapanmodel pengajaran langsung ini layak digunakan dalam peningkatan kualitas prestasi pembelajaranfisika
Multikulturalisme Cerita Rakyat Kalimantan: Kutukan Raja Pulau Mintin
Cerita rakyat merupakan khazanah kebudayaan lokal yang diwariskan nenek moyang yang mengandung nilai-nilai pendidikan sehingga dapat menjadi sarana internalisasi kesadaran multikultural sejak masa kanak-kanak. Minat membaca dan memahami kembali kearifan yang terkandung dalam cerita rakyat perlu didorong kembali. Hal itu mengingat cerita rakyat merupakan wajah masa lalu bangsa ini. Cerita rakyat adalah penyambung lidah rakyat masa lalu dengan masa kini, yang tersebar secara lisan. Cerita rakyat juga mengandung wacana multikultural yang dapat dijadikan bahan refleksi kehidupan di masa sekarang. Multikultural meniscayakan beragam kebutuhan dan kepentingan di antara anggota masyarakat. Pemilihan cerita rakyat Kalimantan berjudul ”Kutukan Raja Pulau Mintin” didasarkan pertimbangan bahwa Kalimantan merupakan pulau besar di Indonesia sehingga perlu mendapatkan perhatian serius sebab Kalimantan memiliki potensi keragaman budaya lebih besar. Beberapa daerah di Kalimantan berpotensi konflik, termasuk konflik etnis. Misalnya konflik berbau etnis antar Dayak dengan Madura, Melayu dengan Madura, Bugis dengan Tidung dan sebagainya. Kajian terhadap wacana multikultural dalam cerita rakyat Kalimantan ini menjadi pengayaan bahan pembelajaran multikultural di keluarga, sekolah maupun masyarakat