Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
Perbandingan Kemampuan Menulis Naratif Pada Siswa Pengguna dan Non Pengguna Smartphone di Sdn 2 Wonosidi
Penggunaan smartphone yang semakinmerata di kalangan siswaSDN 2Wonosiditentunyamenimbulkanakibat positif dan negatif pada siswa. Akibat positif dan negatif tersebut sebenarnya meliputi semuaaspek, tapi dalam penelitian ini penulis hanya meneliti perbandingan kemampuan menulis dari siswapengguna dan non pengguna smartphone.Dari data yang penulis kumpulkan, ternyata sebagian besar siswa sampel memiliki atau menggunakansmartphone secara aktif di rumah. Kemudian penulis membagi sampel menjadi dua, yaitu kelompokinti pengguna smartphone dan kelompok pembanding non pengguna smartphone. Kepada kelompokinti dan kelompok pembanding tersebut kemudian diberikan pembelajaran dan tugas menulis naratif.Kemudian hasil tulisannya dianalisis untuk mengetahui jumlah kata, jumlah kosakata, dan dianalisiskesilapan untuk mengetahui penguasaan tata bahasanya.Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa siswa penggunasmartphone lebih luas wawasannya, dan kosakata yang dimiliki semakin lengkap. Tapi dari segi tatabahasa, tidak ada perbedaan signifikan antara pengguna dan non pengguna smartphone
Strategi Smkn Pringkuku Untuk Meraih Juara Lomba Kompetensi Siswa (Lks) Melalui Pemagangan Industri
Lembaga pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan memiliki tujuan yaitu menciptakansumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam bidang tertentu. SekolahMenengah Kejuruan (SMK) bertujuan untuk menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi softskill dan hard skill yang memadai sesuai dengan yang dipersyaraktan dunia usaha dan dunia industri.Khususnya dalam hal ini adalah dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi siswa peserta LKSbidang kabunet making dan woodcraf sehingga mampu berkompetisi di ajang LKS untuk bisa meraihprestasi di tingkat provinsi dan nasional. Berdasarkan hasil akhir bahwa (1) Pemagangan siswa di DUDIdapat meningkatkan kompetensi siswa. (2) Pemagangan di DUDI dapat meninghasilkan juara LKS diTingkat Propinsi tahun 2019/2020
Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Bahasa Inggris Melalui Model Pembelajaran Guided Inquiry Learning Pada Siswa Kelas Xi Tkj-A Smk Negeri 1 Donorojo
Kegiatan penelitian mempunyai tujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajarBahasa Inggris melalui model pembelajaran Guided Inquiry Learning pada siswa kelas XI TKJ-A SMKNegeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan. Pembelajaran Guided Inquiry Learning/inkuiri terbimbingmerupakan metode inkuiri dimana guru membimbing siswa melakukan kegiatan dengan memberipertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi. Dalam proses belajar mengajar dengan metodeinkuiri terbimbing, siswa dituntut untuk menemukan konsep melalui petunjuk-petunjuk seperlunya dariseorang guru.Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada SMK Negeri 1 Donorojo KabupatenPacitan, waktu penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2016 semester genaptahun pelajaran 2015/2016. Adapun subyek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas XI TeknikKomputer dan Jaringan (TKJ-A) semester 2, dengan Jumlah adalah sebanyak 31 orang siswa. Sedangkandata yang diperlukan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa ini akandikumpulkan dengan teknik: 1) Tes formatif; 2) Observasi/pengamatan; 3) Rubrik Penilaian KinerjaKelompok.Hasil Analisis pada kondisi awal nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas XI TKJ-A SMKNegeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan ini adalah 62,7 kemudian nilai rata-rata ini meningkat sedikitpada pertemuan ke-1 yakni menjadi 65,6, meningkat kembali menjadi 69,3. Pada awal siklus 