Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
MENYOAL STRUKTUR DAN SIMBOLISASI RUWATAN BUDAYA JAWA
Tulisan ini dibuat untuk mengetahui daur hidup upacara ruwatan. Hal menarik terjadi ditengah modernisasi dan perkembangan zaman, nyatanya upacara ruwatan masih lestari dantetap mendapatkan ruang di masyarakat. Tulisan ini berdiri pada ruang kajian budayadengan strukturalisme dan interaksionisme simbolik sebagai pisau analisisnya.Strukturalisme digunakan untuk melihat struktur luar dan struktur dalam dari upacararuwatan. Dengan diketahuinya struktur di dalam upacara ruwatan, maka dapat ditemukanalasan mengapa ruwatan masih lestari. Di samping itu dengan menggunakanstrukturalisme dapat diketahui apakah instrument-instrumen yang diperlukan dalamupacara ruwatan bias digantikan atau tidak. Interaksionisme simbolik digunakan untukmembantu melihat relasi makna antar symbol-simbol yang terdapat di dalam ruwatan.Temuan dalam tulisan ini, pertama bahwa upacara ruwatan memiliki beberapa strukturyang tersurat dan tersirat. Sebenarnya bukan ruwatannya yang lestari hingga saat ini, tetapistruktur-struktur ini yang tetap terjaga. Kedua, masyarakat mempercayai bahwa instrumentseperti: cerita lakon, gending, tembang, hingga sesajen harus tetap ada di dalam upacararuwatan. Dengan mempercayai simbolisasi dari instrument ini, maka berelasi padaterjaganya struktur di dalam upacara ruwatan
MENYELAMI BUDAYA MEMBACA SEJARAH Desa Penataran Dan Konstruksi Identitas
Tulisan ini dilatarbelakangi oleh 3 (tiga) hal. Pertama,diversifikasi dan keunikan desa Penataransebagai sebuah entitas yang memiliki nilai historis. Kedua, relasi desa Penataran dengan candiPenataran yang notabene tinggalan masa Majapahit. Ketiga, kemampuan desa Penataranmenegosiasikan dengan perubahan zaman, sehingga beberapa tradisi masih lestari. Tulisan inimeng-kaji Trikotomi dari latarbelakang yang memuat pertanyaan bagaimana nilai-nilai historisdesa Penataran?bagaimanakah nilai budaya masyarakat desa Penataran? Masih lestarinya tuturlisan terkait nilai historis memunculkan pertanyaan terkait relasinya dengan budaya masyarakat.Apakah budaya turut menjaga kelestarian itu?Desa Penataran menjadi batasan spasial dalam penelitian ini karena beberapa nilai budayamasih lestari di tengah-tengah modernisasi. Alhasil, dibandingkan desa lainnya, konstruksi historisdesa tersebut masih melekan secara turun-temurun dalam memori social. Tulisan ini menggunakanmetode sejarah ex-post factum sehingga sumber sejarah bisa ditelusi melalui wawancara daripelaku tradisi. Terkait monografi candi Penataran tentunya digunakan metode sejarah dan studiliterature.Terdapat 3 (tiga) kesimpulan, pertama, terkait penamaan desa Penataran ada beberapa versiyang masih dapat ditelusuri melalui tutur lisan. Kedua, adanya bangunan suci di desa Penataranberelasi pada kehidupan budaya masyarakat. Beberapa tradisi masa tradisional masih dilakukanhingga sekarang. Ketiga, nyatanya tradisi dan budaya efektif menjaga tutur lisan di desa Penataran,sehingga beberapa masyarakat masih mengingat bagaimana babad desa Penataran
MENELADANI PERJUANGAN JENDERAL SOEDIRMAN DALAM PERANGGERILYADI KABUPATEN PACITAN TAHUN 1949
