Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    940 research outputs found

    Keaktifan Belajar Siswa SD pada Pembelajaran IPA Menggunakan Model Pembelajaran Make A Match

    No full text
    The purpose of this study was to find out (1) the use of the Make A Match learning model in fifth grade science learning at SDN 2 Gunungsari. (2) the activeness of student learning after using the Make A Match learning model in class V Science learning at SDN 2 Gunungsari. (3) the supporting and inhibiting factors of student activity in learning science using the Make A Match learning model for class V SDN 2 Gunungsari. This research uses a qualitative descriptive research type. Data collection techniques with observation techniques, interviews, questionnaires and documentation. Data analysis techniques using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The results of data analysis obtained 1. Learning using the Make A Match learning model with paired card media is able to attract attention, students\u27 enthusiasm so that learning does not feel bored and bored. 2. Students actively participate in science learning using the Make A Match learning model. Can make students more active in asking, arguing, discussing exchanging information and being able to solve problems given by the teacher. 3. Factors supporting learning using the Make A Match learning model, namely learning and directed material, not rigid, student interaction, responsibility, and student knowledge. learning inhibiting factors using the Make A Match learning model, namely student disorder.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) penggunaan model pembelajaran Make A Match pada pembelajaran IPA kelas V SDN 2 Gunungsari. (2) keaktifan belajar siswa setelah menggunkan model pembelajaran Make A Match pada pembelajaran IPA kelas V SDN 2 Gunungsari. (3) faktor pendukung dan penghambat kekatifan siswa dalam pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran Make A Match kelas V SDN 2 Gunungsari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data memperoleh 1. Pembelajaran menggunakan model pembelajaran Make A Match dengan media kartu berpasangan mampu menarik perhatian, semangat siswa sehingga pembelajaran tidak merasa bosan dan jenuh. 2. Siswa aktif mengikuti pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran Make A Match. Dapat  membuat siswa lebih aktif bertanya, berpendapat, berdiskusi saling bertukar informasi dan dapat memecahkan masalah yang diberikan guru. 3. Faktor  pendukung pembelajaran menggunakan model pembelajaran Make A Match yaitu pembelajaran serta materi terarah, tidak kaku, interaksi siswa, tanggung jawab, dan pengetahuan siswa. faktor penghambat pembelajaran menggunakan model pembelajaran Make A Match yaitu ketidak tertiban siswa

    Peran Media Sosial Dan Internet Untuk Membantu Masyarakat Desa Tremas Dalam Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya penurunanpendapatan, pelaku usaha ekonomi karena adanya pandemi. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Peran media sosial dalam membantumasyarakat Desa Tremas dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi, 2)Bagaimana internet membantu masyarakat Desa Tremas dalam pemulihanekonomi pasca pandemi, 3) perbedaan pendapatan sebelum dan sesudahmenggunakan media sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatifdengan teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dandokumentasi secara langsung. Sampel penelitian adalah semua orang yangmemiliki usaha sejumlah 15 pemilik usaha online dalam bidang fashion danmakanan di lingkungan Rt 01/Rw 04 Dusun Karangasem, Desa Tremas,Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Instrumen yang digunakandalam penelitian ini adalah angket digital marketing dan wawancara digitalmarketing. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Media sosial sudah cukup baik digunakanuntuk kegiatan pemasaran secara digital namun masih kurang aktif digunakan,masih tergolong monoton belum memanfaatkan secara penuh dan maksimal, 2)internet yang sudah memadai didukung dengan adanya wifi meskipun kadangmengalami gangguan namun tetap mendukung kegiatan pemasaran secara digitalmelalui media social IG, WA dan FB, 3) pendapatan sebelum pandemi sudahcukup baik untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Kemudian denganadanya pandemi covid-19 yang melanda ini, pendapatan menjadi turun sehinggapara pemilik usaha menggunakan media sosial dan internet untuk memasarkanproduknya sehingga pendapatan mereka meningkat membali. Kata Kunci: MediaSosial, Internet, Pendapatan, Digital Marketing, Pasca Pandemi

    Perbedaan Pengaruh Metode Pembelajaran Berurutan Dan Terus Menerus Terhadap Keterampilan Under Basket Shooting Bola Basket Pada Mahasiswa Putra Fkip Pok Utp Surakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh metode berurutan denganmetode terus menerus terhadap keterampilan Under Basket Shooting bola basket mahasiswa putra tahun2017 FKIP POK UTP Surakarta.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola M-S (Matched by Subject Designs)menggunakan ordinal pairing. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa putra tahun 2017 FKIPPOK UTP Surakarta, yang berjumlah 64 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa. Tekniksampling yang digunakan adalah porposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan testdan pengukuran dalam olahraga yaitu keterampilan Shooting. Teknik analisis data yang digunakan uji t (ttest) pada taraf signifikansi 5%.Penelitian ini menghasilkan simpulan sebagai berikut; (1) ada perbedaan pengaruh antara metodeberurutan dan metode terus menerus terhadap keterampilan Under Basket Shooting bola basket padamahasiwa putra tahun 2017 FKIP POK UTP Surakarta dengan thitung sebesar 2,273 lebih besar dari ttabelpada taraf signifikansi 5% sebesar 2,145. (2) Pengaruh pembelajaran dengan metode berurutan danmetode terus menerus terhadap keterampilan Under Basket Shooting bola basket pada mahasiswa putratahun 2017 FKIP POK UTP Surakarta, latihan secara metode berurutan lebih baik daripada latihan secaraterus menerus dengan prosentase peningkatan secara berurutan sebesar 38,38% dan prosentasepeningkatan secara metode terus menerus sebesar 36,10%