2 yaknipada pertemuan ke-1 nilai rata-rata ini meningkat kembali menjadi 77,7 pada pertemuan ke-2 menjadi80,8. Selanjutnya dari grafik di atas juga dapat dilihat bahwa nilai tertinggi yang diraih siswa padaawalnya adalah 75, kemudian meningkat pada pertemuan ke-1 menjadi 80, pada pertemuan ke-2 menjadi85. Sedangkan pada siklus 2 nilai tertinggi pada pertemuan ke-1 meningkat menjadi 90, dan pertemuanke-2 menjadi 95.Dengan melihat adanya peningkatan hasil belajar siswa, maka berarti pembelajaran modelGuided Inquiry Learning cukup efektif dalam upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswaKelas XI TKJ-A SMK Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Stad Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Pada Pokok Bahasan Invitation Siswa Kelas Ix B Smp Negeri 1 Pringkuku
Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh pembelajarankooperatif model STAD terhadap hasil belajar bahasa Inggris siswa Kelas IX B SMP Negeri 1Pringkuku tahun pelajaran 2019/2020, 2) ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaanmata pelajaran bahasa Inggris setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model STAD pada siswakelas IX B SMP Negeri 1 Pringkuku Kabupaten Pacitan.Kami menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklusterdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan revisi. Sasaranpenelitian ini adalah siswa kelas IX B SMP Negeri 1 Pringkuku tahun pelajaran 2019/2020. Data yangdiperoleh berupa hasil tes formatif dan lembar observasi.Penggunaan Metode STAD memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswatentang invitation yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitusiklus I: 60,71% dan siklus II: 89,29%Penggunaan metode STAD mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasibelajar siswa yang ditunjukkan dengan hasil angket yang diberikan kepada siswa dan rata-rata jawabansiswa menyatakan bahwa mereka tertarik dan berminat dengan metode STAD sehingga mereka menjaditermotivasi untuk belajar
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Menggunakan Media Kartu Huruf Pada Siswa Kelas I Sd Negeri Kluwih I
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui penggunaan media kartu huruf pada siswa kelas I SD Negeri Kluwih I Kecamatan Tulakan Tahun Pelajaran 2015/2016. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini didesain dalam tiga siklus penelitian tindakan. Prosedur dalam setiap siklus mencakup tahap-tahap: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.Keefektifan tindakan pada setiap siklus diukur dari hasil observasi dan tes kemampuan membaca. Data hasil observasi dideskripsikan, diinterpretasikan, kemudian direfleksi untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Sementara itu data hasil tes kemampuan membaca dianalisis dengan cara mendeskripsikan nilai tes antar siklus hingga hasilnya dapat mencapai batas tuntas sesuai dengan indikator kinerja, yaitu minimal 80% siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan memperoleh nilai 70 atau lebih sebagai batas tuntas kemampuan membaca.Penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak tiga siklus diperoleh hasil bahwa rerata hasil observasi terhadap aktivitas siswa pada siklus I sebesar 58% pada siklus II sebesar 72% dan pada siklus III meningkat menjadi 85%. Rerata tes kemampuan membaca permulaan siswa pada kondisi awal 59, tingkat ketuntasan klasikal 25%. Pada siklus I nilai rerata 67 tingkat ketuntasan klasikal 40%. Pada siklus II, nilai rerata 72, tingkat ketuntasan klasikal 69%. pada siklus III, nilai rerata 77 tingkat ketuntasan klasikal 90%.Berdasarkan tindakan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan media kartu huruf, dapat kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri Kluwih I Tahun Pelajaran 2015/2016
Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Ekonomi Bisnis Melalui Penerapan Pembelajaran Model Problem Solving Dalam Mengevaluasi Masalah-Masalah Ekonomi Pada Siswa Kelas X Bdp-1 Smk Negeri 1 Ponorogo
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui Peningkatan Prestasi Belajar Ekonomi Bisnis Melalui Penerapan Pembelajaran Model Problem Solvıng Dalam Mengevaluasi Masalah-Masalah Ekonomi Pada Sıswa Kelas X BDP-1 SMK Negeri 1 Ponorogo. Metode Pemecahan Masalah adalah cara penyajian bahan pelajaran yang dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahan/ jawaban oleh siswa. Metode pemecahan masalah sering disebut dengan probelm solving method, reflective thinking method atau scientific method (Sudirman dkk,1992 dalam Mbulu, 2001:52).Pemecahan Masalah dapat dianggap sebagai metode pembelajaran dimana siswa berlatih memecahkan masalah. Permasalahan tersebut dapat datang dari guru atau terkait dengan fenomena kehidupan seharihari yang dijumpai siswa.Kegiatan penelitian dilaksanakan pada) SMK Negeri 1 Ponorogo Adapun yang merupakan subyek penelitian adalah siswa Kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran ( X BDP-1) SMK Negeri 1 Ponorogo yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester Ganjil pada bulan Juli sampai dengan September 2021, tahun pelajaran 2020/2021.Hasil yang dicapai Hasil siklus 1 diperoleh analisis secara klasikal dapat diketahui bahwa tingkat keberhasilan belajar siswa kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran (X BDP-1) SMK Negeri 1 Ponorogo yang mencapai kurang dari 75 ternyata ada 21 siswa atau 58,33%. Dan tingkat keberhasilan siswa yang mencapai >75 juga dapat diketahui sebanyak 15 siswa atau 41,67%. Sedangkan hasil siklus 2 pada kegiatan evaluasi yang mencapai kurang dari 75 ternyata ada 5 siswa atau 13,89%. Dan tingkat keberhasilan siswa yang mencapai lebih dari 75 juga dapat diketahui sebanyak 31 siswa atau 86,11%
Peningkatan Hasil Belajar Materi Sifat Koligatif Larutan Melalui Mosko di Sma Negeri 1 Ponggok Kabupaten Blitar
Dengan Kurikulum 2013 seluruh siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapatmeningkatkan minat Belajar yang pada akhirnya hasil belajar siswa juga dapat meningkat. Penelitianini dirancang menggunakan penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian kelas XII IPA 5.Instrumen penelitian berupa tes untuk prates dan postes. langkah-langkah dalam pembelajaran Moskoselanjutnya disebut Model Skrip Kooperatif adalah: (1) Guru membagi siswa untuk berpasangan (2)Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasannya (3) Guru dansiswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagaipendengar (4) Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ideide pokok dalam ringkasannya, sementara pendengar menyimak mengoreksi dengan menghubungkanmateri sebelumnya atau dengan materi lainnya (5) Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukarmenjadi pendengar dan sebaliknya (6) Guru membantu siswa menyusun kesimpulan. Berdasarkanpenelitian dengan menerapkan model pembelajaran Skrip kooperatif dapat ditarik kesimpulan bahwamodel pembelajaran Skrip kooperatif dapat dilakukan dengan 3 siklus melalui beberapa tahap yaitu tahapawal, tahap inti, dan tahap akhir. Dengan penerapan model pembelajaran Skrip kooperatif meningkatkanhasil belajar siswa pada mata pelajaran Kimia. Hal ini dapat dibuktikan dengan Jumlah siswa yang tidaktuntas pada siklus 1 sebanyak 9 siswa dengan persentase ketuntasan 77,5% sedang pada siklus 2 jumlahsiswa yang tidak tuntas sebanyak 4 siswa dengan persentase ketuntasan 90% sedang pada siklus 3jumlah siswa yang tidak tuntas sebanyak 2 siswa dengan persentase ketuntasan 97% Dengan demikianmembuktikan bahwa penerapan model pembelajaran Skrip kooperatif dapat meningkatkan hasil belajarsiswa Pada materi Sifat Koligatif Larutan di SMA Negeri 1 Ponggok Kabupaten Blitar
