Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    940 research outputs found

    Theory of Planned Behavior pada Perilaku Anti Korupsi Mahasiswa STKIP PGRI Situbondo

    No full text
    The main objectives of this research is to build and increase awareness so that there will be changes in behavior among students regarding anti-corruption behavior. This research is a qualitative and quantitative descriptive research with the subject of this research being the first semester economics class of the economics education study program with a sample size of 35 students in this research, namely 35 respondents. The measurement results obtained are control belief variables, normative beliefs, behavioral beliefs and behavioral variables. Of the four indicators above, the average agree and strongly agree was 57.76%. So that the impact of instilling values in this anti-corruption course is effective in the STKIP PGRI Situbondo campus environment and can be used as a solution to maintain behavior in society to avoid corruption. Preventing acts of corruption among students can also be prevented with positive affirmations during lectures. This is the first step so that students can control themselves through positive input or affirmation by lecturers who teach anti-corruption education courses. One of the things that is very important in an action is control beliefs which is an indicator in this research.Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membangun dan meningkatkan kesadaran agar terjadi perubahan perilaku di kalangan pelajar mengenai perilaku antikorupsi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan subjek penelitian ini adalah kelas ekonomi semester I program studi pendidikan ekonomi dengan jumlah sampel mahasiswa dalam penelitian ini sebanyak 35 orang yaitu 35 responden. Hasil pengukuran yang diperoleh adalah variabel keyakinan kontrol, keyakinan normatif, keyakinan perilaku dan variabel perilaku. Dari keempat indikator di atas, rata-rata yang setuju dan sangat setuju sebesar 57,76%. Sehingga dampak dari penanaman nilai pada mata kuliah anti korupsi ini ini berjalan efektif di lingkungan kampus STKIP PGRI Situbondo dan dapat dijadikan solusi untuk menjaga perilaku di masyarakat agar terhindar dari korupsi. Pencegahan perbuatan korupsi di kalangan mahasiswa juga bisa dicegah dengan afirmasi positif pada saat perkuliahan berlangsung. Hal ini merupakan langkah awal agar mahasiswa bisa mengontrol dirinya sendiri melalui masukan atau afirmasi positif oleh dosen pengampu mata kuliah pendidikan anti korupsi. Salah satu hal yang sangat penting dalam sebuah tindakan adalah keyakinan kontrol yang merupakan indikator dalam penelitian ini

    Pengembangan Permainan Modifikasi Aktivitas Lari Jarak Pendek Dalam Pembelajaran Atletik Kelas X-Rpl di Smk Negeri 1 Sudimoro

    No full text
    Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk mengembangkan modifikasi permainan aktivitas lari jarak pendek dalam pembelajaran atletik yang dikemas dalam bentuk video. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prosedural mengacu kepada model pengembangan research and development Borg and Gall. Teknik menganalisis data yang digunakan yaitu deskriptif persentase. Hasil validasi dari para ahli, yaitu: pembelajaran atletik 80 persen, modifikasi permainan 80%, dan media pembelajaran 92,85% dapat digunakan tanpa perbaikan. Dari uji coba kelompok kecil peserta didik dengan jumlah 85,2% dan, serta uji kelompok peserta didik (besar) berjumlah 88,51% dapat digunakan tanpa adanya perbaikan

    Upaya Peningkatan Prestasi Matematika Melalui Penerapan Metode Jigsaw Materi Lingkaran Pada Siswa Kelas Viii-B Smp Negeri 1 Panggul

    No full text
    Hasil penelitian mempunyai tujuan mengetahui Peningkatan Prestasi Matematika Melalui Penerapan Metode Jigsaw materi Lingkaran Pada Siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 1 Panggul Kabupaten Trenggalek Tahun Pelajaran 2022/2023. Metode pembelajaran jigsaw adalah metode atau strategi pembelajaran kooperatif yang memungkinkan siswa untuk belajar berkelompok dengan masing-masing siswa bertanggung jawab pada satu topik atau bahasan yang kemudian dikolaborasikan dengan anggota kelompok lain sehingga membentuk pengetahuan yang utuh.Kegiatan penelitian yang dilakukan dengan Subyek yang diteliti adalah siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 1 Panggul Tahun Pelajaran 2022/2023. Sampel yang dipilih adalah siswa Kelas VIII-B sebanyak 32 siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Panggul Kabupaten Trenggalek. Sedangkan penelitian ini dilaksanakan pada semester I (Ganjil) Tahun Pelajaran 2022/2023, mulai bulan Juli sampai dengan September 2022.Hasil dari masing-masing siklus siklus 1 sudah mendapat nilai di atas KKM mencapai 13 siswa atau 40,63%, sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM terdapat 19 siswa atau 59,37% dan rata-rata hasil evalusi/ tes diperoleh hasil 65,49. Siklus 2 siswa dikatakan tuntas dengan nilai di atas KKM sebanyak 27 siswa atau 84,37% sedangkan 5 siswa atau 15,63% memperoleh nilai di bawah KKM. Hasil rata-rata dari evaluasi yang dilakukan diperoleh 75,63 dengan demikian persentase klasikal lebih dari 75% .Dengan demikian pembelajaran matematika melalui Metode Kooperatif Model Jigsaw pada materi lingkaran di Kelas VIII-B SMPN 1 Panggul Kabupaten Trenggalek dapat dituntaskan dengan peningkatan hasil selisih rata-rata hasil tes sebesar 10,16 sedangkan hasil selisih ketuntasan dalam belajar 43,74%

    Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Ipa Secara Daring Melalui Aplikasi Google Meet Dengan Media Powerpoint Pada Siswa Kelas Ix-E Smp Negeri 1 Tulakan

    No full text
    Penelitian ini merupakan upaya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materiListrik Statis mata pelajaran IPA melalui model pembelajaran Daring dengan aplikasi Google Meet.Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada siswa kelas IX-E SMP Negeri 1 Tulakan Tahun Pelajaran2021/2022. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar siswa yang masih banyak dibawah KKMpada pelajaran IPA dan keadaan siswa kelas IX-E SMP Negeri 1 Tulakan yang kurang aktif dan kurangbersemangat dalam mengikuti pembelajaran dan model pembelajaran daring di masaPandemi Covid-19.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan langkahlangkah yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada setiap siklusnya.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Dalam tiap siklusnya dilaksanakan kegiatan pembelajarandengan menerapkan metode daring dengan aplikasi Google Meet. Penelitian ini menunjukkan bahwahasil belajar siswa dalam materi Listrik Statis melalui model pembelajaran daring dapat meningkat.Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil penelitian tindakan kelas pada siklus I dan II. Pada siklusI siswa yang tuntas dengan KKM 66 sebanyak 14 siswa atau 53,85%. Pada siklus II siswa yang tuntasdengan KKM 66 sebanyak 22 siswa atau 84,62% meningkat 25,82% dari siklus I

    Upaya Peningkatan Hasil Belajar Ipa Melalui Metode Examples Non Examples Dengan Materi Memahami Sistem Reproduksi Tumbuhan Pada Peserta Didik Kelas Ix-A Smp Negeri 2 Pacitan

    No full text
    Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA melalui metode Example NonExample dengan materi memahami sistem reproduksi tumbuhan pada Peserta didik Kelas IX-A SMPNegeri 2 Pacitan.Menurut Huda (2013), Examples Non Examples adalah metode pelajaran yang menggunakan gambarsebagai media untuk menyampaikan materi pelajaran. Strategi ini bertujuan mendorong siswa untukbelajar berpikir kritis dengan memecahkan permasalahan-permasalahan yang termuat dalam contohcontoh gambar yang disajikan.Tempat kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan pada sekolah SMP Negeri 2 Pacitan.Waktu kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada semester ganjil pada bulan Agustus sampaidengan Oktober 2018 pada tahun pelajaran 2018/2019. Subyek Penelitian ini yang merupakan subjekpada penelitian ini adalah peserta didik kelas IX-A SMP Negeri 2 Pacitan sejumlah 30 peserta didik,pada mata pelajaran IPA materi memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan, semester ganjil tahunpelajaran 2018/2019.Berdasarkan hasil evaluasi pada masing-masing siklus dapat diketahui: siklus 1, didapat hanya 1 pesertadidik atau 3,33% mendapatkan nilai rentang sangat baik, 8 peserta didik atau 26,67% mendapat nilaidengan rentang cukup baik dan 21 peserta didik atau 70% mendapat nilai rentang kurang baik sedangkanpada siklus ke-2 terdapat peserta didik 10 peserta didik atau 33,33% mendapat nilai rentang sangat baik,14 peserta didik atau 46,67% mendapat nilai rentang cukup baik dan 6 peserta didik atau 20% mendapatnilai rentang kurang. Dengan demikian kegiatan penelitian yang dilakukan terdapat peningkatan hasilbelajar IPA melalui Metode Example Non Example dengan pembelajaran secara kelompok materimemahami sistem reproduksi tumbuhan secara vegetatif. Dan gneratif pada Peserta didik Kelas IX-ASMP Negeri 2 Pacita

    Penerapan Model Pembelajaran Savi Untuk Meningkatkan Kemampuan Mendeskripsikan Bisnis Online Pelajaran Tata Niaga (Pemasaran) Pada Siswa Kelas Xi Bdp-1 Smk Negeri 2 Nganjuk

