Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
Hubungan Kecepatan Dan Kelincahan Terhadap Kemampuan Dribbling Bola Futsal Pada Atlet Pra Porprov Kabupaten Pacitan 2023
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidak hubungan antarakecepatan dan kelincahan terhadap kemampuan menggiring bola futsal.Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptifdengan studi korelasional. Populasi penelitian ini adalah atlet pra porprovKabupaten Pacitan 2023 yang berjumlah 30 atlet. Sampel penelitian ini 30 atletyang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untukmengukur kecepatan adalah tes lari 40 meter, untuk mengukur kelincahan adalahillinois agiliti run, dan tes dribbling. Teknik analisis data menggunakan softwareSPSS v.16 for Windows.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikansebesar 0.923 dan nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa kecepatan dankelincahan memiliki hubungan positif terhadap kemampuan dribbling futsal danmemiliki kontribusi sebesar 85.3%. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yangsignifikan antara kecepatan dan kelincahan terhadap kemampuan dribbling futsalpada atlet pra porprov Kabupaten Pacitan 2023
Peningkatan Hasil Belajar Menulis Surat Dengan Menerapkan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation Pada Siswa Kelas Xii Apat 1 Smk Negeri 2 Pacitan
Selama ini proses belajar mengajar untuk mata pelajaran bahasa Indonesia di SMK Negeri 2 Pacitanmasih didominasi oleh penggunaan metode ceramah sehingga hasil belajar siswa belum maksimal.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru sekaligus peneliti menerapkan model pembelajaranGroup Investigation untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan berpikir kritis, aktif dalampembelajaran, bertanggung jawab, meningkatkan pemahaman dan kepuasan siswa terhadap materipembelajaran.Penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation dilaksanakan dalam dua siklus. Masingmasing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Jenis penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelasdan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,tes, dokumentasi, wawancara, angket, catatan lapangan.Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMK Negeri 2 Pacitan dengan subjek penelitian siswa kelasXII APAT 1 yang berjumlah 25 orang. Peneliti sebagai guru bahasa Indonesia di SMK Negeri 2 Pacitanberkolaborasi dengan guru mata pelajaran yang sama di kelas XII. Kehadiran kolaborator adalah sebagaipengamat. Untuk mengetahui kegiatan siswa selama proses pembelajaran dilakukan observasi denganmenggunakan instrumen lembar aktivitas. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan belajar siswadigunakan uji kompetensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa yang dinyatakan tuntas atau memperoleh nilai di atasKKM 75 pada pratindakan sebanyak 4 siswa (16%), pada siklus I sebanyak 14 siswa (56%), sedangkanpada siklus II mengalami peningkatan yakni 23 siswa (92%). (2) Tanggapan yang diberikan siswaterhadap pembelajaran kooperatif model Group Investigation sangat baik. Hal ini dibuktikan denganadanya sikap senang dengan pembelajaran ini karena menuntut siswa untuk aktif sehingga kegiatanpembelajaran tidak monoton.Dari hasil penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan peningkatan nilai siswadalam setiap siklus dapat disimpulkan bahwa model Group Investigation telah mampu meningkatkanhasil belajar siswa dalam menulis surat. Model Group Investigation sebagai salah satu pembelajarankooperatif memang sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa.Saran yang diberikan berkaitan dengan penelitian tindakan kelas ini adalah (1) pembelajaran kooperatifselayaknya diterapkan oleh guru untuk berbagai mata pelajaran. Khususnya model pembelajaranGroup Investigation dapat dijadikan alternatif pilihan dalam proses belajar mengajar di kelas untukmeningkatkan keaktifan siswa dan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, (2) siswaperlu memahami langkah-langkah model pembelajaran Group Investigation agar pembelajaran dapatberjalan dengan lancar. Di samping itu diharapkan siswa berani dalam mengajukan pertanyaan maupunberargumentasi guna lebih memahami materi yang dipelajari