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Pada Materi Operasi Hitung Bentuk Pecahan Melalui Model Pembelajaran Numbered Heads Together Siswa Kelas Vi-B Sd Negeri Kandangan I/121 Surabaya
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peningkatan Prestasi Belajar Matematikapada Materi Operasi Hitung Bentuk Pecahan melalui Model Pembelajaran Numbered Heads TogetherSiswa Kelas VI-B SD Negeri Kandangan I/121 Surabaya. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada SDNegeri Kandangan I/121 Kecamatan Benowo Kota Surabaya. Sebagai subyek dari Penelitian tindakanini adalah siswa kelas VI-B dengan jumlah siswa sebanyak 39 siswa. Penelitian dilaksanakan padabulan Agustus sampai dengan Oktober 2016. Adapun teknik pengambilan data terkait dengan penelitianini adalah Hasil prestasi siswa, aktivitas dan respons siswa VI-B yang dilakukan selama kegiatanpenelitian. Berdasarkan hasil analisis pada tiap siklus maka berdasarkan pengamatan aktivitas selamapembelajaran kooperatif tipe NHT Siklus I, menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas siswa yang palingdominan adalah memeriksa, yakni sebesar 75,7%. Untuk siklus II terindikasi rata-rata yang palingdominan adalah memeriksa 80,0%.Sedangkan Hasil evaluasi pada kelompok siklus I kurang berhasilrata-rata baru mencapai 73,8 dan ketuntasan secara klasikal 66,7%. Evaluasi siklus II semua kelompoktuntas/berhasil dengan rata-rata 78,1 dan ketuntasan 92,3%
Analisis Penggunaan Bahasa Prokem pada Akun Instagram Lambe Turah
Bahasa prokem merupakan bahasa hasil kreativitas masyarakat. Awal mula bahasa prokem digunakan oleh para pencopet, dan orang-orang jalanan untuk berkomunikasi. Namun saat ini bahasa prokem digunakan oleh khalayak luas. Penelitian ini membahas mengenai bentuk, makna dan fungsi dari bahasa prokem pada akun instagram Lambe Turah. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dari kata prokem yang terdapat pada caption unggahan akun Lambe Turah, mendeskripsikan makna dari kata prokem yang terdapat pada caption unggahan akun Lambe Turah, dan untuk mendeskripsikan fungsi dari kata prokem yang terdapat pada caption unggahan akun Lambe Turah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. sumber data yang diambil peneliti adalah bahasa prokem yang terdapat pada caption unggahan akun instagram Lambe Turah. Total keseluruhan data yang diambil sebanyak 90 data. Metode yang digunakan adalah dokumentasi dan catat. Hasil penelitiannya ialah sebagai berikut. Pertama peneliti menemukan bentuk kata bahasa prokem yakni (1) kata dasar, (2) kata jadian, (3) kata majemuk, (4) kata ulang, (5) kata penggalan. Selain itu terdapat makna kata yakni (1) makna leksikal, (2) makna gramatikal, (3) makna denotasi, (4) makna konotasi. Lalu ada juga fungsi kata
Membedah Pendidikan Alternatif Di Indonesia
Artikel ini memaparkan tentang banyaknya kondisi siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan ajar mengajar seperti anak-anak biasanya. Dari adanya gangguan fisik maupun mental, jarak rumah kesekolah, hingga kesibukan maupun hambatan yang lainnya. Dikarenakan itu pemerintah membuat system pendidikan alternatif di Indonesia. Dengan system pembelajaran yang bisa lebih fleksibel dengan mengikuti anak didiknya. Diharapkan dengan adanya Pendidikan Alternatif di Indonesia ini dapat membuat anak-anak penerus bangsa dapat mendapatkan kesempatan belajar dengan layak dan benar. Artikel menggunakan metode studi pustaka dengan pemaparan data deskriptif yang menjadikan penelitian dalam artikel ini menjadi kualitatif. Proses analisis data terdiri dari mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini adalah menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Alasan artikel dibuat sebagai pengenalan terhadap pendidikan di Indonesia