    No full text
    Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa masih ditemui dalam proses pembelajaranmata pelajaran Bisnis Online yang menitik beratkan pada dominasi guru dan siswa diperlakukan secarapasif sehingga menjadikan siswa kurang memahami apa yang diharapkan dalam kurikulum. Penelitianini bertujuan agar siswa dapat meningkatkan kemampuan mendeskripsikan Bisnis Online melalui modelpembelajaran SAVI dan Untuk mendeskripsikan aktivitas belajar kelompok siswa kelas XI BDP-1 SMKNegeri 2 Nganjuk Kab. Nganjuk Tahun Pelajaran 2018/2019 setelah adanya model pembelajaran SAVIdalam pembelajaran.Motode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilakukan dalam duasiklus yang terdiri dari empat kompetensi setiap siklusnya yaitu Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan,Observasi dan Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakanstudi dokumentasi (mendokumentasikan hasil kegiatan tiap siklus). Teknik analisis datanya adalahteknik deskriptif kuantitatif dengan mean (rata-rata hitung) dan persentase (%) dan deskriptif kualitatifdengan kategori-kategori amat baik (A), baik (B), cukup baik (C), kurang (D), dan amat kurang (E)dengan keterangan nilai kuantitatif rata-rata hitung dengan angka dalam bentuk skor 0-100 (bilanganbulat) sedangkan secara kualitatif keterangan nilai dengan huruf.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) peningkatan kemampuan menyelidiki tekanan pada bendapadat, cair, dan gas melalui model pembelajaran SAVI pada siswa kelas XI BDP-1 SMK Negeri 2Nganjuk Tahun Pelajaran 2018/2019 persentase keberhasilannya mencapai 93,3% (28 siswa) dari 30siswa. 2) model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan aktivitas belajar kelompok siswa kelas XIBDP-1 SMK Negeri 2 Nganjuk Tahun Pelajaran 2018/2019

    Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas X Perhotelan Dengan Menggunakan Metode Problem Based Learning Pada Kompetensi Dasar Barisan Deret di Smk Negeri 1 Batu

    No full text
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar matematika pada siswakelas X Perhotelan dengan menggunakan metode Problem Based Learning pada kompetensi dasarbarisan deret di SMK Negeri 1 Batu. Pembelajaran Problem Based Learning tidak dapat terjadi tanpaguru mengembangkan lingkungan kelas yang memungkinkan terjadi pertukaran ide secara terbuka.Dalam hal ini hanya Problem Based Learning dengan diskusi kelas yang akan dibicarakan.Pembelajaran dengan penerapan Problem Based Learning pembelajaran yang membantu gurumenciptakan lingkungan pembelajaran yang dimulai dengan masalah yang penting dan relevan(bersangkut-paut) bagi peserta didik, dan memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajaryang lebih realistik (nyata).Kegiatan penelitian dilaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SMK Negeri1 Batu, Kota Batu pada siswa Kelas X Perhotelan. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli sampaidengan bulan September 2017 dengan jumlah siswa sebanyak 31 siswa.Hasil analisis pada masing-masing siklus dapat diketahui sebagai berikut: Siklus I siswa yang tuntassebanyak 18 siswa atau 56,25% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 14 atau 43,75% dengan ratarata yang diperoleh 64,67. Sedangkan siklus II nilai rata-rata diperoleh 76,13 dengan pencapaian 28siswa tuntas atau 90,32% sedangkan 3 siswa belum tuntas atau 9,68%.Hasil peningkatan evaluasiyang dilakukan diperoleh dari masing-masing siklus I ke siklus II adalah sebesar 11,46 sedangkanuntuk persentase peningkatan ketuntasan dalam pembelajaran adalah sebesar 35,48% dengan demikianpembelajaran matematika yang dilakukan dengan menggunakan metode Problem Based Learning padakompetensi dasar barisan deret pada masing-masing siklus dapat ditingkatka

    Peningkatan Motivasi Belajar Pkn Dengan Model Debat Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa Kelas Viii Smpn 1 Arjosari

    No full text
    Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) termasuk mata pelajaran wajib yangmemiliki arti strategis yang harus diikuti oleh seluruh siswa SMP di seluruh Indonesia. Karenasifatnya sebagai mata pelajaran umum, sering terjadi salah persepsi terhadap tujuan mata pelajaranini khususnya di kalangan siswa SMPN 1 Arjosari. Siswa terkadang menganggap kurang pentingterhadap penyelenggaraan mata pelajaran ini, sehingga hasil belajar mereka kebanyakan tidak sesuaidengan potensi yang dimiliki oleh siswa yang bersangkutan. Motivasi dan hasil belajar siswa perluditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran debat. Penelitian ini bertujuan untukMengetahui motivasi siswa kelas VIII SMPN 1 Arjosari setelah melaksanakan pembelajaran denganmodel debat dan Mengetahui prestasi siswa kelas VIII SMPN 1 Arjosari setelah melaksanakanpembelajaran dengan model debat, yang dianggap dapat dicapai melalui penerapan modelpembelajaran debat. Metode dan teknik penelitian menggunakan Penelitian tindakan Kelas dengansubyek penelitian berjumlah 31 orang pada kelas VIIIB SMPN 1 Arjosari. Analisis datamenggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-ratamotivasi belajar siswa hanya 70,33%, rata-rata hasil belajar baru mencapai 7,01%, sehingga siswayang telah tuntas hanya mencapai 74,82% dan yang belum tuntas mencapai 16,52%. Pada siklus IIrata-rata motivasi belajar meningkat sampai 85,55%, rata-rata hasil belajar meningkat sampai7,80%, siswa yang tuntas menjadi 89,96% dan siswa yang tidak tuntas mengalami penurunan hingga7,88%. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran debat dapatmeningkatkan motivasi dan prestasi belajar