Upaya Penguatan Karakter Dan Budi Pekerti Melalui Internalisasi Nilai-Nilai Budaya Jawa Pada Siswa Smp Negeri 3 Tegalombo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana internalisasi budaya Jawa dapat menguatkanbudi pekerti dan karakter siswa di SMP Negeri 3 Tegalombo. Desain penelitian ini adalah deskriptifkualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primeryaitu data yang berasal dari narasumber yang mengalami langsung pelaksanaan penguatan budayaJawa. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari data yang telah tersusun dalam bentukdokumen terkait dengan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancaramendalam, dan observasi partisipatif.Hasil penelitian diperoleh bahwa: Penguatan karakter melalui internalisasi nilai-nilai budaya Jawa di SMPNegeri 3 Tegalombo tercermin dalam kegiatan berikut: (1) Pengajaran melalui program pendidikan, baikintra kurikuler melalui pembelajaran Bahasa Daerah maupun ekstrakurikuler yaitu kegiatan Karawitan;(2) Pemodelan dan pembiasaan dari pendidik; (3) Program Sabtu Santun, (4) Program praktik berbahasaJawa siswa kelas IX, dan (5) Lomba-lomba terkait penguatan budaya Jawa. Kegiatan internalisasi nilainilai budaya Jawa terbukti dapat menguatkan budi pekerti dan karakter siswa. Dari semula siswa yangbisa berbahasa krama inggil hanya 20% meningkat menjadi 50%. Internalisasi nilai-nilai budaya Jawamerupakan sarana yang baik untuk mengembangkan nilai karakter. Kegiatan penguatan budaya Jawadapat menanamkan perilaku dan sikap yang sesuai dengan nilai karakter religius, nasionalis, mandiri,dan integritas
Upaya Peningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Melalui Penggunaan Model Pembelajaran Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (Ppsi) Pada Siswa Kelas 2 Sdn 1 Dersono Pringkuku Pacitan
Penelitian ini secara umum mempunyai tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuanmenulis permulaan melalui penggunaan model pembelajaran PPSI Siswa kelas 2 di SDN 1 DersonoKec. Pringkuku Pacitan tahun pelajaran 2018/2019. Model desain pembelajaran yang digunakan diIndonesia sejak sejak diberlakukannya kurikulum 2013 merupakan prosedur pengembangan sistemInstruksional atau PPSI. Model ini berpandangan bahwa mengajar adalah suatu sistem yang terdiridari komponen tujuan, bahan ajar, metode, alat peraga/media, dan penilaian. Model PPSI bukan hanyasuatu sistem, tetapi juga merupakan suatu prosedur pengembangan pembelajaran. Langkah-langkahprosedur dimaksud adalah merumuskan tujuan, merencanakan kegiatan, dan melaksanakan evaluasi.Waktu yang Penelitian yang dilaksanakan yaitu pada awal tahun pelajaran 2018/2019, yaitubulan Oktober sampai dengan Desember 2018. Subyek Penelitian ini adalah siswa kelas 2 SD Negeri1 Dersono. Jumlah siswa baru sebagai subyek Penelitian adalah 14 siswa. Prosedur yang ditempuhdalam melakukan tindakan ini adalah: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3)observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi.Hasil prestasi kegiatan pembelajaran menulis permulaan kelas 2 di SDN 1 Dersono bahwapada siklus I hasil rata-rata nilai siswa 68,43. Untuk ketuntasan yang tuntas 8 siswa atau 57,14% siswayang belum tuntas 6 siswa atau 42,86% sedangkan kegiatan pada siklus II nilai rata-rata 79,43 dengantingkat ketuntasan 12 siswa atau 85,71% tuntas sedangkan siswa yang belum tuntas 2 siswa atau14,29%.. Hal ini menandakan bahwa metode yang digunakan lebih efektif dalam meningkatkankemampuan menulis permulaan
Teknik Layanan Konseling Kelompok Dapat Meningkatkan Perilaku Dalam Mengantisipasi Sikap Agresif Antar Teman Pada Siswa Kelas Viii Smp Negeri 3 Pacitan
