Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
KEMANDIRIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) MELALUI METODE KEPRAMUKAAN (STUDI KASUS DI SLB NEGERI PUNUNG)
This research aims to determine the independence of Children with Special Needs (ABK) through scouting methods at SLB Negeri Punung. The research was descriptive qualitative with a single case study approach. The informants consisted of 2 teachers as scout leaders and 5 students, chosen to use purposive sampling. Data collection methods consist of observation, interviews and documentation. Qualitative data analysis was chosen to use the Miles concept and Huberman through three activities, namely data reduction, data display, and conclusion drawing/ verification. The results obtained in this study are: 1) scouting activities at SLB Negeri Punung are superior extracurricular activities by implementing scouting methods including the scout code of honor, learning by doing, and partnerships with adult members, 2) scouting activities have implications for student independence, the observed indicators include initiative, self-confidence, decision-making ability and progressiveness, 3) obstacles in this activity are the difficulty in understanding the material presented by the teacher, so it requires support from parents and teachers to increase student participation.
Keywords: Independence, Children with Special Needs, Scouting MethodsPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui metode kepramukaan di SLB Negeri Punung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Informan terdiri dari 2 orang guru pembina pramuka dan 5 siswa yang diplih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif dipilih dengan menggunakan konsep Miles and Huberman melalui tiga aktivitas yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu: 1) kegiatan kepramukaan di SLB Negeri Punung merupakan ekstrakurikuler unggulan dengan menerapkan metode kepramukaan meliputi kode kehormatan pramuka, belajar sambil melakukan, dan kemitraan dengan anggota dewasa, 2) kegiatan kepramukaan memberikan implikasi terhadap kemandirian siswa, indikator yang teramati meliputi inisiatif, percaya diri, kemampuan mengambil keputusan dan progresif, 3) hambatan dalam kegiatan ini ialah kesulitan memahami materi yang disampaikan guru, sehingga memerlukan dukungan orangtua dan guru untuk meningkatkan partisipasi siswa
Navigating Academic Procrastination through Digital Minimalism and Learning Motivation
Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi pengaruh digital minimalism dan motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik di kalangan mahasiswa. Dalam era digital saat ini, fenomena prokrastinasi akademik semakin meningkat, di mana mahasiswa sering kali terjebak dalam penggunaan teknologi yang berlebihan dan distraksi yang dapat mengganggu proses belajar. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan ada pengaruh signifikan digital minimalism dan prokrastinasi akademik dengan nilai sig. 0,000, terdapat pengaruh signifikan motivasi belajar pada prokrastinasi akademik dengan nilai sig. 0,030, serta terdapat pengaruh simultan antara digital minimalism dan motivasi belajar pada prokrastinasi akademik dengan nilai sig. 0,000. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dan institusi pendidikan dalam mengatasi prokrastinasi akademik dan meningkatkan efektivitas pembelajaran.Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi pengaruh digital minimalism dan motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik di kalangan mahasiswa. Dalam era digital saat ini, fenomena prokrastinasi akademik semakin meningkat, di mana mahasiswa sering kali terjebak dalam penggunaan teknologi yang berlebihan dan distraksi yang dapat mengganggu proses belajar. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan ada pengaruh signifikan digital minimalism dan prokrastinasi akademik, terdapat pengaruh signifikan motivasi belajar pada prokrastinasi akademik, serta terdapat pengaruh simultan antara digital minimalism dan motivasi belajar pada prokrastinasi akademik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dan institusi pendidikan dalam mengatasi prokrastinasi akademik dan meningkatkan efektivitas pembelajaran
Pengembangan Media Kartu Bergambar Kartun Serial Televisi Pada Materi Teks Prosedur Terhadap Peserta didik Kelas IV
Writing skills constitute a crucial aspect of developing literacy competence among elementary school students. However, preliminary observations indicate that most students still experience difficulties in constructing procedural texts in a coherent manner and in accordance with appropriate linguistic conventions. This study aims to develop Television Cartoon Series Picture Card media to enhance the procedural text writing skills of fourth-grade students at SDN Kebon Baru 07 Jakarta.This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through teacher interviews, classroom observations, documentation, and learning outcome tests. Data analysis techniques included quantitative descriptive analysis to assess the feasibility of the developed media based on expert validation percentages, as well as analysis of learning improvement using the N-Gain test. The results indicated that the developed media were highly feasible for use, as evidenced by expert validation scores of 98.57% from subject matter experts, 92.94% from media