Jenderal Soedirman merupakan salah satu di antara pahlawan nasional yang turut berjuanguntuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Perjuangan JenderalSoedirman melalui siasat perang gerilya menjadi bukti seorang patriot negara yang merelakansegenap jiwa dan raganya demi kedaulatan negara. Kiprahnya dalam perjuangan peranggerilya menjadi bukti nyata yang patut untuk dijadikan teladan bagi generasi penerus bangsa.Penelitian ini didasarkan pada perjuangan Jenderal Soedirman dalam mempertahankankemerdekaandankedaulatanRepublik Indonesia melalui siasat perang gerilya didaerahPacitan, khususnyadi Desa WonokartoKecamatanNgadirojo. Tujuan dari penelitian iniuntuk mengetahui latar belakang kehidupan Jenderal Soedirman, perjuangan JenderalSoedirman dalam perang gerilya di Desa Wonokarto, dan untuk mengetahui dampak dariperang gerilya tahun 1949. Penelitian ini menggunakan metode penelitin sejarah yangmeliputi langkah-langkah: 1). Heuristik, 2). Kritik, 3). Interpretasi, dan 4). Historiografi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian Jenderal Soedirman terbentukmelalui pendidikan di HIS, Taman Siswa, Wiworo Tomo dan HIK. Jenderal Soedirman aktifdiorganisasi Hizboel Wathon, Pemuda Muhammadiyah, Syu Sangikai dan PETA. Karenakeberhasilanya dalam pertempuran Ambarawa Jenderal Soedirman dilantik menjadi PanglimaAngkatan Perang pada tanggal 18 November 1945. Agresi Militer Belanda II memunculkanperlawanan dari Bangsa Indonesia melalui siasat perang gerilya yang melibatkan DesaWonokarto. Berada di Desa Wonokarto Jenderal Soedirman dapat memimpin perang gerilyadengan lebih tenang dan aman dari tentara Belanda. Keberhasilan Jenderal Soedirman selamadi Desa Wonokarto tidak lepas dari konstribusi masyarakat Desa Wonokarto yangmenyediakan rumah untuk bermarkas, menyediakan kebutuhan logistik, dan menjaga rahasiaatas keberadaan Jenderal Soedirman. Jenderal Soedirman berada di Desa Wonokarto selama1 bulan mulai dari tanggal 18 Februari 1949 sampai dengan tanggal 17 Maret 1949. JenderalSoedirman bermarkas di rumah Bapak Kasan Moestaram, yang pada tahun 1949 BapakKasan Moestaram menjabat sebagai kepala Desa Wonokarto. Perang gerilya yang dipimpinJenderal Soedirman banyak memberikan dampak positif terhadap Desa Wonokarto maupunterhadap pengakuan kedaulatan NKRI. Di antara dampak positif tersebut terkait dengan tatanilai dalam kehidupan sehari hari bagi masyarakat, di antaranya adalah rasa patriotism dannasionalisme yang sangat berguna bagi generasi bangsa Indonesi
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi dalam Menyelesaikan Soal HOTS Materi Bangun Ruang Siswa Kelas V SD
This research aims to find out: (1) the numeracy literacy ability of class V students in solving the HOTS questions on spatial construction materials; (2) the ability of numeracy literacy in male students of class V in solving HOTS questions on space construction; (3) the numeracy literacy ability of female students in class V in solving the HOTS questions on spatial construction. This type of research was qualitative descriptive research. The subject of the research is all V class students at Pucangsewu State Elementary School in the even semester of the 2021/2022 academic year. Data collection used interview, test, and documentation techniques. Test the validity of the data using triangulation techniques followed by data analysis that includes data reduction, data presentation, and verification. The results of this research showed that (1) Pucangsewu State Elementary School V class students with a moderate level of numeracy literacy ability of as much as 33.33%, sufficient as much as 53.34%, and low as much as 13.33%; (2) Class V male students of Pucangsewu State Elementary School with 42.86% medium level numeracy literacy ability, 42.86% sufficient, and 14.28% low level; (3) Class V female students of Negeri Pucangsewu Elementary School with a moderate literacy level of 25%, 62.5% sufficient, and 12.5% low. 