Dalam masa pencarian jati diri seorang siswa tidak jarang mereka menemukan permasalahanatau persoalan dimana permasalahan tersebut dapat mereka selesaikan sendiri yang membuat dirinyasemakin kaya pengalaman hidup namun kadang permasalahan itu tidak dapat mereka selesaikan sendiriyang membuat dirinya terbebani dan menghambat tugas tugas perkembangan dirinya. Individu yangmengalami hambatan dalam perkembangan dirinya biasanya mempengaruhi dalam hubungan sosialnya,mengingat manusia adalah makhluk individu dan sekaligus makhluk sosial.Perilaku agresif sering dikonotasikan sebagai sesuatu yang negatif dan suatu perusakan ataupenyerangan, sehingga orang yang berperilaku agresif sering dianggap seseorang yang berbadan tinggibesar dan menakutkan karena dianggap mereka akan mengadakan penyerangan fisik. Penafsirantersebut tidak semuanya salah namun tidak juga benar secara keseluruhan, ada sesuatu yang benar tapiada juga kekeliruannya. Perilaku agresif biasanya ditunjukkan untuk menyerang, menyakiti ataumelawan orang lain, baik secara fisik maupun verbal. Hal itu bisa berbentuk pukulan, tendangan, danperilaku fisik lainnya, atau berbentuk cercaan, makian ejekan, bantahan dan semacamnya.Peneliti mengambil subyek penelitian pada peserta didik siswa kelas VIII F SMP Negeri 3Pacitan yang berjumlah 32 anak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April2017.Hasil analisis diperoleh bahwa pada siklus 1 untuk siswa pendiam 5 siswa atau 15,63% siswayang menyatakan aktif 18 siswa atau 56,25% siswa yang agresif 7 siswa atau 21,88% dan siswa yangmenyatakan sangat agresif 2 siswa atau 6,25%. Dan siklus 2 pendiam 11 siswa atau 34,38% siswa yangmenyatakan aktif 17 siswa atau 53,13% siswa yang agresif 4 siswa atau 12,5%
Pengaruh Pembelajaran Kontekstual Model Pengajaran Learning Together Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pkn Pada Siswa Kelas V Sdn 2 Gendaran
Perjalanan yang berliku-liku dan penuh tantangan semenjak proses terbentuknya sampai padakeadaan sekarang yang menghantarkan PKn sebagai bahan kajian yang menarik. Apalagi akhir-akhirini ada sekelompok orang yang meragukan eksistensi PKn. Karena banyaknya penyelewengan danpengkhianatan Pancasila, sehingga pembangunan manusia seutuhnya menjadi terhambat. Dan adapula yang mempertanyakan keberhasilan pengajaran PKn terhadap moral pelajar khususnya danmasyarakat luas pada umumnya.Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (1) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar PKndengan diterapkannya pembelajaran kontekstual model pengajaran Learning Together? (2)Bagaimanakah pengaruh pembelajaran kontekstual model pengajaran Learning Together terhadapmotivasi belajar PKn.Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui peningkatan prestasi belajar PKnsetelah diterapkannya pembelajaran kontekstual model pengajaran Learning Together. (2)Mengetahui pengaruh motivasi belajar PKn setelah diterapkan pembelajaran kontekstual modelpengajaran berbasis masalah. (3) Menyempurnakan pelaksanaan pembelajaran PKn.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiapputaran terdiri dari 4 tahap, yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan revisi. Sasaranpenelitian ini adalah siswa kelas V semester I tahun pelajaran 2018/2019. Data yang diperoleh berupahasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklusI sampai siklus III yaitu, siklus I (55.55%), siklus II (77.78%), siklus III (88.89%)
Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Desa Pagerejo
Agama dan pendidikan merupakan satu keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan, terutama pada pendidikan usia Sekolah Dasar (SD). Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan dan membangun jiwa islami pada anak usia dasar melalui pembelajaran agama di TPQ. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memaparkan: (1) metode pembelajaran yang digunakan di TPQ Nur Falaq (2) efektivitas pembelajaran Iqro’ maupun Al-Quran di TPQ Nur Falaq (3) faktor pendukung untuk perkembangan TPQ Nur Falaq (4) kontribusi yang diberikan untuk TPQ Nur Falaq melalui kegiatan ini. Waktu pelaksanaannya selama 2 hari, yakni pada Hari Sabtu, 9 Januari 2023 dan Minggu, 10 Januari 2023. Hasil dari pengabdian tersebut (1) metode yang kami terapkan adalah metode Integratif, Observasi, Ceramah, diskusi, Game/kuis, (2) Efektifitas dalam pembelajaran TPA masih dalam tahap berlanjut disertai dengan pembaruan-pembaharuan metode dalam pembelajaran di TPA, (3) faktor pendukung dalam pembelajarn TPA adanya tempat pembelajaran yang luas, bersih, nyaman serta didukuknya dengan media pembelajaran, (4) kontribusi yang kami berikan berupa proses pembelajaran dalam TPA yang menyenangkan dan kreatif menjadikan belajar para santri senang untuk mempelajarai agama Islam khususnya dalam membaca iqra dan Al-Qur’an serta dengan meceritakan kisah-kisah inspiratif para Nabi diharapkan dapat menambah semangat mereka dalam memperdalam Ilmu Agama