experts, and 90% from language experts. Effectiveness testing conducted on a small scale involving 15 students yielded an average N-Gain score of 0.49, categorized as moderate. Meanwhile, large-scale trials involving 26 students demonstrated a higher improvement, with an average N-Gain score of 0.77, categorized as high. These findings demonstrate that the Television Cartoon Series Picture Card media are effective in improving elementary school students’ understanding and writing skills in procedural texts.Keterampilan menulis merupakan aspek penting dalam pengembangan kompetensi literasi siswa sekolah dasar. Namun, hasil pengamatan awal menunjukkan bahwasanya kebanyakan siswa kurang mampu untuk merangkai teks prosedur secara runtut dan sesuai dengan kaidah kebahasaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media Kartu Bergambar Kartun Serial Televisi untuk meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur siswa kelas IV di SDN Kebon Baru 07 Jakarta. Teknik pengumpulan data yang diperoleh untk penelitian ini dengan melalui wawancara guru, observasi dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh berupa: (1) rancangan model kartu bergambar kartun serial televisi dengan mengembangkan model ADDIE, yakni analysis, design, development, implementation, evaluation, (2) Rekapitulasi validitas dari oleh ahli materi 98,57% (Sangat Layak), ahli media mencapai 92,94% (Sangat Layak), dan ahli bahasa 90% (Sangat Layak). (3) Hasil efektivitas media dengan uji coba skala kecil pada 15 siswa menghasilkan rata-rata N-Gain 0,49 (Sedang), dengan 20% kategori tinggi. 60% siswa kategori sedang, dan 20% siswa kategori rendah. Selain itu, uji coba skala besar pada 26 siswa menunjukkan rata-rata N-Gain 0,77 (Tinggi), dengan 22 siswa (84,61%) siswa masuk kategori Tinggi dan 4 siswa (15,4%) berada dalam kategori Sedang. Penelitian ini membuktikan hasil peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan menulis teks prosedur pada siswa
Pelatihan Pembuatan Roll On Aromaterapi Minyak Atsiri Kayu Manis untuk Meningkatkan Kesehatan
Aromaterapi merupakan istilah modern yang dipakai untuk proses penyembuhan kuno yang menggunakan sari tumbuhan aromatik murni, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan tubuh, pikiran dan jiwa. Kandungan senyawa aktif eugenol pada minyak atsiri kayu manis dapat berfungsi sebagai antioksidan, antimikroba, dan dapat digunakan sebagai terapi alternatif yang membantu menurunkan skala ansietas serta mencapai kualitas hidup yang baik. Tujuan Pengabdian masyarakat yang berupa pelatihan pembuatan roll on aromaterapi ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa international terhadap potensi penggunaan roll on aromaterapi minyak atsiri kayu manis yang memiliki khasiat bagi kesehatan. Metode yang digunakan melalui kegiatan community service dengan memberikan pelayanan kesehatan ini merupakan salah satu bagian dari program Summer Camp Tour Campus yang diikuti oleh mahasiswa internasional. Kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan potensi mahasiswa dan memperluas wawasan internasional terutamana dalam pemanfaatan bahan herbal asli Indonesia dalam pembuatan sediaan roll on aromaterapi yang memiliki efek positif bagi kesehatan. Simpulan hasil Pengabdian masyarakat adalah secara keseluruhan kegiatan ini berjalan dengan lancar, serta semua peserta mahasiswa internasional yang turut serta dalam kegiatan ini sangat antusias. Masing-masing peserta membawa kenang-kenangan roll on aromaterpi yang telah dibuat. Selain itu, banyak mahasiswa internasional yang tertarik dengan pembuatan sediaan roll on aromaterapi terbukti dari banyaknya peserta yang bertanya terkait dengan materi maupun pelatihan yang disampaikan oleh narasumber
PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KREASI BUNGA DARI KAIN FLANEL
Kain flanel merupakan salah satu jenis kain yang banyak digunakan untuk membuat kerajinan salah satunya untuk kreasi pembuatan hiasan bunga. Pelaksanaan dilakukan di Dusun Klesem Desa Padi pada hari Jumat tanggal 06 Oktober 2023 pukul 13.00 sampai dengan selesai. Peserta dari kegiatan ini adalah anak-anak dusun Klesem yang tergabung dalam Bimbingan Belajar bareng Pintar sejumlah 10 anak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, praktik pelatihan langsung dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah 95% siswa ketika diberikan materi tentang proses produksi bunga dari kain flanel mereka mampu memahaminya dengan baik dan Anak-anak yang mengikuti kegiatan pelatihan pengembangan kreatifitas ini merasa sangat senang, aktif dan bersemangat selama megikuti kegiatan. Anak-anak merasa senang karena mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru
PROFIL KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA KELAS TINGGI SD ANGKASA SURABAYA
Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini yaitu mengetahui profil kebugaran jasmani pada siswa kelas tinggi SD Angkasa Surabaya dan untuk mengetahui apakah terdapat kenaikan rata – rata profil kebugaran jasmani pada siswa kelas tinggi SD Angkasa Surabaya.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel adalah bagian dari populasi, jadi sampel merupakan suatu perwakilan dari populasi, dalam penelitian ini sampel yang digunakan seluruh siswa putra kelas tinggi SD Angkasa Surabaya. Pelaksanaan dan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dan pengukuran dengan menggunakan tes TKJI.