Pengembangan Media Poster Edukasi Kesiapsiagaan Bencana untuk Siswa Sekolah Dasar
This research and development aim to determine: (1) the procedure of developing educational poster media for disaster preparedness for elementary schools; (2) the feasibility level of developing disaster preparedness educational poster media for elementary school students. This research was included in Research and Development (R&D) using the ADDIE development model developed by Dick & Carry (1996). Researchers limit the five stages to 4 stages of research steps carried out including: (1) the analysis stage, (2) the design stage, (3) the development stage, (4) the implementation stage. The product of this research has been validated by 5 experts consisting of media experts, material experts, and linguists and conducted a small-scale FGD (Focus Group Discussion) with several students from Sebelas Maret University. The results showed that: (1) Disaster preparedness educational poster media for elementary schools had been developed through 4 stages of the ADDIE development model developed by Dick & Carey; (2) the results of the media expert\u27s assessment obtained an average of 4.8 with the "Very Valid" category, the assessment of the material expert obtained an average of 5 with the "Very Valid" category, and the assessment of the linguist obtained an average of 4.68 with "Very Valid" category
Dampak Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Remaja Akan Bahaya Dari Narkoba Untuk Menekan Jumlah Pengguna Narkoba Di Kalangan Pelajar
Tujuan dari diadakanya penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa efektif media audio videodalam penyampaian s uatu hal yang berkaitan dengan bahaya dari penyalahgunaan narkoba pada kalanganpelajar ditinjau dari upaya menghindarkan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian des kriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 30pelajar usia jenjang SMA/Sederajat di des a Jatigunung dengan rentang usia 16-19 tahun. Sedangkan metodepengumpulan datanya adalah pengamatan proses pembelajaran, kuisioner serta wawancara terstruktur.Dari penelitian yang telah dilakukan. Maka didapatkan kesimpulan bahwa: 1) Media audio visualmerupakan media yang efektif digunakan dalam pembelajaran. dimana Media ini dapat menciptakansuasana yang santai dan menyenangkan namun mate ri tetap mudah diterima pelajar, s ehingga materi dapatditerima dengan baik dan mudah oleh pelajar. 2) Dengan memanfaatkan media audio visual terjadipeningkatan pengetahuan pada pelajar akan bahaya dari narkoba. Dan dengan didukung vis ualis asi materibahaya narkoba, terjadi pola pikir terhadap pelajar bahwa perlunya proteksi diri pada mereka terhadapbahaya dari penyalahgunaan narkoba
Analisis Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini Studi Kasus Paud Permata Ibu Jatirejo
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini: (1) Untuk mengetahui bagaimana carapenggunaan gadget (aplikasi, itensitas, dan durasi pemakaian gadget) pada anakusia dini di Paud Permata Ibu. (2) Bagaimana dampak positif dan negatif yangditimbulkan anak setelah mengenal gadget pada anak usia dini di Paud Permata IbuJatirejo. Penelitian ini merupakan penelitaian kualitatif. Penelitian kualitatif adalahjenis penelitian yang temuan-temuannya yang tidak diperoleh dari prosedurstatistik atau bentuk hitungan lainnya. Penelitian ini ditunjukkan pada 1 guru, 16anak dan 16 orang tua anak tersebut. Metode pengumpulan datanya diperoleh dariobservasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Penggunaan gadet pada anak usia dini di Paud Permata Ibu Jatirejo hanya untukbermain game dan menonton video di youtube sedangkan lainya sedikit yangdipakai untuk media pembelajaran dan itensitas serta durasi pemakaian beragamtergantung dari pengawasan dan kontrol orang tua. (2) Penggunaan gadget padaanak usia dini di Paud Permata Ibu Jatirejo memiliki dampak positif dan negatif.Dampak positifnya anak lebih bisa kreatif dan kecerdasan otak anak juga akan lebihberfikir aktif dan kreatif. Dampak negatif kemampuan interaktif anak berkuranglebih mendahulukan bermain game dari pada tugas yang lain