    Meningkatkan Keaktifan Dan Pemahaman Membaca Narrative Text Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Bagi Siswa Kelas X Perhotelan 2 Smk Negeri 1 Cepu

    No full text
    Tujuan penelitian ini ingin mengetahui bagaimana keaktifan siswa kelas X Perhotelan 2 dalampembelajaran narrative text. Dan ada atau tidaknya peningkatan pemahaman membaca narrative textdengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw bagi siswa kelas X Perhotelan 2SMK Negeri 1 Cepu semester genap 2018/2019. Banyak siswa kelas X Perhotelan 2 SMK Negeri 1Cepu yang belum memahami narrative text dikarenakan lemahnya kosakata siswa. Di tambah lagisiswa semangat belajar yang rendah dan merasa malu untuk melakukan komunikasi dengan guru. Takayal kalau siswa mendapat nilai yang rendah dalam ulangan narrative text. Untuk menangani masalahtersebut peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Pada siklus I terjadikenaikan prestasi setelah diberi tindakan pengelompokan siswa berdasarkan nomor panggilan (acakberdasarkan tempat duduk ) yaitu terjadi 44% menjadi 47,4%. Dengan demikian berarti tindakanpengelompokan siswa berdasarkan nomor panggilan naik prestasi siswa sebanyak 47,4% - 44% =3,4% keaktifan siswa dari kondisi awal dan siklus 1 terjadi kenaikan yaitu dari 36,67% menjadi43,34% . Sedangkan keaktifan siswa dari kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2 selalu terjadi kenaikanyaitu dari 36,67%, 43,34% dan 73,34%. Pada siklus II terjadi kenaikan prestasi setelah diberi tindakanpengelompokan siswa berdasarkan kemampuan akademik yaitu terjadi 47,4% menjadi 63,5%. Dengandemikian berarti tindakan pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan akademik naik sebanyak63,5% - 47,4% = 16,1%. Sedangkan keaktifan siswa dari kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2 selaluterjadi kenaikan yaitu dari 36,67%, 43,34% dan 73,34

    Pendekar Topi Kebangsaan Bergaya Blusukan Untuk Meningkatkan Kinerja Guru Dan Kepala Sekolah Di Sd Binaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan

    No full text
    Peneliti menerapkan cara pendidikan karakter dengan pemberian topi kebangsaan di sekolahmaupun memberikan efek positif dalam peningkatan kemajuan sekolah. Dengan gaya blusukan yangsecara spontan akan memberikan energi baik pada sekolah yang menjadi binaan. Mengingat fungsipengawas sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan, maka dituntut dalam melaksanakan tugaskepengawasannya secara aktif, kreatif dan inovatif.Tujuan Best Practice adalah: (1) Membudayakan pendidikan karakter yang dapatmenumbuhkan semangat kebangsaan, meningkatkan kinerja dan bertanggung jawab dalammelaksanakan tugas kedinasan. (2). Mengetahui hasil yang dicapai dalam meningkatkan kualitassekolah dan pembelajaran khususnya dalam peningkatan pendidikan karakter dan kinerja sekolah.Perwujudan semangat kebangsaan dan patriotisme yang berupa sikap rela berkorban untukkepentingan tanah air, bangsa dan negara sebagai tempat hidup dan kehidupan dengan segala apa yangdimiliki, akan memperkuat pertahanan dan keamanan nasional, proklamasi kemerdekaan yang dicitacitakan telah terwujud, berkas perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.Dengan kegiatan blusukan memberikan budaya pembelajar yang efektif, karena dalam sebuahkomunitas atau kelompok akan saling mengingatkan dan saling memberikan timbal balik untukkemauan dalam bertugas maupun dalam menjalankan kewajiban pada tanggung jawab sebuahlembaga. Karakter sekolah terbangun dengan selaras dan tidak hanya teori yang dibudayakan namunketeladanan dan semangat maksimal dalam upaya sebagai abdi negara

    93

    full texts

    940

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