Profil tingkat kebugaran jasmani siswa putra kelas 4 SD Angkasa Surabaya yaitu kurang, hal itu dapat dilihat hasil klasifikasi terdapat 4 siswa masuk pada klasifikasi baik dengan persentase 17.0%. Siswa masuk pada klasifikasi sedang berjumlah 6 siswa dengan persentase 32.8%, dan 8 siswa masuk pada klasifikasi kurang dengan persentase 50.2%. Sedangkan hasil persentase kebugaran jasmani siswa putra kelas 5 SD Angkasa Surabaya, dapat dilihat hasil klasifikasi, terdapat 3 siswa masuk pada klasifikasi baik dengan persentase 18.2%. Siswa masuk pada klasifikasi sedang berjumlah 11 siswa dengan persentase 51.3%, dan 4 siswa masuk pada klasifikasi kurang dengan persentase 30.5%. Sedangkan hasil persentase kebugaran jasmani siswa putra kelas 6 SD Angkasa Surabaya, dapat dilihat hasil klasifikasi, terdapat 4 siswa masuk pada klasifikasi baik sekali dengan persentase 24.5%. Siswa masuk pada klasifikasi baik berjumlah 11 siswa dengan persentase 56.3%, dan 3 siswa masuk pada klasifikasi sedang dengan persentase 18.2%Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini yaitu mengetahui profil kebugaran jasmani pada siswa kelas tinggi SD Angkasa Surabaya dan untuk mengetahui apakah terdapat kenaikan rata – rata profil kebugaran jasmani pada siswa kelas tinggi SD Angkasa Surabaya.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel adalah bagian dari populasi, jadi sampel merupakan suatu perwakilan dari populasi, dalam penelitian ini sampel yang digunakan seluruh siswa putra kelas tinggi SD Angkasa Surabaya. Pelaksanaan dan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dan pengukuran dengan menggunakan tes TKJI.
Profil tingkat kebugaran jasmani siswa putra kelas 4 SD Angkasa Surabaya yaitu kurang, hal itu dapat dilihat hasil klasifikasi terdapat 4 siswa masuk pada klasifikasi baik dengan persentase 17.0%. Siswa masuk pada klasifikasi sedang berjumlah 6 siswa dengan persentase 32.8%, dan 8 siswa masuk pada klasifikasi kurang dengan persentase 50.2%. Sedangkan hasil persentase kebugaran jasmani siswa putra kelas 5 SD Angkasa Surabaya, dapat dilihat hasil klasifikasi, terdapat 3 siswa masuk pada klasifikasi baik dengan persentase 18.2%. Siswa masuk pada klasifikasi sedang berjumlah 11 siswa dengan persentase 51.3%, dan 4 siswa masuk pada klasifikasi kurang dengan persentase 30.5%. Sedangkan hasil persentase kebugaran jasmani siswa putra kelas 6 SD Angkasa Surabaya, dapat dilihat hasil klasifikasi, terdapat 4 siswa masuk pada klasifikasi baik sekali dengan persentase 24.5%. Siswa masuk pada klasifikasi baik berjumlah 11 siswa dengan persentase 56.3%, dan 3 siswa masuk pada klasifikasi sedang dengan persentase 18.2
Hubungan Kekuatan Otot Perut Terhadap Teknik Dasar Heading Dalam Permainan Sepak Bola Siswa SMP Negeri Saifi: Hubungan Kekuatan Otot Perut Terhadap Teknik Dasar Heading Dalam Permainan Sepak Bola Siswa SMP Negeri Saifi
This study used a quantitative approach with a correlational research type. The study population was all 25 male students who participated in extracurricular soccer activities at Saifi State Junior High School in the 2024/2025 academic year, who also served as the research sample. The instruments used included a 30-second sit-up test to measure abdominal muscle strength and a 30-second ball heading test to measure heading ability. Data were analyzed using normality, linearity, and Pearson Product Moment correlation tests with the help of SPSS version 24. The results of the descriptive analysis showed that the average abdominal muscle strength of students was 18.04 sit-ups and the average heading ability was 17.88 points, both of which were classified as good. The Pearson Product Moment correlation test produced a value of r = 0.785 with p = 0.000 (p < 0.05) which indicates a positive and significant relationship between abdominal muscle strength and heading ability.Penelitianinimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa putra yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepak bola di SMP Negeri Saifi tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 25 orang, yang sekaligus dijadikan sampel penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi tes sit-up 30 detik untuk mengukur kekuatan otot perut dan tesheadingbola 30 detik untuk mengukur kemampuan heading. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, linearitas, dan korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan program SPSS versi 24. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata kekuatan otot perut siswa sebesar 18,04 kali sit-up dan rata-rata kemampuan heading sebesar 17,88 poin, keduanya tergolong kategori baik. Uji korelasi Pearson Product Moment menghasilkan nilai r = 0,785 dengan p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kekuatan otot perut dan kemampuan headin