    Survei Tingkat Pemahaman Guru Penjas Sekolah Menengah Atas Dan Kejuruan Se-Kabupaten Pacitan Terhadap Peraturan Permainan Futsal Tahun 2022

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman guru penjas sekolahmenengah atas dan kejuruan se-kabupaten pacitan terhadap peraturan permainan futsal.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survai denganteknik pengambilan datanya menggunakan angket. Subyek yang digunakan dalampenelitian ini adalah guru penjas sekolah menengah atas dan kejuruan se-kabupatenpacitan yang berjumlah 73 responden, yang kemudian 25 responden digunakan untukujicoba instrumen dan 48 responden untuk data penelitian. Uji Reliabilitas Instrumenmenggunakan rumus Alpha Cronbach dan memperoleh koefisien reliabilitas sebesar0,969. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalambentuk persentase tingkat pemahaman guru penjas sekolah menengah atas dan kejuruanse-kabupaten pacitan terhadap peraturan permainan futsal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru penjas sekolahmenengah atas dan kejuruan se-kabupaten pacitan terhadap peraturan permainan futsaladalah baik. Secara rinci, sebanyak sebanyak 2 responden (4.17%) mempunyai tingkatpemahaman peraturan permainan futsal sangat baik, 26 responden (54.17%) baik, 20responden (6,670%) cukup, dan 0 orang (0%) mempunyai tingkat pemahaman kuran

    Kemampuan Guru Penggerak dalam Program Merdeka Belajar di Daerah Jember

    No full text
    Guru Penggerak is one of the independent learning programs that is expected to increase teacher competence with several programs and encourage learning independence for students. The purpose of this study is to identify the ability of Guru Penggerak in implementing independent learning classes. This type of research is a qualitative research with an interview, field survey, and observation approach. Data analysis using data reduction, data triangulation, and data synthesis. The results of the study show that teachers have sufficient professional competence in the ability of teachers to drive independent learning

    Eksplorasi Etnomatematika pada Alat Permainan Tradisionaldan Kontribusinya Bagi Pendidikan di Sekolah Dasar

    No full text
    The study aims to learn what mathematical concepts are found in traditional game tools (hula hoop, the tray, and the kite) and to learn the contribution of ethnomathematics to traditional game tools for elementary school education. It was a qualitative study using an ethnographic approach. Research subjects were 7 elementary school students (a 3rd class student, three 4th graders, and three 6th graders) in the village neighborhood of sirnoboyo and two elementary school teachers (a class 4 teacher and a class 5 teacher). Sampling technique used to determine student subjects. The data collection methods used observation, interviews, and documentation. Data analysis suggests that: 1) the traditional game hula hoop, the tray, and the kite were responsible for the mathematical concepts. The mathematical concept of the traditional game tool was line, Angle, point of view, and get up flat. 2) traditional game tools as hula hoop, bakiak, and kites have contributed as a source of mathematical learning at elementary school. 3) the character traditional game hula hoop, the bakiak, and the kite were self-sufficiency, confidence, teamwork, and unity

    Peran Media Pembelajaran Monopoli Matematika terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    This study aims to find out how the role of monopoly mathematics learning media to learning motivation of fifth grade students at SDN 2 Hadiwarno in mathematics learning, especially on speed and discharge material. The research method was descriptive qualitative research. The subjects this study were 12 students and a teacher class of V. The data collection method were observation, interview, and documentation. Test the validity of the data used triangulation sources and triangulation techniques. Data analysis techniques used Miles and Huberman data analysis model. The results showed that monopoly mathematics learning media was an important positive role in learning motivation of fifth grade students at SDN 2 Hadiwarno.  It was a  role in increasing student learning motivation by attracting attention of students that makes them focus on participating learning. In addition, students more active in participating learning. Increasing student motivation in learning can be seen from enthusiasm, keep spirit, independence, curiosity, and determination to face difficulties better than before using the media.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dari media pembelajaran monopoli matematika terhadap motivasi belajar siswa kelas V SDN 2 Hadiwarno pada pembelajaran matematika khususnya pada materi kecepatan dan debit. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 siswa dan seorang guru kelas V. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran monopoli matematika memiliki peran positif yang penting terhadap motivasi belajar siswa kelas V SDN 2 Hadiwarno yaitu berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menarik atensi dan perhatian siswa yang membuatnya terfokus mengikuti pembelajaran, serta melibatkan siswa berpartisipasi aktif saat pembelajaran. Bertambahnya motivasi belajar siswa ini ditandai dengan adanya semangat, antusiasme, daya juang, kemandirian, rasa ingin tahu, dan tekad menghadapi kesulitan yang lebih baik daripada sebelum menggunakan media