PROBLEMS FACE BY VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS IN LEARNING ENGLISH AT SMK NEGERI KEBONAGUNG
Learning English is very important especially for education and future, this is because English is one of the international languages used. This case study aims to analyze the difficulties of learning English in grade 10 students at the vocational high school level. This research is mainly to find the students\u27 difficulties in mastering English. This research was conducted at SMK Negeri Kebonagung involving 70 students as subjects. Researchers used a classical and individual approach in collecting data. The data was obtained using a google form which was distributed to 70 students of class x in various majors. The findings show that students\u27 English learning difficulties are: (1) a sense of coercion; (2) mastery of basic concepts/low intake; (3) lack of self-confidence; (4) forgetting factor; (5) have little opportunity to practice. Referring to these findings, it is suggested to teachers and institutions to facilitate and provide high motivation for the students\u27 English learning process
Akseptasi Terhadap smp Sal dan Perubahan Nilai Pendidikan di Desa Bukit Mas
Penelitian ini mendeskripsikan akseptasi masyarakat terhadap SAL serta pengaruh kehadiranSAL terhadap perubahan nilai pendidikan di Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang,Kabupaten Langkat. Metode pengumpulan data yang digunakan melalui observasipartisipatif, wawancara dan studi dokumen. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa masyarakatmenerima kehadiran SAL di lingkungan mereka dengan komitmen yang dibangun denganmasyarakat tempatan, yaitu pihak yayasan berikrar janji untuk selalu memberikan yangterbaik kepada peserta didik dan masyarakat Desa Bukit Mas. Perihal perubahan nilaipendidikan, pihak yayasan Pendidikan Leuser hadir untuk menjembatani perubahan nilaipendidikan masyarakat tempatan lewat bantuan kunjungan tamu. Kedatangan tamu, sepertivolunteer kepada SAL memberikan motivasi untuk berperilaku baik, serta membawaperubahan cara pandang masyarakat lebih maju. Hal ini mendukung perihal penerimaanpengetahuan konservasi alam yang difasilitasi SAL pada kehidupan sehari-harinya pesertadidik dimana telah timbulnya kesadaran dalam diri anak untuk menjaga lingkungan, merawathewan peliharaandan juga hewan ternak dengan baik
Pengembangan Alat Latihan Kecepatan Tendangan A dan T Untuk Atlet Pencak Silat Kategori Dewasa Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan
Pengembangan alat bantu latihan adalah alat yang bisa digunakan atlet sebagai peningkatan kecepatan tendangan A dan T mereka. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pelatih dalam pengembangan produk yang bertujuan meningkatkan kecepatan tendangan pada pencak silat A dan T di nomor tanding. Alat yang dibuat dirancang untuk menghemat waktu dan tenaga serta biaya selama pemakaian. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Proses pelaksanaan untuk pengembangan, yaitu a.pengumpulan data b.perencanaan penelitian c.pengembangan produk awal d.validasi ahli dan revisi e.uji coba f.produk akhir. Disini juga menggunakan ahli materi serta ahli media untuk memberikan evaluasi atau saran terhadap fungsi pada produk. Dan sebagai subyek uji coba ada 12 subyek atlet untuk uji coba skala kecil dan 38 subyek atlet untuk uji coba skala besar. Adapun instrument yang diguakan yaitu observasi, tanya jawab dan dokumentasi. Analasis yang digunakan adalah Teknik analisis kuantitatif. Hasil diketahui bahwa ahli materi memeberikan skor 90% dan masuk dalam kategori sangat layak. Ahli media memberikan skor 90,15% dan masuk pada kategori sangat layak. Untuk hasil uji coba skala kecil dan besar pada uji skala kecil memperoleh skor 92% dan skala besar memperoleh 93% masuk pada kategori sangat layak