Hambatan Implementasi Kurikulum Merdeka : Studi Kasus Sekolah Penggerak Jenjang SD Kabupaten Bulungan
Pelaksanaan program prioritas nasional kurikulum merdeka melalui program sekolah penggerak, tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya di Provinsi Kalimantan Utara, dan sudah berjalan kurang lebih 2 tahun. Sebagai bentuk monitoring dan evaluasi perlu diidentifikasi hambatan yang dialami sekolah penggerak secara rinci khususnya jenjang sekolah dasar di Kabupaten Bulungan yang paling banyak terdapat sekolah penggerak, sehingga memperoleh gambaran tentang bagian/area yang perlu diperbaiki/diintervensi dalam pendampingan agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan program. Penelitian yang dilakukan berjenis penelitian kualitatif dengan model studi kasus. Partisipan 2 kepala sekolah, dan 3 orang guru yang merupakan komite pembelajar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket dan observasi. Lalu analisis data melalui coding dan diperoleh 6 kategori dengan 10 tema. Setelah dilakukan analisis keterhubungan diperoleh hambatan dalam implementasi kurikulum merdeka antara lain hambatan dalam 1) penyusunan kurikulum merdeka/KOSP, 2) memahami dan menyusun modul ajar sendiri, 3) pemanfaatan dan penggunaan PMM, 4) keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, 5) pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila, 6) komunitas belajar. Dengan diperolehnya aspek hambatan dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak ini, diharapkan dapat dicari solusi untuk mengatasi hambatan tersebut serta menyusun kebijakan terkait yang dijadikan pedoman dalam perbaikan terkait implementasi kurikulum merdeka khususnya untuk jenjang SD sekolah penggerak
Pelaksanaan Budaya Nazar Pada Masyarakat Rejang Di Gunung Kaba Kabupaten Rejang Lebong
Budaya pelepasan nazar di Gunung Kaba merupakan tradisi unik masyarakat Rejang yang mengintegrasikan nilai religius, sosial, budaya, dan ekologi. Tradisi ini bermula dari keyakinan masyarakat bahwa nazar yang diikrarkan di puncak Gunung Kaba akan terkabul apabila hajat terpenuhi. Pelaksanaan nazar melibatkan serangkaian prosesi, seperti semawab, pelepasan burung dara, dan doa bersama. Penelitian ini bertujuan menggali nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam tradisi tersebut sekaligus memahami upaya pelestariannya di tengah arus modernisasi. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pencarian data dengan obervasi dan wawancara kepada tokoh adat dan masyarakat setempat. Analisis data melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan triangulasi, member check, dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini mengandung berbagai nilai dalam kehidupan manusia. Nilai religius dalam bentuk keimanan kepada Allah SWT dan pemenuhan janji. Nilai sosial melalui semangat gotong royong dan nilai budaya sebagai pelestarian adat, serta nilai ekologi dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Tradisi ini tidak hanya merepresentasikan identitas budaya Rejang tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata budaya. Dengan demikian, pelestarian budaya pelepasan nazar di Gunung Kaba sangat penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya masyarakat Rejang bagi generasi mendatang
Fenomena Relasi Antar Kelompok Agama Islam Di Desa Ngadirejan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena relasi antar kelompok Agama Islam di Desa Ngadirejan, mengetahui faktor yang mempengaruhi relasi antar kelompok Agama Islam di Desa Ngadirejan, serta mengetahui dampak relasi antar kelompok Agama Islam di Desa Ngadirejan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum relasi antar kelompok Agama Islam di Desa Ngadirejan terjalin dengan baik, meskipun pada awalnya banyak masyarakat yang mempermasalahkan terkait perbedaan pendapat antar kelompok Agama Islam yaitu antara Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA). Faktor-faktor yang mempengaruhi relasi antar Kelompok Agama Islam adalah faktor teologis berupa perbedaan madzhab, tata cara peribadatan, dan penerapan syariat, faktor konflik individu serta faktor kebudayaan. Dampak yang ditimbulkan akibat relasi antar Kelompok Agama Islam terjadi dalam ranah sosial, budaya, dan agama.