    Persepsi Mahasiswa Pjkr Stkip Pgri Pacitan Terhadap Gaya Mengajar Dosen Yang Aktif Di Sosial Media

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi mahasiswa terhadap gaya mengajar dosen yang aktif di sosial media dengan yang tidak aktif. Penulis membedakan bahwa dosen di perguruan tinggi memiliki 2 macam jenis dalam hal bersosial media, yaitu yang aktif dan yang tidak aktif. Dosen yang aktif di sosial media biasanya memiliki gaya mengajar yang lebih menyenangkan karena biasanya mereka memiliki mindset yang masih muda seperti para mahasiswa. Hal ini mendasari permasalahan tentang proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas. Dikarenakan gaya mengajar dosen sosialita yang menyenangkan, apakah memang berpengaruh terhadap persepsi mahasiswa mengenai ilmu yang diberikan. Penulis mengumpulkan semua data dari ulasan responden tentang dua jenis gaya mengajar yang terbentuk dalam paragraf. Selain itu, data tersebut akan disimpulkan dan dibandingkan. Hasilnya adalah gaya mengajar dosen sosialita mendapat 73,8%, dosen biasa mendapat 8,5%, dan netral 17,7%. Selanjutnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya mengajar dosen sosialita memiliki gaya mengajar terbaik yang lebih dicintai dan disayangi oleh mahasiswa. Mereka juga ceria dan hebat dalam komunikasi yang membuat mereka mendapatkan keterikatan yang besar

    Meningkatkan Prestasi Belajar Menggambar Ilustrasi Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Teams Games Tournament Di Sman 1 Ngadirojo

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar menggambar ilustrasi denganmenerapkan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada kelas XI IPA 2 SMAN 1Ngadirojo Pacitan dan mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran tersebut di kelas XI IPA2 SMAN 1 Ngadirojo. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebanyak dua siklus dengan jumlah siswa34 dan melalui tahapan: 1) Planning, 2) Action, 3) Observation, 4) Reflection. Teknik pengumpulandata diperoleh dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis statistik deskriptifdigunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Prestasi belajar siswapada pembelajaran menggambar ilustrasi mengalami peningkatan yaitu dari rata-rata 54,12 menjadi93,53 dengan persentase kenaikan sebesar 72,8%; 2) Penerapan model pembelajaran Teams GamesTournament (TGT) yaitu dengan cara penggunaan berbagai media, pembagian kelompok siswa,permainan akademik dengan dua babak, dan pemberian penghargaan kelompok. Proses pembelajaranmelalui penerapan model pembelajaran ini berjalan dengan lancar, sangat kompetitif dan menyenangkanbagi siswa

    Efektivitas Pembelajaran Berbasis Joy Full Learning Dalam Meningkatkan Kompetensi Menggambar Materi Teknik Gradasi Warna Pada Siswa Kelas X Kompetensi Keahlian Desain Komunikasi Visual (Dkv) Smk Negeri 1 Pacitan

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis joyfull learningdalam meningkatkan kompetensi menggambar materi teknik gradasi warna pada siswa kelas Xkompetensi keahlian (DKV) SMK Negeri 1 Pacitan. Joyfull Learning (JFL) adalah metode belajar cepatdan tepat serta menyenangkan untuk mengimbangi kerja otak kiri (inquiry) dan otak kanan (kinestetik)agar dapat berkembang secara maksimal. Berbagai catatan hasil penelitian menyebutkan bahwamanusia baru memanfaatkan kurang lebih satu persen dari seluruh kemampuan otaknya.Kegiatan penelitian dilaksanakan pada SMK Negeri 1 Pacitan kompetensi keahlian DesainKomunikasi Visual (DKV) dengan jumlah siswa sebanyak 27 siswa. Penelitian Tindakan Kelas inidilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan September 2017 pada semester gasal tahun pelajaran2017/2018. Sedangkan analisis data angket pembelajaran menggambar diolah dengan kriteria sebagaiberikut: siswa yang menjawab setuju sekali (SS) diberi skor 4, setuju (S) diberi skor 3, kurang setuju(KS) diberi skor 2, dan tidak setuju (TS) diberi skor 1.Hasil analisis pada masing-masing siklus dapat diketahui, siklus 1 dengan nilai rata-rata prestasibelajar siswa adalah 74,7 dan ketuntasan belajar mencapai 25,93% atau ada 7 siswa sedangkan 20 siswaatau 74,07 belum tuntas dari 27 siswa perlu adanya solusi yang tepat untuk ketuntas belajar mereka,sedangkan hasil siklus 2 dengan nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 81,52 dan ketuntasan belajarmencapai 100% atau secara keseluruhan 23 siswa atau 85,19% sudah tuntas belajar, sedangkan 4 siswaatau 14,81% belum tuntas. Dengan demikian terdapat peningkatan efektivitas pembelajaran berbasisjoyfull learning kompetensi dasar-dasar desain pada siswa kelas X Kompetensi Keahlian (DKV) SMKNegeri 1 Pacitan

    93

    full texts

    940

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