Analisis Pemanfaatan Google Classroom Dalam Pembelajaran Daring Di Smkn Ngadirojo
Abstract: This study aims to determine level of effectiveness of learning to dare to use googleclassroom at SMKN Ngadirojo. This research is also able to provide an evaluation in theform of an assessment for schools in the use of Google classes in bold learning at SMKNNgadirojo. This data collection uses qualitative research methods, namely research thatemphasizes aspects of in-depth understanding of a problem. This research producesdescriptive data in the form of words or speech from people and observable behavior. Thedata in this study were obtained from observations, interviews, and documentation. After thedata is obtained then the data is analyzed using the Miles and Hubberman model techniqueusing 3 stages, namely data reduction, data presentation and verification or drawingconclusions. Based on the data from the research that has been carried out, it can beconcluded that the use of Google classroom is very helpful in the online learning processduring the current Covid-19 pandemic, while using the Google classroom application theteacher can monitor student learning activities, such as attendance, explanation of materialand delivery of assigned tasks
Analisis Penggunaan Modul Netacad Sebagai Media Pembelajaran Dismkn 1 Donorojo
Abstract:This study aims to determine: (1) To find out how to improve learning byusing the netacad module, (2) to produce a learning for students through the netacadmodule, (3) to find out the efforts or ways to improve learning using the netacadmodule. This research is an ethnographic research with a descriptive research typeand a qualitative approach using 10 subjects selected by purposive sampling on 11thgrade high school students. The object of this research is the impact of using theNetacad module as a learning medium. The data collection techniques used areobservation, interviews. The data analysis used in this research is data collection,data reduction, data presentation, and drawing conclusions.the results of dataanalysis concluded that: 1. The netacad module can improve student learning whenused wisely and good timing also helps students to be enthusiastic about learning. Thenetacad module is also very important for students who are carrying out learningduring this pandemic. In this case, it is influenced by the use of the netacad moduleitself, students\u27 responses to the use of the netacad module and how students solve theproblem
Faktor Pendukung Dalam Mengikuti Ukm Futsal Di Stkip Pgri Pacitan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar faktorpendukung dalam mengikuti UKM Futsal di STKIP PGRI Pacitan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitaif dengandesain penelitian berbentuk survei. Subyek dari penelitian ini adalah seluruhmahasiswa yang mengikuti kegiatan UKM Futsal di STKIP PGRI Pacitansebanyak 18 orang. Adapun pengambilan sampel adalah seluruh anggota populasi,atau dapat dikatakan penelitian populasi. Pengambilan data menggunakankuisioner, dengan menggunakan angket scala lickert. Teknik analisis datamenggunakan analisis deskriptif persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan faktor pendukungdalam mengikuti UKM Futsal di STKIP PGRI Pacitan termasuk dalam kategoritinggi. Secara detail, 2 orang (11%) dalam kategori sangat tinggi, 10 orang (56%)dalam kategori tinggi, 6 orang (33%) dalam kategori sedang, serta sisanya 0 orang(0%) dalam kategori rendah dan rendah sekali. Faktor pendukung dari dalam dirisiswa (intrinsik) adalah tinggi, yaitu 3 orang (17%) dalam kategori sangat tinggi,14 orang (78%) dalam kategori tinggi, 1 orang (5%) dalam kategori sedang, sertasisanya 0 orang (0%) dalam kategori rendah dan rendah sekali. Sedangkan darifaktor luar diri siswa (ekstrinsik) adalah sedang. Secara detail 1 orang (5%) dalamkategori sangat tinggi, 4 orang (22%) dalam kategori tinggi, 11 orang (62%)dalam kategori sedang, 2 orang (11%) dalam kategori rendah, dan 0 orang (0%)dalam kategori rendah sekali. Faktor pendukung yang lebih dominan dalammengikuti UKM Futsal di STKIP PGRI Pacitan adalah faktor intrinsik yangmeliputi faktor fisik, psikologis, kelelahan, dan faktor psikis